<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Migrasi Windows-Linux &#187; Tips</title>
	<atom:link href="http://vavai.com/v2/category/tutorial-tips/tips/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vavai.com/v2</link>
	<description>Panduan Mengenai Migrasi Windows-Linux &#038; Informasi Open Source</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 Jan 2010 04:58:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Solusi Masalah Instalasi VMWare Workstation 6.5.3 64 bit pada openSUSE 11.2 64 bit</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2010/01/solusi-masalah-instalasi-vmware-workstation-6-5-3-64-bit-pada-opensuse-11-2-64-bit/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2010/01/solusi-masalah-instalasi-vmware-workstation-6-5-3-64-bit-pada-opensuse-11-2-64-bit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 03:58:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualization]]></category>
		<category><![CDATA[VMWare]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=551</guid>
		<description><![CDATA[
Saya mengalami masalah saat melakukan instalasi  VMWare Workstation 6.5.3 64 bit pada  openSUSE 11.2 64 bit, baik menggunakan file rpm maupun menggunakan file bundle. Masalah terjadi saat progress instalasi tidak maju-maju saat hendak melakukan konfigurasi VMWare Player. Ditunggu hingga 1/2 jam tidak ada progress sama sekali jadi kesimpulannya memang ada masalah.
Coba search di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.net/wp-content/uploads/2010/01/vmware-opensuse.jpeg"><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/vmware-opensuse.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-552" title="vmware-opensuse" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/vmware-opensuse.jpeg" alt="" width="517" height="406" /></a></a></p>
<p>Saya mengalami masalah saat melakukan instalasi  VMWare Workstation 6.5.3 64 bit pada  openSUSE 11.2 64 bit, baik menggunakan file rpm maupun menggunakan file bundle. Masalah terjadi saat progress instalasi tidak maju-maju saat hendak melakukan konfigurasi VMWare Player. Ditunggu hingga 1/2 jam tidak ada progress sama sekali jadi kesimpulannya memang ada masalah.</p>
<p>Coba search di Google, berikut adalah solusi untuk mengatasinya :</p>
<ol>
<li>Install VMWare Workstation melalui konsole :
<pre class="brush: cpp">
sh VMware-Workstation-6.5.3-185404.x86_64.bundle --custom --console
</pre>
<p>Catatan : Bisa juga install versi rpm dengan perintah rpm -ivh</li>
<li>Jika proses instalasi berhenti pada saat konfigurasi VMWare Player (Kira-kira saat progress sampai di  62%), buka tab konsole/terminal baru dan jalankan perintah berikut :
<pre class="brush: cpp">
mv /etc/vmware/database /etc/vmware/database_temp
</pre>
<p>Perintah diatas akan memindahkan folder database yang menjadi sumber masalah terhentinya proses konfigurasi sehingga instalasi dapat berjalan secara normal</li>
<li>Setelah proses instalasi sukses, kembalikan folder tersebut :
<pre class="brush: cpp">
mv /etc/vmware/database_temp /etc/vmware/database
vmware-modconfig --console --install-all
</pre>
<p>VMWare akan melakukan proses update konfigurasi yang masih tersisa.</li>
<li>Jalankan  VMWare Workstation dari start menu</li>
</ol>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=551">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=551&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2010/01/solusi-masalah-instalasi-vmware-workstation-6-5-3-64-bit-pada-opensuse-11-2-64-bit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instalasi VirtualBox 3.1.2 pada openSUSE 11.2</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2010/01/instalasi-virtualbox-3-1-2-pada-opensuse-11-2/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2010/01/instalasi-virtualbox-3-1-2-pada-opensuse-11-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 07:39:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[virtualbox]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[VirtualBox dirilis dalam 2 edisi, yaitu versi  Open Source Edition (OSE) yang tersedia pada repositori openSUSE atau  pada openSUSE Build Service (OBS) dan versi Personal Use and Evaluation License (PUEL), yaitu versi  closed source tapi free untuk penggunaan personal.  Perbedaan utama antara keduanya adalah soal dukungan RDP Server, USB dan USB melalui RDP.
Berikut adalah tata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.net/wp-content/uploads/2009/12/virtualbox-logo.jpg"><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/virtualbox-logo.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-548" title="virtualbox-logo" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/virtualbox-logo.jpg" alt="" width="150" height="155" /></a></a>VirtualBox dirilis dalam 2 edisi, yaitu versi  Open Source Edition (OSE) yang tersedia pada repositori openSUSE atau  pada <a href="http://software.opensuse.org/search">openSUSE Build Service (OBS)</a> dan versi Personal Use and Evaluation License (PUEL), yaitu versi  closed source tapi free untuk penggunaan personal.  <a href="http://www.virtualbox.org/wiki/Editions">Perbedaan utama</a> antara keduanya adalah soal dukungan RDP Server, USB dan USB melalui RDP.</p>
<p>Berikut adalah tata cara instalasi  VirtualBox PUEL versi 3.1.2 pada openSUSE 11.2</p>
<ol>
<li>Instalasi librari dan paket yang diperlukan : <strong>kernel-source, make, gcc, gcc-c++, pam-devel, kernel-syms, SDL.</strong> Gunakan YAST | Software | Software Management atau Zypper  untuk melakukan instalasi paket diatas, kesemuanya ada pada DVD instalasi openSUSE 11.2</li>
<li>Download <a href="http://www.virtualbox.org/wiki/Linux_Downloads">VirtualBox binary installer</a>. Pilih versi untuk openSUSE 11.1 atau openSUSE 11.2 dan pilih juga tipe processor sesuai dengan komputer yang dimiliki (32 bit atau 64 bit)</li>
<li>Install VirtualBox menggunakan  YAST atau menggunakan  Zypper atau rpm -ivh seperti contoh berikut ini
<pre class="brush: cpp">
zypper in ./VirtualBox-3.1-3.1.2_56127_openSUSE111-1.i586.rpm
</pre>
<p>`<br />
<a href="http://vavai.net/wp-content/uploads/2009/12/installing-virtualbox.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-821" title="installing-virtualbox, click for higher image" src="http://vavai.net/wp-content/uploads/2009/12/installing-virtualbox.jpeg" alt="" width="498" height="185" /></a></li>
<li>VirtualBox versi terbaru ini seharusnya langsung melakukan kompilasi modul kernel yang diperlukan. Jika tidak secara otomatis berjalan, jalankan skrip setup  vboxdrv menggunakan perintah berikut di konsole/terminal :
<pre class="brush: cpp">
/etc/init.d/vboxdrv setup
</pre>
</li>
<li>Tambahkan nama user sebagai anggota grup VirtualBox dengan cara membuka menu  YAST | Security &amp; User | User &amp; Group Management. Pilih nama user yang akan menjalankan VirtualBox, klik edit, kemudian pindah ke tab Details dan berikan tanda centang pada grup vboxusers.</li>
<li>Logout dan login ulang</li>
<li>Jalankan  VirtualBox melalui menu atau melalui konsole/terminal dengan perintah : VirtualBox (case sensitive)</li>
</ol>
<p><strong>Catatan :</strong></p>
<ol>
<li>Proses kompilasi modul kernel bisa gagal jika versi kernel berbeda dengan versi kernel-source. Untuk memastikannya, gunakan perintah uname -r dan zypper if kernel-source seperti contoh berikut ini  :
<pre class="brush: cpp">
uname -r
zypper if kernel-source
</pre>
<p>`<br />
<a href="http://vavai.net/wp-content/uploads/2009/12/checking-kernel-version.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-819" style="border: 1px solid black;" title="checking-kernel-version" src="http://vavai.net/wp-content/uploads/2009/12/checking-kernel-version.jpeg" alt="" width="406" height="405" /></a></li>
<li>Jika hendak melakukan proses upgrade VirtualBox dari versi sebelumnya, lakukan saja proses instalasi, VirtualBox akan secara otomatis menghapus versi yang lama dan menggantinya dengan versi yang baru. Proses ini tidak akan menghapus image virtual yang sudah ada namun sebagai tindakan jaga-jaga, melakukan backup sebelum menjalankannya sangat dianjurkan.</li>
</ol>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=547">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=547&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2010/01/instalasi-virtualbox-3-1-2-pada-opensuse-11-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instalasi BitDefender Anti Virus &amp; Malware Scanner pada openSUSE</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2010/01/instalasi-bitdefender-anti-virus-malware-scanner-pada-opensuse/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2010/01/instalasi-bitdefender-anti-virus-malware-scanner-pada-opensuse/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 14:26:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial & Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Anti Virus]]></category>
