Memindahkan Server Linux Fisik Menjadi Server Virtual

CloneZilla Start Up Menu

1 pekan menjelang akhir tahun 2009 saya mendapat telepon dari salah satu klien di daerah Jakarta. Pesannya singkat, servernya mengalami problem, ada service yang tidak berjalan sebagai mana mestinya (service Samba PDC+OpenLDAP).

Setelah masalah bisa diatasi, ia menanyakan apakah mungkin jika server fisiknya dipindah menjadi server virtual sehingga ia lebih mudah mengelolanya, terutama jika ia ingin melakukan proses backup & restore sistem secara mudah.

Baca-baca literatur, model pemindahan ini biasa dikena dengan istilah P2V, alias Physical To Virtual. Prosesnya bisa menggunakan VMWare Converter yang gratis untuk digunakan (versi enterprise memiliki lisensi komersil tapi versi open source juga cukup kapabel). Awalnya saya berencana menggunakan VMWare Converter ini namun karena saya tidak memiliki VMWare ESX atau VMWare server untuk menampung hasil transfer, saya akhirnya memilih cara manual menggunakan distro Linux CloneZilla dengan bantuan VMWare Workstation.

Caranya adalah sebagai berikut :

Transfer Harddisk Fisik ke Bentuk Image

  1. Siapkan harddisk yang akan dijadikan penampung image sistem hasil transfer CloneZilla. Karena harddisk fisik berkapasitas 250 GB, saya mempersiapkan harddisk penampung sebesar 500 GB, meski nyatanya space yang dibutuhkan tidak sebesar itu.
  2. Download CloneZilla LiveCD. Burn menggunakan CD burner.
  3. Hidupkan server dengan posisi CloneZilla LiveCD sebagai prioritas utama karena kita akan berjalan menggunakan LiveCD CloneZilla
  4. Setelah booting, pilih menu Device-Image Work with disk or Partitions using Images karena kita akan menyimpan duplikat harddisk menjadi image untuk disimpan di harddisk kedua
  5. Kita bisa memilih harddisk kedua sebagai lokasi penyimpanan. Anyway, kita juga bisa menyimpan image ke network share, apakah melalui Samba atau NFS ataupun SSH
  6. Setelah proses transfer selesai, simpan file image ke lokasi tertentu

Konversi Image Menjadi Harddisk Virtual

  1. Buat virtual machine menggunakan model virtual yang diinginkan. Saya menggunakan VMWare Workstation karena imagenya saya simpan di harddisk fisik. VMWare Workstation memiliki kelebihan, yaitu mampu melakukan mounting harddisk atau partisi fisik menjadi harddisk virtual. Buat dua buah harddisk. Yang pertama adalah harddisk virtual kosong sebesar kapasitas harddisk fisik yang akan diimport. Saya menyiapkan harddisk virtual sebesar 250 GB dalam modus dinamis sehingga jumlah space terpakai tidak langsung sebesar itu. Harddisk virtual kedua merupakan harddisk 500 GB yang berisi image hasil transfer CloneZilla
  2. Jalankan mesin Virtual dengan posisi CloneZilla LiveCD sebagai posisi start up utama
  3. Saat CloneZilla masuk ke menu utama, pilihlah pilihan Restore image, dan mount harddisk yang berisi image. CloneZilla semestinya langsung mengenali hasil convert yang ada di harddisk tersebut
  4. Lakukan proses kebalikan dari sebelumnya, yaitu sekarang melakukan proses import dari image menjadi harddisk virtual
  5. Setelah selesai, kita bisa langsung melakukan booting menggunakan harddisk virtual hasil transfer. Harddisk virtual kedua yang berisi file image bisa di remove, CloneZilla LiveCD bisa dikeluarkan

Catatan Khusus :

  1. Proses yang saya lakukan agak sedikit complicated karena harddisk yang saya transfer merupakan harddisk tipe RAID-1 sehingga setelah semuanya selesai dan saya  coba  booting, sistem openSUSE 11.1 64 bit yang ada didalamnya menanyakan posisi harddisk kedua (Raid-1 /dev/md0). Setelah mengubah grub agar booting melalui /dev/sda1, saya bisa booting dengan sukses dan kemudian mengubah grub secara permanen melalui YAST | System | Bootloader. Proses ini semestinya tidak diperlukan jika sistem virtual yang ditransfer tidak menggunakan sistem RAID
  2. Server fisik yang saya transfer menggunakan openSUSE 11.1 64 bit berisi Samba PDC + OpenLDAP. Sistem ini saya transfer menjadi mesin virtual dengan host openSUSE 11.2 64 bit
  3. Saya menggunakan VMWare Workstation 6.5.3 64 bit. Beware, VMWare Workstation merupakan produk komersil dari VMWare. Untuk image hasil transfer dalam bentuk file vmdk dapat saya jalankan pada VirtualBox 3.1.2 64 bit
  4. Cara diatas mestinya dapat dijalankan pada mesin 32 bit tanpa perbedaan cara yang terlalu besar
Posted by vavai on Jan 3rd, 2010 and is filed under Linux. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

6 Responses to “Memindahkan Server Linux Fisik Menjadi Server Virtual”

  1. Arie January 4th, 2010, 10:03 am

    Kalau hasil vmdk nya kita pasang di vmware server ESXi bisa? Ada persyaratan khusus lainnya untuk cloningnya gak?

  2. Vavai January 4th, 2010, 10:09 am

    @Arie,

    Saya nggak punya ESXI tapi semestinya bisa. BTW, kalau punya VMWare ESXI, lebih mudah pakai VMWare Converter.

  3. Dedhi January 4th, 2010, 3:18 pm

    Saya dulu pernah nulis ke anda yah, ada bahaya-nya menggunakan server yang heavy I/O di atas thick hypervisor macam VMWare Workstation/Server atau VirtualBox, yaitu mereka semua cheat the performance dengan tidak betul betul flushing semua I/O ke disk walau sudah report ke guest OS kalo sudah flushed. Oleh karena itu kalo virtualizing I/O heavy server lebih baik ke thin hypervisor macam VMWare ESX

  4. vavai January 4th, 2010, 3:26 pm

    @Dedhi,
    Ya, saya ingat Dedhi pernah berkomentar demikian. Saya menggunakan VirtualBox atau VmWare Workstation karena keduanya yang ada di kantor 😛

    Untuk ESX belum pernah mencoba, mungkin bisa saya coba ajukan diawal tahun ini sekalian mau coba xen juga.

  5. Wisu January 6th, 2010, 12:41 pm

    hmmm mesti coba nih…

Trackbacks

  1. Pekerjaan Akhir Pekan | Blog Vavai

Leave a Reply