<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Vavai</title>
	<atom:link href="http://vavai.com/blog/v2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vavai.com/blog/v2</link>
	<description>Serendipity of Life</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Jan 2011 00:13:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Blog ini Pindah ke Domain Utama</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/24/blog-ini-pindah-ke-domain-utama/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/24/blog-ini-pindah-ke-domain-utama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 07:29:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1403</guid>
		<description><![CDATA[Setelah berpikir dan mempertimbangkan beberapa keuntungan dan kerugian, saya memutuskan untuk memindahkan blog utama ini ke blog yang baru menggunakan domain utama http://www.vavai.com. Alasan utama dan pertimbangannya saya tuliskan disini. Alasan lain dan target awal dari pemindahan ini saya tuliskan disini. Mudah-mudahan pemindahan ini bisa bermanfaat secara penuh bagi para pengunjung blog saya dan bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com"><img class="alignnone size-full wp-image-1405" title="vavaidotcom" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/vavaidotcom1.jpeg" alt="" width="480" height="279" /></a></p>
<p>Setelah berpikir dan mempertimbangkan beberapa keuntungan dan kerugian, saya memutuskan untuk memindahkan blog utama ini ke blog yang baru menggunakan domain utama <a href="http://www.vavai.com">http://www.vavai.com</a>.</p>
<p>Alasan utama dan pertimbangannya saya tuliskan <a href="http://vavai.com/2010/01/23/konsolidasi-website-pribadi/">disini</a>. Alasan lain dan target awal dari pemindahan ini saya tuliskan <a href="http://vavai.com/2010/01/22/meningkatkan-performance-blog/">disini</a>. Mudah-mudahan pemindahan ini bisa bermanfaat secara penuh bagi para pengunjung blog saya dan bagi saya pribadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/24/blog-ini-pindah-ke-domain-utama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Account Twitternya Bill Gates</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/20/account-twitternya-bill-gates/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/20/account-twitternya-bill-gates/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 07:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bill Gates]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1398</guid>
		<description><![CDATA[Langkah awal Bill Gates mencoba mengakuisisi Twitter ? Whatever, dia punya banyak follower meski baru 12 jam gabung di Twitter]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Langkah awal Bill Gates mencoba mengakuisisi Twitter ? <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Whatever, dia punya banyak follower meski baru 12 jam <a href="http://twitter.com/billgates">gabung di Twitter</a> <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://twitter.com/billgates"><img class="size-full wp-image-1399 alignnone" title="billgates" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/billgates.jpeg" alt="Bill Gates Twitter Account" width="469" height="273" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/20/account-twitternya-bill-gates/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>VMWare Mengakuisisi Zimbra</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/15/vmware-mengakuisisi-zimbra/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/15/vmware-mengakuisisi-zimbra/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 01:40:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Zimbra]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1393</guid>
