<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Vavai &#187; banjir</title>
	<atom:link href="http://vavai.com/blog/v2/tag/banjir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vavai.com/blog/v2</link>
	<description>Serendipity of Life</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Jan 2011 00:13:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Catatan Pribadi Soal Semarang</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/04/05/catatan-pribadi-soal-semarang/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2009/04/05/catatan-pribadi-soal-semarang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 03:09:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=543</guid>
		<description><![CDATA[Saya memang bukan kali ini saja main ke Semarang tapi biasanya saya bawa kendaraan sendiri atau naik bis dan itupun cuma sekedar lewat atau singgah untuk shalat di Simpang Lima. Ketika kali ini main ke Semarang dan bisa lihat-lihat suasana kotanya, ada beberapa hal yang bisa menjadi catatan jika dibandingkan dengan suasana kota Bekasi atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya memang bukan kali ini saja main ke Semarang tapi biasanya saya bawa kendaraan sendiri atau naik bis dan itupun cuma sekedar lewat atau singgah untuk shalat di Simpang Lima. Ketika kali ini main ke Semarang dan bisa lihat-lihat suasana kotanya, ada beberapa hal yang bisa menjadi catatan jika dibandingkan dengan suasana kota Bekasi atau kota lain yang pernah saya singgahi.</p>
<p>Yang pertama yang cukup mengagetkan adalah kondisi landas pacu bandara Ahmad Yani yang sangat dekat dengan laut. Sewaktu kemarin saya kesana, tak jauh dari tepi landas pacu terlihat bekas rob / limpahan akibat banjir air laut. Penanaman bakau disekitar lingkungan bandara, utamanya ditepi yang berbatasan dengan laut terlihat masih kurang dan saya sempat berpikir apakah mungkin satu waktu bandara tidak bisa didarati akibat banjir pasang.</p>
<p>Ternyata, ketika saya tiba di Semarang dan sempat browsing via internet, bandara Ahmad Yani pernah ditutup akibat banjir <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kasus kecelakaan pesawat di bandara Polonia Medan yang terletak di tengah pemukiman mungkin menjadi salah satu pertimbangan keamanan sipil sehingga bandara harus terletak jauh dari pemukiman. Seingat saya ini merupakan aturan umum bandara, yang juga menjadi salah satu alasan mengapa bandara Soekarno Hatta ada jauh di pelosok Cengkareng.</p>
<p>Yang menjadi masalah, ancaman banjir ini agak aneh bagi bandara Ahmad Yani karena sewaktu-waktu bisa mendadak ditutup akibat landas pacunya tidak bisa didarati.</p>
<p>Mungkin pihak Angkasa Pura atau Pemda Jateng atau Pemkot Semarang memiliki alasan dan pertimbangan tertentu mengapa lokasi bandara terletak ditepi laut. Mungkin juga sudah ada rencana lain untuk mengantisipasi keadaan ini. Mudah-mudahan sih ada karena kalau melihat keadaan sekarang, kondisinya cukup riskan.</p>
<p>Catatan berikutnya adalah suasana Semarang. Meski ada ditepi pantai, kondisi udaranya tidak sepanas Surabaya maupun Jakarta. Mungkin juga karena saya main kedaerah Banyumanik-Ungaran yang ada didaerah tinggi dan pohon-pohonnya masih cukup banyak sehingga suasananya sejuk.</p>
<p>Dari sisi lalu lintas, Semarang sama ramainya dengan kota-kota besar lain meski tentu saja tidak sebanding dengan suasana macet ramai padat merayap di Jakarta, utamanya di daerah Cakung yang biasa saya lewati sehari-hari. Kotanya juga cukup bersih, jauhlah dibandingkan dengan Bekasi yang tahun kemarin menjabat sebagai kota terkotor se-Indonesia <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Catatan lain menyusul ya, kalau sempat. Soalnya sekarang mau meluncur lagi dan bekerja lagi. Nanti kalau sempat dilanjut di kereta aza, kalau nggak tidur, hehehe&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2009/04/05/catatan-pribadi-soal-semarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebiasaan Saat Musim Hujan Menjelang</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/01/15/kebiasaan-saat-musim-hujan-menjelang/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2009/01/15/kebiasaan-saat-musim-hujan-menjelang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 20:29:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim &#34;Vavai&#34; Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Masih terkait soal musim hujan dan banjir, setelah diingat-ingat ternyata hal ini berpengaruh pada kebiasaan dan persiapan saya sehari-hari. Apa saja itu ? Berangkat kerja jam 6 pagi.  