Kultur Pedesaan & Kehendak untuk Maju

Hari Rabu 8 Juli 2009 selepas pilpres kemarin, saya berkunjung ke Tambun, ke rumah orang tua saya. Selain untuk silaturahmi keluarga, tujuan lainnya adalah menindaklanjuti rencana saya membuat semacam pelatihan bagi anak-anak remaja dan pemuda di lingkungan sekitar.

Karena adik saya bekerja sebagai staff kelurahan/kantor desa, ia bicara pada kepala desa dan sekretaris desa mengenai rencana saya ini. Secara prinsip mereka menyambut baik dan akan membantu pelaksanaannya.

Ketika saya datang ke kantor kepala desa untuk bicara dengan sekdes dan kepala desa, saya agak kaget juga merasakan suasana kurang bergairah yang saya tangkap disana. Mungkin karena sedang pilpres sehingga suasananya demikian, namun secara umum saya menangkap gairah kerja yang kurang yang terekam sewaktu saya kesana.

Lantai ruangan terkesan berdebu, dengan dinding yang agak muram. Ruang kantor yang relatif luas (mungkin aula untuk pertemuan) kelihatan lengang dan sepi. Saat saya tanya pada adik saya, ada berapa komputer disitu, ternyata hanya ada 2. 1 berupa laptop yang digunakan oleh Sekdes dan satu lagi PC biasa yang digunakan adik saya.

Ada 2 agenda yang saya bicarakan dengan sekdes, yaitu rencana pelatihan dan keinginan memperbaiki database kependudukan. Meski tanggapan dari pihak kantor desa terasa kurang bergairah, saya tidak terlampau kecewa karena rencana pelatihan yang akan saya laksanakan tidak tergantung pada kantor desa.

Jika pihak kantor desa bisa membantu, tentu akan saya terima dengan senang hati, utamanya dari sisi pendataan peserta yang akan mengikuti pelatihan dan sekedar untuk biaya snack. Jikapun tidak, saya akan tetap melaksanakannya dengan berusaha semaksimal apa yang bisa saya lakukan.

Mungkin saat ini belum terlalu terlihat manfaat apa yang bisa dipetik dari rencana pelatihan yang akan dilakukan namun saya pribadi tetap yakin dan percaya diri, jika kita memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang-orang dan masyarakat di lingkungan sekitar tentu bukan soal jika pencapaiannya membutuhkan effort dan upaya yang lebih keras. Jika manfaatnya sudah dapat dipetik niscaya akan lebih mudah mendorong perluasannya.

Rencananya pelatihan akan dilaksanakan pada minggu pertama bulan Agustus 2009 dalam bentuk pelatihan kemandirian, kemampuan menghadapi interview, menghadapi test kerja dan informasi seputar peluang-peluang usaha dan kerja dengan target remaja-pemuda karang taruna dan lulusan SLTP/SLTA.

Posted by vavai on Jul 10th, 2009 and is filed under Personal. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply