<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Vavai &#187; Linux</title>
	<atom:link href="http://vavai.com/blog/v2/category/linux/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vavai.com/blog/v2</link>
	<description>Serendipity of Life</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Jan 2011 00:13:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>VMWare Mengakuisisi Zimbra</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/15/vmware-mengakuisisi-zimbra/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/15/vmware-mengakuisisi-zimbra/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 01:40:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Zimbra]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1393</guid>
		<description><![CDATA[Rumor bahwa Yahoo akan melepas Zimbra memang terdengar sejak beberapa waktu yang lalu, bahkan menuai kontroversi karena ada kabar Yahoo akan melepasnya ke Microsoft. Setelah rumor tersebut reda, muncul berita baru bahwa Yahoo jadi juga melepas Zimbra namun bukan dilepas untuk Microsoft melainkan diberikan pada VMWare. Seperti yang diumumkan oleh VMWare dan Zimbra sendiri, akuisisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rumor bahwa Yahoo akan melepas Zimbra memang terdengar sejak beberapa waktu yang lalu, bahkan menuai kontroversi karena ada kabar Yahoo akan melepasnya ke Microsoft<a href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/zimbra-vmware.png"><img class="alignright size-full wp-image-1394" title="zimbra-vmware" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/zimbra-vmware.png" alt="" width="304" height="194" /></a>. Setelah rumor tersebut reda, muncul berita baru bahwa Yahoo jadi juga melepas Zimbra namun bukan dilepas untuk Microsoft melainkan diberikan pada VMWare.</p>
<p>Seperti yang diumumkan oleh <a href="http://www.vmware.com/company/news/releases/zimbra.html">VMWare</a> dan <a href="http://www.zimbrablog.com/blog/archives/2010/01/zimbra-to-join-vmware.html">Zimbra</a> sendiri, akuisisi ini ditujukan untuk memperkuat sisi teknologi VMWare disamping tentunya sekaligus membawa teknologi virtualisasi dan cloud computing kedalam Zimbra. Sekedar catatan, Zimbra merupakan salah satu Virtual Appliance yang paling banyak didownload di website VMWare.</p>
<p>Dari sisi pengguna Zimbra, akuisisi ini mendapat respon positif daripada ketika terbetik kabar bahwa Microsoft yang akan mencaplok Zimbra. Selain kemungkinan akan habisnya pamor Zimbra (karena Microsoft tentu akan mengutamakan produk mereka sendiri, Microsoft Exchange Server), model dual lisensi yang dianut Zimbra-salah satunya adalah lisensi Open Source-dianggap tidak selalu seiring sejalan dengan model bisnis Microsoft.</p>
<p>Apakah benar bahwa akuisisi ini akan memperkuat dan meningkatkan pangsa pasar VMWare dan Zimbra, kita masih menunggu perkembangan selanjutnya, yang jelas saya pribadi melihatnya sebagai suatu berita positif bagi perkembangan keduanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/15/vmware-mengakuisisi-zimbra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menambahkan Kode PHP &amp; Javascript pada Template Smarty</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/12/menambahkan-kode-php-javascript-pada-template-smarty/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/12/menambahkan-kode-php-javascript-pada-template-smarty/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 03:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1388</guid>
		<description><![CDATA[Saya mengelola beberapa website dan ada diantaranya yang menggunakan Serendipity blog engine atau  Pligg. Kedua engine tersebut menggunakan Smarty framework yang dibangun dari kode  PHP. Meski menggunakan kode PHP, Smarty memiliki pendekatan yang berbeda dalam menggunakannya. Smarty menggunakan tags-tags khusus yang nantinya diparsing menjadi tampilan html, akibatnya kita tidak bisa secara langsung menambahkan kode PHP [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mengelola beberapa website dan ada diantaranya yang menggunakan <a href="http://s9y.org">Serendipity blog engine</a> atau  <a href="http://pligg.com">Pligg</a>. Kedua engine tersebut menggunakan Smarty framework yang dibangun dari kode  PHP. Meski menggunakan kode PHP, Smarty memiliki pendekatan yang berbeda dalam menggunakannya. Smarty menggunakan tags-tags khusus yang nantinya diparsing menjadi tampilan html, akibatnya kita tidak bisa secara langsung menambahkan kode PHP atau Javascript seperti biasanya</p>
