<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Vavai &#187; Asuransi Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://vavai.com/blog/v2/tag/asuransi-pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vavai.com/blog/v2</link>
	<description>Serendipity of Life</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Jan 2011 00:13:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tips Membiayai Tabungan Pendidikan &amp; Tabungan Mapan</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/03/24/tips-membiayai-tabungan-pendidikan-tabungan-mapan/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2009/03/24/tips-membiayai-tabungan-pendidikan-tabungan-mapan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 00:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Tabungan Mapan]]></category>
		<category><![CDATA[Tabungan Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[Bagi rekan-rekan yang belum membaca artikel tentang tabungan pendidikan dan tabungan mapan, silakan merujuk ke artikel bagian 1, bagian 2 dan bagian 3. Semua orang tahu bahwa tabungan merupakan sesuatu yang penting sebagai antisipasi keadaan yang tidak diinginkan, namun masalahnya, bagaimana menutup biaya atau setoran untuk tabungan jika pendapatan kita selama ini hanya habis untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi rekan-rekan yang belum membaca artikel tentang tabungan pendidikan dan tabungan mapan, silakan merujuk ke artikel <a href="http://vavai.com/blog/v2/2009/03/20/tabungan-pendidikan-dan-tabungan-mapan/">bagian 1</a>, <a href="http://vavai.com/blog/v2/2009/03/21/tabungan-pendidikan-dan-tabungan-mapan-part-2/">bagian 2</a> dan <a href="http://vavai.com/blog/v2/2009/03/23/tabungan-pendidikan-dan-tabungan-mapan-part-3/">bagian 3</a>.</p>
<p><a href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/03/money-online.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-530" style="margin: 5px;" title="money-online" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/03/money-online.jpg" alt="money-online" width="250" height="233" /></a>Semua orang tahu bahwa tabungan merupakan sesuatu yang penting sebagai antisipasi keadaan yang tidak diinginkan, namun masalahnya, bagaimana menutup biaya atau setoran untuk tabungan jika pendapatan kita selama ini hanya habis untuk keperluan belanja bulanan ? Apakah kita harus berhenti makan sekian hari untuk memenuhinya ? <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Menyisihkan sebagian dana merupakan cara yang lebih baik namun bagaimana jika tak ada lagi dana yang bisa disisihkan. Alih-alih menabung sebagai bagian dari manajemen resiko, kita malah terkena resiko yang tidak diinginkan karena dana yang kita siapkan untuk keperluan hidup harus dibagi lagi untuk keperluan tabungan.</p>
<p>Ada cara yang lebih elegan untuk itu tanpa harus mengganggu pendapatan rutin bulanan yaitu dengan meningkatkan pendapatan. Caranya bisa dengan bermacam upaya, baik yang memerlukan modal atau tidak tapi saya akan menitik beratkan pada upaya yang sudah saya lakukan karena cara ini semestinya bisa dilakukan oleh setiap blogger, hanya saja cara ini memerlukan kerja keras yang berbeda antar blogger.</p>
<p>Cara yang lebih elegan dan sudah saya praktekkan adalah dengan cara mencari pendapatan secara online, dalam hal ini mengikuti paid review dan menempatkan link berbayar.</p>
<p>Mungkin ada yang langsung ilfil begitu mengetahui cara ini, padahal jika dikelola dengan baik, kita tidak perlu ilfil seperti itu.</p>
<p><a href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/03/online-earning.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-531" title="online-earning" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/03/online-earning.jpg" alt="online-earning" width="297" height="232" /></a>Pertama, paid review yang selama ini saya lakukan (ada di reviewme) bisa saya kelola tanpa harus kehilangan esensi tulisan sebagai sumber informasi. Kedua, keikut sertaan saya pada program paid review yang umumnya menggunakan bahasa Inggris adalah sebagai bagian saya belajar berbahasa <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  . Ketiga, kita bisa memilih untuk menerima atau menolak review yang kita inginkan.</p>