		<description><![CDATA[Rumor bahwa Yahoo akan melepas Zimbra memang terdengar sejak beberapa waktu yang lalu, bahkan menuai kontroversi karena ada kabar Yahoo akan melepasnya ke Microsoft. Setelah rumor tersebut reda, muncul berita baru bahwa Yahoo jadi juga melepas Zimbra namun bukan dilepas untuk Microsoft melainkan diberikan pada VMWare. Seperti yang diumumkan oleh VMWare dan Zimbra sendiri, akuisisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rumor bahwa Yahoo akan melepas Zimbra memang terdengar sejak beberapa waktu yang lalu, bahkan menuai kontroversi karena ada kabar Yahoo akan melepasnya ke Microsoft<a href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/zimbra-vmware.png"><img class="alignright size-full wp-image-1394" title="zimbra-vmware" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/zimbra-vmware.png" alt="" width="304" height="194" /></a>. Setelah rumor tersebut reda, muncul berita baru bahwa Yahoo jadi juga melepas Zimbra namun bukan dilepas untuk Microsoft melainkan diberikan pada VMWare.</p>
<p>Seperti yang diumumkan oleh <a href="http://www.vmware.com/company/news/releases/zimbra.html">VMWare</a> dan <a href="http://www.zimbrablog.com/blog/archives/2010/01/zimbra-to-join-vmware.html">Zimbra</a> sendiri, akuisisi ini ditujukan untuk memperkuat sisi teknologi VMWare disamping tentunya sekaligus membawa teknologi virtualisasi dan cloud computing kedalam Zimbra. Sekedar catatan, Zimbra merupakan salah satu Virtual Appliance yang paling banyak didownload di website VMWare.</p>
<p>Dari sisi pengguna Zimbra, akuisisi ini mendapat respon positif daripada ketika terbetik kabar bahwa Microsoft yang akan mencaplok Zimbra. Selain kemungkinan akan habisnya pamor Zimbra (karena Microsoft tentu akan mengutamakan produk mereka sendiri, Microsoft Exchange Server), model dual lisensi yang dianut Zimbra-salah satunya adalah lisensi Open Source-dianggap tidak selalu seiring sejalan dengan model bisnis Microsoft.</p>
<p>Apakah benar bahwa akuisisi ini akan memperkuat dan meningkatkan pangsa pasar VMWare dan Zimbra, kita masih menunggu perkembangan selanjutnya, yang jelas saya pribadi melihatnya sebagai suatu berita positif bagi perkembangan keduanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/15/vmware-mengakuisisi-zimbra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Survei Co-Location Server</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/14/survei-co-location-server/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/14/survei-co-location-server/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 06:32:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Co-Location Server]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Zimbra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1390</guid>
		<description><![CDATA[Siang ini saya berencana berkunjung ke gedung Cyber untuk survei penyedia layanan co-location server. Pembicaraan via telepon dan email sudah dilakukan tapi sepertinya memang lebih enak kalau lihat langsung. Rencananya co-location server ini diperuntukkan sebagai backup data dan pemusatan semua website group perusahaan. Ada kemungkinan  saya nimbrung memasang harddisk untuk mirror dan repository  komunitas openSUSE [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang ini saya berencana berkunjung ke gedung Cyber untuk survei penyedia layanan co-location server. Pembicaraan via telepon dan email sudah dilakukan tapi sepertinya memang lebih enak kalau lihat langsung.</p>
<p>Rencananya co-location server ini diperuntukkan sebagai backup data dan pemusatan semua website group perusahaan. Ada kemungkinan  saya nimbrung memasang harddisk untuk mirror dan repository  komunitas openSUSE Indonesia dan Zimbra Indonesia, hehehe&#8230;</p>
<p>Saat ini memang belum ada aplikasi yang urgent yang akan dipasang namun nantinya ada rencana menjadi server co-location ini sebagai pusat data online untuk kebutuhan customer perusahaan, misalnya jika mereka ingin secara langsung mengakses data laporan yang selama ini digenerate dari aplikasi di kantor.</p>