		<category><![CDATA[BitDefender]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=543</guid>
		<description><![CDATA[Instalasi anti virus pada komputer saya yang menggunakan openSUSE 11.2 mungkin bukan prioritas utama karena sampai saat ini virus-virus yang beredar nggak berpengaruh pada sistem yang saya gunakan. Meski demikian, kadang ada keperluan untuk melakukan scanning pada USB flash disk atau harddisk Windows yang terkena virus sehingga saya mencoba menggunakan anti virus yang berjalan pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Instalasi anti virus pada komputer saya yang menggunakan openSUSE 11.2 mungkin bukan prioritas utama karena sampai saat ini virus-virus yang beredar nggak berpengaruh pada sistem yang saya gunakan. Meski demikian, kadang ada keperluan untuk melakukan scanning pada USB flash disk atau harddisk Windows yang terkena virus sehingga saya mencoba menggunakan anti virus yang berjalan pada sistem Linux untuk membasminya.</p>
<p>Mengapa anti virus yang berjalan pada sistem Linux ? Pertimbangan utama adalah agar sistem induk yang digunakan untuk melakukan scanning tidak terinfeksi virus yang hendak dibasmi</p>
<p>Ada banyak produk anti virus yang berjalan pada sistem Linux, baik komersil maupun gratisan. Salah satu yang populer adalah ClamAV yang sudah dibundel pada sebagian besar distro Linux. Selain  ClamAV, BitDefender anti virus for Unices mungkin bisa menjadi pilihan yang bagus karena anti virus ini terbukti mampu membasmi virus-virus yang sering bergentayangan disistem Windows.</p>
<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/bitdefender.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-544" title="bitdefender" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/bitdefender.jpeg" alt="" width="516" height="282" /></a></p>
<p>BitDefender adalah software komersil namun gratis untuk penggunaan personal. Instalasi BitDefender pada openSUSE hanya membutuhkan beberapa langkah singkat berikut :</p>
<ol>
<li>Dapatkan lisensi dari <a href="http://www.bitdefender.com/PRODUCT-80-en--BitDefender-Antivirus-Scanner-for-Unices.html">BitDefender website</a>. BitDefender akan mengirim serial number gratis berikut alamat link untuk download softwarenya</li>
<li>Download BitDefender binary installer for Unices. Binary installer ini tersedia dalam bentuk file eksekusi</li>
<li>Install BitDefender dengan mengeksekusi perintah dibawah ini melalui konsole/terminal
<pre class="brush: cpp">
cd /opt
chmod +x BitDefender-Antivirus-Scanner-7.6-4.linux-gcc4x.i586.rpm.run
./BitDefender-Antivirus-Scanner-7.6-4.linux-gcc4x.i586.rpm.run
</pre>
</li>
<li>Jalankan BitDefender melalui start up menu<br />
`<br />
<a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/bitdefender-gui.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-545" title="bitdefender-gui" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/bitdefender-gui.jpeg" alt="" width="455" height="353" /></a></li>
<li>Klik pada pilihan <strong>Set New Key</strong> dan paste serial number yang sudah didapatkan</li>
<li>Klik tombol <strong>Update </strong>untuk melakuan update database virus</li>
<li>BitDefender siap digunakan. Klik pada tombol <strong>Scanner</strong> untuk mulai melakukan proses scan.</li>
</ol>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=543">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=543&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2010/01/instalasi-bitdefender-anti-virus-malware-scanner-pada-opensuse/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Setting DNS pada Zimbra Mail Server</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/12/tentang-setting-dns-pada-zimbra-mail-server/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/12/tentang-setting-dns-pada-zimbra-mail-server/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 08:36:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[zimbra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=530</guid>
		<description><![CDATA[
Salah satu kendala yang menghadang rekan-rekan yang berniat melakukan instalasi Zimbra Mail Server salah satunya adalah masalah setting DNS Server. Kendala ini bukan sekedar masalah setting konfigurasi DNS Server melainkan juga  pemahaman mengenai kepentingan DNS Server dan relasinya dengan klien dan akses internet.
Untuk membantu klarifikasi ini, berikut saya buatkan rangkumannya yang saya pisahkan dalam point-point [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/dns-server.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-538" title="dns-server" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/dns-server.gif" alt="dns-server" width="446" height="211" /></a></p>
<p>Salah satu kendala yang menghadang rekan-rekan yang berniat melakukan instalasi Zimbra Mail Server salah satunya adalah masalah setting DNS Server. Kendala ini bukan sekedar masalah setting konfigurasi DNS Server melainkan juga  pemahaman mengenai kepentingan DNS Server dan relasinya dengan klien dan akses internet.</p>
<p>Untuk membantu klarifikasi ini, berikut saya buatkan rangkumannya yang saya pisahkan dalam point-point sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Zimbra membutuhkan DNS Server. 2 hal utama yang dibutuhkan oleh Zimbra adalah MX Records yang harus merujuk pada hostname Zimbra dan A Records yang merujuk pada IP Zimbra. Zimbra juga membutuhkan setting Name Server (NS Records) yang benar untuk keperluan monitoring</li>
<li>Sangat disarankan untuk melakukan instalasi DNS Server pada mesin Zimbra. Instalasi DNS Server pada mesin Zimbra membawa manfaat sebagai berikut : fleksibilitas saat hendak migrasi, fleksibilitas saat hendak backup &amp; restore dan mengurangi down time karena pada saat yang bersamaan kita bisa melakukan proses instalasi Zimbra sedangkan disisi lain mail server yang ada tetap bisa berjalan</li>
<li>Zimbra hanya membutuhkan DNS Server untuk keperluan melakukan lookup dirinya sendiri (dan lookup domain lain jika posisinya sudah berjalan). Zimbra tidak harus menggunakan DNS Server milik ISP atau DNS yang sedang berjalan</li>
<li>Tidak ada larangan membuat DNS Server lebih dari satu dalam 1 lingkungan organisasi. Berbeda dengan Domain Controller atau Active Directory yang bisa membuat bentrok jika keduanya sama-sama difungsikan sebagai PDC (Primary Domain Controller), DNS Server tidak akan membuat service menjadi bentrok. Keperluan DNS Server ada disisi klien. Klien menggunakan DNS Server untuk melakukan resolving. Meskipun ada lebih 10 DNS Server dalam satu organisasi, hal ini tidak berpengaruh karena DNS Server yang akan digunakan tergantung pada setting yang dilakukan pada komputer klien</li>
<li>Pahami perbedaan DNS Server ISP dengan DNS Server Zimbra. DNS Server Zimbra hanya digunakan oleh si Zimbra (dan klien-klien yang mengakses secara lokal) sedangkan DNS Server ISP  digunakan oleh server-server email dari luar untuk mengenali domain yang kita gunakan. Jadi, DNS ISP diperuntukkan untuk orang lain yang ingin mengenali domain kita sedangkan DNS Server Zimbra digunakan oleh Zimbra secara lokal</li>
<li>Tidak ada masalah meski DNS Server Zimbra dan DNS Server ISP digunakan secara berbarengan, karena keperluannya berbeda</li>
<li>Jika membutuhkan setting DNS Server pada mesin Zimbra, jadikan IP Zimbra sebagai name server 1, IP DNS ISP sebagai name server 2 dan IP Server DNS Publik (Nawala, OpenDNS, Google DNS) sebagai name server 3</li>
</ol>
<p>Bagi yang masih bingung menentukan kebutuhan dasar setting DNS yang dibutuhkan oleh Zimbra, berikut adalah konfigurasi minimal yang bisa dijadikan catatan :</p>
<p>Nama Domain : <a href="http://www.vavai.com/blog/v2">vavai.com</a></p>
<p>Nama Name Server (NS) : ns1.vavai.com</p>
<p>IP Zimbra : 192.168.0.1</p>
<p>Nama Hostname : mail.vavai.com</p>
<p>Nama MX Records : mail, prioritas 0</p>
<p>Nama Address Records (A Record) :</p>
<p>- ns1, IP : 192.168.0.1</p>
<p>- mail, IP = 192.168.0.1</p>
<p><strong>Contoh File Konfigurasi DNS pada openSUSE (/var/lib/named/master/namadomain.tld) :</strong></p>
<pre class="brush: cpp">
$TTL 2d
@               IN SOA          mail.vavai.com. root.mail.vavai.com. (
2009060901      ; serial
3h              ; refresh
1h              ; retry
1w              ; expiry
1d )            ; minimum