<p>Nilai pembayarannya memang relatif kecil (tergantung ranking blog kita) namun secara umum saya menikmatinya karena paid review ini menyumbang cukup besar meski saya baru 2 bulan ikutan (ikutnya sih sudah lama tapi selama ini saya cuekin <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  ).</p>
<p>Saya menikmati kegiatan menulis ini karena tulisan saya memang diarahkan sebagai artikel feature, dalam arti saya memilah mana artikel yang bisa saya kelola dan saya sesuaikan dengan kegiatan yang saya lakukan. Sebagai contoh, salah satu review yang saya lakukan adalah tentang hosting yang memiliki relasi dengan kegiatan ngeblog yang saya lakukan dan tentang kostum ulang tahun untuk anak-anak yang ada kaitannya dengan rencana ulang tahun Zeze Vavai 26 Maret 2009 ini.</p>
<p>Yang kedua adalah menempatkan link berbayar. Pilihannya beragam. Yang saya ikuti antara lain dari Text Link Ads (TLA), Backlinks, Intellilinks dan Infolinks.</p>
<p>Syaratnya memang bervariasi, ada yang memperbolehkan blog berbahasa Indonesia dan ada yang minta blog berbahasa Inggris. Meski demikian, jika kita memiliki blog dengan PageRank yang cukup lumayan (minimal 4) dan memiliki pengunjung tetap yang cukup lumayan, umumnya sebagian besar layanan menerima kita.</p>
<p>Untuk mendaftar juga tidak terlalu sulit. Jika anda pengguna blog berbasis WordPress, tersedia plugin yang bisa langsung diaktifkan kok. Untuk register TLA, silakan gunakan link berikut (link ini menggunakan referal saya, silakan gunakan <a href="http://text-link-ads.com">link ini</a> jika tidak mau menggunakan referal dan ingin submit langsung)</p>
<p><script type="text/javascript"><!--
/* <! [CDATA[ */
function affiliateLink(str){ str = unescape(str); var r = ''; for(var i = 0; i < str.length; i++) r += String.fromCharCode(9^str.charCodeAt(i)); document.write(r); }
affiliateLink('5h%29a%7Blo4+a%7D%7Dy3%26%26%7E%7E%7E%27%60ge%60gbz%27jfd%266%7Blo4%3E9%3F98+7Be%60b%29m%60z%60g%60%29%7Cg%7D%7Cb%29Kl%7Bnhk%7Cgn%29mlgnhg%29%5DEH%29@ge%60gbz5%26h7');
/* 
 */
//  &gt;
// --></script></p>
<p>Mekanisme kerja TLA adalah mendeteksi entry/posting artikel kita menggunakan plugin yang sudah terinstall, kemudian mengambil keyword-keyword tertentu. Jika keyword yang diambil dari blog kita ada peminatnya, TLA secara otomatis menempatkan hyperlink untuk keyword tersebut. Simple tanpa campur tangan kita.</p>
<p>Backlinks, Infolinks dan Intellilinks cara kerjanya mirip dengan TLA. Kita memasang link advertiser dan kita menerima pembayaran untuk hitungan bulanan.</p>
<p>Ingat bahwa kita punya hak untuk menerima atau menolak link yang diberikan jadi kita akan diberikan konfirmasi (sesuai setting yang kita pilih) jika ada peminat terhadap link yang kita sediakan. Beware, ada kabar bahwa Google tidak menyukai link berbayar dan akan melakukan penalti penurunan PageRank, meski hal ini tidak terjadi pada blog yang saya miliki.</p>
<p>Pembayaran dari Link berbayar dan Paid Review ini lebih dari cukup menutup Tabungan Pendidikan dan Tabungan mapan yang saya ambil meski tidak berlebihan amat. Minimal saya bisa mengurangi defisit anggaran melalui side effect dari kegiatan yang merupakan hobby saya yaitu menjadi seorang Blogger.