<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Vavai &#187; muslim</title>
	<atom:link href="http://vavai.com/blog/v2/tag/muslim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vavai.com/blog/v2</link>
	<description>Serendipity of Life</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Jan 2011 00:13:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>openSUSE 11.1 KDE 4 LiveDVD Plus Multimedia</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/30/opensuse-111-kde-4-livedvd-plus-multimedia/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/30/opensuse-111-kde-4-livedvd-plus-multimedia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 12:50:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim &#34;Vavai&#34; Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Sudah sejak lama saya memperhatikan bahwa promosi distro Linux di Indonesia harus turut memperhatikan psikologi massa Artinya, selain kita harus membangkitkan portfolio pribadi, produk yang bagus dan support yang brilian, kita juga harus mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan calon pengguna. Salah satu hal mendasar bagi para pengguna Windows yang pindah menggunakan Linux adalah dukungan paket multimedia, driver dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.vavai.com/blog/uploads/opensuse-11-1.jpg" alt="opensuse" /><br />
Sudah sejak lama saya memperhatikan bahwa promosi distro Linux di Indonesia harus turut memperhatikan psikologi massa <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Artinya, selain kita harus membangkitkan portfolio pribadi, produk yang bagus dan support yang brilian, kita juga harus mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan calon pengguna.</p>
<p>Salah satu hal mendasar bagi para pengguna Windows yang pindah menggunakan Linux adalah dukungan paket multimedia, driver dan paket-paket aplikasi tertentu. Distro-distro Linux besar yang memiliki lisensi GPL (GNU Public License) biasanya tidak menyertakan paket multimedia seperti MP3, paket video dan driver-driver tertentu seperti driver VGA NVIDIA dan ATI. Hal ini bukan karena para developernya tidak mampu melainkan karena lisensi driver tersebut bukan lisensi GPL dan tidak tersedia source codenya. Secara lisensi, driver dan codecs tersebut tidak bisa disertakan karena ada klausul yang menghalangi distribusi oleh perusahaan-perusahaan distro Linux.</p>
<p>Sebagian pengguna akhir mungkin bisa memahami hal ini namun sebagian lagi kemungkinan besar tidak. Hasil akhirnya bisa ditebak, timbul anggapan bahwa Linux tidak user friendly, tidak modern, tidak mendukung kesenangan orang <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  dan lain sebagainya. &#8220;Susah bener pakai Linux&#8230;&#8221;, gitu komentarnya <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Penambahan driver ini sebenarnya relatif mudah jika kita terhubung ke internet, tapi seberapa banyak user yang terkoneksi dengan baik ke internet dibandingkan dengan para pengguna yang terpaksa pakai warnet atau pakai koneksi berbiaya tinggi hanya sekedar melakukan proses instalasi paket codecs multimedia dan driver ?</p>
<p><img src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/kde4-cube.jpg" alt="kde-4-cube" /></p>
<p>Ganjalan seperti ini meski mengganggu kini tidak lagi menjadi masalah dan justru menjadi peluang besar yang dimanfaatkan dengan baik oleh <a href="http://vavai.com/v2/2008/12/review-linux-mint-6-felicia/">LinuxMint</a> dan distro lokal <a href="http://blankonlinux.or.id">Blankon</a>. Keduanya sama-sama turunan dari Ubuntu tapi sudah dilengkapi dengan berbagai aplikasi codecs multimedia.</p>
<p>Bagaimana dengan openSUSE ? Tentu saja tidak menjadi masalah. Meski belum melakukan remastering hingga menjadi distro baru sama sekali, saya pernah mencobanya untuk openSUSE 11.0 dengan meluncurkan <a href="http://www.vavai.com/index.php?/archives/146-openSUSE-11.0-LiveDVD-+-Multimedia-Support.html">openSUSE 11.0 KDE 3.5 LiveDVD + Multimedia Support</a>.</p>