vavai.com.    IN MX           0 mail.vavai.com.
vavai.com.    IN NS           ns1.vavai.com.
ns1                 IN A            192.168.0.1
mail                IN A            192.168.0.1
</pre>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=530">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=530&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/12/tentang-setting-dns-pada-zimbra-mail-server/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Solved : Masalah Zimbra, &#8220;su: incorrect password&#8221;</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/12/solved-masalah-zimbra-su-incorrect-password/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/12/solved-masalah-zimbra-su-incorrect-password/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 02:35:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[zimbra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=534</guid>
		<description><![CDATA[Dari sekian banyak pengalaman melakukan instalasi Zimbra Mail Server, baru kali ini saya merasa jengkel dengan pesan kesalahan ini :
su : incorrect password
Yang kemudian disusul dengan pesan :
Initializing ldap&#8230;FAILED (256)
Pesan ini muncul saat saya mencoba instalasi Zimbra 6.0.3 pada openSUSE 11.2, menggunakan Zimbra binary 6.0.3 untuk SUSE Linux Enterprise 11. Hal yang sama saya temukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" style="margin: 5px;" src="http://toko.vavai.biz/images/zimbra_logo_jpeg.jpg" alt="Zimbra" width="320" height="105" />Dari sekian banyak pengalaman melakukan instalasi Zimbra Mail Server, baru kali ini saya merasa jengkel dengan pesan kesalahan ini :</p>
<p><em>su : incorrect password</em></p>
<p>Yang kemudian disusul dengan pesan :</p>
<p><em>Initializing ldap&#8230;FAILED (256)</em></p>
<p>Pesan ini muncul saat saya mencoba instalasi Zimbra 6.0.3 pada openSUSE 11.2, menggunakan Zimbra binary 6.0.3 untuk SUSE Linux Enterprise 11. Hal yang sama saya temukan pada saat mencoba instalasi Zimbra 5.0.20 pada openSUSE 11.2 (versi 32 bit). Yang membuat jengkel, pesan ini tidak selalu muncul pada setiap instalasi. Pesan ini hanya muncul jika instalasi Zimbra pernah gagal, misalnya karena kekurangan library yang dibutuhkan.</p>
<p>Pesan diatas juga muncul jika menggunakan perintah su atau su &#8211; zimbra.</p>
<p>Saya coba searching di Zimbra Forum, pesan kesalahan ini memang membuat jengkel beberapa pengguna Zimbra. Ada saran agar mencoba uninstall binary yang sempat gagal diinstall dengan perintah : /install.sh -u atau mencoba mengedit file /etc/sudoers dan menghapus tambahan-tambahan baris yang digunakan oleh Zimbra.</p>
<p>Berbagai upaya saya coba namun masih tetap gagal sampai saya memutuskan hendak clean install dari awal. Sebelum clean install, saya kepikiran apa mungkin masalahnya di password milik user Zimbra. Akhirnya saya coba iseng berikan perintah melalui hak akses root :</p>
<p><em>passwd zimbra</em></p>
<p>Kemudian memasukkan password root untuk si Zimbra. Setelah melakukan perintah diatas, saya mencobanya dengan perintah su &#8212; zimbra, ternyata tidak ada masalah. Saat saya melakukan proses instalasi ulang, prosesnya berjalan mulus hingga selesai.</p>
<p>Jadi, andaikata ada masalah sejenis, mungkin bisa dicoba penyelesaian seperti solusi diatas.</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px;">
<pre class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px; overflow: auto; width: 640px; height: 194px; text-align: left;" dir="ltr">su: incorrect password</pre>
</div>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=534">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=534&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/12/solved-masalah-zimbra-su-incorrect-password/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Solved : Unknown Filesystem Type &#8216;Vfat&#8217;</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/07/solved-unknown-filesystem-type-vfat/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/07/solved-unknown-filesystem-type-vfat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 01:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[
Kemarin saya mengalami keanehan dengan openSUSE yang saya install pada server HP Proliant ML-150 yang ada di kantor cabang Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Saat saya memasukkan USB Flash Disk 8 GB dan memberikan perintah :

