<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Vavai &#187; Work</title>
	<atom:link href="http://vavai.com/blog/v2/tag/work/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vavai.com/blog/v2</link>
	<description>Serendipity of Life</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Jan 2011 00:13:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tips Naik Bus dari Tanjung Priok ke Bekasi</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/09/11/tips-naik-bus-dari-tanjung-priok-ke-bekasi/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2009/09/11/tips-naik-bus-dari-tanjung-priok-ke-bekasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 02:20:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim &#34;Vavai&#34; Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Work]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1016</guid>
		<description><![CDATA[Saat bekerja di Cikarang (PT. Ochiai Menara Indonesia dan PT. Grand Dinamika Manufacturing Indonesia), saya setengah bersumpah untuk tidak mau bekerja di daerah Jakarta dan Tangerang, terutama daerah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Alasan utama adalah karena jauh dan capek dijalan jika ulang-alik ke Bekasi. Diantara kedua pilihan tadi, salah satu lokasi yang paling saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/04/patas-ac.jpg" alt="Bis Patas AC" /></p>
<p>Saat bekerja di Cikarang (PT. Ochiai Menara Indonesia dan PT. Grand Dinamika Manufacturing Indonesia), saya setengah bersumpah untuk tidak mau bekerja di daerah Jakarta dan Tangerang, terutama daerah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Alasan utama adalah karena jauh dan capek dijalan jika ulang-alik ke Bekasi. Diantara kedua pilihan tadi, salah satu lokasi yang paling saya hindari adalah Tanjung Priok, karena saya mudah panik dijalan kalau ketemu truk container. Saya akan lebih memilih daerah Karawang, Cikampek maupun Purwakarta dibandingkan dengan bekerja di Jakarta meski secara jarak lebih dekat. </p>
<p>Macet di Cikarang saja sudah membuat saya lelah lahir dan batin apalagi kalau kena macet di Jakarta, mungkin sebagian besar hidup saya akan saya habiskan dijalan, diantara deru kendaraan bermotor dan polusi udara <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ternyata sumpah tersebut dikabulkan oleh yang maha kuasa. Saya diterima bekerja di kantor sekarang yang berlokasi di daerah Cakung. Alamat resmi perusahaan sih memang Cakung yang notabene ada di Jakarta Timur, namun yang menjadi masalah, lokasi ini ada di tepi perbatasan Cakung dengan Tanjung Priok, tepatnya di jalan raya Cakung-Cilincing alias Rorotan. </p>
<p>Selain dikabulkan bekerja di Jakarta Timur (yang sebenarnya sama saja bohong karena saya justru lebih dekat ke Tanjung Priok Jakarta Utara <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  ), saya juga mendapat bonus tambahan dalam bentuk container. Ternyata kantor ini merupakan kandangnya truck container segede gaban, karena kantor sekarang merupakan Tempat Penimbunan Pabean (TPP). TPP adalah lokasi penyimpanan peti kemas yang ditarik dari pelabuhan dan diawai oleh DJBC (Direktorat Jenderal Bea &amp; Cukai)</p>
<p>Kalau dulu saya rada ilfil jika bertemu dengan container di jalan raya, sekarang saya malah bergaul akrab dengan truk-truk tersebut <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>1-2 bulan terakhir saya mondar-mandir ke daerah dekat pelabuhan, tepatnya didekat Walikota Jakarta Utara karena kantor membuka sister company disana yang masih ada kaitannya dengan kegiatan bongkar muat pelabuhan. Karena malas membawa Jupiter MX melewati jalur-jalur sempit di Semper atau jalur rawan di Cakung-Cilincing-Tanjung Priok, saya memutuskan untuk pulang pergi naik Bis Patas Bekasi-Tanjung Priok.</p>
<p>Ternyata keputusan ini membawa dampak yang kurang menyenangkan buat saya. Untuk berangkat dari Bekasi ke Tanjung Priok relatif tidak bermasalah karena rumah saya dekat Terminal Bekasi dan bisa nyaman tenteram duduk manis di bis Patas. Sayangnya, patas AC 25 jurusan Bekasi-Tanjung Priok PP dan Bis patas non AC 31 jurusan Bekasi-Tanjung Priok PP ini jumlahnya terbatas sehingga saya bisa keriting menunggunya.</p>
