
Saat bekerja di Cikarang (PT. Ochiai Menara Indonesia dan PT. Grand Dinamika Manufacturing Indonesia), saya setengah bersumpah untuk tidak mau bekerja di daerah Jakarta dan Tangerang, terutama daerah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Alasan utama adalah karena jauh dan capek dijalan jika ulang-alik ke Bekasi. Diantara kedua pilihan tadi, salah satu lokasi yang paling saya hindari adalah Tanjung Priok, karena saya mudah panik dijalan kalau ketemu truk container. Saya akan lebih memilih daerah Karawang, Cikampek maupun Purwakarta dibandingkan dengan bekerja di Jakarta meski secara jarak lebih dekat.
Macet di Cikarang saja sudah membuat saya lelah lahir dan batin apalagi kalau kena macet di Jakarta, mungkin sebagian besar hidup saya akan saya habiskan dijalan, diantara deru kendaraan bermotor dan polusi udara
Ternyata sumpah tersebut dikabulkan oleh yang maha kuasa. Saya diterima bekerja di kantor sekarang yang berlokasi di daerah Cakung. Alamat resmi perusahaan sih memang Cakung yang notabene ada di Jakarta Timur, namun yang menjadi masalah, lokasi ini ada di tepi perbatasan Cakung dengan Tanjung Priok, tepatnya di jalan raya Cakung-Cilincing alias Rorotan.
Selain dikabulkan bekerja di Jakarta Timur (yang sebenarnya sama saja bohong karena saya justru lebih dekat ke Tanjung Priok Jakarta Utara
), saya juga mendapat bonus tambahan dalam bentuk container. Ternyata kantor ini merupakan kandangnya truck container segede gaban, karena kantor sekarang merupakan Tempat Penimbunan Pabean (TPP). TPP adalah lokasi penyimpanan peti kemas yang ditarik dari pelabuhan dan diawai oleh DJBC (Direktorat Jenderal Bea & Cukai)
Kalau dulu saya rada ilfil jika bertemu dengan container di jalan raya, sekarang saya malah bergaul akrab dengan truk-truk tersebut
1-2 bulan terakhir saya mondar-mandir ke daerah dekat pelabuhan, tepatnya didekat Walikota Jakarta Utara karena kantor membuka sister company disana yang masih ada kaitannya dengan kegiatan bongkar muat pelabuhan. Karena malas membawa Jupiter MX melewati jalur-jalur sempit di Semper atau jalur rawan di Cakung-Cilincing-Tanjung Priok, saya memutuskan untuk pulang pergi naik Bis Patas Bekasi-Tanjung Priok.
Ternyata keputusan ini membawa dampak yang kurang menyenangkan buat saya. Untuk berangkat dari Bekasi ke Tanjung Priok relatif tidak bermasalah karena rumah saya dekat Terminal Bekasi dan bisa nyaman tenteram duduk manis di bis Patas. Sayangnya, patas AC 25 jurusan Bekasi-Tanjung Priok PP dan Bis patas non AC 31 jurusan Bekasi-Tanjung Priok PP ini jumlahnya terbatas sehingga saya bisa keriting menunggunya.
Masalah lebih besar saya alami saat pulang dari Tanjung Priok. Dalam salah satu episode hidup saya
, saya menunggu bis patas AC sampai keriting selama 1.5 jam. Karena lama ditunggu tidak datang-datang, saya memutuskan naik taksi saja. Eh, baru saja hendak menyetop taksi, ada bis patas AC yang berhenti, jadi saya batal naik taksi dan memutuskan tetap naik bis. Keputusan yang saya sesali karena busnya berjubelan, jalannya lambat dan malah mogok 2x dijalan tol. Sejak saat itu, saya kapok naik bis Patas dari Tanjung Priok.
Kebiasaan saya di bis adalah membaca buku tapi naik Patas AC 25 Tanjung Priok-Bekasi ini membuat saya harus merelakan kesempatan tersebut. Sudah berdiri, susah berpindah posisi, berdesak-desakan pula seperti ikan sarden sementara si kondektur masih teriak-teriak lantang, “Bekasi-Bekasi, kosong-kosong-kosong…”. Ya iya kosong kalau mau naik keatas atap bis
Akibatnya bisa ditebak, penumpang menggerutu (ya, nasib penumpang angkutan umum di Indonesia hanya bisa menggerutu) dan acap kali terjadi perang mulut antara kondektur dengan penumpang.