<p>Jika kita ingin menambahkan kode PHP tau Javascript, gunakan tips berikut :</p>
<ol>
<li>Buka file TPL yang diinginkan (tpl adalah ekstension file untuk template Smarty) dan gunakan tags {php} dan {/php} untuk mengapit kode PHP yang diinginkan, contoh :
<pre class="brush: php">
{php}include(&#039;/home//vavai/vavai.net/myphpfile.php&#039;);{/php}
</pre>
<p>Perhatikan bahwa saya lebih cenderung menggunakan path absolute dan bukan path relative untuk penulisan folder</li>
<li>Buka file TPL yang diinginkan dan gunakan tags {literal} dan {/literal} untuk menambahkan kode Javascript seperti contoh berikut ini :
<pre class="brush: php">
{literal}&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;// &lt;![CDATA[
initializetabcontent(&quot;tags_comments&quot;)
// ]]&gt;&lt;/script&gt;{/literal}
</pre>
</li>
</ol>
<p>Pada contoh pertama, kita bisa saja menambahkan kode PHP secara langsung diantara 2 tags namun saya lebih prefer untuk menggunakan file php yang diinclude karena kode jadi lebih bersih, mudah dibaca dan mudah dikelola.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/12/menambahkan-kode-php-javascript-pada-template-smarty/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pekerjaan Akhir Pekan</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/09/pekerjaan-akhir-pekan/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/09/pekerjaan-akhir-pekan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 08:06:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1367</guid>
		<description><![CDATA[Akhir pekan ini saya isi dengan pekerjaan, bukan dengan hiburan . Pagi-pagi saya sudah meluncur ke daerah Sudirman Jakarta, ada finalisasi project pemindahan server kedalam mesin virtual. Prosesnya sudah pernah saya tulis disini. Pemindahannya sudah selesai saya lakukan namun aktivasi untuk penggunaan secara penuh dilakukan hari ini. Saat coba saya aktifkan, ternyata ada masalah. LAN [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/weekend.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1371" title="weekend" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/weekend.jpg" alt="" width="500" height="450" /></a></p>
<p>Akhir pekan ini saya isi dengan pekerjaan, bukan dengan hiburan <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Pagi-pagi saya sudah meluncur ke daerah Sudirman Jakarta, ada finalisasi project pemindahan server kedalam mesin virtual.</p>
<p>Prosesnya sudah pernah saya tulis <a href="http://vavai.com/blog/v2/2010/01/03/memindahkan-server-linux-fisik-menjadi-server-virtual/">disini</a>. Pemindahannya sudah selesai saya lakukan namun aktivasi untuk penggunaan secara penuh dilakukan hari ini.</p>
<p>Saat coba saya aktifkan, ternyata ada masalah. LAN Card-nya tidak terdeteksi oleh Guest OS (openSUSE 11.1 64 bit) dengan pesan &#8220;no kernel module&#8221;. Usut punya usut, ternyata IT kantor ini sebelumnya pernah mencoba upgrade kernel namun tidak tuntas. Karena kebetulan membutuhkan akses ke partisi Ext4 di harddisk lain, sekalian saja saya <a href="http://vavai.com/blog/v2/2010/01/09/mengaktifkan-dukungan-partisi-ext4-pada-opensuse-11-1-kebawah/">upgrade kernelnya</a>.</p>
<p>Tahap berikutnya adalah memindahkan data dari harddisk yang lama (500 GB raid-1)  ke harddisk baru (1 TB raid-1). Nantinya sistem akan berjalan dengan openSUSE 11.2 sebagai host, menggunakan 4 harddisk. Masing-masing dipasangkan sebagai raid-1. raid pertama untuk sistem dan raid kedua berisi data. Skenario ini paling tidak memberikan pengamanan yang lebih tinggi karena saya mempunyai cadangan harddisk raid dan mesin virtual selain backup standar. Bagi teman-teman yang ingin menerapkan sistem raid di openSUSE bisa membaca tulisannya <a href="http://vavai.net/2009/12/30/implementing-software-raid-on-opensuse-11-2/">disini</a>.</p>
<p>Proses memindahkan data memerlukan waktu karena saya memindahkan sekitar 400 GB data, sebagian besar merupakan file CAD (Computer Aided Design) dan file foto, mengingat perusahaan ini bergerak dibidang design interior.</p>
