Apache Web Server & Virtual Host pada openSUSE : Bagian 1
Apache Web Server adalah salah satu service yang paling banyak digunakan karena web server menjadi tulang punggung aplikasi web. Jika kita ingin melakukan instalasi website, instalasi blog, Groupware dan lain sebagainya, besar kemungkinan kita akan membutuhkan Apache Web Server
Setting Apache Web Server di openSUSE tidaklah sulit, apalagi openSUSE memiliki YAST untuk melakukan konfigurasi Apache berbasis grafis. Meski tidak sulit, adakalanya pemula mengalami kesulitan. Saya pribadi sempat mengalami masalah dengan keterangan “Access Forbidden” saat mula pertama mencoba Apache di openSUSE 10.0. Solusinya sangat mudah namun mencari solusi itu sempat membuat saya pusing 7 keliling
Dalam kaitannya dengan VirtualHost, saya sempat mengalami problem yang memusingkan dengan VirtualHost ini. Kepusingan ini dilandasi ketidakpahaman saya mengenai hubungan antara DNS, file /etc/hosts dengan VirtualHost. VirtualHost adalah salah satu feature yang banyak digunakan untuk Apache Web Server karena feature ini memberikan keleluasan manajemen domain (kita bisa memili banyak domain dengan 1 instalasi Apache).
Tutorial ini terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama akan membahas mengenai instalasi dan konfigurasi dasar Apache. Bagian ini akan saya ambil dari tulisan saya di halaman panduan openSUSE Indonesia. Bagian kedua membahas mengenai VirtualHost sedangkan bagian ketiga membahas penggunaan YAST Web Server dan Tips seputar penggunaan Apache di openSUSE.
Semoga bermanfaat.
*****
Instalasi
Instalasi Melalui YAST
- Buka YAST | Software | Software Management
- Ubah pilihan Filter menjadi Patterns

- Scroll down pilihan ke bawah, ke group Server Functions
- Pilih Web and LAMP Server
- Beri tanda check pada pilihan tersebut
- Pilih Accept dan install hingga selesai
Instalasi Melalui Konsole
- Buka Konsole / Terminal (ALT+F2, konsole)
- Ketik perintah berikut :
zypper in -t pattern lamp_server
Konfigurasi
Menjalankan Service
- Untuk menjalankan service, buka YAST | System | System Services (Runlevel)
- Cari service dengan nama Apache2, pilih start
- Kita dapat juga menentukan agar Apache2 dijalankan tiap start up dengan memilih tombol Enable dan menyimpan pilihan tersebut
- Jika melalui konsole, aktivasi dan start service dapat dilakukan dengan perintah berikut :
chkconfig --add apache2 chkconfig apache2 on service apache2 restart
Aktivasi Index File
Atas pertimbangan keamananan data web, openSUSE secara default hanya akan mengaktifkan folder yang memiliki file index (misalnya index.html). Jika tidak ada, openSUSE akan menampilkan tulisan Access Forbidden. Hal ini kadang membuat bingung rekan-rekan yang ingin membuat blog atau website lokal (misalnya : Wordpress, Serendipity, Joomla dll) namun tidak dapat mengakses folder hasil upload. Berikut adalah cara mengaktifkan pilihan index file :
- Buka file /etc/apache2/server-default.conf
- Perhatikan bagian berikut (perhatikan hingga mata berkunang-kunang, hehehe…)
- Ubah bagian Options None menjadi Options All. Silakan pelajari fungsi dari pilihan lain yang disediakan(Indexes Includes FollowSymLinks SymLinksifOwnerMatch ExecCGI MultiViews)
- Jalankan ulang service Apache2
# # Configure the DocumentRoot # <Directory "/srv/www/htdocs"> # Possible values for the Options directive are "None", "All", # or any combination of: # Indexes Includes FollowSymLinks SymLinksifOwnerMatch ExecCGI MultiViews # # Note that "MultiViews" must be named *explicitly* --- "Options All" # doesn't give it to you. # # The Options directive is both complicated and important. Please see # http://httpd.apache.org/docs-2.2/mod/core.html#options # for more information. Options None # AllowOverride controls what directives may be placed in .htaccess files. # It can be "All", "None", or any combination of the keywords: # Options FileInfo AuthConfig Limit AllowOverride None # Controls who can get stuff from this server. Order allow,deny Allow from all </Directory>
service apache2 restart
Testing Web Server
- Buka browser (Firefox atau Opera atau Konqueror)
- Ketikkan alamat URL : http://ip-address-web-server atau http://hostname atau http://localhost (pilihan terakhir hanya bisa digunakan di komputer yang diinstalasi web server). Contoh : http://192.168.100.1 atau http://vavai.vavai.com
- Kalau keluar tulisan It Works! berarti setting yang dilakukan sudah selesai
Informasi
- Folder utama dari web server terletak pada folder /srv/www/htdocs. Kita dapat membuat virtual server yang diset ke home directory masing-masing user atau diset ke folder tertentu.
- Instalasi paket LAMP Server akan sekaligus melakukan instalasi Web Server Apache, Database MySQL dan PHP Programming
- Berlanjut ke tutorial bagian 2
Popularity: 37% [?]




[...] ini merupakan bagian kedua dari 3 tulisan. Untuk bagian pertama silakan baca disini. Tulisan ini dipresentasikan pada Kopdar #14 Komunitas openSUSE Indonesia hari Sabtu, 28 Februari [...]
[...] lagi Instalasi Web Server dan Virtual Host di Open SUSE 11.1 mengikuti tutorial dari Mas Vavai ( Apache Web Server & Virtual Host pada openSUSE : Bagian 1 dan Apache Web Server & Virtual Host pada openSUSE : Bagian 2 [...]
mas saya dah ikutin steep by steep artikel mas.
knp saat saya test di firefox dgn ip or pun nama host name.
tdk muncul y ???
pa d yg kurang dgn settingan na mas?
saya memakai suse server 10.0
dah bisa mas ,, , ,,
terimakasih mas atas artikel na ,, ,, ,
ini sangat membantu utk amatiran sperti saya ,, , ,
tlong di perluas lg mas artikel na ,, , ,,
Kang vavai..
sepertinya untuk openSUSE terbaru setingan filenya sudah berubah nama menjadi “default-server.conf”. betul?
kalo betul artikelnya bisa di update, biar pengguna pemula seperti saya lebih ngeh