Awam bin Newbie Sebagai Tameng

Tadi malam membaca posting blognya kang Cecep, jadi inget tulisan saya di wall Facebook beberapa waktu yang lalu : “Paling sebel kalau ada yang kirim ke milis subyek-nya nggak jelas. Masya kirim email subyeknya hanya ‘Tanya…'”

Mungkin perlu terus menerus disosialisasikan karena noise-noise seperti ini sering terjadi di Milis. Apa saja sih contoh noise-nya ? Berikut beberapa diantaranya :

  • Email ke milis dengan subyek : “Tolooooooong” atau “Saya mau tanya”. Saya biasanya langsung remove ke trash. Kalau lagi niat ya dibales tapi kalau lagi sebel ya sudah langsung saja didelete. Nggak informatif, ngabisin waktu buat sekedar baca isi dari email
  • Email ke milis dengan subyek : “SAYA PINGIN KELUAR DARI MILIS INI !!!!”. Kasihan deh lo, nggak bisa baca footer tiap email yang dikirim ke milis dan cuma bikin malu diri sendiri
  • Email ke milis dengan dengan isi cuma huruf 2 biji, cuma tanda senyum πŸ™‚ atau πŸ˜› . Gak penting tahu. Ngabisin pulsa buat ambil email aza.
  • Email dengan isi OOT terlalu Out of Topic. Please dong ah cari milis yang relevan

Contoh lainnya ada di tulisannya kang Cecep yang saya link diatas, salah satunya adalah email ke milis yang direply secara japri tanpa alasan yang signifikan.

Kebetulan saya jadi admin milis di Komunitas openSUSE Indonesia dan Zimbra Indonesia sehingga sering sekali menjumpai email sejenis. Saya bahkan menyempatkan diri menyalin tulisannya mas Harry Sufehmi agar bisa dibaca oleh tiap registrant baru.

Kadang perasaan diri sebagai orang awam dan newbie menjadi tameng untuk membenarkan hal tersebut, “Ya maklum saja, namanya juga orang awam”. Please dong ih, kalau merasa diri jadi awam bin newbie, ya berarti pergunakan kesempatan untuk mempelajari mekanisme dan aturan milis sebelum coba posting.

Cobalah lebih mandiri, jangan cenderung untuk minta dipahami. Coba lebih memahami orang lain, jangan diri sendiri yang minta selalu dimaklumi.Toh itu semua untuk kebaikan diri sendiri dan juga orang lain.

Seorang teman saya baca pernah menulis begini : “Si Vavai itu sadis kalau moderasi milis. Siapa yang OOT kurang pada tempatnya langsung kena warning dan kalau membandel langsung dibanned”.

Ya nggak apa-apa dianggap sadis daripada milis dipenuhi email sampah yang membahas cara menangani sampah itu saja melahirkan sampah-sampah lain yang kurang bermanfaat.

Posted by Masim "Vavai" Sugianto on Sep 10th, 2009 and is filed under Komunitas. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “Awam bin Newbie Sebagai Tameng”

  1. dani September 18th, 2009, 9:43 pm

    kalo adminnya ngga sadis, kasian juga pengguna yang lain menimbun sampah. πŸ™‚ sebagai newbie, memang mesti usaha dulu, tanya kemudian.

  2. aditya September 24th, 2009, 6:34 pm

    hhhmm…. mngkin sya termasuk slah stunya kali ya. πŸ™‚
    karena memang kbetulan sya itu newbie abiz,.. di milis opensuse
    tapi sedikit demi sedikt sya mengerti koq…

  3. software.um.ac.id September 30th, 2009, 9:47 am

    yak, betull, meningkatkan kesadaran itu namanya…

Leave a Reply