Biasanya saya berangkat kerja jam 7 pagi malah kadang jam 7.30 tapi sekarang saya memilih untuk berangkat lebih awal. Tujuan utama adalah menghindari macet. Kalaupun sampai macet, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.vavai.com/images/cilincing2.jpg"><img src="http://www.vavai.com/images/cilincing2.jpg" alt="macet" width="512" height="384" /></a><br />
Masih terkait soal musim hujan dan banjir, setelah diingat-ingat ternyata hal ini berpengaruh pada kebiasaan dan persiapan saya sehari-hari. Apa saja itu ?</p>
<ol>
<li><strong>Berangkat kerja jam 6 pagi</strong>. <br />
Biasanya saya berangkat kerja jam 7 pagi malah kadang jam 7.30 tapi sekarang saya memilih untuk berangkat lebih awal. Tujuan utama adalah menghindari macet. Kalaupun sampai macet, saya masih punya buffer waktu agar tetap bisa datang ke kantor tepat waktu</li>
<li><strong>Selalu bawa jas hujan</strong>.<br />
Karena saya berangkat kerja membawa <a href="http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/285-Yamaha-Jupiter-MX-CW-135-CC,-Bagus,-Nyaman-dan-Mantap.html">Jupiter MX</a>, saya membuat check list soal barang yang wajib dibawa. Biasanya juga demikian tapi musim hujan membuat saya mewajibkan diri saya sendiri <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  . Saya pernah kelupaan membawa jas hujan (dicuci dan lupa dimasukkan kembali ke jok) dan akibatnya sangat menyengsarakan <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </li>
<li><strong>Tidak bawa mobil.</strong><br />
Mengapa ? Alasan utama dan terbesar adalah karena saya tidak punya mobil, hahaha&#8230; Ya iyalah, mau bawa mobil siapa kalau memang tidak ada mobil. Saya juga tidak lupa, waktu banjir besar tahun 2007 yang membuat Kawasan Berikat Nusantara Cilincing (disamping kantor saya) terendam lebih dari 1 meter, mobil berderet-deret sepanjang jalan tol dan jalan biasa tanpa bisa memutar arah</li>
<li><strong>Optional menggunakan Sepeda Motor</strong>.<br />
Banjir besar kadang tidak bisa ditembus dengan sepeda motor. Jika tidak beruntung dan kurang berpengalaman, sepeda motor yang terendam banjir akan membuat kita cukup sengsara. Meski sudah berhati-hati dengan berjalan pelan, menggunakan gigi rendah (gigi motor maksudnya, bukan gigi kita, hehehe&#8230;) dan memastikan knalpot berbunyi cegluk-cegluk menahan air yang hendak masuk, ada kalanya ban tidak punya mata (mungkin gelagepan <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  kemasukan air ) dan terjerumus ke lubang. Selain bikin kaget juga bisa menyebabkan motor berhenti mendadak dan knalpotnya kemasukan air</li>
<li><strong>Menyimpan pakaian di kantor</strong>.<br />
Sebagai tindakan emergency, saya menyimpan 1 set pakaian di kantor sebagai buffer dan contingency plan. Kebetulan saya punya loker pribadi yang bisa menyimpan pakaian, kue-kue, buah, nasi tim (lho kok&#8230;) dll</li>
<li><strong>Menggunakan sandal</strong>.<br />
Ini juga optional. Daripada khawatir ban sepeda motor terjerumus atau motor jatuh karena tiba-tiba terpeleset, saya memilih untuk berangkat kerja menggunakan sandal dan berganti sepatu ditempat kerja. Jadi ingat waktu SD <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  . Apakah kelihatannya sangat tidak professional ? Ya nyatanya memang demikian kok jadi saya maafkan jika anda beranggapan demikian.</li>
<li><strong>Memonitor kondisi kantor dan curah hujan secara berkala</strong>.<br />