<p>Masalah lebih besar saya alami saat pulang dari Tanjung Priok. Dalam salah satu episode hidup saya <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  , saya menunggu bis patas AC sampai keriting selama 1.5 jam. Karena lama ditunggu tidak datang-datang, saya memutuskan naik taksi saja. Eh, baru saja hendak menyetop taksi, ada bis patas AC yang berhenti, jadi saya batal naik taksi dan memutuskan tetap naik bis. Keputusan yang saya sesali karena busnya berjubelan, jalannya lambat dan malah mogok 2x dijalan tol. Sejak saat itu, saya kapok naik bis Patas dari Tanjung Priok.</p>
<p>Kebiasaan saya di bis adalah membaca buku tapi naik Patas AC 25 Tanjung Priok-Bekasi ini membuat saya harus merelakan kesempatan tersebut. Sudah berdiri, susah berpindah posisi, berdesak-desakan pula seperti ikan sarden  sementara si kondektur masih teriak-teriak lantang, &#8220;Bekasi-Bekasi, kosong-kosong-kosong&#8230;&#8221;. Ya iya kosong kalau mau naik  keatas atap bis <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Akibatnya bisa ditebak, penumpang menggerutu (ya, nasib penumpang angkutan umum di Indonesia hanya bisa menggerutu) dan acap kali terjadi perang mulut antara kondektur dengan penumpang.</p>
<p>Atas informasi dari seorang staff Warehouse yang tinggal di Tanjung Priok, saya mengikuti sarannya dengan menunggu bus didekat Polres Jakarta Utara atau didepan Gereja Santo Fransiskus Xaverius. Disini saya bisa naik bis jurusan Cikarang, Karawang, Purwakarta, Cikampek dan Subang dan kemudian turun di Jatibening (tol Pondok Gede Timur). Dari Jatibening saya bisa naik bis ke Bekasi.</p>
<p>Ternyata memang jauh lebih nyaman dan menyenangkan. Bis-bis antar kota jauh lebih lega jarak antar tempat duduknya sehingga kaki saya tidak terlalu pegal. Sayapun selalu dapat tempat duduk dan tidak pernah berdesak-desakan. Saya hanya perlu menambah biaya Rp. 3000-5000 untuk kenyamanan ini. Pilihan yang tentu saja saya ambil daripada menjadi ayam sayur berdesakan di bis.</p>
<p>Salah satu favorit saya adalah bus AC Agra Mas. Bus ini desain interiornya lega dan nyaman dan biasanya merupakan pilihan utama saya kalau hendak berangkat dari Bekasi ke Tangerang. Yang saya naiki dari Tanjung Priok biasanya Bus Agra Mas jurusan Tanjung Priok-Karawang.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/09/agra-mas.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1017" title="agra-mas" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/09/agra-mas.jpg" alt="agra-mas" width="480" height="320" /></a></p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/09/agra-mas-interior.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1018" title="agra-mas-interior" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/09/agra-mas-interior.jpg" alt="agra-mas-interior" width="480" height="360" /></a></p>
<p>Selain kenyamanan dari sisi interior, jumlah penumpang yang relatif tidak berdesakan, naik bus antar kota ini juga jauh lebih cepat sampai ditujuan karena langsung masuk tol yang ada didepan GRJU (Gelanggang Remaja Jakarta Utara), sedangkan kalau naik bis Patas baru akan masuk tol di pintu tol Sunter Podomoro, dengan resiko terjebak kemacetan di simpang Semper, di daerah Plumpang (pusat distribusi Pertamina) dan di pintu masuk Mal Artha Gading.</p>
<p>Jadi tipsnya sederhana saja. Gunakan bis-bis antar kota sebagai gateway meski harus menambah biaya yang perlu dikeluarkan, daripada pulang kerja menjadi pengalaman yang tak menyenangkan.</p>
<p>BTW, Jatibening saat ini merupakan salah satu pintu tol paling sibuk di tol Jakarta Cikampek karena sebagian besar bis ke kota-kota di Jawa melewati jalur ini. Saya yang pulang ke Bekasi bisa dengan leluasa memilih bis yang keluar di pintu tol Bekasi Barat maupun Bekasi Timur.</p>
