Programmer = Tukang Coding ?

ProgrammerMembaca tulisannya Denny soal “Programmer tuh Tukang Ketik ?” saya jadi ingat ketika kemarin ada teman semasa SMP yang bertanya : “Vai, kok kamu mau sih jadi programmer. Programmer kan orangnya kaku, nggak gaul dan hidupnya cuma coding..”

Please dong ah. Itu programmer yang mana dulu. Memangnya programmer kerjanya coding melulu ? Memangnya programmer nggak boleh modis ? Buktinya saya tetap gaul kok. Malah dibandingkan sewaktu SMP, saya jauh lebih gaul karena waktu SMP saya pemalu sedangkan sekarang malu-malu-in :-D

Sekarang saya memang jarang menyentuh pekerjaan programmer karena lebih banyak fokus ditahapan perencanaan dan implementasi tapi rasanya dulu juga enjoy saja menikmati kegiatan sebagai programmer. Tidak ada beban. Santai dan menikmati hidup, caelah.

Karena perusahaan tempat saya bekerja umumnya perusahaan kecil dan menengah, saya juga tidak murni sebagai programmer. Waktu awal bekerja di dunia IT, saya single fighter dan menangani semua urusan IT. Mulai dari membuat sistem aplikasi (ya ini yang saya maksud sebagai programmer), system analyst, implementor, tester hingga help desk. Mulai dari membeli dan memperbaiki hardware hingga melakukan instalasi dan setup. Pasang pita printer dan memanjat atap kantor juga masih masuk kedalam pengalaman kerja saya kok :-D

Untuk perusahaan konsultan atau perusahaan dengan jumlah organisasi IT yang besar mungkin pekerjaan programmer lebih dispesialisasikan tapi secara persentase, jumlahnya masih kalah dibandingkan programmer yang bekerja secara rangkap. Sayangnya gajinya nggak ikutan rangkap juga :-P

Bayangan sebagai programmer yang terkunci didalam suatu ruangan dan setiap hari monoton didepan monitor juga tidak ada dikamus saya karena fungsi saya memang lebih sebagai programmer terapan. Saya bisa terlibat diskusi mengenai MRP, ERP, JIT dan Bill of Material dengan orang-orang PPIC (Production Planning & Inventory Control) sewaktu bekerja di manufaktur atau berdiskusi dengan orang-orang operasional Warehouse saat melakukan design sistem mereka. Pengalaman ini menjadi nilai tambah karena jarang orang PPIC atau Warehouse yang memiliki kesempatan menangani operasional IT. Jangan heran jika manajer operasional, marketing dan warehouse dikantor saya sekarang latar belakangnya adalah programmer karena ia menguasai desain dan analisa operasional bidang tersebut.

Kesimpulannya, programmer = Tukang Coding tidak sepenuhnya salah dan juga tidak sepenuhnya benar, tergantung pada fokus utama pekerjaan yang dilakukan. Anggapan bahwa seorang programmer adalah tukang ketik juga bisa saya terima. Hal ini karena pengalaman pribadi, saya diterima bekerja sebagai programmer karena tangan saya kelihatannya terbiasa mengetik (ini kata boss saya di kantor lama di Cikarang) :-D

So, Are you a programmer or a coder ?

Posted by vavai on Sep 30th, 2009 and is filed under Personal. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “Programmer = Tukang Coding ?”

  1. geblek October 1st, 2009, 1:49 am

    jadi mas vavai ini programer gahul :D

  2. fahdi October 1st, 2009, 8:39 am

    kalo bukan tukang ketik, atau tukang coding, berarti tukang program, alias jualan program aja gitu yah mas :)

Leave a Reply