Tips Melakukan Improvement Akses Blog

2 hari kemarin saya menyempatkan diri untuk memperhatikan trafik data ke blog-blog yang saya miliki karena rasanya lambat sekali untuk diakses. Hasil observasi yang saya lakukan saya gunakan untuk mencoba memperbaiki performance akses blog. Apa yang membuat saya cukup terkejut adalah bahwa statistik menunjukkan domain utama vavai.com memakan kapasitas disk hingga 500 MB dengan bandwidth > 20 GB dan jumlah kunjungan per hari rata-rata 3000 user.

Meski memiliki beberapa versi blog dan sub domain, jumlah tersebut rasanya terlalu berlebihan untuk sebuah blog personal jadi saya menyempatkan diri untuk mengauditnya, jangan-jangan bandwidth > 20 GB dihabiskan oleh spammer dan kapasitas sebesar 500 MB dihabiskan untuk menyimpan file-file tidak jelas.

Berikut adalah beberapa hal yang saya temukan yang berimplikasi langsung pada lambatnya akses ke blog yang saya miliki :

1. Duplicate Content/Content Theft.
Sebenarnya saya tidak terlalu heran jika ada blogger yang menyalin tulisan saya, ya hitung-hitung meningkatkan kepopuleran, hehehe… Masalahnya, banyak dari mereka menyalin tanpa permisi, demikian adanya, mentah-mentah sehingga banyak gambar dan file yang tetap diambil dari blog saya. Blog lain yang dapat kunjungan, blog saya yang terkena getahnya dalam bentuk trafik bandwith untuk akses gambar

2. Download File Tutorial/Video/Script.
Karena kekonyolan saya, saya menempatkan video pak Yusril Ihza Mahendra dengan ukuran > 40 MB dan file flv (Flash Player) Laksamana Cheng Ho sebesar > 15 MB di salah satu blog saya. Kalau 20 orang mendownload kedua file tersebut, bandwithnya sudah mencapai 1 GB. Saya memang menempatkan kedua file tersebut untuk didownload meski sudah menguploadnya juga ke Youtube.

Contoh file lain yang membebani kapasitas dan bandwith adalah file jenis tutorial dan script, misalnya file initrdud yang digunakan sebagai initrd LiveUSB dari file iso openSUSE 11.0 serta script pxeboot versi full yang besarnya > 20 MB. Saya memang tidak suka menempatkannya di layanan download gratisan semacam Ziddu (meski bisa mendapat recehan dari situ :-P ) karena saya sendiri suka sewot kalau terlalu lama menunggu proses download

3. Kualitas dan Ukuran Gambar.
Karena senang menulis artikel yang disertai ilustrasi gambar, kadang akses ke blog saya membutuhkan trafik data mendekati 1 MB. Tentunya cukup berat jika diakses melalui layanan internet sejuta umat yang trafiknya pas-pasan

4. Plugin & Tambahan Komponen.
Ada beberapa plugin yang membebani akses ke blog, misalnya plugin statistik, baik plugin internal WordPress maupun layanan Google Analytics. Plugin ini bermanfaat namun tentu saja memiliki andil mengurangi kecepatan akses ke blog. Karena saya tidak sedang menganalisa statistik, saya menonaktifkan plugin tersebut beserta plugin lain yang memang saya aktifkan namun tidak saya manfaatkan secara rutin

5. Performance Database MySQL.
Karena menggunakan shared hosting, beban akses database merupakan salah satu penyumbang terbesar masalah akses blog. Meski masih tetap aman terkendali, ada kalanya saya perlu memilih opsi “repair database” melalui cpanel jika ada gejala akses blog yang melambat.

Ada beberapa hal yang saya lakukan untuk mengatasi hal diatas, antara lain dalam bentuk :

1. Membuat hotlink protection.
Tujuannya adalah meniadakan pencurian bandwith dengan menolak link gambar dari website lain. Andai ada blogger yang melakukan duplikasi content, ia harus menempatkan gambar di blognya sendiri. Kan kebangetan, sudah melakukan duplikasi content (banyak yang tanpa permisi :-( ), membebani server yang punya pula…

Hotlink protection dilakukan dengan membuat file .htaccess yang memblok request tampilan gambar/file dari website yang tidak diberikan authentikasi untuk melakukannya. CPanel memiliki feature ini namun kita juga dapat membuatnya secara manual. Bagi yang sulit membuatnya, bisa meluncur ke website ini untuk membuat file .htaccess melalui wizard