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2009/03/24/tips-membiayai-tabungan-pendidikan-tabungan-mapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tabungan Pendidikan dan Tabungan Mapan Part 2</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/03/21/tabungan-pendidikan-dan-tabungan-mapan-part-2/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2009/03/21/tabungan-pendidikan-dan-tabungan-mapan-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 00:45:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim &#34;Vavai&#34; Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tabungan Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan tulisan saya di episode awal, tabungan pendidikan semestinya menjadi salah satu kewajiban utama kita sebagai orang tua, berapapun penghasilan yang kita miliki. Banyak teman-teman yang mengeluh pada saya saat saya bercerita soal tabungan pendidikan yang saya ambil, &#8220;Buat makan saja pas-pasan Vai, gimana buat yang lain&#8230;&#8221; Menurut saya ucapan ini tidak tulus ikhlas dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/03/tabungan-pendidikan.gif"><img class="alignright size-full wp-image-500" style="margin: 5px;" title="tabungan-pendidikan" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/03/tabungan-pendidikan.gif" alt="tabungan-pendidikan" width="310" height="257" /></a>Melanjutkan tulisan saya di <a href="http://vavai.com/blog/v2/2009/03/20/tabungan-pendidikan-dan-tabungan-mapan/">episode awal</a>, tabungan pendidikan semestinya menjadi salah satu kewajiban utama kita sebagai orang tua, berapapun penghasilan yang kita miliki. Banyak teman-teman yang mengeluh pada saya saat saya bercerita soal tabungan pendidikan yang saya ambil,</p>
<p>&#8220;Buat makan saja pas-pasan Vai, gimana buat yang lain&#8230;&#8221;</p>
<p>Menurut saya ucapan ini tidak tulus ikhlas dan hanya untuk mendramatisir <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' />  . Mengapa ? Karena jika seperti itu yang terjadi berarti situasinya sudah benar-benar  kritis dan tidak ada manajemen resiko sama sekali. Masya iya tak ada uang sama sekali untuk ditabungkan padahal masih sempat untuk jajan. Mungkin bukan tidak ada uang sama sekali melainkan ada yang salah dalam pengaturan dan pengelolaan keuangannya.</p>
<p>Saya bukan orang yang tepat bicara soal manajemen resiko dan perlindungan keluarga karena nyatanya saya baru ambil tabungan pendidikan dan tabungan hari tua beberapa waktu yang lalu. Saya juga bukan orang yang sedemikian paham dengan aspek keuangan. Saya hanya orang biasa yang mencoba dan berusaha agar anak saya memiliki proteksi yang lebih baik dibandingkan saya sendiri.</p>
<p>Bagi saya pribadi, tabungan pendidikan adalah bagian dari tanggung jawab dan bagian dari upaya kita sendiri mengurangi resiko. Tak perlu malu memilih tabungan pendidikan dengan jumlah paling kecil karena nantinya kita bisa dengan leluasa meningkatkan besarannya andai kata kita memiliki kemampuan untuk itu. Tak usah memaksakan diri untuk mengambil tabungan pendidikan dengan besaran setoran bulanan yang terlampau besar yang justru membuat kita kalang kabut sendiri untuk menutupnya.</p>
<p>Jangan juga takut untuk berkeluarga atau memiliki anak karena khawatir repot mengurus tabungan pendidikan, asuransi kesehatan dan segala proteksi untuk anak karena nilai kebahagiaan yang diberikan jauh diatas itu semua.</p>
<p>Tabungan pendidikan tidak harus dilakukan di Bank. Kita bisa saja menabung sendiri asal berkomitmen menjaganya. Ini yang sulit, utamanya bagi saya pribadi lantaran berbagai sebab :  bisa saja saya lalai menabung; tabungannya diambil untuk keperluan lain atau besarannya tidak konsisten. Atas pertimbangan tersebut  saya lebih memilih tabungan pendidikan di bank dan memilih opsi <em>standing instruction</em>, memotong langsung besaran gaji tertentu (dalam hal ini 250 ribu) setiap tanggal tertentu yang bisa kita pilih sendiri.</p>
<p>Tabungan pendidikan cukup fleksibel dan mudah dalam proses administrasinya, antara lain karena :</p>
<ol>
<li>Besarannya bisa kita pilih sendiri. Kita bisa memilih dari yang paling kecil hingga berbagai besaran tertentu. Untuk saat ini, rata-rata bank menyediakan pilihan mulai dari 100 ribu rupiah hingga beberapa juta rupiah per bulan</li>