<p>Semoga bisa bermanfaat jika satu waktu ada yang terdampar di Tanjung Priok <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Catatan : 2 foto terakhir credit to Forum BisMania. yang pertama dari <a href="http://www.bismania.com/index.php?option=com_fireboard&amp;Itemid=45&amp;func=view&amp;id=90595&amp;catid=58&amp;limit=10&amp;limitstart=0">thread ini</a> dan yang kedua dari <a href="http://www.bismania.com/index.php?option=com_fireboard&amp;Itemid=45&amp;func=view&amp;id=66584&amp;catid=9">thread ini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2009/09/11/tips-naik-bus-dari-tanjung-priok-ke-bekasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penggunaan PDT (Portable Data Terminal) untuk Lingkungan Warehouse</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/08/21/penggunaan-pdt-portable-data-terminal-untuk-lingkungan-warehouse/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2009/08/21/penggunaan-pdt-portable-data-terminal-untuk-lingkungan-warehouse/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 02:41:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Work]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=961</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu project besar yang menjadi tanggung jawab saya saat belum lama bergabung dengan perusahaan sekarang adalah melakukan improvement terhadap proses sistem pada berbagai gudang/warehouse. Bentuk nyatanya adalah implementasi input data online menggunakan PDT. Apa itu PDT ? PDT atau Portable Data Terminal adalah perangkat komputer mobile yang digunakan untuk melakukan entry data, umumnya memiliki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/08/ck31.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-962" title="ck31" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/08/ck31.jpg" alt="ck31" width="229" height="240" /></a>Salah satu project besar yang menjadi tanggung jawab saya saat belum lama bergabung dengan perusahaan sekarang adalah melakukan improvement terhadap proses sistem pada berbagai gudang/warehouse. Bentuk nyatanya adalah implementasi input data online menggunakan PDT.</p>
<p>Apa itu PDT ?</p>
<p>PDT atau Portable Data Terminal adalah perangkat komputer mobile yang digunakan untuk melakukan entry data, umumnya memiliki kemampuan scanner barcode. Bentuknya bisa sederhana, dalam bentuk scanner barcode mobile dengan tampilan DOS. Data disimpan didalam PDT untuk kemudian diupload/download ke komputer.</p>
<p>Bentuk yang lebih modern secara bentuk, tampilan dan penggunaan sama persis dengan PDA (Personal Digital Assistant). Kelebihan PDT dibanding PDA adalah kemampuan scan barcode dan lebih tahan banting (rugged). Meski dapat tetap menggunakan dock untuk melakukan transfer data, umumnya PDT mengutamakan Wireless LAN sebagai media komunikasi data. Beberapa model PDT dapat juga dilengkapi dengan Sim card GSM untuk komunikasi jarak jauh.</p>
<p>PDT dapat mempercepat proses entry dan meningkatkan akurasi data karena entry data dilakukan secara on the spot dan data langsung tersimpan di server. Di kantor, PDT digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari entry data transaksi bongkar-muat; Stock Opname; Check data barang, Chek lokasi barang hingga sebagai media guide bagi para petugas lapangan jika mereka diminta melakukan pengambilan data. Media guide ini akan membimbing petugas lapangan melakukan pengambilan barang pada lokasi atau rak tertentu dengan mempertimbangkan berbagai aspek, misalnya pertimbangan urutan pengambilan agar efisien dan pertimbangan mengenai lokasi terdekat.</p>
<p>PHP dijadikan sebagai engine utama untuk web programming  yang akan diakses melalui PDT. Pertimbangan  utama pemilihan PHP sebenarnya atas alasan praktis. PHP bisa langsung diaplikasikan tanpa harus menunggu proses belajar jika berusaha melakukan implementasi berbasis J2ME.</p>
