Review Linux Mint 6 : Felicia

felicia1

Linux Mint versi 6 dengan kode Felicia (nama yang digunakan oleh LinuxMint selalu berasosiasi wanita cantik 🙂 ) diluncurkan pada tanggal 15 Desember 2008. Saya mencoba Linux Mint 6 ini dalam rangka mencari formasi yang paling baik untuk rencana remastering openSUSE dengan berbagai feature yang terintegrasi. Popularitas Linux Mint atas keberaniannya menyertakan format non open source (MP3, driver VGA, Java, Flash dll) yang dibutuhkan oleh end user merupakan salah satu alasan mendasar saya.

Tak ada yang salah dengan pilihan openSUSE, Ubuntu, Fedora dan beberapa distro utama lainnya yang tidak secara default menyertakan aplikasi multimedia. Hal ini disebabkan format lisensi aplikasi tersebut tidak sesuai dengan lisensi GPL. Meski demikian, kebijakan ini cukup menyulitkan para pengguna awal Linux, yang menginginkan adanya kemudahan dalam mendapatkan berbagai aplikasi populer untuk dijalankan di Linux.

Selain kelengkapan paket secara out of the box, salah satu yang cukup menarik adalah karena Mint tidak sekedar Ubuntu+addon. Mint juga memiliki berbagai aplikasi khas yang dibuat oleh komunitas Linux Mint yang tidak ada secara default pada Ubuntu. Artinya, LinuxMint bisa dibilang sebagai turunan Ubuntu yang memiliki trade mark sendiri.

Untuk dijalankan secara LiveCD, sebaiknya gunakan RAM minimal 512 MB, sedangkan jika sudah diinstall ke harddisk, RAM minimal 256 MB sudah cukup menjalankan Linux Mint. Linux Mint sendiri akan memerlukan kapasitas harddisk sekitar  2.5GB jika diinstall. Proses instalasinya sendiri relatif mudah dan cepat.

Linux Mint 6 Felicia menyertakan paket aplikasi dan kelengkapan sebagai berikut :

  • Kernel 2.6.27
  • GNOME 2.24 (Nautilus mendukung tab browsing)
  • Xorg 7.4
  • Firefox 3.0.3
  • Open Office 2.4.1 (Seperti halnya Intrepid Ibex, Open Office 3.0 tersedia di repo dan tidak secara default disertakan pada LiveCD)
  • Gimp 2.6.1
  • MPlayer 1.0rc2
  • Compiz 0.7.8
  • CUPS 1.3.9
  • Network Manger 0.7.0 (Plus dukungan pada broadband GSM/CDMA 3G dan VPN)
  • Python 2.5.2
  • Mono 1.9.1

Kelengkapan Codecs Proprietary :

Salah satu keunggulan  Linux Mint adalah kemudahan penggunaanya. Semua codecs proprietary sudah disertakan dalam Linux Mint. Kita tidak perlu lagi melakukan download paket aplikasi untuk memutar file MP3, melihat video dalam bentuk Flash, Menonton film dengan MPlayer atau memainkan games dan menjalankan aplikasi Java. Keunggulan ini, meski menjadi kontroversi dari sisi lisensi, berguna bagi para pengguna Linux yang baru saja migrasi dari Windows atau Mac. Tak bisa dipungkiri, ada cukup banyak kalangan yang ingin tetap bisa menjalankan segala sesuatu yang biasa dijalankan di sistem sebelumnya meski format lisensinya tidak memungkinkan untuk disertakan secara default. Meski demikian, Linux Mint juga tetap menyediakan paket yang sesuai dengan lisensi dan hanya menyertakan paket GPL dengan brand “universal edition”.

Model Menu dan Konfigurasi Compiz :

Meski turunan dari Ubuntu yang menggunakan Gnome, menu Linux Mint justru lebih mirip KDE 4 yang mengambil dasar dari sistem menu openSUSE 10.2. Menu pada Linux Mint menggunakan GNOME Slab menu. Model menu ini memudahkan proses pencarian suatu aplikasi tertentu tanpa harus melakukan drill down menu.

Linux Mint juga menyertakan tampilan Grub yang sudah dipoles serta CompizConfig Settings untuk kemudahan setting desktop effect Compiz Fusion. Dari sisi penggunaan, Compiz memang bukan aplikasi untuk keperluan perkantoran karena sifatnya aksesoris namun CompizFusion tetap penting sebagai suatu pencapaian teknik grafis pada Linux. selain itu,  feature ini bisa menarik user baru untuk mencoba Linux.