<p>Ada rekomendasi apa saja yang perlu dipertimbangkan selain stabilitas, kapasitas dan bandwidth yang diberikan ? Jika ada rekomendasi penyedia layanan co-location server di Indonesia yang layanannya memuaskan dengan biaya relatif bersaing tentu akan sangat saya hargai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/14/survei-co-location-server/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menambahkan Kode PHP &amp; Javascript pada Template Smarty</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/12/menambahkan-kode-php-javascript-pada-template-smarty/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/12/menambahkan-kode-php-javascript-pada-template-smarty/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 03:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1388</guid>
		<description><![CDATA[Saya mengelola beberapa website dan ada diantaranya yang menggunakan Serendipity blog engine atau  Pligg. Kedua engine tersebut menggunakan Smarty framework yang dibangun dari kode  PHP. Meski menggunakan kode PHP, Smarty memiliki pendekatan yang berbeda dalam menggunakannya. Smarty menggunakan tags-tags khusus yang nantinya diparsing menjadi tampilan html, akibatnya kita tidak bisa secara langsung menambahkan kode PHP [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mengelola beberapa website dan ada diantaranya yang menggunakan <a href="http://s9y.org">Serendipity blog engine</a> atau  <a href="http://pligg.com">Pligg</a>. Kedua engine tersebut menggunakan Smarty framework yang dibangun dari kode  PHP. Meski menggunakan kode PHP, Smarty memiliki pendekatan yang berbeda dalam menggunakannya. Smarty menggunakan tags-tags khusus yang nantinya diparsing menjadi tampilan html, akibatnya kita tidak bisa secara langsung menambahkan kode PHP atau Javascript seperti biasanya</p>
<p>Jika kita ingin menambahkan kode PHP tau Javascript, gunakan tips berikut :</p>
<ol>
<li>Buka file TPL yang diinginkan (tpl adalah ekstension file untuk template Smarty) dan gunakan tags {php} dan {/php} untuk mengapit kode PHP yang diinginkan, contoh :
<pre class="brush: php">
{php}include(&#039;/home//vavai/vavai.net/myphpfile.php&#039;);{/php}
</pre>
<p>Perhatikan bahwa saya lebih cenderung menggunakan path absolute dan bukan path relative untuk penulisan folder</li>
<li>Buka file TPL yang diinginkan dan gunakan tags {literal} dan {/literal} untuk menambahkan kode Javascript seperti contoh berikut ini :
<pre class="brush: php">
{literal}&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;// &lt;![CDATA[
initializetabcontent(&quot;tags_comments&quot;)
// ]]&gt;&lt;/script&gt;{/literal}
</pre>
</li>
</ol>
<p>Pada contoh pertama, kita bisa saja menambahkan kode PHP secara langsung diantara 2 tags namun saya lebih prefer untuk menggunakan file php yang diinclude karena kode jadi lebih bersih, mudah dibaca dan mudah dikelola.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/12/menambahkan-kode-php-javascript-pada-template-smarty/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Meningkatkan Jumlah Pengunjung Blog</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/11/tips-meningkatkan-jumlah-pengunjung-blog/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/11/tips-meningkatkan-jumlah-pengunjung-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 11:07:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1380</guid>
		<description><![CDATA[Awal tahun ini saya punya project kecil-kecilan, yaitu meningkatkan jumlah pengunjung salah satu blog saya menjadi sekitar 2X lipat. Target ini sebenarnya ambisius buat saya pribadi, namun masih memungkinkah untuk bisa saya capai. Jumlah pengunjungnya sendiri belum terlalu besar jadi target jumlah pengunjung 2X lipat hanya terlihat besar dari sisi angka meski nyatanya masih tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awal tahun ini saya punya project kecil-kecilan, yaitu meningkatkan jumlah pengunjung <a href="http://vavai.net" mce_href="http://vavai.net">salah satu blog saya</a> menjadi sekitar 2X lipat.</p>
<p>Target ini sebenarnya ambisius buat saya pribadi, namun masih memungkinkah untuk bisa saya capai. Jumlah pengunjungnya sendiri belum terlalu besar jadi target jumlah pengunjung 2X lipat hanya terlihat besar dari sisi angka meski nyatanya masih tetap kecil.</p>