<p>Penggunaan web application ini sebenarnya mengurangi arti strategis dari PDT sendiri, karena fungsi utama yang digunakan hanya browser dan sifat mobile plus scanner barcodenya. Makanya saya pernah sampaikan ke supplier kami, PT. Solusi Periferal bahwa sebaiknya kami diberikan penawaran PDT berbasis Linux saja, atau sistem operasi non Windows lainnya yang lebih murah <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  dan hanya mengutamakan fungsi-fungsi pekerjaan.</p>
<p>Sistem operasi Windows Mobile yang ada di PDT memang tidak kami gunakan dan malah kami kerepotan harus menonaktifkan pilihan games dan recording yang sering disalahgunakan <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untuk saat ini saya menggunakan campuran perangkat yang digunakan. PDT digunakan jika membutuhkan scanner barcode, sedangkan untuk entry data non barcode menggunakan PDA merk Pidion yang harganya setengah dari harga PDT.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2009/08/21/penggunaan-pdt-portable-data-terminal-untuk-lingkungan-warehouse/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Genchi Genbutsu (現地現物) dan Implementasi IT di Lapangan</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/08/14/genchi-genbutsu-%e7%8f%be%e5%9c%b0%e7%8f%be%e7%89%a9-dan-implementasi-it-di-lapangan/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2009/08/14/genchi-genbutsu-%e7%8f%be%e5%9c%b0%e7%8f%be%e7%89%a9-dan-implementasi-it-di-lapangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 07:30:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Work]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=922</guid>
		<description><![CDATA[Genchi Genbutsu (現地現物)artinya pergi dan lihat sendiri. Terkenal sebagai salah satu falsafah manajemen yang mendasari prinsip Toyota Way, Genchi Genbutsu semestinya menjadi prinsip utama jika kita menginginkan implementasi suatu rencana berhasil dijalankan atau jika kita ingin melakukan optimalisasi dan improvement atas suatu sistem yang sedang berjalan. 2 hari terakhir ini saya berada disalah group perusahaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/08/genchi-genbutsu.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-924" title="genchi-genbutsu" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/08/genchi-genbutsu.jpg" alt="genchi-genbutsu" width="530" height="363" /></a></p>
<p>Genchi Genbutsu (現地現物)artinya pergi dan lihat sendiri. Terkenal sebagai salah satu falsafah manajemen yang mendasari prinsip Toyota Way, Genchi Genbutsu semestinya menjadi prinsip utama jika kita menginginkan implementasi suatu rencana berhasil dijalankan atau jika kita ingin melakukan optimalisasi dan improvement atas suatu sistem yang sedang berjalan.</p>
<p>2 hari terakhir ini saya berada disalah group perusahaan yang berada di Tanjung Priok. Meski satu group, pola sistem dan <em>main business</em>nya agak sedikit berbeda sehingga sistem yang diterapkan dikantor Cakung Cilincing  perlu penyesuaian yang cukup besar. Jika di Cakung Cilincing bisnis utama adalah dibidang Tempat Penimbunan Pabean (TPP), kantor yang ada di daerah Tanjung Priok ini fungsi utamanya adalah TPS atau Tempat Penimbunan Sementara, yaitu tempat barang-barang dari Pelabuhan di terima sebelum didistribusikan ke masing-masing <em>consignee</em>.</p>
<p>Perbedaan utama adalah dari segi trafik. Di TPP, barang bisa disimpan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sedangkan di TPS, barang seringkali tidak membutuhkan waktu lebih dari 1 hari disimpan di Gudang. Sebagian barang malah hanya menjadikan TPS sebagai tempat <em>cross-dock</em>, tempat perpindahan dari proses bongkar dari container / trailer untuk kemudian dimuat kembali ke truk-truk <em>consignee</em> yang berukuran lebih kecil.</p>
<p>Trafik yang tinggi ini tentu saja membutuhkan kesiap sediaan sistem yang lebih padu dan lebih responsif. Ketika 2 hari yang lalu saya menerima telepon mengenai sistem yang kurang responsif dan pada gilirannya mengganggu opersionalisas secara keseluruhan, saya langsung memilih pendekatan Genchi Genbutsu dengan datang langsung ke lokasi dan kemudian memperhatikan kegiatan operasional yang dilakukan.</p>
