Pertanyaan Umum Seputar openSUSE

openSUSE 11.1 Countdown
Catatan : Tulisan ini saya muat di Wiki openSUSE Indonesia.

openSUSE saat ini merupakan distro terpopuler kedua setelah Ubuntu berdasarkan Hit Page Rank di Distrowatch. Distro dengan kualitas desktop yang ciamik dan indah, dengan tingkat stabilitas yang tinggi dan banyak menyumbang peningkatan kualitas Linux baik melalui developer-developernya (Greg Kroah Hartman yang aktif di Linux Kernel atau Miguel de Icaza dan Federico Mena Quientero di Gnome atau Stehphan Binner (Beineri) dan Stephan Kullow (Project Manager openSUSE) di KDE adalah karyawan Novell yang aktif di openSUSE) maupun melalui improvement desktop Linux ini kerap mendapat pertanyaan seputar mekanisme lisensi dan hubungannya dengan SUSE Linux Enterprise yang bersifat komersil.

Adalah suatu kebetulan bahwa saya aktif di Komunitas openSUSE Indonesia dan saya melihat bahwa kesalahpahaman mengenai model lisensi dan isu kerja sama Novell dengan Microsoft kerap menjadi pertanyaan umum. Untuk itu berikut adalah beberapa pertanyaan dan penjelasan umum seputar openSUSE.


  • Benarkah openSUSE tidak gratis ?
    Tidak benar. openSUSE merupakan software FOSS, Free dan Open Source Software yang gratis.Gratis dalam arti bisa dipergunakan secara penuh tanpa harus membayar biaya lisensi. Adapun biaya untuk melakukan copy CD, DVD maupun biaya pengemasan merupakan kompensasi terpisah dari masing-masing penyedia
  • Jika openSUSE memang gratis, mengapa Novell menjual openSUSE dengan harga sekitar US$ 50 atau equivalent dengan sekitar Ro. 500.000,-
    Paket openSUSE yang dijual oleh pihak Novell adalah openSUSE yang dikemas dalam bentuk DVD yang rapi,disertai buku manual, DVD tambahan untuk repositori dan ada dukungan support dari Novell sendiri.Secara software, tidak ada perbedaan antara DVD yang dijual dengan DVD yang didownload dari mirror openSUSE. DVD yang dijual juga menjadi salah satu pilihan bagi pihak-pihak yang tidak ingin menunggu proses download atau mengalami kesulitan akses dalam melakukan download
  • Lantas, apa hubungan dan perbedaan antara openSUSE dengan SUSE Linux ? Memangnya ada berapa versi SUSE dan versi apa yang paling bagus ?
    openSUSE merupakan distro versi komunitas yang disupport secara penuh oleh Novell. Secara sederhana bisa dikatakan bahwa Novell membiayai openSUSE. Dukungan Novell lainnya adalah dalam bentuk mempekerjakan developer open source dalam membangun openSUSE. Contohnya, sebagian besar developer untuk desktop environment KDE adalah developer yang bekerja pada Novell. Salah satu founder KDE adalah Stephan Kulow (Coolo) yang kini menjadi openSUSE Project Manager. Miguel De Icaza sang pendiri Gnome dan Federico Mena Quintero sebagai founder Gnome juga bekerja di Novell.Selain distro versi komunitas, Novell juga membangun distro SUSE Linux Enterprise yang terbagi kedalam 2 varian, yaitu SUSE Linux Enterprise Server (SLES) dan SUSE Linux Enterprise Desktop (SLED). Paket openSUSE yang sudah stabil merupakan dasar dari SUSE Linux Enterprise. Contohnya, SUSE Linux Enterprise 11 merupakan rangkuman dari kestabilan paket openSUSE 10.x

    SLES maupun SLED memang berbayar, namun biaya ini merupakan biaya support. Mekanismenya berbeda dengan model lisensi Windows

  • Jika demikian halnya, berarti openSUSE merupakan kelinci percobaan dong ?
    Tentu saja bukan. Analogi kelinci percobaan itu terdengar seperti sesuatu yang diperas tanpa kebaikan :-P . openSUSE memang merupakan dasar dari SLE tapi kontribusi Novell juga tidak sedikit. Model SLE sangat mirip dengan model Red Hat Enterprise Linux yang menggunakan Fedora sebagai basis sistemnya. Disatu sisi openSUSE terlihat sebagai sistem yang langsung diujicoba oleh ribuan pengguna, namun disisi lain, hal ini merupakan keuntungan dari pengguna karena memiliki sistem yang merangkum teknologi dan kernel terbaru.