su
mkdir /mnt/usb
mount -t vfat /dev/sdc1 /mnt/usb

Keluar pesan : &#8220;Unknown filesystem type &#8216;vfat&#8217;&#8221;
Saya coba menggunakan menu dari YAST &#124; System &#124; Partitioner hasilnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/07/opensuse-11-2.png" alt="openSUSE" /><br />
Kemarin saya mengalami keanehan dengan openSUSE yang saya install pada server HP Proliant ML-150 yang ada di kantor cabang Tanjung Priok, Jakarta Utara.</p>
<p>Saat saya memasukkan USB Flash Disk 8 GB dan memberikan perintah :</p>
<pre class="brush: cpp">
su
mkdir /mnt/usb
mount -t vfat /dev/sdc1 /mnt/usb
</pre>
<p>Keluar pesan : &#8220;Unknown filesystem type &#8216;vfat&#8217;&#8221;</p>
<p>Saya coba menggunakan menu dari YAST | System | Partitioner hasilnya sama saja. Awalnya saya pikir masalah ini terjadi karena ada library yang kurang atau something like that,  tapi pikir punya pikir, saya coba browsing sebentar dan baru teringat kalau saya baru saja memberikan perintah :</p>
<pre class="brush: cpp">
su
zypper ref &amp;&amp; zypper up
</pre>
<p>Yang artinya saya baru saja melakukan update sistem. Kemungkinan besar kernel yang saya gunakan turut diupgrade sehingga saya perlu melakukan restart server agar menggunakan kernel yang baru.</p>
<p>Setelah menggunakan kernel yang baru, masalah tersebut selesai dengan sendirinya <img src='http://vavai.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kebetulan saya menggunakan Flash Disk yang format bawaannya sejak beli bertipe FAT-32 sehingga muncul pesan seperti diatas. Jika saya menggunakan tipe NTFS, kemungkinan besar pesan yang keluar adalah : &#8220;Unknown filesystem type &#8216;ntfs&#8217;&#8221;</p>
<p>Moral story : Lihat-lihat library dan paket apa saja yang akan diupdate jika hendak melakukan proses upgrade, apalagi jika dilakukan pada server production, hehehe&#8230; Kebetulan server kemarin masih dalam tahapan ujicoba jadi tidak terlalu berpengaruh saat saya restart.</p>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=489">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=489&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/07/solved-unknown-filesystem-type-vfat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zimbra : SASL Authentication Failed</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/07/zimbra-sasl-authentication-failed/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/07/zimbra-sasl-authentication-failed/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 10:08:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[zimbra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Tadi siang saya mendadak dapat pesan dari salah seorang klien : Zimbra Email Server &#38; Collaboration Suite di kantornya mogok kerja dengan pesan sebagai berikut :
This is the mail system at host mail.namaperusahaan.co.id.
I&#8217;m sorry to have to inform you that your message could not
be delivered to one or more recipients. It&#8217;s attached below.
For further assistance, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi siang saya mendadak dapat pesan dari salah seorang klien : Zimbra Email Server &amp; Collaboration Suite di kantornya mogok kerja dengan pesan sebagai berikut :</p>
<blockquote><p>This is the mail system at host mail.namaperusahaan.co.id.</p>
<p>I&#8217;m sorry to have to inform you that your message could not<br />
be delivered to one or more recipients. It&#8217;s attached below.</p>
<p>For further assistance, please send mail to postmaster.</p>
<p>If you do so, please include this problem report. You can<br />
delete your own text from the attached returned message.</p>
<p>The mail system</p>
<p>: SASL authentication failed; server<br />
mail.namaperusahaan.co.id[17x.12x.xx.x] said: 535 Incorrect authentication data</p></blockquote>
<p>Wah, kaget juga, karena saya sedang mengecek kesiapan sistem di kantor cabang di Tanjung Priok dan tidak berada didepan komputer.</p>
<p>Saya coba urutkan proses debuggingnya satu persatu :</p>
<ol>
<li>Apakah ada perubahan konfigurasi &amp; setting Zimbra ? Ternyata tidak.</li>
<li>Apakah sebelumnya bermasalah ? Ternyata tidak. Masalah baru terjadi hari ini</li>
<li>Apakah masalah ini menimpa 1 atau beberapa account tertentu atau semua account ? Ternyata semua account</li>
<li>Apakah terima email juga bermasalah ? Ternyata tidak</li>
<li>Apakah pengiriman email via webmail berjalan lancar ? Ternyata tidak</li>
<li>Apakah pengiriman email melalui mail client berjalan lancar ? Ternyata tidak juga</li>
</ol>
<p>Kesimpulan awal : Masalah ada pada protokol smtp (pengiriman email) saja. Lumayan, ada harapan <img src='http://vavai.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mengingat kantor ini menggunakan layanan Speedy dengan IP Address merupakan langganan terkena blokir anti spam semacam RBL dan spamhaus, Zimbra smtp diaktifkan dengan modus ISP relay menggunakan ISP&#8230; Telkomhosting <img src='http://vavai.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah mengecek kesana kemari termasuk mengecek log tanpa kesuksesan, akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke posisi awal, yaitu mengecek account yang digunakan untuk relayhost.</p>
<p>Panduan settingnya saya tulis di <a href="http://www.zimbra.web.id/tutorial/tips-trick/relay-zimbra-dengan-authentikasi-smtp/">halaman panduan Komunitas Zimbra Indonesia</a> sejak beberapa waktu yang lalu. Saya ulangi prosesnya dan ternyata masalahnya solved.</p>
<p>Kesimpulan akhir : Entah apa alasannya dan bagaimana caranya, account yang digunakan untuk authentikasi ISP relay/relayhost mengalami perubahan password.</p>
<p>Jadi, jika anda mengalami masalah yang mirip, silakan periksa dulu konfigurasi awal dan jika perlu, gunakan user account dan password yang baru&#8230;</p>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=476">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=476&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/07/zimbra-sasl-authentication-failed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Otomatisasi Setting PXE Boot Server untuk Instalasi openSUSE Via Jaringan</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/06/otomatisasi-setting-pxe-boot-server-untuk-instalasi-opensuse-via-jaringan/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/06/otomatisasi-setting-pxe-boot-server-untuk-instalasi-opensuse-via-jaringan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 17:53:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[bash]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=434</guid>
		<description><![CDATA[
Beberapa waktu yang lalu saya sudah menulis panduan mengenai &#8220;Tutorial Instalasi openSUSE Tanpa CD/DVD Menggunakan PXE Boot&#8221; bagian I dan bagian II. Kedua tutorial itu semestinya mudah diikuti dan sukses dijalankan karena saya mencobanya berulang kali sebelum menuliskannya.
Untuk lebih mempermudah proses setup, saya membuatkan script untuk otomatisasi setup PXE Boot Server yang akan melakukan hal-hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-438" title="pxe" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe1.jpg" alt="pxe" width="405" height="261" /></a></p>
<p>Beberapa waktu yang lalu saya sudah menulis panduan mengenai &#8220;Tutorial Instalasi openSUSE Tanpa CD/DVD Menggunakan PXE Boot&#8221; <a href="http://vavai.com/v2/2009/05/instalasi-opensuse-tanpa-cddvd-menggunakan-pxe-boot-network/">bagian I</a> dan <a href="http://vavai.com/v2/2009/06/instalasi-opensuse-tanpa-cddvd-menggunakan-pxe-boot-network-bagian-ii/">bagian II</a>. Kedua tutorial itu semestinya mudah diikuti dan sukses dijalankan karena saya mencobanya berulang kali sebelum menuliskannya.</p>
<p>Untuk lebih mempermudah proses setup, saya membuatkan script untuk otomatisasi setup PXE Boot Server yang akan melakukan hal-hal sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Melakukan setup DHCP Server agar otomatis menerima permintaan DHCP dan request boot melalui Boot ROM / LAN Card</li>
<li>Melakukan setup TFTP Server agar otomatis aktif pada saat boot</li>
<li>Melakukan setup PXE Server dengan mengaktifkan konfigurasi syslinux dan file untuk booting</li>
</ol>
<p>Berikut adalah tampilan pada saat script dijalankan (Klik jika membutuhkan tampilan yang lebih besar)</p>
<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe-auto.png"><img class="size-full wp-image-435 alignnone" title="pxe-auto" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe-auto.png" alt="pxe-auto" width="520" height="474" /></a></p>
<p>Mengingat script ini membutuhkan file <strong>initrd</strong> dengan besar sekitar 22 MB dan file boot <strong>linux</strong> dengan besar sekitar 2 MB, saya memilih untuk menyediakan 2 buah file kompresi tar.gz, yaitu file script dengan initrd dan boot linux lengkap serta file kompresi tar.gz tanpa kedua file tersebut. Langkah ini saya tempuh agar proses download tidak terlalu lama. Kedua file tersebut (initrd dan linux) dapat ditemukan pada DVD openSUSE didalam folder /boot/i386/loader/.</p>
<p>Berikut adalah cara menggunakan script otomatisasi setting PXE Server :</p>
<ol>
<li>Download script. Silakan pilih, <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe-auto.tar.gz" class="broken_link">pxe boot lengkap dengan initrd (24 MB)</a> atau <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe-auto-tanpa-initrd.tar.gz">pxe boot  tanpa  initrd (1 MB)</a>. Contoh pada tutorial ini menggunakan script pertama, pxe boot lengkap dengan initrd, karena itu sesuaikan nama file jika menggunakan pilihan kedua. Satu-satunya letak perbedaan kedua script adalah bahwa script pertama sudah dibundel dengan initrd sedangkan script kedua membutuhkan file initrd dan linux yang dapat dicopy dari DVD openSUSE. Saya menggunakan folder contoh /home/vavai sebagai tempat penyimpanan file script yang didownload.</li>
<li>Buka konsole (ALT+F2, konsole atau ALT+F2, gnome-terminal jika menggunakan gnome desktop manager)</li>
<li>Ekstrak, masuk ke folder dan jalankan script
<pre class="brush: cpp">
su
cd /home/vavai
tar -zxvf pxe-auto.tar.gz
cd pxe-auto
chmod +x pxe-server-auto.sh
./pxe-server-auto.sh
</pre>
</li>
<li>Jika menggunakan script kedua (pxe server tanpa initrd), lakukan copy data file initrd dan linux dari folder /boot/i386/loader/ yang ada pada DVD openSUSE</li>
<li>Lakukan  setting Bios agar boot melalui LAN (set agar LAN menjadi prioritas utama untuk booting dan aktifkan pilihan boot from lan)</li>
<li>Restart komputer klien<br />
<a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe-auto-client.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-441" title="pxe-auto-client" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/pxe-auto-client.jpeg" alt="pxe-auto-client" width="508" height="329" /></a></li>
</ol>
<p><strong>Catatan :</strong></p>
<ol>
<li>Instalasi melalui jaringan membutuhkan repositori jaringan lokal/internet. Silakan merujuk pada artikel bagian pertama diatas atau pada artikel ini : <a href="http://opensuse.or.id/panduan/instalasi/membuat-repositori-lokal-opensuse/">Membuat Repositori Lokal untuk openSUSE</a> untuk membuat sebuah repo lokal</li>
<li>Instalasi melalui repo online dapat dilakukan namun dengan pertimbangan kecepatan akses sangat berpengaruh, disarankan menggunakan repo lokal dalam bentuk DVD openSUSE yang isinya dicopy ke folder tertentu</li>
</ol>
<p><strong>Kode Bash Script :</strong></p>
<pre class="brush: cpp">
#!/bin/sh