<p>Sekarang saya melakukan hal yang sama dengan meluncurkan LiveDVD plus untuk openSUSE 11.1</p>
<p>Jika pada saat itu saya membutuhkan waktu yang cukup lama, kini saya relatif tidak memiliki hambatan dalam membuat distro openSUSE yang sudah diremastering. Hambatan satu-satunya adalah melakukan proses remastering disela-sela kesibukan padat akhir tahun <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Distro openSUSE 11.1 KDE 4 LiveDVD + Multimedia ini sudah saya upload ke server mirror openSUSE atas bantuan <a href="http://bambukuning.com">pak Edy Purwanto</a>.</p>
<p>Selain paket multimedia lengkap (termasuk VLC, MPlayer, XMMS dan Audacity), LiveDVD ini juga menyertakan Opera, Driver NVIDIA dan ATI, desktop effect KDE 4 by default, paket build-essential (kernel-source, make, gcc dan gcc-c++) ditambah paket webmin, driver madwifi, ndiswrapper dan manajemen project (openproj + ganttchart). Sebagai bonus saya tambahkan juga bundel panduan openSUSE dalam bahasa Indonesia.</p>
<p>Apa saja feature yang disertakan ? Silakan merujuk ke <a href="http://vavai.com/v2/2008/12/opensuse-111-kde-4-livedvd-plus-multimedia/">artikel openSUSE 11.1 KDE 4 LiveDVD di blog Migrasi Windows-Linux</a>.</p>
<p>Untuk KDE 3.5.10 dan Gnome akan saya susulkan dalam pekan ini. Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/30/opensuse-111-kde-4-livedvd-plus-multimedia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips : Cara Terbaik Melakukan Download ISO openSUSE</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/18/tips-cara-terbaik-melakukan-download-iso-opensuse/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/18/tips-cara-terbaik-melakukan-download-iso-opensuse/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 04:44:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim &#34;Vavai&#34; Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[openSUSE 11.1 akan dirilis pada tanggal 18 Desember 2008 ini. Bagaimana cara terbaik melakukan download file iso selain membelinya di toko online ? Continue Reading &#8220;Tips : Cara Terbaik Melakukan Download ISO openSUSE&#8221;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/opensuse-11-1-ok.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-207" title="opensuse-11-1-ok" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/opensuse-11-1-ok.jpg" alt="opensuse-11-1-ok" width="500" height="375" /></a></p>
<p>openSUSE 11.1 akan dirilis pada tanggal 18 Desember 2008 ini. Bagaimana cara terbaik melakukan download file iso selain membelinya di toko online ? <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://vavai.com/v2/2008/12/tips-cara-terbaik-melakukan-download-iso-opensuse/">Continue Reading &#8220;Tips : Cara Terbaik Melakukan Download ISO openSUSE&#8221;</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/18/tips-cara-terbaik-melakukan-download-iso-opensuse/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Preview openSUSE 11.1 Part 2 : Gnome Desktop</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/17/preview-opensuse-111-part-2-gnome-desktop/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/17/preview-opensuse-111-part-2-gnome-desktop/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 03:02:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim &#34;Vavai&#34; Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[openSUSE dikenal sebagai distro Linux yang memiliki tampilan indah dan sudah dipoles secara khusus sehingga meski menggunakan desktop environment yang sama, desktop openSUSE memiliki ciri khas tersendiri. Tradisi ini dilanjutkan pada peluncuran openSUSE 11.1 dengan polesan khusus pada Gnome Desktop. openSUSE 11.1 akan menyertakan Gnome Desktop versi terakhir saat ini, yaitu versi 2.24. Kehadiran pendiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-113" title="opensuse-11-1" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2008/12/opensuse-11-1.jpg" alt="opensuse-11-1" width="500" height="375" /></p>