2. Membuat sub domain khusus files.vavai.net untuk menyimpan file dan gambar.
Saya memang bisa saja menggunakan layanan penyedia gambar dan file gratisan namun saya kurang sreg jika harus tergantung dan dibatasi oleh penyedia layanan tersebut. Nantinya sub domain ini hanya akan menyediakan trafik tampilan gambar dan file dan tidak diganggu oleh akses database. Saya baru memindahkan sebagian kecil gambar dan file berukuran besar, sisanya akan saya pindahkan secara bertahap

3. Melakukan optimasi dan mengurangi ukuran gambar.
Selain mengurangi tampilan yang tidak perlu, saya juga berusaha mengurangi dan melakukan optimasi tampilan ukuran gambar. Memang sih ada trade-off antara kualitas dibandingkan dengan ukuran gambar. Semakin bagus kualitas gambar, semakin besar ukurannya. Saya hanya perlu menjaga agar ukuran gambar bisa dibawah 100 KB namun tampilannya tidak pecah. Kalaupun terpaksa menggunakan gambar yang relatif besar, saya memilih untuk membuat thumbnail berukuran kecil, nantinya pengunjung blog bisa melakukan klik pada thumbnail tersebut

4. Menonaktifkan plugin yang tidak secara rutin saya pergunakan.
Contohnya adalah plugin statistik, broken-link checker dan plugin-plugin berbasis java script.

5. Membagi resource hosting dengan memindahkan sebagian blog ke account hosting lain yang saya miliki.

Saat ini saya memiliki account di DreamHost, HostGator dan ada juga server di dalam negeri. Website-website berbahasa Indonesia dengan target pengunjung orang Indonesia saya tempatkan diserver-server dalam negeri sedangkan untuk account yang membutuhkan kapasitas besar saya tempatkan di DreamHost.

Account di HostGator saya pergunakan untuk reseller account domain dan hosting, terutama jika ada perusahaan yang meminta implementasi Zimbra Mail Server berikut hosting dan domainnya. Upaya lain yang saya lakukan adalah ujicoba membuat blog statis tanpa database untuk artikel dan project saya yang relatif sedikit perubahannya.

Kesemua upaya diatas saya lakukan agar pengunjung tidak kabur gara-gara akses ke blog yang sangat lambat. Kalaupun masih tetap lambat, berarti mesti ada improvement tahap kedua yang perlu saya lakukan.

Posted by vavai on Sep 30th, 2009 and is filed under Blog. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

8 Responses to “Tips Melakukan Improvement Akses Blog”

  1. geblek September 30th, 2009, 1:08 pm

    tips menarik mas, biasanya klo ada postingan bergambar saya tidak pernah di simpen di server blog saya sendiri. keuntungan gampang pindah2 hanya dg bawa db saja :)
    saya juga menggunakan plugins WP-Optimize untuk mengoptimis db yg tak perlu.

  2. Masim "Vavai" Sugianto September 30th, 2009, 9:56 pm

    Iya, saya juga sempat mikir soal opsi menempatkan gambar di host gratisan tapi rasanya kurang leluasa jadi keputusannya membuat sub domain khusus di server lain :-)

    Thanks buat info tambahan soal wp-optimize.

  3. eshape October 6th, 2009, 4:47 pm

    Makasih infonya mas, berarti selama ini saya sudah benar, cuma belum pandai melaksanakannya.

    Hehehe…

    TFS

    Salam

  4. yulyanto October 7th, 2009, 1:39 pm

    Wah mantep nih tipsnya mas vavai:-)….

    Selama ini saya cuma konsen soal konten, jadi kurang begitu paham sama yg beginian:-)….ta coba’in ah:-)

    Tx again:-)

  5. Your Lifestyle February 23rd, 2011, 11:14 pm

    tanks infonya sob akan saya rerapkan trik nya

  6. kamto March 22nd, 2011, 5:40 pm

    wah, makasih ya infonya

  7. anton March 22nd, 2011, 5:41 pm

    trims infonya, visit my blog

Trackbacks

  1. Tips Meningkatkan Kecepatan Akses Blog-Optimasi Blog | Blog Vavai

Leave a Reply