<p>Saya memang masih mengujicoba sejauh mana kualitas akses server fisik dibandingkan dengan akses server virtual ini, mengingat trafik data dikantor ini cukup tinggi, ditambah lagi bossnya minta saya untuk tidak menempatkan data didalam mesin virtual. Data-data tersimpan di raid kedua dan dimount kedalam mesin virtual. Apakah ini akan mengganggu kinerja atau tidak, saat ujicoba sih baik-baik saja, belum dicoba kalau diakses secara penuh saat semua staff disini masuk nantinya. Untuk keperluan ujicoba seminggu ini, adik saya yang akan melakukan pendampingan.</p>
<p>Sedikit banyak, pola yang saya gambarkan diatas mungkin bisa bermanfaat bagi para sysadmin yang hendak mengurangi waktu recovery dan meningkatkan keamanan backup datanya. Harapannya, tidak ada waktu delay terlalu lama untuk recovery jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/09/pekerjaan-akhir-pekan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengaktifkan Dukungan Partisi Ext4 pada openSUSE 11.1 Kebawah</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/09/mengaktifkan-dukungan-partisi-ext4-pada-opensuse-11-1-kebawah/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/09/mengaktifkan-dukungan-partisi-ext4-pada-opensuse-11-1-kebawah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 07:20:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1363</guid>
		<description><![CDATA[openSUSE 11.2 secara default sudah mendukung tipe partisi ext4, bahkan pada saat install, defaultnya adalah Ext4. Sekarang, bagaimana caranya agar openSUSE 11.1 kebawah (kernel 2.6.27 kebawah) bisa membaca partisi Ext4 ? Saya ketemu masalah ini saat server openSUSE 11.1 64 bit hendak membaca harddisk dengan tipe partisi ext4, dia tidak mengenalinya. Ternyata caranya mudah, yaitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads/2009/11/opensuse.jpg" alt="openSUSE" /><br />
openSUSE 11.2 secara default sudah mendukung tipe partisi ext4, bahkan pada saat install, defaultnya adalah Ext4. Sekarang, bagaimana caranya agar openSUSE 11.1 kebawah (kernel 2.6.27 kebawah) bisa membaca partisi Ext4 ? Saya ketemu masalah ini saat server openSUSE 11.1 64 bit hendak membaca harddisk dengan tipe partisi ext4, dia tidak mengenalinya.</p>
<p>Ternyata caranya mudah, yaitu :</p>
<ol>
<li>Upgrade kernel</li>
<li>Restart</li>
</ol>
<p>Memang simpel, tapi bukannya upgrade kernel itu bikin mumet, pusing dan bikin tobat ? Kalau pernah mumet melakukan upgrade kernel, coba lakukan dengan cara &#8220;openSUSE way&#8221; sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Buka <a href="http://software.opensuse.org/search">openSUSE Build Service</a></li>
<li>Sesuaikan versi openSUSE yang digunakan</li>
<li>Ketik kernel-default (atau kernel saja juga bisa, cuma bisa ketemu dengan kernel pae, kernel-extra, kernel-source dll) pada kotak pencarian</li>
<li>Klik tombol Search</li>
<li>Pilih kernel 2.6.28 keatas dan install melalui tombol &#8220;One Click Install&#8221;</li>
<li>Kalau sudah selesai, restart agar si openSUSE booting dengan kernel baru</li>
</ol>
<p><a href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/obs.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-1364" style="border: 1px solid black;" title="obs" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/obs.jpeg" alt="" width="466" height="398" /></a></p>
<p>Saya sudah mencoba menjalankan openSUSE 11.1 64 bit dengan kernel 2.6.32 dan lancar-lancar saja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/09/mengaktifkan-dukungan-partisi-ext4-pada-opensuse-11-1-kebawah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memindahkan Server Linux Fisik Menjadi Server Virtual</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/03/memindahkan-server-linux-fisik-menjadi-server-virtual/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/03/memindahkan-server-linux-fisik-menjadi-server-virtual/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 06:51:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1311</guid>
		<description><![CDATA[1 pekan menjelang akhir tahun 2009 saya mendapat telepon dari salah satu klien di daerah Jakarta. Pesannya singkat, servernya mengalami problem, ada service yang tidak berjalan sebagai mana mestinya (service Samba PDC+OpenLDAP). Setelah masalah bisa diatasi, ia menanyakan apakah mungkin jika server fisiknya dipindah menjadi server virtual sehingga ia lebih mudah mengelolanya, terutama jika ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/moving-physical-into-virtual-1.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-1313" title="CloneZilla Start Up Menu" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2010/01/moving-physical-into-virtual-1.jpeg" alt="CloneZilla Start Up Menu" width="446" height="335" /></a></p>