<li>Masa tabungan bisa dipilih sendiri. Kita bisa memilih tahun-tahun tertentu (masuk SD, SMP, SMA atau kuliah) sebagai masa pengambilan tabungan. Untuk Zeze Vavai misalnya, saya memilih masa 14 tahun dengan estimasi usia Zeze Vavai saat tabungan hendak diambil adalah 17 tahun atau pas usia hendak masuk perguruan tinggi. Anda bisa memilih sendiri masa tabungan yang dikehendaki. Saya pribadi tidak memilih waktu yang dekat karena nilainya mungkin tidak cukup banyak dan biaya yang diperlukan masih dalam jangkauan.</li>
<li>Setelah periode tertentu bisa diambil. Kita bisa secara mendadak mengambil tabungan meski masa tabungan itu belum berakhir. Misalnya kita memilih masa 10 tahun namun ditahun ke 7 ingin diambil karena sebab tertentu, itu bisa saja. Memang sih biasanya ada klausul yang membatasi masa minimal tabungan mengendap, misalnya minimal 1-3 tahun dan jika diambil sebelum masa itu, akan dikenakan penalti sesuai nilai bunga. Nilai penalti biasanya diberitahukan diawal kita mengajukan pembukaan tabungan.</li>
<li>Adanya perlindungan asuransi. Jika satu waktu terjadi hal yang tidak diinginkan pada nasabah, asuransi pendidikan akan melakukan cover pembayaran bulanan dan meneruskannya hingga sisa waktu. Ada beberapa klausa yang menyertainya, misalnya harus sudah menjadi nasabah minimal sekian periode dan harus memenuhi syarat-syarat standar asuransi (Meninggal dunia karena bunuh diri misalnya, tidak memenuhi syarat asuransi)</li>
<li>Tabungan akan secara otomatis didebet dari rekening yang ditunjuk. Jika saldo rekening tidak mencukupi, ada denda/penalti dengan besaran tertentu (disampaikan saat kita hendak membuka tabungan)</li>
<li>Kita mendapat semacam sertifikat atau piagam yang menyatakan dan menjadi bukti tabungan pendidikan.</li>
</ol>
<p>Posting mendatang akan saya tuliskan penjelasan tentang Tabungan Mapan/Hari Tua. Tadinya bagian kedua ini akan berisi penjelasan tentang tabungan Mapan namun atas permintaan khusus dari mas <a href="http://aris.pituruh.com/">Aris Priyantoro </a>pada tulisan sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2009/03/21/tabungan-pendidikan-dan-tabungan-mapan-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tabungan Pendidikan dan Tabungan Mapan</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/03/20/tabungan-pendidikan-dan-tabungan-mapan/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2009/03/20/tabungan-pendidikan-dan-tabungan-mapan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 01:53:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tabungan Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[Mohon maaf, ilustrasinya masuk kaidah pornografi Sekitar 3 minggu yang lalu saya secara iseng membuka rekening tabungan di Bank Niaga Kelapa Gading Jakarta, salah satu cabang Bank terdekat dari kantor saya. Sebab awalnya adalah waktu hendak melakukan testing Western Union, namun akhirnya saya sekalian membuka rekening tabungan Extra. Tabungan Extra adalah salah satu jenis tabungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon maaf, ilustrasinya masuk kaidah pornografi <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/03/tabungan-pendidikan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-480" style="margin: 5px;" title="tabungan-pendidikan" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/03/tabungan-pendidikan.jpg" alt="tabungan-pendidikan" width="213" height="320" /></a>Sekitar 3 minggu yang lalu saya secara iseng membuka rekening tabungan di Bank Niaga Kelapa Gading Jakarta, salah satu cabang Bank terdekat dari kantor saya. Sebab awalnya adalah waktu hendak melakukan testing <a href="http://vavai.com/blog/v2/2009/02/09/cara-withdraw-pembayaran-adsense-via-western-union-di-indonesia/">Western Union</a>, namun akhirnya saya sekalian membuka rekening tabungan Extra. Tabungan Extra adalah salah satu jenis tabungan di Bank Niaga yang featurenya mirip seperti  Tahapan BCA. Saat itu, karena mepet shalat Jum&#8217;at, saya hanya membuka rekening tabungan Extra dan ATM Niaga.</p>
