Hari kedua di Surabaya saya awali dengan bangun pagi (ya iyalah
) dan sarapan, kemudian tidur-tiduran sambil baca buku menunggu Didiet yang hendak menjemput ke lokasi Training di Indigo Center, Telkom Manyar.
Didiet datang sekitar pukul 07.30 WIB, ternyata bersama mas Arie salah seorang aktivis KLAS (Kelompok Linux Arek Surabaya). Kami langsung berangkat ke lokasi training bersama 2 rekan peserta training dari Makassar yang menginap di hotel yang sama.
Sampai di tempat training saya langsung mengecek ulang persiapan untuk memastikan semua hardware siap digunakan. Untuk jaga-jaga, saya juga menyiapkan cadangan image VirtualBox yang sudah berisi openSUSE + Zimbra.
Training berjalan lancar dengan satu-satunya kendala utama adalah lambatnya akses jaringan dari deretan komputer yang ada di bagian tengah. Hal ini cukup mengganggu karena instalasi dilakukan melalui jaringan dengan pertimbangan standarisasi proses instalasi dan untuk memudahkan pengecekan. Untuk mempercepat proses, beberapa komputer yang mengalami masalah koneksi jaringan dialihkan agar melakukan instalasi melalui DVD.
Penjelasan training saya buka dengan penjelasan tentang apa itu Zimbra, keunggulannya, featurenya, hubungannya dengan openSUSE dan distro Linux lainnya serta penjelasan mengenai Komunitas Zimbra Indonesia beserta milis yang disediakan sebagai support bagi para pengguna Zimbra.
Peserta training ada sekitar 25 orang yang datang dari berbagai latar belakang dan daerah. Minat yang cukup besar pada Zimbra ini didukung juga oleh majalah Komputek dengan memberikan porsi iklan bagi acara training Zimbra yang diselenggarakan oleh teman-teman Komunitas openSUSE Indonesia perwakilan wilayah Surabaya bekerja sama dengan KLAS (Kelompok Linux Arek Surabaya) dan Indigo Center Telkom.
Setelah proses instalasi sistem operasi dan instalasi Zimbra selesai dilakukan menjelang pukul 12.00 WIB, acara break sebentar untuk istirahat shalat Dzuhur dan makan siang. Acara dilanjutkan lagi sekitar pukul 13.30 dengan isi materi berupa manajemen Zimbra, mulai dari penanganan account, multi domain, setup global setting hingga pemblokiran attachment.
Meski training ini bersifat teknis, saya juga menjelaskan banyak aspek non teknis sesuai dengan latar belakang pekerjaan saya, misalnya mengenai tips setup suatu server, tips pengajuan suatu komponen hardware, sikap yang harus diwaspadai terkait dengan kewenangan besar seorang Administrator hingga hal-hal lain yang bisa dijadikan sebagai masukan bagi teman-teman yang memiliki pekerjaan yang mirip. Acara juga bersifat fleksibel dalam arti proses training berlangsung dua arah dengan proses tanya jawab berlangsung terus selama training.
Training berakhir menjelang pukul 16.00 WIB dengan beberapa tambahan pertanyaan yang sifatnya non formal. Saya kembali ke hotel untuk mandi, shalat dan beristirahat sejenak sebelum kemudian meluncur ke kampung steak bersama gerombolan anak-anak openSUSE Indonesia Surabaya dan anak-anak Koelit (Kelompok Linux Universitas Trunojoyo).
pnyet August 18th, 2009, 11:14 am
Btw, kapan-kapan bolehlah Pak saya diajak…
Kali aja butuh asisten yang nyiapin sekalian bagi-bagi makalah…