Pengalaman Berkesan Selama Ramadhan

setan-selama-ramadhanSeingat saya, saya mulai berpuasa Ramadhan sejak sebelum masuk Sekolah Dasar (SD) namun dengan berbagai proses, misalnya puasa beberapa hari kemudian sisanya bablas, puasa sampai Dzuhur hingga akhirnya puasa penuh sampai Maghrib. Selama berpuasa sampai dengan usia saya sekarang ini, ada banyak pengalaman berkesan yang unik dan menjadi kenangan hingga sekarang. Berikut adalah beberapa diantaranya :

1. Soal sahur. Waktu kecil saya pikir sahur itu adalah berkumpul di halaman rumah sambil teriak sahur dan melempar-lemparkan nasi ke udara (di aur kata orang Bekasi bilang :-D . Ternyata bukan aur, saya saja yang ngawur, hehehe… ). Saat pertama dibangunkan sahur, saya mengucek-ucek mata dan lho kok malah disuruh makan padahal tidak kepingin. Saya pikir kami sekeluarga akan keluar ke halaman dan bermain-main. :-D . Sudah gitu saya makannya sedikit karena kalau pagi gitu kan nafsu makan berkurang. Alhasil baru jam 11.00 perut saya keroncongan.
2. Pertama buka Dzuhur. Waktu mulai puasa, saya diperbolehkan berbuka setelah Dzuhur karena ibu saya nggak tega kalau saya pingsan gara-gara kelaperan. Apalagi tampang saya bisa sangat memelas saat itu (acting+kenyataan, :-P ). Yang jadi problem, berbuka diwaktu Dzuhur saya artikan bahwa saya sudah bebas makan minum tanpa dibatasi. Ternyata salah. Berbuka diwaktu dzuhur merupakan selingan. Setelah selesai berbuka, saya harus puasa lagi sampai Maghrib. Karena salah pengertian ini, saya pernah puasa Ramadhan buka puasa 3X yaitu buka Dzuhur, Ashar dan Maghrib, hehehe

3. Berbohong Dikala Puasa ? Kadang saya puasa bukan karena niat tapi karena accident. Satu waktu saat kelas 3 SD murid yang beragama Islam ditanya, siapa yang tidak berpuasa. 2 orang mengacungkan tangan dan oleh guru diminta lari keliling lapangan. Saat ditanya siapa lagi yang tidak puasa, saya tidak mengacungkan tangan. Saya sendiri memang belum makan-minum sejak Shubuh tapi saya tidak secara resmi niat berpuasa. Karena takut disuruh lari keliling lapangan, saya mengaku berpuasa dan jadilah saya berpuasa tanpa makan sahur dan tanpa persiapan :-)

4. Kegiatan favorit. Saat berpuasa, kegiatan favorit saya adalah memancing ikan. Sebenarnya kegiatan favorit saya adalah membaca namun entah mengapa dulu kalau perut lapar huruf rasanya rontok dan joget-joget sehingga bikin mata berkunang-kunang. Memancing ikan relatif simple. Duduk memancing di kolam ikan atau di sawah, biasanya ada segerombolan anak-anak dan remaja yang memancing sehingga tempat memancing menjadi lokasi berkumpul favorit. Yang didapat hanya sekedar ikan Betok atau kalau lagi sial cuma ikan cecere (anak ikan tawes) tapi ya memang memancingnya hanya untuk kesenangan semata. Kalau seharian mancing tapi susah dapat ikan biasnaya berkomentar, “Ikannya lagi pada puasa, nunggu Maghrib” tapi kalau akhirnya kail dimakan ikan, komentarnya adalah, “Tuh, hukuman bagi ikan yang nggak puasa atau jebol puasa, dia kena dipancing dan alamat berakhir di penggorengan, hehehe…”. Variasi memancing ikan adalah memancing belut tapi saya jarang sukses untuk yang satu ini. Kalau nggak salah lubang (memancing dilubang ular, hiiiy….) biasanya saya salah lihat, malah lubang kepiting kecil (yuyu) yang saya masukkan.

5. Kenangan terindah kala malam Ramadhan adalah shalat Taraweh. Saya ingat saat SMA, saya satu-satunya anak ibu bapak (alias satu-satunya anggota keluarga) yang shalat di Masjid yang lokasinya agak jauh dari rumah, sedangkan anggota keluarga yang lain shalat di Mushola dekat rumah. Alasan resmi adalah berjumpa dengan teman-teman teman pesantren tempat saya belajar mengaji. Alasan belagu adalah “semakin jauh tempat shalat, semakin besar pahalanya” (kata adik saya, shalat saja sekalian disana, di Istiqlal atau di Mesir sekalian, hehehe…). Alasan sebenarnya adalah karena ada gadis manis yang pulang perginya bisa saya barengi, hehehe… Si gadis ini tidak pernah saya jumpai sehari-hari karena biasanya bersekolah di sekolah puteri berasrama dan baru pulang karena libur selama Ramadhan. Saya ingat sekali pertama kali kenal dengannya di awal Ramadhan, PDKT selama tarawih Ramadhan dan jadian di malam Takbiran :-) .

