Banyak teman-teman yang hendak migrasi email server dari Microsoft Exchange Server ke platform open source yang terbentur pada masalah kompatibilitas fungsi. Fungsi-fungsi advanced yang ada di Exchange Server semacam push mail blackberry, dukungan pada IPhone dan fasilitas Scheduling & Calendar Sharing misalnya, jarang dipunyai oleh mail server open source. 3 mail server kelas enterprise open source yaitu Zimbra, Scalix dan Open-Xchange misalnya, memang menyediakan fasilitas tersebut namun fasilitasnya hanya ada pada versi komersil.
Lantas, apa yang harus dilakukan padahal kita ingin mengurangi biaya lisensi Exchange Server (termasuk biaya CAL, Client Access License dari Windows Server) namun juga tidak ingin boss-boss komplain karena BB atau IPhonenya tidak disupport oleh versi open source mail server pengganti ?
Jawabannya adalah Mixed Environment. Pada suatu organisasi biasanya tidak semua user membutuhkan semua feature yang disediakan oleh mail server. Dari 500 user misalnya, mungkin hanya 10 hingga 30 user yang membutuhkan fasilitas advanced baik dukungan push mail maupun fasilitas Scheduling & Calendaring. Sisanya lebih banyak yang pakai sekedar email POP3 dan SMTP. Kalaupun pakai fasilitas scheduling dan calendaring mereka masih bisa pakai desktop mail client semacam Zimbra Desktop.
Cara yang dilakukan adalah membuat 2 email server dengan nama domain yang sama. Email server pertama adalah email server kelas enterprise versi open source edition untuk sebagian besar pengguna sedangkan email server kedua adalah tetap Exchange Server atau malah diganti sekalian dengan email server open source kelas enterprise namun versi komersilnya yang memang memiliki feature setara.
Skema ini tidak terlalu sulit diimplementasikan namun mampu menekan biaya dalam jumlah besar. Dalam contoh kasus diatas, jangankan untuk 400 account, penghematan 100 account saja bisa menghemat biaya diatas 50 juta rupiah.
Implementasi skema diatas pada mixed environment antara Zimbra dengan Exchange (keduanya bisa diganti dengan formasi lain, misalnya Zimbra Komersil+Zimbra Open Source atau bisa juga Exchange+Scalix dll), bisa dilakukan dengan gambaran sebagai berikut (contoh menggunakan 30 account advanced menggunakan lisensi komersil Exchange dan 470 account standard menggunakan lisensi open source Zimbra) :
Dalam formasi diatas, Zimbra saya posisikan sebagai Front-End Mail Server sekaligus sebagai mailbox bagi 470 standar account. Untuk menjadikan Zimbra sebagai Front-End Mail Server baca artikel saya : Tips Zimbra sebagai Front-End Mail Server. Jika diset sebagai Front-End Mail Server, Zimbra akan menyimpan email untuk account yang mailboxnya ada pada Zimbra sedangkan sisanya akan di forward ke mail server back-end (dalam hal ini Exchange Server).
Untuk Email server back-end, ia melakukan relay pengiriman email melalui email server Front-End, dalam hal ini Exchange merelay email ke Zimbra. Jika email tersebut diperuntukkan bagi domain yang sama, emailnya akan langsung dimasukkan ke mailbox namun jika tidak, email akan direlay ke internet.
Jika penggunaan 2 mailserver secara fisik dianggap boros, inilah saatnya mempertimbangkan penggunaan model mesin virtual alias virtualisasi. Jadikan saja si Zimbra sebagai host bagi Exchange sehingga Exchange berada didalam sistem operasi Zimbra. Email server yang dicadangkan bisa dijadikan sebagai mesin backup.
Bagaimana ? Mau mencobanya ?
eethore November 18th, 2009, 4:38 pm
nice trick
a2i3s November 18th, 2009, 5:22 pm
bungkus dulu, hehehehe… thanks infonya mas Vavai
bangaip November 18th, 2009, 6:52 pm
Info yang bagus sekali mas Vavai. Terimakasih sudah berbagi.
samiaji November 18th, 2009, 11:08 pm
hmmm….ini malah nambahin kerjaan it,biaya maintenance,benwit, kalau masih tetep pakai exchange untuk apa zimbranya ? paling zimbra desktop tok diandalkan? toh kan user-user di ktr sdh biasa pakai mail client. kasih zimbra desktop malah belajar lagi….kalau mau mailserver full opensource dah banyak pakai sopware third party bisa push mail….solusi kok setengah2….
Andrian November 19th, 2009, 4:15 am
@Samiaji,
Makanya tulisan orang dibaca, kok ya masih tanya “Buat apa Zimbranya” kan udah jelas dibilang untuk mengurangi biaya lisensi. Daripada pakai Exchange untuk 500 account lebih baik sebagian besar pakai Zimbra, yang lain yang nggak bisa pindah dari Exchange tetap pakai Exchange atau pakai versi komersil dari Zimbra, Scalix atau Open-Xchange.
@Vavai, bagus mana antara Zimbra, Scalix dan Open-Xchange ?