<p>1 pekan menjelang akhir tahun 2009 saya mendapat telepon dari salah satu klien di daerah Jakarta. Pesannya singkat, servernya mengalami problem, ada service yang tidak berjalan sebagai mana mestinya (service Samba PDC+OpenLDAP).</p>
<p>Setelah masalah bisa diatasi, ia menanyakan apakah mungkin jika server fisiknya dipindah menjadi server virtual sehingga ia lebih mudah mengelolanya, terutama jika ia ingin melakukan proses backup &amp; restore sistem secara mudah.</p>
<p>Baca-baca literatur, model pemindahan ini biasa dikena dengan istilah P2V, alias Physical To Virtual. Prosesnya bisa menggunakan VMWare Converter yang gratis untuk digunakan (versi enterprise memiliki lisensi komersil tapi versi open source juga cukup kapabel). Awalnya saya berencana menggunakan VMWare Converter ini namun karena saya tidak memiliki VMWare ESX atau VMWare server untuk menampung hasil transfer, saya akhirnya memilih cara manual menggunakan distro Linux CloneZilla dengan bantuan VMWare Workstation.</p>
<p>Caranya adalah sebagai berikut :</p>
<p><strong>Transfer Harddisk Fisik ke Bentuk Image</strong></p>
<ol>
<li>Siapkan harddisk yang akan dijadikan penampung image sistem hasil transfer CloneZilla. Karena harddisk fisik berkapasitas 250 GB, saya mempersiapkan harddisk penampung sebesar 500 GB, meski nyatanya space yang dibutuhkan tidak sebesar itu.</li>
<li>Download <a href="http://clonezilla.org/">CloneZilla LiveCD</a>. Burn menggunakan CD burner.</li>
<li>Hidupkan server dengan posisi CloneZilla LiveCD sebagai prioritas utama karena kita akan berjalan menggunakan LiveCD CloneZilla</li>
<li>Setelah booting, pilih menu <strong>Device-Image Work with disk or Partitions using Images </strong>karena kita akan menyimpan duplikat harddisk menjadi image untuk disimpan di harddisk kedua</li>
<li>Kita bisa memilih harddisk kedua sebagai lokasi penyimpanan. Anyway, kita juga bisa menyimpan image ke network share, apakah melalui Samba atau NFS ataupun SSH</li>
<li>Setelah proses transfer selesai, simpan file image ke lokasi tertentu</li>
</ol>
<p><strong>Konversi Image Menjadi Harddisk Virtual</strong></p>
<ol>
<li>Buat virtual machine menggunakan model virtual yang diinginkan. Saya menggunakan VMWare Workstation karena imagenya saya simpan di harddisk fisik. VMWare Workstation memiliki kelebihan, yaitu mampu melakukan mounting harddisk atau partisi fisik menjadi harddisk virtual<strong>. </strong>Buat dua buah harddisk. Yang pertama adalah harddisk virtual kosong sebesar kapasitas harddisk fisik yang akan diimport. Saya menyiapkan harddisk virtual sebesar 250 GB dalam modus dinamis sehingga jumlah space terpakai tidak langsung sebesar itu. Harddisk virtual kedua merupakan harddisk 500 GB yang berisi image hasil transfer CloneZilla</li>
<li>Jalankan mesin Virtual dengan posisi CloneZilla LiveCD sebagai posisi start up utama</li>
<li>Saat CloneZilla masuk ke menu utama, pilihlah pilihan Restore image, dan mount harddisk yang berisi image. CloneZilla semestinya langsung mengenali hasil convert yang ada di harddisk tersebut</li>
<li>Lakukan proses kebalikan dari sebelumnya, yaitu sekarang melakukan proses import dari image menjadi harddisk virtual</li>
<li>Setelah selesai, kita bisa langsung melakukan booting menggunakan harddisk virtual hasil transfer. Harddisk virtual kedua yang berisi file image bisa di remove, CloneZilla LiveCD bisa dikeluarkan</li>
</ol>
<p><strong>Catatan Khusus :</strong></p>
<ol>
<li>Proses yang saya lakukan agak sedikit complicated karena harddisk yang saya transfer merupakan harddisk tipe RAID-1 sehingga setelah semuanya selesai dan saya  coba  booting, sistem openSUSE 11.1 64 bit yang ada didalamnya menanyakan posisi harddisk kedua (Raid-1 /dev/md0). Setelah mengubah grub agar booting melalui /dev/sda1, saya bisa booting dengan sukses dan kemudian mengubah grub secara permanen melalui YAST | System | Bootloader. Proses ini semestinya tidak diperlukan jika sistem virtual yang ditransfer tidak menggunakan sistem RAID</li>
<li>Server fisik yang saya transfer menggunakan openSUSE 11.1 64 bit berisi Samba PDC + OpenLDAP. Sistem ini saya transfer menjadi mesin virtual dengan host openSUSE 11.2 64 bit</li>
