Kontribusi pada Open Source ? Let’s Do It !

Saya jadi tersenyum membaca salah satu komentar terkait dengan berita di Detikinet : “Konsisten Garap Open Source, LIPI Rilis IGN 2009″.

detikinet-open-source

Pertama soal sikap under estimate pada upaya menyusun distro, karena itu dianggap sebagai sekedar meracik bumbu, tidak membuat dari scratch.

Sebenarnya masalahnya dimana ? Mengapa menyusun distro dari berbagai aplikasi yang sudah ada dianggap kurang gengsi ?  Bukankah hanya akan menghabiskan sumber daya jika seandainya semua software dibuat dari awal hanya karena software tersebut bukan buatan Indonesia ? Apa salahnya membundel Firefox, Zimbra, Thunderbird, OpenOffice dan lain-lain? Apa jadi kurang gengsi ?

Menyusun distro agar lebih mudah digunakan dan lebih terintegrasi memang tidak sekompleks membuat distro dari awal tapi itu merupakan upaya yang baik. Meski saya pengguna distro Linux openSUSE, saya menghargai upaya yang dilakukan teman-teman Blankon, IGN (IGOS Nusantara) dan hasil remastering lokal lainnya. Mereka sudah berupaya agar software dan distro Linux jauh lebih mudah digunakan.

Sekarang ini apa-apa serba versi 2.0. Jangan menunggu, langsung saja berkontribusi. Jangan menunggu orang lain membuat software khusus tertentu. Mengapa ? Karena ada banyak software khusus yang tak mungkin ditangani satu atau beberapa orang.

Jangan sekedar komplain, “Linux nggak user friendly, hardware ini nggak terdeteksi” tanpa usaha apa-apa. Saya tidak bermaksud menyatakan agar setiap orang menjadi developer. Kalau kita tidak bisa kontribusi pada sisi pengembangan aplikasi, kita bisa kok berkontribusi melaporkan masalah yang terjadi saat kita pakai. Laporan ini bisa menjadi ide perbaikan untuk versi saat ini maupun versi berikutnya.

Yang kedua, soal kebutuhan sosialisasi, manual book, tutorial, dokumentasi, itu semua juga bisa menjadi bagian dari kontribusi kita. Kalau kita tidak bisa buat tutorial, tak ada salahnya menulis artikel tentang cara-cara kita menggunakan suatu aplikasi open source, meski itu terlihat newbie sekalipun. Kalau menulis bukan bagian dari kemampuan kita, kita bisa membantu acara-aara sosialisasi.

Ada banyak cara berkontribusi pada open source, mulai dari menjadi developer, melaporkan masalah (bug report), menjadi beta tester, membuat flyer, membuat tutorial, memberikan informasi, menyediakan link download, menyebar luaskan event, atau malah menjadi donatur agar kegiatan-kegiatan open source bisa lebih sering diadakan dan pengembangannya bisa dilakukan secara lebih intensif.

Jangan menunggu orang lain berbuat, nanti malah jengkel, kecewa dan kelamaan menunggu. Kalau kita bisa membantu, meski itu dalam bentuk yang sangat kecil, silakan bantu. Kita toh tidak perlu kaya raya untuk bisa bersedekah dan berbagi, demikian halnya dengan kontribusi open source, kita bisa mulai dari kita, dari yang kecil dan mulai saat ini.

Posted by vavai on Nov 19th, 2009 and is filed under Komunitas, Linux. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Kontribusi pada Open Source ? Let’s Do It !”

  1. supray November 22nd, 2009, 11:56 am

    Setuju banget sama cara pandang Mas Vavai! Sama halnya dengan cita2 ingin mengubah dunia, ubah dulu midset ingin mengubah dunia itu dengan memperbaiki diri sendiri dahulu, memperbaiki keluarga, lalu ke masyarakat, ke kota, ke negara, baru lalu ke dunia. Ibarat pepatah bilang, biar sedikit2 kalau dikerjakan secara rutin, lama2 akan menjadi bukit, So, ingin FOSS menjadi lebih baik digunakan? Mulailah perbaiki apa yang kurang dari diri sendiri, dan mulailah turut berkontribusi. Apapun jenis kontribusinya, pasti ada manfaat yang terdapat disitu untuk orang lain.

Leave a Reply