Jangan Menyerah pada Kekurangan Hidup : Bagian Kedua, Mestakung

Tulisan Pertama : Jangan Menyerah pada Kekurangan Hidup : Bagian 1, Man Jadda Wa Jadda

Mestakung : Semesta Mendukung

Terakhir, awal November 2009 yang baru lalu, saya berpikir untuk merealisasikan rencana lama saya untuk membuat warnet. Saya memang sudah punya warnet di rumah sekarang, namun modalnya dari bapak mertua dan dikelola oleh bapak mertua yang memang baru saja pensiun. Saya dan Zeze Vavai lebih bertindak sebagai technical support.

Niat saya adalah membuat warnet di rumah orang tua saya di Tambun. Ada banyak alasan untuk membuatnya. Alasan pertama adalah membantu kondisi finansial keluarga. Adik saya masih ada yang sekolah. Keuangan saya terbatas untuk membantu secara penuh. Dalam bayangan saya, membuat warnet sedikit banyak bisa membantu kondisi finansial ini. Alasan kedua adalah agar adik-adik, keluarga dan lingkungan tempat lahir saya bisa belajar banyak soal komputer dan internet, paling tidak saya bisa memberikan tambahan kail bagi mereka dalam berupaya meningkatkan kualitas pekerjaan dan penghidupan.

Membuat warnet merupakan angan jauh saya. Tabungan pribadi (bukan tabungan keluarga) saya hanya ada sekitar 11 jutaan. Uang 11 juta hanya cukup untuk membeli beberapa komputer saja, tapi saya masih cukup beruntung. Ibu saya punya tempat (ruko) yang bisa saya gunakan. Saat orang tua saya bertanya, “Ini ruko dikontrakkan saja ya, kalau mau bikin warnet nanti saja, kalau uangnya sudah cukup”, saya jawab, “Jangan, sekarang saja. Saya akan berusaha untuk bisa jalan pada pertengahan Desember 2009”

Angan yang mungkin terlalu muluk, bahkan saya juga belum punya bayangan apa mungkin bisa direalisasikan. Tapi saya maju terus. Dengan modal hanya 11 juta, saya memulai cita-cita membuat warnet. 5 juta terambil untuk renovasi bangunan, hanya tersisa 6 juta. Saya belikan komputer, hanya dapat 2 unit, karena saya membeli accessories komputer dan lain-lain, itupun sudah saya kurangi sana-sini.

Meja komputer belum ada, AC belum ada, pintu depan belum ada, instalasi listrik belum dipasang sementara uang tabungan sudah habis hingga kedasarnya. Saya cari akal. Saya membuat training mengenai Zimbra Mail Server. Dapat tambahan yang bisa saya gunakan untuk membeli meja komputer. Warnet belum bisa berjalan karena masih belum beres di fasilitas utama.

Atas dasar perhitungan keuangan pribadi, saya gunakan kartu kredit saya untuk membeli AC. Kini tinggal 2 fasilitas utama yang belum selesai, yaitu pintu depan dan instalasi listrik. Pintu aluminium membutuhkan biaya sekitar 3 juta sementara instalasi listrik antara 1.5 s/d 2 juta. Total sekitar 3 juta.

Beruntung, ada perusahaan yang meminta saya melakukan setting sistem Zimbra Mail Server di kantornya. Sayangnya uangnya menunggu proses penyelesaian bagian keuangan mereka. Karena hasrat saya sudah sedemikian besar, saya rasa akan terlalu lama jika menunggu uang tersebut masuk ke rekening saya. Atas jaminan pendapatan itu, saya meminjam dari seorang teman di kantor dan bisa mendapatkan 2 juta rupiah. Ditambah dengan pendapatan online, uangnya bisa menutup pembuatan pintu aluminium sedangkan instalasi listrik bisa dilakukan dengan pembayaran melalui tempo waktu.

Pertengahan Desember 2009, warnet yang saya cita-citakan mulai berjalan dengan hanya 3 unit komputer. Adik saya yang kebagian tugas sebagai operator bolak-balik telepon saya, katanya banyak pengunjung yang datang dan terpaksa menunggu giliran.

Saya melihat hal ini sebagai peluang dan kesempatan yang jika tidak segera diambil momentumnya akan hilang. Atas dasar jaminan project saya yang lain (project migrasi sistem Windows ke Linux, pekerjaan selesai diakhir Desember, estimasi uang masuk diakhir Desember), saya coba menghubungi salah seorang kenalan saya, seorang direktur utama sebuah perusahaan. Saya gambarkan kondisi saya dan kemudian menanyakan apakah memungkinkan jika saya meminjam uang sebesar 10 juta rupiah untuk keperluan menambah komputer.