Jika turun hujan deras bin lebat, saya biasanya mengecek ke kantor dan menanyakan apakah jalan kearah kantor banjir atau tidak. Jika ya, bisa saja saya memutuskan tidak membawa kendaraan dan memilih menggunakan angkutan umum yang diteruskan dengan ojek. Daripada saya senewen membawa kendaraan dan menanti tanpa kepastian, lebih baik saya membawa diri pribadi saja <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya pernah bertanya via telepon ke Security yang bertugas :<br />
&#8220;Pagi pak, Vavai speaking here&#8230;&#8221; <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /><br />
&#8220;Pak, apakah kantor kebanjiran dan apakah jalan masuk juga banjir ?&#8221;<br />
Demikian tanya saya sambil memandang cemas pada hujan yang tak kunjung berhenti. Apa jawaban pihak Security ?<br />
&#8220;Maaf pak, disini terang benderang dan tidak hujan, jadi gimana mau banjir ?&#8221; <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p>Kamu punya kebiasaan lain ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2009/01/15/kebiasaan-saat-musim-hujan-menjelang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musim Hujan (dan Banjir) Telah Tiba !</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/01/15/musim-hujan-dan-banjir-telah-tiba/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2009/01/15/musim-hujan-dan-banjir-telah-tiba/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 20:07:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim &#34;Vavai&#34; Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Saya selalu hapal musim hujan berlaku mulai Oktober-April sedangkan Kemarau keabalikannya tapi sudah beberapa tahun belakangan musim hujan sedikit bergeser dan biasanya akan mencapai puncaknya dibulan Januari dan Februari. Dua hari kemarin hujan deras melanda Bekasi, Jakarta dan sekitarnya (Bekasi tempat saya tinggal, Jakarta tempat saya kerja, wilayah lain saya belum tahu tapi sepertinya merata). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya selalu hapal musim hujan berlaku mulai Oktober-April sedangkan Kemarau keabalikannya tapi sudah beberapa tahun belakangan musim hujan sedikit bergeser dan biasanya akan mencapai puncaknya dibulan Januari dan Februari.</p>
<p>Dua hari kemarin hujan deras melanda Bekasi, Jakarta dan sekitarnya (Bekasi tempat saya tinggal, Jakarta tempat saya kerja, wilayah lain saya belum tahu tapi sepertinya merata). Hujan deras 2 hari ini sudah menyebabkan banjir dimana-mana.</p>
<p>Sewaktu banjir besar tahun 2007, pejabat publik hingga pengamat karbitan mengatakan bahwa banjir besar itu merupakan siklus 5 tahunan tanpa berpikir bahwa kenapa juga  banjir menunggu waktu 5 tahun untuk mengumpulkan teman-temannya agar bisa besar <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Siklus 5 tahunan secara ilmiah nampaknya dikaitkan dengan kondisi iklim, tapi melihat curah hujan dan persiapan menghadapi banjir yang dilakukan oleh pemda-pemda, saya yakin banjir tidak perlu menunggu waktu 5 tahun mendatang untuk menjadi besar.</p>
<p>Karena 2 hari hujan saja sudah membuat banyak wilayah kebanjiran dan macet dimana-mana, silakan menanti celoteh para pejabat dan pengamat soal penyebab banjir.</p>
<p>Kemarin baca berita kalau Gubernur Jakarta berkomentar soal Ciliwung yang seperti Carrefour, ada macam-macam disana. Ada sikat, odol,  shampoo, makanan dan berbagai variasi sampah. Maksudnya mungkin baik, menyindir warga yang membuang sampah sembarangan. Tapi, semua orang sudah tahu itu, lha berarti pak gubernur ini telat tahunya.</p>
<p>Saran saya, sebaiknya para pejabat publik membuat aturan untuk masuk kantor jam 9 pagi. Waktu 1 jam dari jam 8 hingga jam 9 digunakan untuk mengecek kondisi lapangan, jadi meeting yang dilakukan benar-benar sesuai dengan realita dilapangan.</p>
<p>Kalau soal bicara panjang lebar dan diskursus mengenai apa dan mengapa, orang Indonesia tentu pang jago-jagona. Paling hebat. Soal realisasi itu urusan nanti. Apakah ini berlaku untuk penanganan banjir ditahun ini atau tidak, mari kita lihat saja <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2009/01/15/musim-hujan-dan-banjir-telah-tiba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