<p>Dari 2 hari observasi disini saya bisa mendapatkan fakta yang sulit didapatkan jika hanya menerima laporan dari staff saya. Dari sekian banyak masalah yang mengganggu kelancaran sistem, ada beberapa hal sepele yang terjadi, seperti masalah listrik yang kurang stabil, kesalahan ketik maupun kesalahan tulis hingga kurangnya komunikasi antar bagian. Masalah yang lebih bersifat teknis adalah optimalisasi  database MySQL Server dimana saya harus meningkatkan parameter jumlah maksimum koneksi karena beberapa kali terjadi kemacetan sistem akibat &#8220;<em>Too many Connection</em>&#8220;. Selain meminta staff programmer melakukan clean-up coding yang digunakan, saya juga memperhatikan tingkat utilisasi database MySQL Server yang berjalan di Server IBM dengan sistem operasi openSUSE 11.1 64 bit.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/08/intermec-pdt.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-926" title="intermec-pdt" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/08/intermec-pdt.jpg" alt="intermec-pdt" width="221" height="223" /></a>Pengguna utama sistem bukanlah workstation yang digunakan sebagai terminal input melainkan perangkat mobile PDT (Portable Data Terminal) yang memiliki kemampuan scan barcode. PDT ini sama persis seperti PDA hanya saja mampu melakukan scan barcode dan lebih <em>rugged</em> (kuat dan tahan banting) karena memang disiapkan untuk industri. Akses utama PDA ini menggunakan wireless LAN sehingga Access Point bertebaran diberbagai sudut warehouse.</p>
<p>Ketika kemarin ada beberapa kendala koneksi, saya mencoba menelusurinya satu persatu bersama salah seorang staff Technical Support sampai menemukan ada salah satu Access Point yang bertindak sebagai bridge namun setting Gateway-nya looping ke Access Point lain yang sudah dipindah.</p>
<p>Hal mendasar lain yang bisa didapatkan dari proses Genchi Genbutsu adalah soal utilitas dan penggunaan sistem. Staff programmer saya bisa belajar banyak mengenai fungsionalitas sistem karena ia berhadapan langsung dengan implementasi dilapangan. Aplikasi yang diimplementasi dan diadaptasi dari penggunaan dilapangan memang lebih tepat guna daripada aplikasi yang banyak aspek kosmetikanya.</p>
<p>Mudah-mudahan sistem ini bisa berjalan lancar sehingga keberangkatan saya ke Surabaya untuk memberi <a href="http://vavai.com/blog/v2/2009/08/11/training-zimbra-di-surabaya-16-agustus-2009/">training Zimbra Mail Server pada hari Minggu 16 Agustus 2009 di Surabaya</a> bisa berjalan lancar.</p>
<p>Bagi anda yang selama ini lebih banyak melakukan analisa dari belakang meja, Genchi Genbutsu merupakan inspirasi yang menarik untuk diimplementasikan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2009/08/14/genchi-genbutsu-%e7%8f%be%e5%9c%b0%e7%8f%be%e7%89%a9-dan-implementasi-it-di-lapangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencari Kerja dan Lowongan Pekerjaan</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/12/pencari-kerja-dan-lowongan-pekerjaan/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/12/pencari-kerja-dan-lowongan-pekerjaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 08:10:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim &#34;Vavai&#34; Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Work]]></category>
		<category><![CDATA[job]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Bukan sekali dua saya mendengar dan membaca keluhan mengenai sulitnya mendapat pekerjaan. Krisis finansial yang berimbas pada kondisi ekonomi di Indonesia membuat hal ini semakin menjadi. Saya tentu bersimpati pada teman-teman yang sedang dalam posisi mencari kerja karena saya pernah dan ada kemungkinan mengalami kondisi yang sama. Saya tidak membahas aspek krisis finansial yang terjadi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-59 alignleft" style="margin: 5px;" title="jobless-1" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2008/12/jobless-1.jpg" alt="jobless-1" width="180" height="200" />Bukan sekali dua saya mendengar dan membaca keluhan mengenai sulitnya mendapat pekerjaan. Krisis finansial yang berimbas pada kondisi ekonomi di Indonesia membuat hal ini semakin menjadi. Saya tentu bersimpati pada teman-teman yang sedang dalam posisi mencari kerja karena saya pernah dan ada kemungkinan mengalami kondisi yang sama.</p>