<p>1 minggu kemudian saya kembali untuk mengurus account Internet Banking dan Phone Banking Bank Niaga. Saat itulah saya terpikir untuk membuka tabungan pendidikan untuk Zeze Vavai.</p>
<p>Saya pernah ditawarkan asuransi pendidikan, tabungan pendidikan atau <em>something like that</em> tapi selama ini cuma berputar-putar mikir tanpa realisasi. Daripada yang sekarang juga sama, ya lebih baik langsung saya daftarkan.</p>
<p>Saat ini Zeze Vavai berumur 3 tahun. Setelah menelpon isteri dan diskusi selama 2.37 menit <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  akhirnya saya memutuskan untuk mengambil tabungan pendidikan dengan pembayaran bulanan sebesar Rp. 250.000,- per bulan selama 14 tahun.</p>
<p>Masa 17 tahun saya estimasikan adalah masa disaat Zeze Vavai sedang persiapan ke perguruan tinggi. Untuk pendidikan TK hingga SMA saya estimasikan masih mampu membiayainya secara normal. Tentu saja ada banyak kemungkinan yang terjadi, misalnya resesi, devaluasi, krisis atau hal lain sejenisnya yang mungkin menjadikan tabungan pendidikan ini berkurang valuenya namun saya pikir saya harus mempersiapkan pendidikan Zeze Vavai sebaik-baiknya.</p>
<p>Saya tidak tahu usia saya sampai kapan dan sampai sejauh mana saya mampu memberikan persiapan yang terbaik untuk Zeze Vavai namun saya harus memulai dan mempersiapkannya agar andaikata terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, sudah ada antisipasi ke arah itu.</p>
<p>Awalnya isteri saya kaget saya mengambil tabungan pendidikan karena saya memang tidak bilang sebelumnya. Diskusipun hanya via telepon. Isteri saya juga terkejut saat saya bilang tabungan saya akan dipotong secara rutin sebesar Rp. 250.000,-</p>
<p>&#8220;Kenapa nggak 100 ribu saja ?&#8221;, tanya isteri saya setelah saya beritahu minimal tabungan adalah 100 ribu per bulan. Halah, kira-in saya mestinya mengambil tabungan pendidikan dengan pembayaran bulanan  500 ribu <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>250 ribu saya ambil karena nilainya setelah 14 tahun saya estimasikan cukup untuk biaya masuk perguruan tinggi dan pembayaran bulanannya juga tidak terlampau memberatkan saya.</p>
<p>Teman-teman yang lebih mampu mungkin bisa mengambil tabungan pendidikan yang lebih besar namun pada hakikatnya yang utama adalah kepedulian kita pada masa depan putera-puteri kita.</p>
<p>Saya memang baru punya Zeze Vavai namun jika satu saat diberi amanah adiknya Zeze Vavai, saya juga harus mempersiapkan tabungan pendidikan yang sama agar mereka tidak terlalu risau pada masa depan yang menanti.</p>
<p>Takdir dan masa depan memang ada ditangan yang maha kuasa tapi kita sebagai manusia tidak ada salahnya berencana, begitu pikir saya.</p>
<p>Oh ya, bagi teman-teman yang tertarik untuk membuka tabungan pendidikan dan bingung dengan istilah tabungan atau asuransi pendidikan, pada dasarnya kedua istilah ini sama saja hanya titik beratnya yang berbeda. Tabungan pendidikan ini juga disertai asuransi pendidikan yang akan meneruskan pembayaran tabungan bulanan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada si nasabah. Waktunya mungkin berbeda-beda, misalnya beberapa tabungan pendidikan mempersyaratkan masa tabungan minimal 2-3 tahun baru mendapat cover dari asuransi, sedangkan tabungan pendidikan yang lain akan melakukan cover asuransi sejak awal.</p>
<p>Saya akan membahas tabungan mapan sebagai proteksi masa hari tua (THT/JHT, Tabungan Hari Tua/Jaminan Hari Tua) pada posting berikutnya.  Sekarang kerja dulu lha yau <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Artikel yang cukup berguna :</p>
<ol>
<li> <a href="http://www.perencanakeuangan.com/files/MemilihAsuransiatauTabunganPendidikan.html">Memilih Asuransi atau Tabungan Pendidikan ?</a></li>
<li><a href="http://www.dunia-ibu.org/sharing/index.php?id=390">Asuransi Pendidikan Vs Tabungan Pendidikan</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2009/03/20/tabungan-pendidikan-dan-tabungan-mapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

