<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Vavai &#187; workspace</title>
	<atom:link href="http://vavai.com/blog/v2/tag/workspace/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vavai.com/blog/v2</link>
	<description>Serendipity of Life</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Jan 2011 00:13:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Desain Ruang Kerja Pribadi di Rumah</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/02/03/desain-ruang-kerja-pribadi-di-rumah/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2009/02/03/desain-ruang-kerja-pribadi-di-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 04:15:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Work]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>
		<category><![CDATA[workspace]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Catatan : Ilustrasi gambar bukan ruang kerja saya . Gambar dibawah ini adalah spirit saya untuk menciptakan ruang kerja yang nyaman.Ilustrasi gambar dari sini. 1 tahun yang lalu saya bersama My Dear Rey dan Zeze Vavai menempati rumah baru yang kami peroleh dengan berjungkir balik kerja keras tiada tara untuk mendapatkannya, hehehe&#8230; Saat pertama menempatinya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Catatan : Ilustrasi gambar bukan ruang kerja saya <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  . Gambar dibawah ini adalah spirit saya untuk menciptakan ruang kerja yang nyaman.Ilustrasi gambar dari <a href="http://tutorialblog.org/cool-workspaces/">sini</a>.<br />
</em></p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/02/ruang-kerja.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-209" title="ruang-kerja" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/02/ruang-kerja.jpg" alt="ruang-kerja" width="450" height="277" /></a></p>
<p><a href="http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/702-Menempati-Rumah-Baru.html">1 tahun yang lalu</a> saya bersama My Dear Rey dan Zeze Vavai menempati rumah baru yang kami peroleh dengan berjungkir balik kerja keras tiada tara untuk mendapatkannya, hehehe&#8230;</p>
<p>Saat pertama menempatinya, baru ada lemari dan 1 kamar tidur yang ditempati. Taman ada disamping meja makan. Kamar tidur ada 3 (2 kamar saat itu belum dirapikan), ruang makan dan dapur cukup luas. Terasa luas dan lapang karena belum mampu beli macam-macam, tidak ada harta kekayaan seperti meubel dan alat elektronik lainnya sehingga tiap malam saya dan Zeze Vavai main bola seperti dilapangan sepak bola <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Perlahan ada TV, kulkas, AC dan alat elektronik penunjang kehidupan lainnya. Terus terang TV tidak terlalu penting buat saya. Saya menyempatkan lihat TV hanya untuk melihat berita. Sinetron ? Huh, mau melihat rekomendasi dan cara penyiksaan TKW, lihat tuh sinetron Muslimah. Mau lihat contoh ilmu gaib dan paranormal, lihat tuh sinetron Kasih. Mau lihat contoh salah kaprah pemahaman soal Islam, lihat tuh sinetron Harem. Ehm, kok jadi hapal ya <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bagi isteri saya, TV itu penting. Kulkas itu penting. Dapur juga penting meski saya yang lebih sering menggunakannya <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  . Bagi saya yang penting adalah ruang kerja yang nyaman yang punya tempat khusus  untuk shalat.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/02/ruangkerja.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-210" title="ruangkerja" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/02/ruangkerja.jpg" alt="ruangkerja" width="450" height="277" /></a></p>
<p>Setelah berkompromi, akhirnya kami bisa mendapatkannya secara bertahap. Awal tahun ini kami memindahkan lab komputer mini yang terkadang difungsikan sebagai warnet dan tempat ngoprek teman-teman Komunitas openSUSE Indonesia. Kami memindahkannya ke lantai atas dan melengkapi jumlah komputer menjadi 10 unit.</p>
<p>Kami juga merapikan kamar tamu yang sebelumnya harus tidur berbantal kasur dibawah. Kami melengkapinya dengan dipan yang baik dan merapikannya supaya tidak memalukan jika satu saat <a href="http://orangescale.com">Thomas Arie</a> dan <a href="http://cinila.com/">Lala</a> serta <a href="http://www.yanrf.com/">Yanarief</a> datang berkunjung dari Yogya. Saya masih ingat, saat menyiapkan kamar itu, saya memang memfungsikannya sebagai pos jika satu saat ada teman-teman blogger yang datang dari luar daerah.</p>
<p>Ruang eks lab komputer yang memiliki jendela rendah, mendapat sinar matahari dan ada dibalik taman kecil di depan rumah saya fungsikan sebagai ruang kerja dan ruang ibadah. Saya tempatkan meja buku disatu sisi, perangkat shalat disisi sebelahnya dan kemudian melengkapinya dengan meja kerja.</p>
<p>Ketika kemarin memilih meja kerja, niat awal saya adalah memiliki meja kerja yang normatif seperti halnya yang saya miliki dikantor, tapi akhirnya saya berubah pikiran saat isteri menyarankan untuk mengambil bentuk meja belajar yang sudah memiliki tempat khusus untuk komputer/laptop, dilengkapi dengan rak dan kotak-kotak untuk menyimpan ATK.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/02/ruangkerja2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-211" title="ruangkerja2" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/02/ruangkerja2.jpg" alt="ruangkerja2" width="450" height="277" /></a></p>
<p>Saya memiliki Access Point, terhubung ke switch 16 port dan ADSL unlimited dilantai atas yang menjadi lokasi lab komputer mini. Access Point ini memudahkan saya mengakses internet didalam rumah, dari kamar manapun sehingga kadang saya bisa menulis posting sambil tiduran menggunakan PDA punya kantor, hehehe&#8230;</p>
<p>Terima kasih untuk kawan Okto Silaban yang pernah menulis <a href="http://okto.silaban.net/2008/02/general/seberapa-keren-meja-kerja-anda/">artikel mengenai workspace</a> yang memberi saya inspirasi mengenai bentuk ruang kerja.</p>
<p>Apa saja sih kebutuhan utama ruang kerja ini ? Berikut adalah beberapa standar yang saya inginkan :</p>
<ol>
<li>Memiliki jendela untuk melihat angkasa <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  . Lebih baik lagi jika jendelanya rendah, karena sejuk</li>
<li>Berukuran cukup lapang, minimal 3X3 meter (yang sekarang adalah 3.5 X 4 meter)</li>
<li>Ada meja kerja</li>
<li>Ada credenza (lemari kecil)</li>
<li>Ada lemari buku</li>
<li>Ada aquarium</li>
<li>Ada akses internet</li>
<li>Ada akses direct line telepon (untuk fax dan internet)</li>
</ol>
<p>Saat ini ada banyak yang perlu saya kerjakan untuk menciptakan ruang kerja yang nyaman namun mengerjakan sesuatu yang kita inginkan selalu menyenangkan bukan ?</p>
<p>Ada lagi keinginan saya yang belum bisa terpenuhi, yaitu memiliki gazebo ditengah taman untuk tidur-tiduran dan bekerja sambil memancing <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bagaimana dengan ruang kerja idaman anda ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2009/02/03/desain-ruang-kerja-pribadi-di-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