<li>Saya menggunakan VMWare Workstation 6.5.3 64 bit. Beware, VMWare Workstation merupakan produk komersil dari VMWare. Untuk image hasil transfer dalam bentuk file vmdk dapat saya jalankan pada VirtualBox 3.1.2 64 bit</li>
<li>Cara diatas mestinya dapat dijalankan pada mesin 32 bit tanpa perbedaan cara yang terlalu besar</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2010/01/03/memindahkan-server-linux-fisik-menjadi-server-virtual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penjelasan Mengenai Setting DNS Server untuk Zimbra</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/12/14/penjelasan-mengenai-setting-dns-server-untuk-zimbra/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2009/12/14/penjelasan-mengenai-setting-dns-server-untuk-zimbra/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 08:43:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Zimbra]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1295</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kendala yang menghadang rekan-rekan yang berniat melakukan instalasi Zimbra Mail Server salah satunya adalah masalah setting DNS Server. Kendala ini bukan sekedar masalah setting konfigurasi DNS Server melainkan juga  pemahaman mengenai kepentingan DNS Server dan relasinya dengan klien dan akses internet. Untuk membantu klarifikasi ini, saya membuatkan rangkuman pertanyaan umum (FAQ) seputar DNS [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/dns-server.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-538" title="dns-server" src="http://vavai.com/v2/wp-content/uploads/dns-server.gif" alt="dns-server" width="446" height="211" /></a><br />
Salah satu kendala yang menghadang rekan-rekan yang berniat melakukan instalasi Zimbra Mail Server salah satunya adalah masalah setting DNS Server. Kendala ini bukan sekedar masalah setting konfigurasi DNS Server melainkan juga  pemahaman mengenai kepentingan DNS Server dan relasinya dengan klien dan akses internet.</p>
<p>Untuk membantu klarifikasi ini, saya membuatkan rangkuman pertanyaan umum (FAQ) seputar DNS Server di Zimbra  yang bisa dibaca pada artikel ini : <a href="http://vavai.com/v2/2009/12/tentang-setting-dns-pada-zimbra-mail-server/">&#8220;Tentang Setting DNS pada Zimbra Mail Server&#8221;</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2009/12/14/penjelasan-mengenai-setting-dns-server-untuk-zimbra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Training Zimbra Mail Server 19-20 Desember 2009</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/12/11/training-zimbra-mail-server-19-20-desember-2009/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2009/12/11/training-zimbra-mail-server-19-20-desember-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 16:58:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Zimbra]]></category>
		<category><![CDATA[Training]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1277</guid>
		<description><![CDATA[Training Zimbra Mail Server kali ini akan dilakukan secara lengkap dalam 2 tahap, yaitu Zimbra Mail Server Tingkat Dasar untuk hari pertama dan Zimbra Mail Server Administrasi Tingkat Lanjut pada hari kedua. Zimbra Mail Server Tingkat Dasar (for Beginner) diutamakan bagi rekan-rekan yang belum pernah melakukan instalasi Zimbra Mail Server sedangkan Zimbra Mail Server Tingkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/12/zimbra-opensuse.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1278" style="margin: 10px;" title="zimbra-opensuse" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/12/zimbra-opensuse.jpg" alt="zimbra-opensuse" width="125" height="125" /></a>Training Zimbra Mail Server kali ini akan dilakukan secara lengkap dalam 2 tahap, yaitu Zimbra Mail Server Tingkat Dasar untuk hari pertama dan Zimbra Mail Server Administrasi Tingkat Lanjut pada hari kedua.</p>
<p>Zimbra Mail Server Tingkat Dasar (for Beginner) diutamakan bagi rekan-rekan yang belum pernah melakukan instalasi Zimbra Mail Server sedangkan Zimbra Mail Server Tingkat Lanjut didedikasikan untuk rekan-rekan yang ingin menguasai aspek-aspek manajemen Zimbra termsuk tips dalam melakukan instalasi, backup, optimasi dll.</p>