<p>Pada bukan Desember 2009 jumlah pengunjung blog tersebut rata-rata 200-500 orang. Target saya adalah menjadikan jumlah rata-rata pengunjung per hari sebanyak 1000 pengunjung, tentu saja pengunjung dalam kategoru <i>unique visitor</i>. Target sampingan lainnya adalah meningkatkan PageRank (saat ini PR3) dan Alexa Rank. Target akhirnya adalah menghidupi blog tersebut, kekekeke&#8230;.</p>
<p>Ada beberapa kesulitan yang menghadang upaya ini. Kesulitan terbesar adalah karena blog saya itu merupakan blog untuk belajar bahasa Inggris, jadi saya harus terseok-seok membuat artikel yang unik (karena saya tidak mau copy-paste artikel). Setiap saya menulis artikel pasti ada tab Google Translate yang terbuka, itupun mungkin hasilnya membuat orang tambah pusing memahami tulisan saya, hehehe&#8230;</p>
<p>Kesulitan kedua adalah dari sisi isi. Blog saya itu difeed di <a href="http://planetsuse.org" mce_href="http://planetsuse.org">Planetsuse</a> untuk kategori artikel yang berkaitan dengan openSUSE. Karena PlanetSUSE juga terkait dengan mailing list, forum dan openSUSE weekly news, cukup banyak trafik yang datang ke blog saya yang direfer oleh PlanetSUSE. Syaratnya, saya harus menulis artikel yang bukan saja unik tapi juga memiliki isi yang terkait dengan openSUSE agar tidak mengacak-acak tema PlanetSUSE secara keseluruhan, meski kadang saya nakal juga menyelipkan satu-dua tulisan non openSUSE agar difeed disana <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apa saja yang saya lakukan untuk bisa merealisasikan harapan saya ini ? Berikut adalah beberapa langkah standar :</p>
<ol>
<li><b>Melakukan update posting secara rutin</b>. Cara paling mudah adalah menerjemahkan tulisan-tulisan yang sudah ada di blog saya. Cara lain adalah dengan melihat suatu artikel atau berita tertentu yang kira-kira menarik kemudian mengungkapkannya dalam bahasa saya sendiri. Minimal update adalah 1 hari 1 artikel. Saat ini baru ada 164 artikel. Target saya akhir tahun 2010 saya bisa mendapatkan 1000 artikel yang artinya saya harus meningkatkan jumlah artikel paling tidak&nbsp; 3X sehari.</li>
<li><b>Aktif pada Forum &amp; Mailing List</b>. Saya bisa submit link artikel (dilakukan secara elegan, bukan nye-pam meski mungkin bedanya samar-samar <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  ) atau menjawab pertanyaan tertentu dengan merefernya ke blog saya. Tidak lupa saya menempatkan signature berisi alamat blog saya. Cara ini cukup efektif untuk bisa meraih tambahan pengunjung sekaligus mencari info soal artikel yang bisa ditulis</li>
<li><b>Posting ke Facebook &amp; Twitter</b>. Tak ada salahnya saya posting link artikel saya ke FB &amp; Twitter, bisa menambah beberapa puluh pengunjung, apalagi kalau ada yang retweet</li>
<li><b>Fokus pada Tutorial &amp; Tips</b>. Kedua jenis artikel ini bisa bertahan lama dan mendatangkan jumlah pengunjung secara tetap. Mungkin karena dari sifatnya sendiri yang diperlukan orang</li>
<li><b>Mengganti Layout Blog</b>. Ini sebenarnya kurang relevan sebagai tips tapi kalau orang yang berkunjung sulit melakukan navigasi, apa nggak mumet. Bisa-bisa pengunjung malas datang karena tampilannya kurang menarik atau sulit melakukan navigasi artikel.</li>
</ol>
<p>Tidak ada yang baru dari keempat tips diatas karena memang penekanannya lebih pada pelaksanaan. Tips apapun tidak akan berjalan jika tidak dilaksanakan.</p>
<p><a href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/vvai-net-stats.jpeg" mce_href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/vvai-net-stats.jpeg"><img src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/vvai-net-stats.jpeg" mce_src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/vvai-net-stats.jpeg" title="vvai-net-stats" class="alignnone size-full wp-image-1384" height="302" width="458"></a></p>
<p>Satu minggu penerapan tips diatas, jumlah pengunjung rata-rata pada kisaran 600-700 namun akan drop ke 400-500 jika saya tidak mengisi artikel. 2 minggu kemudian jumlah pengunjung ada pada kisaran 700-800 dan kini (3 minggu berjalan) sudah menyentuh angka 900 pengunjung. Sampai akhir Januari 2010 ini harapannya bisa mencapai 1000 pengunjung dan saya akan berusaha keras mencapainya.</p>
<p>Salah satu yang saya sukai adalah kenyataan jarang ada copy-paste artikel. Banyak forum atau website lain yang merujuk ke blog saya dengan mengambil excerpt dan menambahkan live linknya. Berbeda kondisinya dengan artikel-artikel saya di <a href="http://vavai.com/v2" mce_href="http://vavai.com/v2">Blog Migrasi Linux</a> yang banyak terkena duplikasi content dan tidak ada backlink yang masuk (kalaupu mereka tulis sumber cuma tulisan teks tanpa hyperlink, contoh : sumber : vavai.com)</p>
<p>Pengunjung yang banyak memang bukan harga mati blog bagus tapi blog tanpa pengunjung akan sangat garing lha ya <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/11/tips-meningkatkan-jumlah-pengunjung-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Tidak Lagi Sehebat Dulu?</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/10/google-tidak-lagi-sehebat-dulu/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/10/google-tidak-lagi-sehebat-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 04:38:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1373</guid>
		<description><![CDATA[Google merupakan sumber utama saya dalam mencari berita. Mungkin sudah cukup lama saya tidak membuka Yahoo untuk mencari berita, apalagi MSN search atau bing. Sayangnya, belakangan ini saya merasa kualitas hasil pencarian Google tidak lagi sehebat dulu. Beberapa kekecewaan saya ini terjadi dalam 3  kejadian sebagai berikut : Google gagal menempatkan sumber utama web sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Google merupakan sumber utama saya dalam mencari berita. Mungkin sudah cukup lama saya tidak membuka Yahoo untuk mencari berita, apalagi MSN search atau bing. Sayangnya, belakangan ini saya merasa kualitas hasil pencarian Google tidak lagi sehebat dulu. Beberapa kekecewaan saya ini terjadi dalam 3  kejadian sebagai berikut :</p>
<ol>
<li><strong>Google gagal menempatkan sumber utama web sebagai rujukan</strong>. Misalnya jika saya hendak mencari driver untuk suatu perangkat keras tertentu (network card, motherboard, modem dll), sebagian besar hasil pencarian saya adalah website-website yang menyediakan driver secara bersyarat, misalnya dalam bentuk membership, komersialisasi atau minimal meminta langkah-langkah tertentu yang cukup panjang dan menambah kekhawatiran soal ekspos data pribadi yang kita miliki.<br />
<a href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/google-search.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-1375" style="border: 1px dotted black;" title="google-search" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/google-search.jpeg" alt="" width="484" height="376" /></a><br />
Masalah ini memang tidak sepenuhnya salah si Google, bisa juga karena website vendornya sendiri kurang ramah pada mesin pencari sedangkan website lainnya mampu melakukan optimasi website mereka,  namun dengan melihat kemampuan daya komputasi Google yang luar biasa semestinya Google mampu merujuk website vendor sebagai rujukan utama.</li>
<li><strong>Pencarian yang berujung pada pencarian</strong>. Bukan sekali dua saya menemukan Google yang bisa ditipu oleh website-website tertentu yang mengelabui Google, dalam bentuk menampilkan hasil pencarian mereka sebagai hasil pencarian Google. Maksudnya begini, misalnya saya mencari foto tentang Vivian Chow atau Zelda Safitri (ehm), beberapa hasil yang ditampilkan oleh Google justru merupakan link ke suatu website pencarian juga. Sepertinya mereka mampu mengelabui Google, jika ada query masuk ke Google, mereka bisa menggenerate isi website mereka dan menyesuaikannya dengan query Google.</li>