    openSUSE dirilis dalam periode antara 6-8 bulan sedangkan SLE dirilis dalam waktu 18 bulan atau 24 bulan. Jika ingin menggunakan paket-paket terbaru, openSUSE merupakan pilihan tepat. SLE akan lebih cocok bagi pengguna perusahaan yang memang lebih memerlukan kestabilan dukungan support dari vendor.

    Satu hal yang jelas, SLE dan openSUSE hampir tidak ada bedanya. Jika kita menguasai openSUSE, bisa dibilang kita sudah 90% menguasai SLE.

  • Katanya openSUSE kerja sama dengan Microsoft ya ? Bukannya Microsoft itu musuh Linux ?
    Tepatnya adalah kerjasama Novell dengan Microsoft, bukan antara openSUSE dengan Microsoft. Kerja sama ini dilatar belakangi keinginan untuk meningkatkan dukungan interoperabilitas antara Linux dengan Windows. Misalnya aplikasi OpenOffice.Org punya openSUSE bisa membuka format .docx milik Microsoft Office 2007 sejak masih versi 2.4 pada openSUSE 10.3, tanpa menunggu versi 3.0.Mengapa ? Karena diakui atau tidak, saat ini secara de facto software Windows masih mendominasi penggunaan sistem operasi. Jika kita ingin menarik perusahaan agar mau menggunakan Linux, kita harus mencari cara agar sistem Linux mampu bekerja sama dengan sistem Windows dan juga mendorong agar Windows melakukan hal yang sama.

    Ada yang menarik mengenai anggapan Microsoft sebagai musuh Linux. Ungkapan yang paling jelas datang dari Linus Torvalds, sang pencipta Linux sendiri.

    Me, I just don’t care about proprietary software. It’s not “evil” or “immoral,” it just doesn’t matter. I think that Open Source can do better, and I’m willing to put my money where my mouth is by working on Open Source, but it’s not a crusade — it’s just a superior way of working together and generating code.

    It’s superior because it’s a lot more fun and because it makes cooperation much easier (no silly NDA’s or artificial barriers to innovation like in a proprietary setting), and I think Open Source is the right thing to do the same way I believe science is better than alchemy. Like science, Open Source allows people to build on a solid base of previous knowledge, without some silly hiding.

  • Saya pernah baca kalau EULA openSUSE tidak memperbolehkan distribusi CD atau DVD ?
    Kata siapa ? :-P . Memang pernah ada perdebatan soal EULA untuk versi testing (alpha dan beta) tapi itu lebih ditujukan agar versi alpha dan beta tidak didistribusikan sebagai versi final. Meski demikian, untuk menghindari kesalahpahaman, openSUSE sudah mengubah versi EULA menjadi lebih simple. Silakan baca EULA disini dan penjelasan dari Joe “Zonker” Brockmeier disini.

Popularity: 25% [?]

12 Responses to “ Pertanyaan Umum Seputar openSUSE ”

  1. Wah… Kalo untuk penggerak openSUSE indonesia ada dukungan novell gak? :-D
    $_$

  2. @Yudha AKA Ryht,

    Kalau yang dimaksud adalah support dari opensuse.org, ya, mereka memberikan support penuh baik untuk pengiriman DVD maupun support lain. Hanya saja pengiriman DVD dalam jumlah banyak terkendala di Bea & Cukai

    Kalau yang dimaksudkan dana cash, tidak. :-P

  3. mas vavai…….
    saya mau tanya downk……..

    kmenu yang ada di opensuse di komputer saya ko’ ilang ya…
    saya yg ikut opensource day di UI kemarin….
    gimana cara munculin nya lagi ya…..?

    terima kasih ya mas vavai

  4. Kalau pakai KDE 3,
    Klik kanan saja pada panel dan kemudian pilih “Add Applet to Panel – K Menu”

    Kalau pakai KDE 4, pilih menu add widget.