#Hapus Layar
clear

echo -e &quot;########################################################################&quot;
echo -e &quot;# pxe-server-auto ver 2009.06.001, dites pada OpenSUSE 11.1            #&quot;
echo -e &quot;# Skrip untuk otomatisasi konfigurasi pxe server-instalasi via network #&quot;
echo -e &quot;# Masim &#039;Vavai&#039; Sugianto - vavai@vavai.com - http://vavai.com/blog/v2  #&quot;
echo -e &quot;########################################################################&quot;

echo &quot;&quot;

#Default Configuration
startdirectory=&quot;/tmp/pxe-auto/&quot;
searchterm=&quot;vavai.com&quot;
ibold=&quot;\033[1m&quot;&quot;\n===&gt; &quot;
ebold=&quot;\033[0m&quot;

versi=$(grep &quot;VERSION&quot; /etc/SuSE-release | cut -f 2 -d =)

#Lakukan trim agar tidak ada white space
versi=${versi/ /}

#Tanya, punya akses internet tidak ? Jika ya, gunakan repo online
echo -n &quot;Apakah anda ingin instalasi menggunakan repo online ? [Y/T] &quot;
read jawab
flag_akses_internet=&quot;`echo $jawab|tr [a-z] [A-Z]`&quot;

echo -e $ibold&quot;Membaca variabel konfigurasi..............................&quot;$ebold
echo &quot;&quot;
echo &quot;Proses konfigurasi...&quot;
echo -n &quot;Masukkan nama domain (contoh : vavai.com) : &quot;
read nama_domain
echo -n &quot;Masukkan alamat IP (contoh : 192.168.0.1) : &quot;
read alamat_ip
echo -n &quot;Range DHCP IP Address (contoh : 192.168.0.201 192.168.0.250) : &quot;
read range_ip

#Subnet IP
subip1=$(echo $alamat_ip | cut -f 1 -d .)
subip2=$(echo $alamat_ip | cut -f 2 -d .)
subip3=$(echo $alamat_ip | cut -f 3 -d .)
subip4=$(echo $alamat_ip | cut -f 4 -d .)

subnet_ip=&quot;$subip1.$subip2.$subip3.0&quot;
broadcast_ip=&quot;$subip1.$subip2.$subip3.255&quot;

echo -e $ibold&quot;Refresh repositori...........................................&quot;$ebold

if [ &quot;$flag_akses_internet&quot; = &quot;Y&quot; ] ;
then
zypper mr -da
zypper ar &quot;http://mirror1.opensuse.or.id/repo/$versi/oss/&quot; oss-m1
zypper ar &quot;http://mirror1.opensuse.or.id/repo/$versi/non-oss/&quot; non-oss-m1
#   zypper ar http://mirror1.opensuse.or.id/repo/packman/suse/11.1/ packman-m1
zypper ref
fi

echo -e $ibold&quot;Installasi paket yang dibutuhkan............................&quot;$ebold
zypper in rsync yast2-tftp-server tftp syslinux dhcp-server dhcp-relay dhcp-tools dhcpv6 yast2-dhcp-server

echo -e $ibold&quot;Salin file konfigurasi ke folder temporary..................&quot;$ebold
mkdir -p $startdirectory

rsync -av --delete . $startdirectory

echo -e $ibold&quot;Ubah konfigurasi..............................................&quot;$ebold

for file in $(grep -l -R $searchterm $startdirectory)
do
sed -e &quot;s/$searchterm/$nama_domain/g&quot; -e &quot;s/192.168.0.0/$subnet_ip/g&quot; -e &quot;s/192.168.0.1/$alamat_ip/g&quot; -e &quot;s/192.168.0.201 192.168.0.250/$range_ip/g&quot; -e &quot;s/192.168.0.255/$broadcast_ip/g&quot; $file &gt; /tmp/tempfile.tmp
mv /tmp/tempfile.tmp $file
echo &quot;Modified: &quot; $file
done
echo &quot;Done!&quot;

echo -e $ibold&quot;Update konfigurasi............................................&quot;$ebold