<p>Baca Selengkapnya : <a href="http://vavai.com/v2/2009/12/training-zimbra-mail-server-desember-2009/">&#8220;Training Zimbra Mail Server &#8211; 19-20 Desember 2009&#8243;</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2009/12/11/training-zimbra-mail-server-19-20-desember-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Chrome for Linux Versi Beta (openSUSE, Ubuntu, Fedora &amp; Debian)</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/12/09/google-chrome-for-linux-versi-beta-opensuse-ubuntu-fedora-debian/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2009/12/09/google-chrome-for-linux-versi-beta-opensuse-ubuntu-fedora-debian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 20:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Google Chrome]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1248</guid>
		<description><![CDATA[Hello everybody out there using Linux - Google Chrome is go for beta on Linux! Thanks to the many Chromium and WebKit developers who helped make Google Chrome a lean, mean browsing machine. Here are a few fun facts from us on the Google Chrome for Linux team: 60,000 lines of Linux-specific code written 23 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.google.com/chrome/intl/en/w00t.html"><img class="alignnone size-full wp-image-1249" title="Komik Google Chrome, Klik untuk memperbesar" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/12/chrome-comic.jpeg" alt="chrome-comic" width="500" height="363" /></a></p>
<blockquote><p>Hello everybody out there using Linux -</p>
<p>Google Chrome is go for beta on Linux! Thanks to the many Chromium and WebKit developers who helped make Google Chrome a lean, mean browsing machine. Here are a few fun facts from us on the Google Chrome for Linux team:</p>
<p>60,000 lines of Linux-specific code written<br />
23 developer builds<br />
2,713 Linux-specific bugs fixed<br />
12 external committers and bug editors to the Google Chrome for Linux code base, 48 external code contributors</p>
<p>Thanks for waiting and we hope that you enjoy using Google Chrome!</p>
<p>Google Chrome Team</p></blockquote>
<p>Biasanya saya menggunakan Google Chrome yang dibuild melalui <a href="http://software.opensuse.org/search">openSUSE Build Service (OBS)</a> namun karena Google sudah mengumumkan paket beta Google Chrome for Linux secara resmi, saya mencobanya pada distro Linux openSUSE 11.2 yang saat ini saya pakai. Saya  mendownload file binary installer dalam bentuk rpm dan kemudian melakukan instalasi menggunakan Zypper :</p>
<p><a href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/12/zypper-chrome.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-1250" title="Instalasi Google Chrome Menggunakan Zypper pada openSUSE 11.2" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/12/zypper-chrome.jpeg" alt="zypper-chrome" width="500" height="288" /></a></p>
<p>Saya lebih suka menggunakan perintah Zypper dibandingkan perintah standar rpm -ivh karena Zypper dapat secara otomatis melakukan instalasi file dan library lain (<em>dependency files</em>) yang dibutuhkan.</p>
<p>Selesai diinstall, Google Chrome dapat langsung dijalankan menggunakan shortcut yang ada dimenu :</p>
<p><a href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/12/zypper-chrome1.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-1251" title="Start up menu pada openSUSE 11.2. Shortcut Google Chrome dimasukkan ke Menu Favorit" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/12/zypper-chrome1.jpeg" alt="zypper-chrome1" width="423" height="534" /></a></p>
<p><a href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/12/chrome-start-up.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-1252" title="Google Chrome pada saat Pertama Kali Dijalankan" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/12/chrome-start-up.jpeg" alt="chrome-start-up" width="441" height="246" /></a></p>
<p><a href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/12/chrome-opensuse-112.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-1253" title="Google Chrome pada openSUSE 11.2, sedang membuka website Komunitas openSUSE Indonesia" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/12/chrome-opensuse-112.jpeg" alt="chrome-opensuse-112" width="504" height="361" /></a></p>
<p>Selain untuk openSUSE, Google Chrome saat ini juga menyediakan binary installer untuk Fedora, Ubuntu dan Debian. Untuk binary installer pada distro Linux lain bisa merujuk pada website komunitas distro masing-masing.</p>