  5. openSUSE distro pertama saya
    terakhir sempat nyoba 10.3
    informasi deteksi hardware saat instalasi, art-work & YaST-nya itu yg menawan…
    maap, blm liat2 lg perkembangannya (faq, wiki, dll) :)

    brp lama dukungan support (security) openSUSE?
    apakah openSUSE akan mengembangkan LTS ala Ubuntu?
    apakah openSUSE bs dimutakhirkan berkala ala Gentoo?

    makasi mas vavai

  6. @Dani,

    Support security rata-rata 2 tahun, tapi untuk versi extended bisa 4 tahun

    Versi LTS tidak sama persis. LTS-nya openSUSE adalah SLES dan SLED

    Mutakhir (update secara berkala) bisa dilakukan dengan zypper ref && zypper up

    Saya terakhir install total adalah versi 10.3. Versi 10.3 ke 11.0 saya menggunakan perintah zypper ref && zypper dup. Demikian pula dari 11.0 ke 11.1

    zypper ref –> zypper refresh, untuk refresh repo.
    zypper dup –> zypper distribution upgrade. Untuk upgrade versi.
    zypper up –> untuk update berkala

  7. mas… ada tutorial installasi dual booting opensuse-xp gak?? saya cari2 tp blom ketemu sampe skg.
    saya bingung di tahap partisinya soalnya bingungin. Saya mau install dvd yg waktu di ui opensource day kmaren….

  8. mas vavai,
    saya tanya lagi, turunan opensuse dah ada blm ya..kenapa sedikit (kl ada) / blm ada (kl blm) turunannya ya?
    apa krn saking komplitnya? :)
    apa krn bbrp lisensi paketnya yg ktnya berasal dari closed source?
    sumber: forums.opensuse dot org/general-chit-chat/394896-why-there-no-opensuse-based-distros.html

  9. @Cahyo,

    Dual boot nggak susah kok. Install Windows dulu baru openSUSE. openSUSE otomatis akan mendeteksi.

    Jika ada space harddisk yang dialokasikan akan lebih bagus. Misalnnya drive D di format untuk nantinya dipakai oleh openSUSE. Kalau tidak dialokasikan, openSUSE akan membuat alokasi sendiri dengan mengurangi space Windows.

  10. @Dani Iswara,

    Ya, mungkin juga saking komplitnya, mungkin juga belum ada yang tertarik, mungkin juga alasan lain.

    Sebenarnya sudah ada, seperti jacklab (http://en.opensuse.org/JackLab/JAD_Introduction) tapi memang tidak sebanyak distro lain seperti Debian.

    Lisensi paket closed source ? Justru terbalik. Banyak orang yang malah mempertanyakan mengapa sampai sekarang openSUSE tidak menyertakan Multimedia seperti Linux Mint, ya alasannya karena multimedia itu tidak open source. Lihat saja bedanya Mint dengan Ubuntu dalam hal pendekatan adopsi aplikasi non open source ini.

  11. Salam kenal bung Vavay,

    Sudah banyak tulisan2 anda yg bermanfaat buat saya (newbie di opensuse).
    Kalo boleh langsung ‘nanya (‘maksa, neh..?!) :D

    Saya install opensuse 10.3 dualboot dg windowsXP.
    Nah, bagaimana caranya agar pd menu boot manager, sy bisa kasih password untuk user yg mau masuk ke WindowsXP. file untuk “boot manager”-nya namanya apa dan dimana yah?

    Terima kasih,
    Bravo Opensuse

    Salam,
    hery

  12. salam kenal mas vavai..
    saya mau minta bantuannya, saya punya beberapa komputer pc hp dx2390 dan beberapa pc rakitan dengan MB asus P5KPL AM, saya install opensuse 10.2, tetapi setelah shutdown ga bisa mati, berhenti sampai tulisan “the system will be halted immediately”.

    saya uda coba tambahkan parameter, hasil dari googling, di kernelnya seperti :

    acpi=off apm=on apm=power-off

    lengkapnya seperti ini

    module /boot/vmlinuz-2.6.18.2-34-xen root=/dev/sda6 vga=0×317 acpi=off resume=/dev/sda7 apm=on apm=power-off splash=silent showopts
    module /boot/initrd-2.6.18.2-34-xen acpi=off apm=on apm=power-off

    tetapi ini tidak membuahkan hasil.

    mohon solusinya ..

    terimakasih.

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>