<li>Hasil pencarian dan sistem PageRank Google dapat dibombardir dengan optimasi SEO. Ini juga mungkin bukan salah sepenuhnya dari sisi Google melainkan kualifikasi para pakar SEO yang mampu membaca dan mengetahui sistem ranking yang dilakukan oleh Google. Hasil yang mereka lakukan mampu mempengaruhi sistem ranking dan peringkat Google dan menjadi komoditas yang dapat diperjual-belikan. Tentu saja sebenarnya hal ini sah-sah saja, namun disisi lain hal ini juga berarti bahwa Google tidak bertindak secepat dulu lagi. Ibaratnya Google sudah menjadi robot yang tambun dan lamban bergerak.</li>
</ol>
<p>Quo vadis Google?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/10/google-tidak-lagi-sehebat-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pekerjaan Akhir Pekan</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/09/pekerjaan-akhir-pekan/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/09/pekerjaan-akhir-pekan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 08:06:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1367</guid>
		<description><![CDATA[Akhir pekan ini saya isi dengan pekerjaan, bukan dengan hiburan . Pagi-pagi saya sudah meluncur ke daerah Sudirman Jakarta, ada finalisasi project pemindahan server kedalam mesin virtual. Prosesnya sudah pernah saya tulis disini. Pemindahannya sudah selesai saya lakukan namun aktivasi untuk penggunaan secara penuh dilakukan hari ini. Saat coba saya aktifkan, ternyata ada masalah. LAN [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/weekend.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1371" title="weekend" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/weekend.jpg" alt="" width="500" height="450" /></a></p>
<p>Akhir pekan ini saya isi dengan pekerjaan, bukan dengan hiburan <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Pagi-pagi saya sudah meluncur ke daerah Sudirman Jakarta, ada finalisasi project pemindahan server kedalam mesin virtual.</p>
<p>Prosesnya sudah pernah saya tulis <a href="http://vavai.com/blog/v2/2010/01/03/memindahkan-server-linux-fisik-menjadi-server-virtual/">disini</a>. Pemindahannya sudah selesai saya lakukan namun aktivasi untuk penggunaan secara penuh dilakukan hari ini.</p>
<p>Saat coba saya aktifkan, ternyata ada masalah. LAN Card-nya tidak terdeteksi oleh Guest OS (openSUSE 11.1 64 bit) dengan pesan &#8220;no kernel module&#8221;. Usut punya usut, ternyata IT kantor ini sebelumnya pernah mencoba upgrade kernel namun tidak tuntas. Karena kebetulan membutuhkan akses ke partisi Ext4 di harddisk lain, sekalian saja saya <a href="http://vavai.com/blog/v2/2010/01/09/mengaktifkan-dukungan-partisi-ext4-pada-opensuse-11-1-kebawah/">upgrade kernelnya</a>.</p>
<p>Tahap berikutnya adalah memindahkan data dari harddisk yang lama (500 GB raid-1)  ke harddisk baru (1 TB raid-1). Nantinya sistem akan berjalan dengan openSUSE 11.2 sebagai host, menggunakan 4 harddisk. Masing-masing dipasangkan sebagai raid-1. raid pertama untuk sistem dan raid kedua berisi data. Skenario ini paling tidak memberikan pengamanan yang lebih tinggi karena saya mempunyai cadangan harddisk raid dan mesin virtual selain backup standar. Bagi teman-teman yang ingin menerapkan sistem raid di openSUSE bisa membaca tulisannya <a href="http://vavai.net/2009/12/30/implementing-software-raid-on-opensuse-11-2/">disini</a>.</p>
<p>Proses memindahkan data memerlukan waktu karena saya memindahkan sekitar 400 GB data, sebagian besar merupakan file CAD (Computer Aided Design) dan file foto, mengingat perusahaan ini bergerak dibidang design interior.</p>
<p>Saya memang masih mengujicoba sejauh mana kualitas akses server fisik dibandingkan dengan akses server virtual ini, mengingat trafik data dikantor ini cukup tinggi, ditambah lagi bossnya minta saya untuk tidak menempatkan data didalam mesin virtual. Data-data tersimpan di raid kedua dan dimount kedalam mesin virtual. Apakah ini akan mengganggu kinerja atau tidak, saat ujicoba sih baik-baik saja, belum dicoba kalau diakses secara penuh saat semua staff disini masuk nantinya. Untuk keperluan ujicoba seminggu ini, adik saya yang akan melakukan pendampingan.</p>