<p><a href="http://www.google.com/chrome/eula.html?hl=en&amp;platform=linux&amp;brand=CHFK"><img class="alignnone size-full wp-image-1256" title="Download Google Chrome Binary Installer for Linux" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/12/chrome-download.jpeg" alt="chrome-download" width="303" height="158" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2009/12/09/google-chrome-for-linux-versi-beta-opensuse-ubuntu-fedora-debian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>2 Kopdar di Akhir Pekan : Kopdar openSUSE-ID &amp; Zimbra-ID</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/12/02/2-kopdar-di-akhir-pekan/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2009/12/02/2-kopdar-di-akhir-pekan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 08:18:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Zimbra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1239</guid>
		<description><![CDATA[Akhir pekan ini ada banyak acara yang saya agendakan. Agenda pertama di hari Sabtu adalah menghadiri peluncuran buku pak Prayitno Ramelan, salah seorang sesepuh yang dijadikan sebagai bapak publik Kompasiana. Buku yang ditulis oleh &#8216;old soldier never die&#8221; ini bertajuk &#8220;Intelijen Bertawaf&#8221;. Wah, judulnya memang menarik seperti halnya buku yang diterbitkan oleh Kompasiana beberapa waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://opensuse.or.id/wp-content/uploads//2009/11/opensuse.jpg" alt="openSUSE" width="440" height="256" /></p>
<p>Akhir pekan ini ada banyak acara yang saya agendakan. Agenda pertama di hari Sabtu adalah menghadiri <a href="http://blog.kompasiana.com/2009/12/02/daftar-hadir-launching-buku-intelijen-bertawaf/">peluncuran buku pak Prayitno Ramelan</a>, salah seorang sesepuh yang dijadikan sebagai bapak publik Kompasiana. Buku yang ditulis oleh &#8216;<a href="http://www.kompasiana.com/prayitnoramelan">old soldier never die</a>&#8221; ini bertajuk &#8220;Intelijen Bertawaf&#8221;. Wah, judulnya memang menarik seperti halnya buku yang diterbitkan oleh Kompasiana beberapa waktu yang lalu, yaitu buku &#8220;Cat Rambut Orang Yahudi&#8221; buah karya pak Chappy Hakim yang notabene sahabat pak Prayitno Ramelan sendiri.</p>
<p>Sabtu sore, saya berencana kopdar kecil-kecilan dengan mas <a href="http://ariya.blogspot.com/">Ariya Hidayat</a>. Kebetulan ia ada di Bekasi sehingga sebagai sesama penggemar openSUSE kami bisa ketemuan. Rencananya ada beberapa teman Komunitas openSUSE Indonesia dari Bekasi dan Bandung yang mau ikutan nimbrung di kopdar kecil-kecilan yang rencananya diadakan di Gloria Jeans Cafe Bekasi Cyber Park (lokasi di seberang Metropolitan Mall/MM Bekasi) ini.</p>
<p>Sebenarnya mas Ariya saya ajak untuk menghadiri Kopdar #19 openSUSE Indonesia sekaligus acara release party openSUSE 11.2 yang akan diadakan di restoran Sami Kuring Cikarang, Minggu 6 Desember 2009. Sayangnya rencana ini tidak dapat direalisasikan karena waktunya tidak memungkinkan. Ia harus mempersiapkan diri untuk keberangkatan di hari Senin.</p>
<p>Diwaktu bersamaan sebenarnya ada acara Kopdar <a href="http://bloggerbekasi.com">Komunitas Blogger Bekasi</a> di Bekasi Square, tapi rasanya saya tidak bisa menghadirinya karena waktunya bentrok.</p>
<p>Hari Minggu agenda utama saya adalah menghadiri <a href="http://opensuse.or.id/2009/11/18/pertemuan-bulanan-19-opensuse-11-2-release-party/">Kopdar #19 openSUSE Indonesia sekaligus acara openSUSE 11.2 Release Party</a> di Cikarang. Acara ini menjadi istimewa karena juga berbarengan dengan acara <a href="http://www.zimbra.web.id/2009/11/19/kopdar-2-komunitas-zimbra-indonesia/">Kopdar #2 Komunitas Zimbra Indonesia</a>. Kopdar juga menjadi istimewa karena baru kali ini diadakan di restoran masakan Sunda. Hal ini terselenggara atas bantuan dari mas Wisnu, pemilik SamiKuring sekaligus blogger di Komunitas Blogger Bekasi dan Cikarang.</p>
<p>Bagi rekan-rekan yang ingin tahu lebih jauh mengenai openSUSE dan Zimbra, atau ingin share pengalaman sekaligus &#8220;berlibur&#8221; ke Cikarang, jangan lewatkan acara ini. Sampai bertemu di Cikarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2009/12/02/2-kopdar-di-akhir-pekan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kontribusi pada Open Source ? Let&#8217;s Do It !</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/11/19/kontribusi-pada-open-source-lets-do-it/</link>