6. Pengalaman buruk. Pengalaman buruk yang saya ingat selama Ramadhan adalah ketika adik saya, Mardalih Alamsyah tak sengaja menduduki kembang api yang masih membara. Kasihan banget dia, celananya bolong dan (maaf) bokongnya melepuh sehingga lebaran dia tidak bisa leluasa duduk. Akibat kejadian ini kami semua jadi paranoid. Kalau sebelumnya kembang api suka dilekukkan dan dilempar agar menyangkut dipohon (bisa beresiko menimpa diri sendiri sebenarnya. BEWARE, jangan ditiru karena berbahaya), setelah kejadian itu kembang api hanya disangkutkan dipohon kecil dan dibawahnya sudah disiapkan bak berisi air. Kembang api yang sudah padam namun masih membara langsung dicelupkan kedalam air dibak tersebut. Hal ini juga saya lakukan saat Zeze Vavai mulai senang main kembang api.

7. Puasa di tempat kost. Sewaktu kuliah, saya sempat indekost didekat kampus. Pertama indekost di belakang Masjid Al Mubaarok, Dewi Sartika Bekasi. Disini kost bersama teman-teman yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga saya belajar bahasa Jawa pada mereka. Disini kelakuan jadi tambah parah. Bayangkan saja, pulang taraweh kami langsung berkumpul untuk…. main kartu (remi). Saya masih ingat dulu kalau main sama Joko Wisono dan Gunawan Kunto Wibisono serta satu lagi ada tetangga kost yang nimbrung (lupa namanya), kami bisa main sampai waktu Sahur. Jadi bukannya tadarus Al-Qur’an atau zikir, kami malah main kartu remi sampai mabok. Pernah kami baru berhenti pas hendak berangkat shalat Shubuh, jadi selama sahur kami makan sambil main remi. Kalau ibu saya tahu kelakuan saya ini mungkin langsung ada nota diplomatik minta saya di persona non grata dan langsung dipulangkan kerumah orang tua, huehuehue… Kejadian konyol bin menggelikan di tempat kost salah satunya adalah saat harus berebut membeli makanan untuk sahur. Sudah waktunya mepet, ternyata di warung sedang antri pula. Pernah juga kami kehabisan air minum sehingga terpaksa merebus air sumur (airnya sih bersih tapi kami biasanya minum AMDK, Air Minum Dalam Kemasan) dan kemudian cepat-cepat mengipasinya agar bisa dingin sebelum waktu Sahur habis.

Ketika pindah kost ke Dewi Sartika 35 Bekasi dan berkumpul bersama anak-anak dari Kuningan Jawa Barat, saya relatif lebih teratur. Mungkin karena saya sudah lulus kuliah dan bekerja sebagai staff IT + Assisten Dosen. Sewaktu ditempat lama saya masih kuliah dan menyusun skripsi.

Sekarang, meski bekerja di daerah Cakung Cilincing dan Tanjung Priok yang panas, saya relatif tidak mengalami kesulitan. Malu dong ah kalau masih jebol puasa gara-gara nggak kuat menahan makan dan minum. Kalau soal ibadahnya, ya itu tergantung amal dan perbuatan :-)

Bagaimana dengan pengalaman Ramadhan yang kamu alami ?

Posted by vavai on Sep 5th, 2009 and is filed under Humor, Personal. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “Pengalaman Berkesan Selama Ramadhan”

  1. wong kentir September 6th, 2009, 1:16 pm

    Satu Pengalaman Buruk Pasca Ramadhan

    Seperti biasanya pada bulan ramadhan, dulu kan belum banget banget kalo mercon tuh di larang. sudah menjadi rutin kayaknya kalo ramadhan bikin mercon sendiri. bikinnya pun aneh aneh bahannya. mulai dari bikinnya pake botol sampe pake tongkol jagung. abis lebaran obat bahan dasar mercon tersisa, bahasa pistolnya mesiunya. di simpenlah di lemari. pas pada suatu hari…
    iseng iseng itu obat mercon di masukin ke dalam pipa almunium panjang yg tertancap di tanah. trus di nyalain… di pikirnya sih kan almunium yah pasti aman. gak taunya tuh pipa meledak. duarrrr………….
    sekampung ampe kedengeran…
    alhasil… korbanpun berjatuhan. serpihan almunium bekas ledakan menancap anak anak yg ikut menontonnya.
    saya sendiri sebagai pelaku, serpihan menancap di kaki saya. sakit rasanya… dengan darah mengucur segar.

  2. dedy September 12th, 2009, 11:25 am

    Allhamdulillah, smoga mendapat predikat Taqwa, Smoga slalu terus memperbaiki segala kwalitas ibadahnya sesuai Al Quran & Sunnah

  3. musik.um.ac.id October 6th, 2009, 3:10 pm

    tetep semnagat mas untuk selalu terdepan kearah perbaikan….

Leave a Reply