<p>Saya tidak membahas aspek krisis finansial yang terjadi. Saya justru ingin menyoroti mengenai fakta timpangnya kebutuhan tenaga kerja dengan jumlah tenaga kerja yang sesuai.</p>
<p>Tiap ada job fair pelamar kerja memang membludak. Tiap ada lowongan cukup banyak pelamar yang datang. Yang menjadi masalah, banyak perusahaan yang kesulitan mencari tenaga kerja yang sesuai dengan spesifikasi teknis yang diinginkan.</p>
<p><img class="size-full wp-image-60 alignright" style="margin: 5px;" title="jobless" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2008/12/jobless.jpg" alt="jobless" width="400" height="260" />Contoh paling mudah adalah bagian IT tempat dimana saya melakukan interview. Mencari kandidat programmer dan technical support sangat sulit. Faktor salary memang menjadi salah satu <em>bottleneck</em> namun masalahnya bukan sekedar salary. Justru lebih sering saya menolak kandidat karena mereka gagal di soal test algoritma dasar dan programming dasar.</p>
<p>Fenomena ini tidak hanya terjadi pada bagian IT. Bagian Workshop dan Warehouse ditempat saya juga mengalami hal yang sama. Jadi, kesimpulan awal saya adalah adanya pola yang tidak sinkron antara kualifikasi pelamar kerja yang sedemikian banyak dengan spesifikasi kualifikasi yang dibutuhkan.</p>
<p>Jika anda menjadi salah satu dari sekian banyak pelamar kerja, sudah berusaha melamar kerja namun belum berhasil, sudah beberapa kali interview tapi gagal, coba pertimbangkan dan renungkan kembali sebab kegagalan anda. Berikut adalah beberapa hal yang bisa menjadi masukan :</p>
<ol>
<li>Check apakah kualifikasi sudah sesuai dengan yang dibutuhkan atau tidak ? Jika belum, upayakan agar kita bisa menguasainya. Saat ini gagal insya Allah nantinya berhasil. Banyak pelamar kerja yang membiarkan kegagalan karena kualifikasi ini namun membiarkannya menjadi sebab yang menahun. Jika perlu kursus, ambillah kursus. Kalau perlu beli buku, belilah buku</li>
<li>Check apakah lamaran kerja anda sudah mencerminkan kualitas anda. Banyak dari pelamar kerja yang bahkan salah menulis nama perusahaan karena kebiasaan copy-paste. Jadikan lamaran kerja anda sebagai sesuatu yang benar-benar personal. Periksa kembali apakah kata-kata dan susunan kalimatnya sudah benar. Periksa kembali apakah cerminan kata-kata sudah sesuai dengan yang anda maksudkan. Jangan malas mengubah kalimat, layout dan menambah isi lamaran kerja jika hal tersebut bisa melengkapi kualifikasi anda. Lamaran kerja dan CV merupakan media awal perkenalan anda, jadi, buatlah sebaik mungkin</li>
<li>Fokus. Jika anda ingin bekerja di dunia IT, fokuslah pada kualifikasi yang dibutuhkan. Saya tidak melarang jika anda dengan melamar juga posisi lain sebagai batu loncatan tapi jangan lakukan hal tersebut atas sebab sekedar mengisi waktu, atau sekedar iseng siapa tahu berhasil, atau karena kepepet. Lakukan setiap pekerjaan dengan fokus penuh dan lakukan segalanya secara serius. Upaya yang buruk akan menghasilkan bentuk yang buruk pula. Meski tidak langsung, hal ini akan membebani anda dikemudian hari</li>
<li>Jangan lupa berdoa. Berdoalah, meski anda tidak yakin sekalipun. Berdoa adalah bagian dari kepercayaan diri kita</li>
<li>Evaluasi setiap kegagalan. Jangan tenggelam pada kegagalan dan jangan biarkan sebab kegagalan. Janganlah anda gagal dua kali untuk sebab yang sama</li>
</ol>
<p>Pelamar kerja mungkin berjumlah ribuan atau ratusan ribu, tapi jika anda memiliki kualifikasi yang cemerlang dan kualitas yang baik, cepat atau lambat perusahaan akan memanggil anda. Jikapun tidak, anda akan menemukan banyak peluang dengan kemampuan anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/12/pencari-kerja-dan-lowongan-pekerjaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