Atas informasi dari seorang staff Warehouse yang tinggal di Tanjung Priok, saya mengikuti sarannya dengan menunggu bus didekat Polres Jakarta Utara atau didepan Gereja Santo Fransiskus Xaverius. Disini saya bisa naik bis jurusan Cikarang, Karawang, Purwakarta, Cikampek dan Subang dan kemudian turun di Jatibening (tol Pondok Gede Timur). Dari Jatibening saya bisa naik bis ke Bekasi.
Ternyata memang jauh lebih nyaman dan menyenangkan. Bis-bis antar kota jauh lebih lega jarak antar tempat duduknya sehingga kaki saya tidak terlalu pegal. Sayapun selalu dapat tempat duduk dan tidak pernah berdesak-desakan. Saya hanya perlu menambah biaya Rp. 3000-5000 untuk kenyamanan ini. Pilihan yang tentu saja saya ambil daripada menjadi ayam sayur berdesakan di bis.
Salah satu favorit saya adalah bus AC Agra Mas. Bus ini desain interiornya lega dan nyaman dan biasanya merupakan pilihan utama saya kalau hendak berangkat dari Bekasi ke Tangerang. Yang saya naiki dari Tanjung Priok biasanya Bus Agra Mas jurusan Tanjung Priok-Karawang.
Selain kenyamanan dari sisi interior, jumlah penumpang yang relatif tidak berdesakan, naik bus antar kota ini juga jauh lebih cepat sampai ditujuan karena langsung masuk tol yang ada didepan GRJU (Gelanggang Remaja Jakarta Utara), sedangkan kalau naik bis Patas baru akan masuk tol di pintu tol Sunter Podomoro, dengan resiko terjebak kemacetan di simpang Semper, di daerah Plumpang (pusat distribusi Pertamina) dan di pintu masuk Mal Artha Gading.
Jadi tipsnya sederhana saja. Gunakan bis-bis antar kota sebagai gateway meski harus menambah biaya yang perlu dikeluarkan, daripada pulang kerja menjadi pengalaman yang tak menyenangkan.
BTW, Jatibening saat ini merupakan salah satu pintu tol paling sibuk di tol Jakarta Cikampek karena sebagian besar bis ke kota-kota di Jawa melewati jalur ini. Saya yang pulang ke Bekasi bisa dengan leluasa memilih bis yang keluar di pintu tol Bekasi Barat maupun Bekasi Timur.
Semoga bisa bermanfaat jika satu waktu ada yang terdampar di Tanjung Priok
Catatan : 2 foto terakhir credit to Forum BisMania. yang pertama dari thread ini dan yang kedua dari thread ini.
prast September 11th, 2009, 2:54 pm
saya dulu pernah ditinggal di plumpang mas…kantor walikota jakut dulu masih dibangun, klo skrg saya paling males kalo suruh singgah ke jkt..tapi ini harus saya lakukan krn bapak ada di kelapa gading sdgkan adek jadi pns di ciputat..
Daus September 12th, 2009, 12:09 am
Sudah coba nebeng.com?
software.um.ac.id September 28th, 2009, 3:27 pm
bagus bis-nya, kapan ya di tempat gw…
soulharmony October 7th, 2009, 8:32 pm
Berkunjung
taufix February 28th, 2010, 1:53 pm
Klo dari priok ke cikampek naik ap yah, mas? di priok ad bisnya gak>?..
saya ad interview di cikampek nih, mas besok.. hehe
pepey muslim kamil March 28th, 2010, 8:36 am
bus maya sari bakti kayak nya banyak yang AC
adam hamidi August 4th, 2011, 4:49 pm
numpang nanya mas.., biasanya bus yang dari tanjung priuk ke karawang itu malam hari paling lewat hingga jam berapa ya..?
didit September 10th, 2011, 7:53 pm
ke karawang dari pasar rebo naik agra mas ada ga ya? trs di karawang turunnya dmn? thnks infonya…