GNOME-DO dan GUFW :

Linux Mint menyertakan GNOME-DO secara default pada versi 6 Felicia. Gnome-Do adalah aplikasi yang dirancang untuk secara cerdas mampu memperkirakan aplikasi apa yang diperlukan untuk menjalankan suatu keperluan. Sebagai contoh, jika kita mengetik web, Gnome-Do akan memperkirakan aplikasi yang kira-kira berhubungan, contohnya adalah aplikasi Web Browser semacam Firefox.

Linux Mint juga menyertakan feature setting Firewall melalui aplikasi GUI dengan nama Gufw. Feature ini memudahkan proses setting firewall.

Mint Nanny dan Mint Backup :

MintNanny adalah aplikasi kecil yang digunakan untuk melakukan “parental restriction” alias pembatasan akses website. Feature ini dikhususkan bagi orang tua yang tidak ingin anaknya mengakses website yang tidak sesuai dengan usianya. Meski  terlihat sederhana dan mudah dikibuli karena hanya melakukan modifikasi pada file /etc/hosts, feature ini cukup berdaya guna sebagai pelindung awal. Kan tidak semua anak jago Linux 🙂

MintBackup dapat digunakan untuk melakukan backup data yang ada pada home directory. Feature ini cukup simple dan mudah dikonfigurasi.

APTonCD:

APTonCD adalah aplikasi repositori APT pada CD. APlikasi ini akan menyimpan aplikasi yang didownload menggunakan Synaptic, Apt-get, atau Aptitude ke CD atau DVD. Aplikasi ini berdaya guna untuk membuat repositori lokal dari cache aplikasi yang disimpan.

MintInstall, MintUpload, MintUpdate :

MintInstall adalah aplikasi manajemen pengelolaan paket aplikasi. disini kita bisa melakukan instalasi dan penghapusan sistem, serta memberi rating pada tingkat kepuasan penggunaanya.

Mintupload adalah feature free hosting file untuk kemudahan share data. Hosting ini menggunakan hosting pada LinuxMint.com. Daripada kita menempuh berbagai tahapan akses data, jauh lebih cepat menggunakan Mintupload untuk mengirim suatu file.

Selain sebagai media upload ke server hosting linuxmint.com, kita dapat juga menggunakan Mintupload untuk menggunakan konfigurasi FTP kita. Caranya : buat file konfigurasi tentang nama FTP Server, username, password dan path. Copy file tersebut ke  /etc/linuxmint/mintUpload/services/. .

Summary : Tertarik pada LinuxMint ?

Jika kamu pengguna Windows yang masih mencari distro yang “paling tepat” sesuai kebutuhan masing-masing, LinuxMint bisa menjadi salah satu pilihan yang bagus dan tepat. Distro ini cocok karena out-of-the box menyertakan paket yang umumnya digunakan di Indonesia juga 🙂

17 Responses to “ Review Linux Mint 6 : Felicia ”

  1. […] seperti ini tidak menjadi peluang besar dan dimanfaatkan dengan baik oleh LinuxMint dan distro lokal Blankon. Keduanya sama-sama turunan dari Ubuntu tapi sudah dilengkapi dengan […]

  2. […] kini tidak lagi menjadi masalah dan justru menjadi peluang besar yang dimanfaatkan dengan baik oleh LinuxMint dan distro lokal Blankon. Keduanya sama-sama turunan dari Ubuntu tapi sudah dilengkapi dengan […]

  3. Linux Mint salah satu distro favorit saya sejak release Mint 3.0. One of the best Linux ever.

    ardhian

  4. saya awam tentang linux. kalau linux di download, hasil download filenya jenis iso. pakai aplikasi apa untuk membukanya? dan kalau di burn ke cd gimana caranya

  5. Dari sudut pandang pengguna Ubuntu, jujur aja fitur yang diberikan LinuxMint kurang menggugah selera

    Dilihat dari bentuknya gak beda jauh sama Ubuntu, cuma menunya aja yang lebih ke arah Windows dan basic theme bertema putih-hijau

    Walaupun codec lengkap tetep aja masih dibutuhkan media player yang cocok, karena GUI dan feature sangat dibutuhkan

    Kesimpulan saya LinuxMint memang diperuntukkan bagi yang gak mau kehilangan gaya Windows

    @dwi baroto
    Kalo di Ubuntu Intrepid tinggal klik kanan filenya-> open with -> archive mounter, kemungkinan di LinuxMint 6 juga sama karena dasarnya menggunakan Ubuntu Intrepid
    Aplikasi mounter alternative bisa pake CDemu, sedangkan untuk burner pake Brasero

  6. Wah. .jd bgung ni, q rncananya mau pndah ke linux, pilih ubuntu atw mint ya? Yg mau sy tnykan jg, kalau aplikasi untk ubuntu bs gak dipakai linux mint ini. ? Thx. . .thx.