<p>Sedikit banyak, pola yang saya gambarkan diatas mungkin bisa bermanfaat bagi para sysadmin yang hendak mengurangi waktu recovery dan meningkatkan keamanan backup datanya. Harapannya, tidak ada waktu delay terlalu lama untuk recovery jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/09/pekerjaan-akhir-pekan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengaktifkan Dukungan Partisi Ext4 pada openSUSE 11.1 Kebawah</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/09/mengaktifkan-dukungan-partisi-ext4-pada-opensuse-11-1-kebawah/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/09/mengaktifkan-dukungan-partisi-ext4-pada-opensuse-11-1-kebawah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 07:20:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1363</guid>
		<description><![CDATA[openSUSE 11.2 secara default sudah mendukung tipe partisi ext4, bahkan pada saat install, defaultnya adalah Ext4. Sekarang, bagaimana caranya agar openSUSE 11.1 kebawah (kernel 2.6.27 kebawah) bisa membaca partisi Ext4 ? Saya ketemu masalah ini saat server openSUSE 11.1 64 bit hendak membaca harddisk dengan tipe partisi ext4, dia tidak mengenalinya. Ternyata caranya mudah, yaitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2009/11/opensuse.jpg" alt="openSUSE" /><br />
openSUSE 11.2 secara default sudah mendukung tipe partisi ext4, bahkan pada saat install, defaultnya adalah Ext4. Sekarang, bagaimana caranya agar openSUSE 11.1 kebawah (kernel 2.6.27 kebawah) bisa membaca partisi Ext4 ? Saya ketemu masalah ini saat server openSUSE 11.1 64 bit hendak membaca harddisk dengan tipe partisi ext4, dia tidak mengenalinya.</p>
<p>Ternyata caranya mudah, yaitu :</p>
<ol>
<li>Upgrade kernel</li>
<li>Restart</li>
</ol>
<p>Memang simpel, tapi bukannya upgrade kernel itu bikin mumet, pusing dan bikin tobat ? Kalau pernah mumet melakukan upgrade kernel, coba lakukan dengan cara &#8220;openSUSE way&#8221; sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Buka <a href="http://software.opensuse.org/search">openSUSE Build Service</a></li>
<li>Sesuaikan versi openSUSE yang digunakan</li>
<li>Ketik kernel-default (atau kernel saja juga bisa, cuma bisa ketemu dengan kernel pae, kernel-extra, kernel-source dll) pada kotak pencarian</li>
<li>Klik tombol Search</li>
<li>Pilih kernel 2.6.28 keatas dan install melalui tombol &#8220;One Click Install&#8221;</li>
<li>Kalau sudah selesai, restart agar si openSUSE booting dengan kernel baru</li>
</ol>
<p><a href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/obs.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-1364" style="border: 1px solid black;" title="obs" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/obs.jpeg" alt="" width="466" height="398" /></a></p>
<p>Saya sudah mencoba menjalankan openSUSE 11.1 64 bit dengan kernel 2.6.32 dan lancar-lancar saja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/09/mengaktifkan-dukungan-partisi-ext4-pada-opensuse-11-1-kebawah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Story of Indonesia’s Largest Online Community : Kaskus</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/08/the-story-of-indonesia%e2%80%99s-largest-online-community-kaskus/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/08/the-story-of-indonesia%e2%80%99s-largest-online-community-kaskus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 06:59:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1355</guid>
		<description><![CDATA[Klik pada screenshot untuk membaca beritanya. Ehm, Mantap gan !]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.e27.sg/2010/01/08/the-story-of-indonesias-largest-online-community/"><img class="alignnone size-full wp-image-1356" title="kaskus" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/kaskus.jpeg" alt="" width="506" height="388" /></a></p>
<p>Klik pada screenshot untuk membaca beritanya. Ehm, Mantap gan !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/08/the-story-of-indonesia%e2%80%99s-largest-online-community-kaskus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