<p>openSUSE dikenal sebagai distro Linux yang memiliki tampilan indah dan sudah dipoles secara khusus sehingga meski menggunakan desktop environment yang sama, desktop openSUSE memiliki ciri khas tersendiri. Tradisi ini dilanjutkan pada peluncuran openSUSE 11.1 dengan polesan khusus pada Gnome Desktop.</p>
<p>openSUSE 11.1 akan menyertakan Gnome Desktop versi terakhir saat ini, yaitu versi 2.24. Kehadiran pendiri proyek Gnome, Miguel de Icaza dan salah satu tokoh Gnome Federico Mena Quentero di openSUSE merupakan salah satu alasan mengapa Gnome desktop di openSUSE memiliki beberapa improvement khusus dan khas openSUSE.</p>
<p><a href="http://files.opensuse.org/opensuse/en/a/a3/Greeter111-thumb.png"><img src="http://files.opensuse.org/opensuse/en/a/a3/Greeter111-thumb.png" alt="GNOME Desktop w/ SUSE Greeter" width="418" height="318" /></a></p>
<p><a href="http://files.opensuse.org/opensuse/en/c/cd/Gnome111-thumb.png"><img src="http://files.opensuse.org/opensuse/en/c/cd/Gnome111-thumb.png" alt="GNOME Desktop" width="418" height="318" /></a></p>
<p><a href="http://vavai.com/v2/2008/12/preview-opensuse-111-part-2-gnome-desktop/">Continue Reading &#8220;Preview openSUSE 11.1 Part 2 : Gnome Desktop&#8221;</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/17/preview-opensuse-111-part-2-gnome-desktop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Preview openSUSE 11.1 : Instalasi &amp; Administrasi</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/16/preview-opensuse-111-instalasi-administrasi/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/16/preview-opensuse-111-instalasi-administrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 11:53:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim &#34;Vavai&#34; Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[openSUSE 11.1 akan diluncurkan dalam beberapa hari ini, tepatnya pada tanggal 18 Desember 2008. Sebagai informasi awal mengenai apa saja feature yang dibawa oleh openSUSE 11.1 berikut adalah series pertama dari preview openSUSE 11.1, yaitu dari sisi instalasi dan manajemen aplikasi. Instalasi : Formasi Dasar yang Bagus Proses instalasi openSUSE merupakan salah satu feature bagus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://counter.opensuse.org/11.1/small.id.png" alt="openSUSE CountDown" /><br />
openSUSE 11.1 akan diluncurkan dalam beberapa hari ini, tepatnya pada tanggal 18 Desember 2008. Sebagai informasi awal mengenai apa saja feature yang dibawa oleh openSUSE 11.1 berikut adalah series pertama dari preview openSUSE 11.1, yaitu dari sisi instalasi dan manajemen aplikasi.</p>
<h2>Instalasi : Formasi Dasar yang Bagus</h2>
<p>Proses instalasi openSUSE merupakan salah satu feature bagus yang terkenal di dunia Linux. Feature ini tetap dipertahankan pada openSUSE 11.1, dengan mengambil dasar dari openSUSE 11.0 : Tampilan yang ciamik dan proses instalasi yang lebih singkat.</p>
<p><a href="http://files.opensuse.org/opensuse/en/e/e9/11_1-install-000.png"><img src="http://files.opensuse.org/opensuse/en/e/e9/11_1-install-000.png" alt="Installation - welcome" width="507" height="378" /></a></p>
<p><a href="http://vavai.com/v2/2008/12/preview-opensuse-111-improvement-proses-instalasi-kemudahan-administrasi/">Continue Reading &#8220;Preview openSUSE 11.1 : Instalasi &amp; Administrasi&#8221;</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/16/preview-opensuse-111-instalasi-administrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Biarkan Diri Anda Tenggelam Dalam Kesulitan Hidup</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/14/jangan-biarkan-diri-anda-tenggelam-dalam-kesulitan-hidup/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/14/jangan-biarkan-diri-anda-tenggelam-dalam-kesulitan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 15:02:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim &#34;Vavai&#34; Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang tentu tahu bahwa kesulitan hidup sepatutnya dihindari. Semua orang juga tidak ada yang ingin dirinya terjebak dalam kesulitan hidup.  