  7. Bisa. AFAIK.

  8. dwi baroto Jan 12th, 2009 at 3:17 pm
    saya awam tentang linux. kalau linux di download, hasil download filenya jenis iso. pakai aplikasi apa untuk membukanya? dan kalau di burn ke cd gimana caranya
    =======================================================================
    File Iso itu di burn pakai program Nero burner juga bisa, pilih menu “burn image file”.
    Sebaiknya tingkat kecepatan burn yang rendah saja misal 4X, agar hasilnya bisa lebih baik.
    Hasil burn itu bisa digunakan untuk install linux. Caranya, masukan CD hasil burn itu ke CD ROM dan restart komputer dengan di set booting dari CD ROM. Kalau CD itu live CD, maka bisa coba linux dulu baru install.
    Semoga membantu.

  9. Btw itu download Linux Mint 6 dimana yach??????
    Mohon pencerahannya donk

  10. sy awam bgt dgn linuxmint, yg pgn sy tau, aplikasi apa aj yg bs dioprasikan linuxmint?
    nero linux3 bs g di instal di linuxmint, gmn caranya?
    thnxz sebelumnya

  11. saya sudah burn linux mint 6 felicia saya jalanin live cd user name ma passwdnya apa

  12. […] Linux Mint adalah distribusi Linux  LiveDistro yang menggunakan  Ubuntu Linux sebagai basis pengembangannya. Tujuan utama keberadaan Mint adalah untuk menyediakan sebuah distribusi yang up-to-date, nyaman dan elegan diantara distribusi  GNU/Linux yang ada. Salah satu keunggulan  Linux Mint adalah kemudahan penggunaanya. Semua codecs proprietary sudah disertakan dalam Linux Mint. Kita tidak perlu lagi melakukan download paket aplikasi untuk memutar file MP3, melihat video dalam bentuk Flash, Menonton film dengan MPlayer atau memainkan games dan menjalankan aplikasi Java. Keunggulan ini, meski menjadi kontroversi dari sisi lisensi, berguna bagi para pengguna Linux yang baru saja migrasi dari Windows atau Mac. (gudanglinux.info, vavai.com) […]

  13. […] Linux Mint adalah distribusi Linux  LiveDistro yang menggunakan  Ubuntu Linux sebagai basis pengembangannya. Tujuan utama keberadaan Mint adalah untuk menyediakan sebuah distribusi yang up-to-date, nyaman dan elegan diantara distribusi  GNU/Linux yang ada. Salah satu keunggulan  Linux Mint adalah kemudahan penggunaanya. Semua codecs proprietary sudah disertakan dalam Linux Mint. Kita tidak perlu lagi melakukan download paket aplikasi untuk memutar file MP3, melihat video dalam bentuk Flash, Menonton film dengan MPlayer atau memainkan games dan menjalankan aplikasi Java. Keunggulan ini, meski menjadi kontroversi dari sisi lisensi, berguna bagi para pengguna Linux yang baru saja migrasi dari Windows atau Mac. (gudanglinux.info, vavai.com) […]

  14. […] Linux Mint adalah distribusi Linux  LiveDistro yang menggunakan  Ubuntu Linux sebagai basis pengembangannya. Tujuan utama keberadaan Mint adalah untuk menyediakan sebuah distribusi yang up-to-date, nyaman dan elegan diantara distribusi  GNU/Linux yang ada. Salah satu keunggulan  Linux Mint adalah kemudahan penggunaanya. Semua codecs proprietary sudah disertakan dalam Linux Mint. Kita tidak perlu lagi melakukan download paket aplikasi untuk memutar file MP3, melihat video dalam bentuk Flash, Menonton film dengan MPlayer atau memainkan games dan menjalankan aplikasi Java. Keunggulan ini, meski menjadi kontroversi dari sisi lisensi, berguna bagi para pengguna Linux yang baru saja migrasi dari Windows atau Mac. (gudanglinux.info, vavai.com) […]

  15. […] Linux Mint adalah distribusi Linux  LiveDistro yang menggunakan  Ubuntu Linux sebagai basis pengembangannya. Tujuan utama keberadaan Mint adalah untuk menyediakan sebuah distribusi yang up-to-date, nyaman dan elegan diantara distribusi  GNU/Linux yang ada. Salah satu keunggulan  Linux Mint adalah kemudahan penggunaanya. Semua codecs proprietary sudah disertakan dalam Linux Mint. Kita tidak perlu lagi melakukan download paket aplikasi untuk memutar file MP3, melihat video dalam bentuk Flash, Menonton film dengan MPlayer atau memainkan games dan menjalankan aplikasi Java. Keunggulan ini, meski menjadi kontroversi dari sisi lisensi, berguna bagi para pengguna Linux yang baru saja migrasi dari Windows atau Mac. (gudanglinux.info, vavai.com) […]

  16. kurang lengkap mungkin ya…