mkdir -p /srv/tftpboot
rsync -av  $startdirectory&quot;tftpboot/&quot; /srv/tftpboot
mv /etc/dhcpd.conf /etc/dhcpd.conf.asli
cp $startdirectory&quot;dhcpd.conf&quot; /etc/
cp $startdirectory&quot;tftp&quot; /etc/xinetd.d

echo -e $ibold&quot;Menjalankan service..........................................&quot;$ebold
chkconfig --add dhcpd
chkconfig dhcpd on
service dhcpd restart
service xinetd restart
#SuSEconfig

echo -e $ibold&quot;Proses konfigurasi telah selesai.............................&quot;$ebold
</pre>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=434">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=434&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/06/otomatisasi-setting-pxe-boot-server-untuk-instalasi-opensuse-via-jaringan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Otomatisasi Mapping Folder Server Windows/Samba pada openSUSE</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/06/otomatisasi-mapping-folder-server-windowssamba-pada-opensuse/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/06/otomatisasi-mapping-folder-server-windowssamba-pada-opensuse/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 04:54:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[bash]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[Samba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[
1 tahun yang lalu saya pernah menulis panduan tentang Mapping Folder Windows di Linux bagian I dan bagian II. Panduan tersebut masih sering saya gunakan dan semestinya tidak terlalu sulit untuk digunakan  .
Ternyata anggapan saya salah. 2 hari kemarin adik saya pusing menerapkan konfigurasi sederhana tersebut untuk mengatasi masalah share data disalah satu project [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-417" title="samba" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba.jpg" alt="samba" width="500" height="260" /></a></p>
<p>1 tahun yang lalu saya pernah menulis panduan tentang Mapping Folder Windows di Linux <a href="http://www.vavai.com/index.php?/archives/91-Mount-Samba-Share-Secara-Manual-dan-Otomatis-Bagian-I.html">bagian I</a> dan <a href="http://www.vavai.com/index.php?/archives/92-Mount-Samba-Share-Secara-Manual-dan-Otomatis-Bagian-II.html">bagian II</a>. Panduan tersebut masih sering saya gunakan dan semestinya tidak terlalu sulit untuk digunakan <img src='http://vavai.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Ternyata anggapan saya salah. 2 hari kemarin adik saya pusing menerapkan konfigurasi sederhana tersebut untuk mengatasi masalah share data disalah satu project implementasi file server di Jakarta. Masalahnya terletak pada proses buka file office di server. Open Office mengalami masalah jika mengakses dan menyimpan data langsung melalui samba share. Hal ini bisa diatasi dengan melakukan share atas data yang ada menggunakan folder lokal.</p>
<p>Untuk membantu adik saya tersebut dan juga membantu rekan-rekan yang mungkin mengalami hal yang mirip, berikut saya buatkan bash script yang bisa mengerjakan beberapa hal secara otomatis dengan meminta masukan-masukan variabel yang akan digunakan untuk melakukan proses mount.</p>
<p>Cara lain bisa saja dilakukan dengan mengubah file /etc/fstab namun saya lebih memilih menggunakan script karena mudah dicustomize.</p>
<p>Script ini merupakan script sederhana untuk mengurangi kemungkinan kesalahan ketik dan proses yang berulang. Logika algoritmanya sederhana, yaitu :</p>
<ul>
<li>Meminta masukan variable untuk nama share folder, nama folder mount dan credential (user name + password)</li>
<li>Melakukan penggantian nama script agar bisa digunakan berulang kali untuk share yang berbeda</li>
<li>Melakukan penggantian keterangan dari file service</li>
<li>Melakukan penggantian perintah mount -t cifs</li>
<li>Memasukannya ke folder /etc/init.d</li>
<li>Memasukkan perintah ke dalam service, menjalankannya secara otomatis saat booting dan mengaktifkannya sekarang juga</li>
</ul>
<p>BEWARE : Password ditulis secara mentah-mentah pada file service. Silakan batasi akses file tersebut atau baca dokumentasi mengenai file credential agar user name dan password bisa disimpan difile terpisah yang dilindungi hak aksesnya.</p>
<p>Berikut adalah cara penggunaannya :</p>
<ol>
<li>Download file <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba-map-auto.tar.gz">samba-map-auto.tar.gz</a>. Tempatkan disalah satu folder (dalam contoh saya : /home/vavai)</li>
<li>Buka konsole / terminal (ALT+F2, konsole atau ALT+F2, gnome-terminal)</li>
<li>Masuk sebagai root,  masuk ke folder hasil download (jangan lupa sesuaikan namanya), ekstrak dan jalankan.
<pre class="brush: cpp">
su
cd /home/vavai
tar -zxvf samba-map-auto.tar.gz
cd samba-map-auto
chmod +x automount.sh
./automount.sh
</pre>
</li>
</ol>
<p>Berikut adalah contoh penggunaannya (Klik untuk memperbesar gambar).</p>
<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba-automount.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-415" title="samba-automount" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/samba-automount.jpg" alt="samba-automount" width="466" height="460" /></a></p>
<p>Isi script file :</p>
<p>automount.sh</p>
<pre class="brush: cpp">
#!/bin/sh

#Hapus Layar
clear

echo &quot;#############################################################################&quot;
echo &quot;# Samba-auto-mount ver 2009.05.001 untuk openSUSE (Testing pada ver 11.1)   #&quot;
echo &quot;# Skrip untuk otomatisasi mapping folder windows/samba server pada openSUSE #&quot;
echo &quot;# Masim &quot;Vavai&quot; Sugianto - vavai@vavai.com - http://www.vavai.com/blog/v2   #&quot;
echo &quot;#############################################################################&quot;