Masalahnya, apakah setiap orang menyadari atau tidak jika dirinya tenggelam dalam kesulitan hidup ? Pernahkah anda merasa sebagai orang yang sudah mati-matian bekerja keras namun hidup tetap susah ? Pernahkah anda melihat orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-102" style="margin: 5px;" title="work-hard" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2008/12/work-hard.jpg" alt="work-hard" width="270" height="239" />Semua orang tentu tahu bahwa kesulitan hidup sepatutnya dihindari. Semua orang juga tidak ada yang ingin dirinya terjebak dalam kesulitan hidup.  Masalahnya, apakah setiap orang menyadari atau tidak jika dirinya tenggelam dalam kesulitan hidup ?</p>
<p>Pernahkah anda merasa sebagai orang yang sudah mati-matian bekerja keras namun hidup tetap susah ? Pernahkah anda melihat orang yang sudah banting tulang dari waktu subuh hingga malam menjelang namun kehidupannya tetap susah ?</p>
<p>Hidup bahagia memang tidak diukur dari jumlah harta maupun cermin pandangan luar tapi secara general kita mampu memilah mana orang yang bahagia meski hidupnya tidak kaya raya dan mana orang yang sudah berusaha diluar bataspun masih tetap pas-pasan dan diliputi kesusahan hidup.</p>
<p>Bagi saya, ada sesuatu yang salah dalam cara hidup kita jika kita sudah banting tulang secara mati-matian, bekerja keras tanpa henti namun tetap dalam kekurangan hidup. Lebih salah lagi jika kita tidak menyadari kesalahan tersebut dan menganggapnya sebagai suatu perputaran roda nasib semata.</p>
<p>Jangan menunggu keajaiban. Ubahlah cara hidup anda jika anda tidak ingin terlibat kesulitan hidup secara berkepanjangan.</p>
<p>Saya pernah melihat seseorang yang mengendarai sepeda motor dengan tampilan yang menyedihkan. Motornya kelihatan bobrok, plat nomornya tergantung sebelah, jika direm terdengar bunyi mendecit karena kampas rem yang sudah aus, asap knalpot menunjukkan mesin yang bermasalah. Hal ini diperparah dengan motor yang sepertinya sudah berbulan-bulan tidak pernah dicuci dan jaket yang dikenakan yang sudah sangat lusuh. Bukan karena tidak baru semata melainkan karena banyak debu dan berbau aduhai.</p>
<p>Saya bukan orang yang berkecukupan, juga bukan orang yang kaya raya namun melihat hal tersebut membuat saya introspeksi, apakah saya tidak terlihat seperti itu ?</p>
<p>Rambut acak-acakan, dengan muka <em>kemringet</em> (apa teh namina, keringetan gitu&#8230;), jaket atau jas yang gombrong, sepatu yang kotor dan muka yang lelah. Berangkat pagi pulang malam. Pagi tidak melihat matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam.</p>
<p>Jika demikian adanya, sadarlah. Kita bekerja dan kita mencari nafkah bukanlah untuk menyiksa diri. Kesemuanya kita lakukan untuk kesenangan dan kebahagiaan kita. Jika caranya membuat kita merana, mengapa juga kita membiarkannya.</p>
<p><a href="http://i241.photobucket.com/albums/ff7/dar4444/Baracoa_natural_panorama.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-103" title="panorama" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2008/12/panorama.jpg" alt="panorama" width="450" height="300" /></a></p>
<p>Berhentilah menipu diri sendiri. Berhentilah meratapi nasib. Introspeksi apakah jalan hidup yang kita tempuh sudah sesuai dengan yang kita inginkan atau tidak. Tidak ada yang memaksa kita menyiksa diri sendiri. Kalaupun ada, mengapa anda membiarkannya.</p>
<p>Renungkanlah apakah anda mau diperbudak oleh kesulitan hidup. Renungkanlah apakah kita ingin selamanya bergelimang dalam kesulitan hidup dan tenggelam hingga kedasarnya.</p>
<p>Jika anda merasa sudah bekerja sangat keras untuk mengubah alur kehidupan namun belum berhasil, berhentilah sejenak. Luangkanlah waktu anda untuk melihat dan mereview apakah jalan hidup yang selama ini ditempuh sudah benar.</p>
<p>Apakah kita selama ini hanya mementingkan hasil tanpa peduli proses mendapatkan hasil itu. Apakah selama ini kita hanya memandang keatas tanpa pernah menoleh kekiri, kanan dan bawah. Apakah selama ini kita sudah bersyukur atas apa yang kita peroleh ?</p>