		<comments>http://vavai.com/blog/v2/2009/11/19/kontribusi-pada-open-source-lets-do-it/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 03:12:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vavai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=1220</guid>
		<description><![CDATA[Saya jadi tersenyum membaca salah satu komentar terkait dengan berita di Detikinet : &#8220;Konsisten Garap Open Source, LIPI Rilis IGN 2009&#8243;. Pertama soal sikap under estimate pada upaya menyusun distro, karena itu dianggap sebagai sekedar meracik bumbu, tidak membuat dari scratch. Sebenarnya masalahnya dimana ? Mengapa menyusun distro dari berbagai aplikasi yang sudah ada dianggap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya jadi tersenyum membaca salah satu komentar terkait dengan berita di Detikinet : <a href="http://www.detikinet.com/read/2009/11/08/190938/1237593/398/konsisten-garap-open-source-lipi-rilis-ign-2009">&#8220;Konsisten Garap Open Source, LIPI Rilis IGN 2009&#8243;</a>.</p>
<p><a href="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/11/detikinet-open-source.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-1221" title="detikinet-open-source" src="http://vavai.com/blog/v2/wp-content/uploads/2009/11/detikinet-open-source.jpeg" alt="detikinet-open-source" width="497" height="328" /></a></p>
<p>Pertama soal sikap <em>under estimate</em> pada upaya menyusun distro, karena itu dianggap sebagai sekedar meracik bumbu, tidak membuat dari scratch.</p>
<p>Sebenarnya masalahnya dimana ? Mengapa menyusun distro dari berbagai aplikasi yang sudah ada dianggap kurang gengsi ?  Bukankah hanya akan menghabiskan sumber daya jika seandainya semua software dibuat dari awal hanya karena software tersebut bukan buatan Indonesia ? Apa salahnya membundel Firefox, Zimbra, Thunderbird, OpenOffice dan lain-lain? Apa jadi kurang gengsi ?</p>
<p>Menyusun distro agar lebih mudah digunakan dan lebih terintegrasi memang tidak sekompleks membuat distro dari awal tapi itu merupakan upaya yang baik. Meski saya pengguna distro Linux openSUSE, saya menghargai upaya yang dilakukan teman-teman Blankon, IGN (IGOS Nusantara) dan hasil remastering lokal lainnya. Mereka sudah berupaya agar software dan distro Linux jauh lebih mudah digunakan.</p>
<p>Sekarang ini apa-apa serba versi 2.0. Jangan menunggu, langsung saja berkontribusi. Jangan menunggu orang lain membuat software khusus tertentu. Mengapa ? Karena ada banyak software khusus yang tak mungkin ditangani satu atau beberapa orang.</p>
<p>Jangan sekedar komplain, &#8220;Linux nggak user friendly, hardware ini nggak terdeteksi&#8221; tanpa usaha apa-apa. Saya tidak bermaksud menyatakan agar setiap orang menjadi developer. Kalau kita tidak bisa kontribusi pada sisi pengembangan aplikasi, kita bisa kok berkontribusi melaporkan masalah yang terjadi saat kita pakai. Laporan ini bisa menjadi ide perbaikan untuk versi saat ini maupun versi berikutnya.</p>
<p>Yang kedua, soal kebutuhan sosialisasi, manual book, tutorial, dokumentasi, itu semua juga bisa menjadi bagian dari kontribusi kita. Kalau kita tidak bisa buat tutorial, tak ada salahnya menulis artikel tentang cara-cara kita menggunakan suatu aplikasi open source, meski itu terlihat newbie sekalipun. Kalau menulis bukan bagian dari kemampuan kita, kita bisa membantu acara-aara sosialisasi.</p>
<p>Ada banyak cara berkontribusi pada open source, mulai dari menjadi developer, melaporkan masalah (bug report), menjadi beta tester, membuat flyer, membuat tutorial, memberikan informasi, menyediakan link download, menyebar luaskan event, atau malah menjadi donatur agar kegiatan-kegiatan open source bisa lebih sering diadakan dan pengembangannya bisa dilakukan secara lebih intensif.</p>
<p>Jangan menunggu orang lain berbuat, nanti malah jengkel, kecewa dan kelamaan menunggu. Kalau kita bisa membantu, meski itu dalam bentuk yang sangat kecil, silakan bantu. Kita toh tidak perlu kaya raya untuk bisa bersedekah dan berbagi, demikian halnya dengan kontribusi open source, kita bisa mulai dari kita, dari yang kecil dan mulai saat ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vavai.com/blog/v2/2009/11/19/kontribusi-pada-open-source-lets-do-it/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