#Default Configuration
startdirectory=&quot;/tmp/samba-auto/&quot;
nama_file_old=&quot;mount-smb&quot;

echo &quot;&quot;
echo -e &quot;\n###############VARIABEL MAPPING###############&quot;
echo -n &quot;1. Masukkan alamat IP / Nama Server : &quot;
read ip_server
echo -n &quot;2. Masukkan nama share folder : &quot;
read nama_share
echo -n &quot;3. Masukkan alamat folder untuk mount (contoh : /mnt/data-vavai) : &quot;
read folder_mount
echo -n &quot;4. Masukkan nama user samba : &quot;
read nama_user
echo -n &quot;5. Masukkan password samba (akan ditulis dalam bentuk plaintext) : &quot;
read passwd_user

echo -n &quot;6. Masukkan nama file service (bebas, contoh : mount-smb) : &quot;
read nama_file

echo -e &quot;\n###############PROSES KONFIGURASI###############&quot;
echo &quot;Salin file konfigurasi ke folder temporary&quot;

mkdir -p $startdirectory

rsync -av --delete . $startdirectory

echo -e &quot;\nUbah nama file................................................OK&quot;

regexp1=&quot;s/$nama_file_old/$nama_file/2&quot;
find $startdirectory -name &quot;*$nama_file_old*&quot; | awk &#039;{print(&quot;mv &quot;$1&quot; &quot;$1)}&#039; | sed &quot;$regexp1&quot; | /bin/sh

echo -e &quot;\nUbah konfigurasi..............................................OK&quot;
regexp2=&quot;s/$nama_file_old/$nama_file/g&quot;
sed -e $regexp2 $startdirectory$nama_file &gt; /tmp/temp-samba-auto.tmp
mv /tmp/temp-samba-auto.tmp $startdirectory$nama_file
#    echo &quot;Modified: &quot; $startdirectory$nama_file
#    done

echo -e &quot;\nInsert perintah mount.........................................OK&quot;

echo &quot;mount -t cifs //$ip_server/$nama_share $folder_mount -o username=$nama_user,password=$passwd_user,iocharset=utf8,file_mode=0777,dir_mode=0777&quot; &gt;&gt; $startdirectory/$nama_file

#Buat sebagai executable file &amp;amp; Pindahkan ke folder /etc/init.d
chmod +x $startdirectory$nama_file

cp $startdirectory$nama_file /etc/init.d/

echo -e &quot;\nBuat folder mount.............................................OK&quot;
mkdir -p &quot;$folder_mount&quot;
chmod 777 -R &quot;$folder_mount&quot;

echo -e &quot;\nMasukkan &amp;amp; Jalankan service...................................OK&quot;
chkconfig --add $nama_file
chkconfig $nama_file on
service $nama_file start

echo -e &quot;\nDisplay isi file mount........................................OK&quot;
find $folder_mount

echo -e &quot;\nProses mount data telah selesai...............................OK&quot;
</pre>
<p><strong>Script smb-mount.sh, masih utuh belum ada masukan perintah mount</strong></p>
<pre class="brush: cpp">
#!/bin/sh
#
# /etc/init.d/mount-smb
#
### BEGIN INIT INFO
# Provides: mount-smb
# Required-Start: $network
# X-UnitedLinux-Should-Start:
# Required-Stop:
# X-UnitedLinux-Should-Stop:
# Default-Start: 3 5
# Default-Stop: 0 1 2 6
# Short-Description: Custom Skrip untuk Mount Samba
# Description: Custom Skrip untuk Mount Samba
### END INIT INFO
</pre>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=412">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=412&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/06/otomatisasi-mapping-folder-server-windowssamba-pada-opensuse/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengganti Kata Tertentu Pada Berbagai File Secara Massal</title>
		<link>http://vavai.com/v2/2009/05/mengganti-kata-tertentu-pada-berbagai-file-secara-massal/</link>
		<comments>http://vavai.com/v2/2009/05/mengganti-kata-tertentu-pada-berbagai-file-secara-massal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 01:55:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim "Vavai" Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[bash]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/v2/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[Petualangan yang saya alami dalam menggunakan bash programming dalam rangka membuat script otomatisasi Setting File Server openSUSE dengan Samba PDC + OpenLDAP kembali berlanjut, kali ini berupa upaya mengganti kata atau kalimat tertentu secara otomatis.
Misalnya ada alamat domain vavai.com yang ada diberbagai file konfigurasi DNS, hendak diganti menjadi vavai.net bisa menggunakan script file sebagai berikut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Petualangan yang saya alami dalam menggunakan bash programming dalam rangka membuat script otomatisasi Setting File Server openSUSE dengan Samba PDC + OpenLDAP kembali berlanjut, kali ini berupa upaya mengganti kata atau kalimat tertentu secara otomatis.</p>
<p>Misalnya ada alamat domain vavai.com yang ada diberbagai file konfigurasi DNS, hendak diganti menjadi vavai.net bisa menggunakan script file sebagai berikut :</p>
<pre class="brush: cpp">
#!/bin/bash
dir_pencarian=&quot;/home/vavai/dns/&quot;
kata=&quot;vavai.com&quot;
pengganti=&quot;vavai.net&quot;
for file in $(grep -l -R $kata $dir_pencarian)
do
sed -e &quot;s/$kata/$pengganti/ig&quot; $file &gt; /tmp/tempfile.tmp
mv /tmp/tempfile.tmp $file
echo &quot;Melakukan modifikasi file &quot; $file
done
echo &quot;Proses modifikasi file telah selesai !&quot;
</pre>
<p>Sesuaikan folder pencarian, kata yang hendak diganti dan kata yang digunakan untuk menggantikan. Kesemua variabel bisa dimodifikasi untuk meminta masukan dari proses input.</p>
<p>Jika ada beberapa kata yang hendak diganti, kita (kitaaaa ?? Elo aza kalee <img src='http://vavai.com/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  ) bisa menggunakan multiple regular expression pada sed sebagai berikut :</p>
<p>sed -e &#8220;s/$kata/$pengganti/ig&#8221;  -e &#8220;s/$kata2/$pengganti2/ig&#8221; -e &#8220;s/$kata3/$pengganti3/ig&#8221;</p>

                            <div id="aspdf">
                                <a href="http://vavai.com/v2/wp-content/plugins/as-pdf/generate.php?post=394">
                                    <span>*** Save as PDF ***</span>
                                </a>
                            </div>
                        <img src="http://vavai.com/v2/?ak_action=api_record_view&id=394&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/v2/2009/05/mengganti-kata-tertentu-pada-berbagai-file-secara-massal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