<p>Ingat, hidup di dunia tidak selamanya. Jika hidup yang sebentar ini menjadi sia-sia karena kita berkorban untuk sesuatu yang tidak berharga, lantas buat apa kita ada ?</p>
<p>Jika besok kita berangkat bekerja, lihatlah, apakah penampilan kita sudah rapi ataukah kita masih serabutan ? Lihatlah, apakah kita mampu melihat dan mengagumi cahaya matahari merah keemasan dan hangat menerpa wajah ataukah kita bersitegang dengan kemacetan dan mengejar absensi keterlambatan ?</p>
<p>Jika kita bersekolah, atau bekerja, atau berbuat apapun, check apakah perbuatan itu bermanfaat dan apakah hal itu tidak menyia-nyiakan waktu ?</p>
<p>Jika kita pulang dari aktivitas, perhatikan apakah aktivitas itu kita jalani dengan senang dan sepenuh hati ataukah itu hanya rutinitas yang membunuh kita dari waktu ke waktu.</p>
<p><em>Life, is our precious gift. Don&#8217;t waste it being unhappy, dissatisfied, or anything else you can be.</em></p>
<p>Hidup kita adalah milik kita, susah senang kita juga yang menjalaninya.</p>
<p>Catatan :</p>
<ol>
<li>Ilustrasi gambar 1 : <a href="http://vgsiahaya.files.wordpress.com/2008/06/workaholic1.jpg">http://vgsiahaya.files.wordpress.com/2008/06/workaholic1.jpg</a></li>
<li>Ilustrasi gambar 2 : <a href="http://i241.photobucket.com/albums/ff7/dar4444/Baracoa_natural_panorama.jpg">http://i241.photobucket.com/albums/ff7/dar4444/Baracoa_natural_panorama.jpg</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/14/jangan-biarkan-diri-anda-tenggelam-dalam-kesulitan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Caci Maki Agama via Email ?</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/11/caci-maki-agama-via-email/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/11/caci-maki-agama-via-email/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 06:48:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim &#34;Vavai&#34; Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Pekan kemarin ada yang lucu. Ada seseorang yang tidak saya kenal yang mengirim email berisi caci maki terhadap agama tertentu...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2008/12/religion.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-41" style="margin: 5px;" title="religion" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2008/12/religion.jpg" alt="" width="200" height="202" /></a>Pekan kemarin ada yang lucu. Ada seseorang yang tidak saya kenal yang mengirim email berisi caci maki terhadap agama tertentu. Mungkin dia berharap saya jengkel dan sebal menerima email seperti itu. Harapan yang sia-sia saja. Mengapa ?</p>
<p>Pertama, saya sama sekali tidak berminat pada diskusi mengenai benar salah suatu agama. Tak minat sama sekali. Saya lebih baik jadi pendengar dan penonton yang baik, yang melihat orang menepuk dada dan mengatakan agama orang lain jelek. Saya melihat orang yang demikian seperti manusia yang berkata, &#8220;Saya tuh nggak pernah ngomong-in orang. Nggak seperti si anu, dia kerjanya ngomong-in orang melulu. Padahal mukanya jelek, kakinya pengkor, kepalanya peyang dan suka mendengkur. Sudah gitu, dia itu bawel dan kalau makan suka nggak cuci tangan. Kalau ngomong selalu sesuatu yang buruk, kalau menghina pasti menghina banget bla-bla-bla&#8230;&#8221;</p>
<p>Kedua, orang itu salah alamat. Dia mencaci maki suatu agama dan itu bukan agama saya. Kalau dia berharap saya membenci agama tersebut karena caci maki dia, salah banget. Saya tidak ingin berpretensi pada agama yang tidak saya kuasai dan tidak saya ketahui dengan baik. Biarlah hal itu menjadi pilihan hidup masing-masing.</p>
<p>Agama adalah hubungan pribadi antara sang pencipta dengan ciptaannya. Jangan jadikan agama sebagai sumber pertengkaran  sehingga melupakan esensi mengapa suatu agama itu ada di dunia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2008/12/11/caci-maki-agama-via-email/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