Ia bertanya apakah uang itu cukup yang saya jawab bahwa uang itu cukup untuk menambah paling tidak 3-4 komputer dan saya masih punya cadangan untuk menggantinya. Ia merespon pinjaman saya dengan baik dan bahkan memberikan 7 buah CPU second dan 2 buah monitor second yang masih bagus dari kantornya. Berkat tambahan biaya dan CPU yang diberikan, saya bisa menambah komputer dari 3 menjadi 12 unit sekaligus melengkapi berbagai accessories komputer yang dibutuhkan.

1 Minggu menjelang bulan Desember 2009, warnet yang saya cita-citakan bisa berjalan penuh dengan jumlah komputer yang memadai. Uang pinjaman dari teman kantor sudah saya kembalikan dan uang pinjaman dari direktur utama yang terakhir saya pinjam sudah saya siapkan pengembaliannya.

Belajar dari hal diatas, saya jadi teringat pada ucapan professor  Yohannes Surya soal Mestakung, yang artinya Semesta Mendukung. Kalau kita punya cita-cita yang kelihatan sulit namun kita bersungguh-sungguh untuk mencapainya, niscaya alam semesta akan mendukung. Ada saja bantuan dan cara yang membantu kita meraih cita-cita dan keinginan tersebut. Mestakung bisa juga disebut sebagai LoA atau Law of Attraction. Saya jadi ingat tulisannya pak Nurhana Tirtaamijaya soal Mestakung :

Wah, saya jadi sangat tertarik dengan istilah yang baru saya dengar ini…lalu saya minta penjelasan apa makna dari “SEMESTA MENDUKUNG”….

Beliau menjelaskan bahwa dalam fenomena “Innamaa amruhu idza arada syaan anyakulalahu..kun fayakun…” yang artinya ” Bilamana Allah menghendaki sesuatu terjadi dan berfirman terjadi..maka terjadilah..” (ayat 82 Surat Yasiin), implementasi perwujudan didunia ini harus melalui fenomena Hukum Alam “Semesta Mendukung”…yaitu harus didukung oleh situasi dan kondisi kehidupan masyarakat dunia (Ideologi, Politik, Ekonomi, Budaya/spiritual/agama, Keamanan) yang kondusif/sesuai pula….

Jadi, jangan menyerah pada kekurangan yang ada. Segala sesuatu yang tidak mengakhiri hidup kita hanya akan memperkuat diri kita.

Posted by vavai on Jan 7th, 2010 and is filed under Personal, Work. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

9 Responses to “Jangan Menyerah pada Kekurangan Hidup : Bagian Kedua, Mestakung”

  1. Abdul Aziz January 7th, 2010, 11:11 am

    Ijin share mas vavai.Saya terkesan dengan pengalaman anda.

  2. jacobian January 7th, 2010, 4:44 pm

    wah benar2 pengalaman yg bagus neh.thanks for sharing. 🙂

    my_blog

  3. semarmendemx January 7th, 2010, 8:18 pm

    wah luar biasa mas vavai!

  4. vavai January 8th, 2010, 9:24 am

    @Abdul Aziz, silakan mas, semoga bermanfaat
    @Jacobian, Thanks juga buat kunjungan rutinnya mas
    @Semarmendemx, luar biasa juga buat si boss 🙂

  5. tirtaamijaya January 11th, 2010, 2:56 pm

    Asswrwb,….. salam kenal dari nurhana tirtaamijaya, sama sama bloger…pengalaman yang menarik untuk ditiru kaum muda yang belajar mengimplementasikan ” Semesta Mendukung /Law Of Atraction/Positive Thinking “…..Selamat berkarya dengan selalu memperhitungkan berbagai Hukum Alam yang diciptakan Allah sebagai unsur pendukung utama….dan tentunya Kemauan Keras !!!….amin.

  6. general business March 17th, 2011, 12:51 pm

    salam kenal buat Pak Vavay. Saya senang membaca artikel anda ini, memberikan semangat baru kembali untuk diri saya agar tetap optimis

Trackbacks

  1. Jangan Menyerah pada Kekurangan Hidup : Bagian 1, Man Jadda Wa Jadda | Blog Vavai
  2. Tweets that mention Jangan Menyerah pada Kekurangan Hidup : Bagian Kedua, Mestakung | Blog Vavai -- Topsy.com
  3. Staff IT : Antara Karir, Sertifikasi, Biaya dan Kesempatan | Bisnis Having Fun

Leave a Reply