Akhir pekan ini saya isi dengan pekerjaan, bukan dengan hiburan
.
Pagi-pagi saya sudah meluncur ke daerah Sudirman Jakarta, ada finalisasi project pemindahan server kedalam mesin virtual.
Prosesnya sudah pernah saya tulis disini. Pemindahannya sudah selesai saya lakukan namun aktivasi untuk penggunaan secara penuh dilakukan hari ini.
Saat coba saya aktifkan, ternyata ada masalah. LAN Card-nya tidak terdeteksi oleh Guest OS (openSUSE 11.1 64 bit) dengan pesan “no kernel module”. Usut punya usut, ternyata IT kantor ini sebelumnya pernah mencoba upgrade kernel namun tidak tuntas. Karena kebetulan membutuhkan akses ke partisi Ext4 di harddisk lain, sekalian saja saya upgrade kernelnya.
Tahap berikutnya adalah memindahkan data dari harddisk yang lama (500 GB raid-1) ke harddisk baru (1 TB raid-1). Nantinya sistem akan berjalan dengan openSUSE 11.2 sebagai host, menggunakan 4 harddisk. Masing-masing dipasangkan sebagai raid-1. raid pertama untuk sistem dan raid kedua berisi data. Skenario ini paling tidak memberikan pengamanan yang lebih tinggi karena saya mempunyai cadangan harddisk raid dan mesin virtual selain backup standar. Bagi teman-teman yang ingin menerapkan sistem raid di openSUSE bisa membaca tulisannya disini.
Proses memindahkan data memerlukan waktu karena saya memindahkan sekitar 400 GB data, sebagian besar merupakan file CAD (Computer Aided Design) dan file foto, mengingat perusahaan ini bergerak dibidang design interior.
Saya memang masih mengujicoba sejauh mana kualitas akses server fisik dibandingkan dengan akses server virtual ini, mengingat trafik data dikantor ini cukup tinggi, ditambah lagi bossnya minta saya untuk tidak menempatkan data didalam mesin virtual. Data-data tersimpan di raid kedua dan dimount kedalam mesin virtual. Apakah ini akan mengganggu kinerja atau tidak, saat ujicoba sih baik-baik saja, belum dicoba kalau diakses secara penuh saat semua staff disini masuk nantinya. Untuk keperluan ujicoba seminggu ini, adik saya yang akan melakukan pendampingan.
Sedikit banyak, pola yang saya gambarkan diatas mungkin bisa bermanfaat bagi para sysadmin yang hendak mengurangi waktu recovery dan meningkatkan keamanan backup datanya. Harapannya, tidak ada waktu delay terlalu lama untuk recovery jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.