Awal pekan kemarin saya mendapat telepon dari salah satu klien di daerah Sudirman yang pernah saya setting sistemnya. Ia melakukan migrasi dari Windows ke Linux openSUSE 2 tahun yang lalu dengan openSUSE 10.3 dan awal tahun ini saya upgrade ke openSUSE 11.1.
Melalui pembicaraan via telepon, ia menanyakan kemungkinan penggunaan openSUSE berbasis LiveUSB atau openSUSE yang bisa dijalankan melalui RAM (semua sistem dicopy ke RAM saat booting) atau paling tidak, menggunakan LTSP (Linux Terminal Server Project) namun semua proses dilaksanakan oleh komputer klien.
Fokus utama adalah kemudahan replacement dengan tetap menggunakan utilisasi kemampuan komputer klien. Sebagian besar komputer klien/workstation yang ia gunakan adalah komputer dengan processor Pentium 4 dan RAM > 2 GB. Jika openSUSE atau distro Linux lainnya bisa dijalankan secara LiveUSB dengan konfigurasi dan aplikasi yang sudah ditentukan, tentu akan jauh lebih mudah jika satu waktu terjadi gangguan pada sistem, misalnya harddisk bermasalah atau ada kerusakan pada PC.
Intinya, jauh lebih mudah dan lebih cepat memperbanyak LiveUSB dibandingkan dengan melakukan instalasi kedalam harddisk. USB Flash Disk juga relatif lebih murah, dimana USB 4 GB ada dalam kisaran harga 100-150 ribu rupiah. Bandingkan dengan Harddisk yang sekarang ini berukuran minimal 80 GB dengan harga > 350 ribu rupiah.
Karena semua data disimpan di server, semestinya ukuran Flash Disk 4-8 GB sudah sangat mencukupi, apalagi dengan kemampuan LiveUSB tipe persistent yang bisa menyimpan perubahan yang dilakukan (misalnya menambah printer atau mengubah setting tertentu).
Pilihan kedua adalah Running sistem via RAM (Random Access Memory). Hal ini sudah bisa dilakukan pada beberapa sistem Linux, misalnya Parted Magic, Puppy Linux atau Damn Small Linux. Mekanismenya, image sistem di uncompress pada saat booting dan kemudian semua proses dijalankan melalui RAM. Karena berjalan melalui RAM, kecepatannya sangat bagus dan tidak ada delay yang mengganggu. Secara psikologis, orang jauh lebih menerima proses booting yang agak lambat (karena proses uncompress tadi) namun hanya 1X sehari dibandingkan lambat saat menjalankan aplikasi sehari-hari.
Saya tidak mengalami kesulitan membuat openSUSE LiveUSB dengan konfigurasi yang diinginkan, hanya saja proses run via RAM masih belum terbayangkan bagaimana caranya. Mungkin ada baiknya saya mempelajari mekanisme yang digunakan oleh PartedMagic atau Puppy Linux.
Pilihan lain adalah menjalankan LTSP dengan pendekatan yang berbeda. Umumnya LTSP klien membebankan processing ke server. Permintaan klien saya ini adalah justru menghindari hal tersebut. Semua data dan sistem boleh disimpan diserver namun processingnya dilakukan di klien karena spesifikasi komputer klien yang ia miliki cukup tinggi. Hal ini perlu saya pelajari lagi karena saya belum terlalu lama implementasi LTSP.
Ada yang pernah implementasi salah satu dari 3 pendekatan diatas ?
stwn July 23rd, 2009, 7:27 am
untuk LTSP, coba cari kata kunci “Local Applications” mas
ch4ndr4 July 23rd, 2009, 8:52 am
Ada banyak Distro yang full bisa jalan di Ram dan sudah ada Terminal Server Client dengan bantuan flashdisk
1. austrumi 1.8.5
2. nimblex 2008
3. Slitaz terbaru
akan tetapi yang lebih cepat booting adalah austrumi
ada trik sangat jitu yaitu merubah flashdisk menjadi hardisk
yaitu dengan memformat flashdisk menggunakan HP Format Flashdisk dengan penambahan booting dos.
trik ini untuk motherboard yang tidak ada booting melalui usb, misal Mb pentium 4 dan Pentium 3 dengan interface usb 2.0
tunggu saja austrumi setelah versi 1.9.3 karena masih ada bug sering macet
CH4NDR4
ghost.ch4ndr4@gmail.com
Warnet CHANDRA JAYA Internet ( CJnet )
Warnet yang benar2 beda dengan lainnya karena menggunakan OS full Open Source
sutarman September 1st, 2009, 10:23 am
coba aja slax, linux live cd/usb berbasis slackware, mudah membuatnya dan dapat boot ke RAM, serta mudah untuk melakukan remastering dengan penambahan dan pengurangan program. default live cdnya waktu di boot ke RAM 350 MB, tapi dengan kapasiltas RAM lebih dari 2 GB lebih baik lakukan dulu penyesuaian yang perlu. lebih lengkap langsung saja ke lamannya http://www.slax.org
sutarman
bos andre September 12th, 2009, 9:28 pm
pake unetbootin coba mas, klo behasil bikin turtornya ya !
http://unetbootin.sourceforge.net/