Kontribusi pada Open Source Melalui Tulisan

menulisBanyak orang yang menyangka bahwa jika kita ingin berkontribusi pada aplikasi open source (Linux contohnya), hal itu dilakukan dengan cara membuat atau terlibat dalam pembuatan kernel dan aplikasi didalamnya. Padahal, kemampuan memahami kernel dan aplikasi bukanlah persoalan mudah bagi setiap orang.

Jika demikian, apakah artinya tertutup semua kemungkinan berkontribusi ? Tentu saja tidak. Kita tetap dapat berkontribusi dengan cara lain yang mudah dan bermanfaat yaitu melalui tulisan.

Tulisan yang bermanfaat tidak harus dalam bentuk tutorial atau tips. Pengalaman pribadi, opini, kritik yang membangun maupun kisah-kisah feature penggunaan aplikasi open source akan sangat bermanfaat bagi yang lain.

Dari sekian banyak alternatif kontribusi, mengapa saya menekankan pada aspek tulisan ? Ini karena keunggulan dari kontribusi dalam bentuk tulisan, meski tentu saja tidak menafikan pentingnya kontribusi dari sisi lain.

Menulis artikel adalah salah satu kegiatan yang mudah. Kita bisa membuat blog pribadi diberbagai layanan blog gratis (Blogger, Wordpress), memilih nama blog dan kemudian mulai menulis.

Jika Milan Kundera melalui tokoh Mirek dalam buku “The Book of Laughter and Forgetting” mengatakan :  “Perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah perjuangan manusia melawan lupa” maka tulisan juga bermanfaat bagi penulisnya pribadi maupun bagi orang lain karena tulisan merupakan bagian dari upaya melawan lupa.

Jika kita sudah menulis suatu artikel yang bisa digunakan, itu artinya kita membantu orang lain menghindari buang-buang waktu karena masalah yang sama yang kita hadapi. Kita bisa membantu orang lain (dan diri sendiri) untuk mengerjakan hal tersebut dengan cara yang lebih efektif atau justru memiliki waktu untuk mengerjakan hal yang lain .

Salah satu keluhan utama pak Suparto Brata-salah seorang penulis yang saya hormati kemampuannya-adalah  kurangnya kemauan orang Indonesia dalam membaca dan menulis. Menulis memang bukan kemampuan kodrati yang bisa langsung dikuasai seperti halnya kita mendengar dan menonton TV. Menulis harus dibiasakan, tidak bisa karena keinginan mendadak.

Saya setuju dengan sinyalemen yang diungkapkan pak Suparto Brata karena memang nyatanya banyak anak-anak usia sekolah dan remaja yang lebih akrab pada TV dibandingkan kesukaan pada buku.

Ada kecenderungan rekan-rekan yang merasa pemula atau “newbie” tidak mau menulis pengalamannya karena takut dianggap “terlalu lugu” atau “terlalu newbie” padahal dalam banyak hal, justru tulisan pemula yang sangat dibutuhkan oleh para pengguna baru.

Jika seseorang yang dianggap sudah mahir menulis suatu artikel atau tutorial, ia mungkin sudah lupa suasana kebatinan seorang pemula. Mungkin dia secara tanpa sadar mengabaikan hal-hal pokok yang bisa membingungkan seorang pemula. Bagi seorang pemula, menjalankan suatu perintah tertentu mungkin membutuhkan waktu karena harus mencari-carinya sedangkan bagi orang yang sudah mahir, menjalankan perintah itu sudah hapal diluar kepala.

Kontribusi melalui tulisan bukan hanya monopoli aktivis open source semata. Semua orang semestinya mendorong dirinya sendiri menulis berbagai hal yang bermanfaat agar bisa berguna bagi orang lain. Kita bisa menghemat banyak waktu, tenaga, biaya dan effort yang dibutuhkan oleh orang lain (dalam skala besar : rakyat Indonesia) dengan membuat catatan-catatan tertulis.

Daripada kita mengeluh mengenai content web yang berisi pornografi dan isi yang useless lainnya, jauh lebih mudah bagi kita untuk melawannya dengan isi-isi web yang bermanfaat. Kita bisa memulainya dari diri kita sendiri, untuk kepentingan catatan kita pribadi.

Posted by vavai on Jul 3rd, 2009 and is filed under Komunitas, Linux. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “Kontribusi pada Open Source Melalui Tulisan”

  1. dudi July 3rd, 2009, 5:12 pm

    setuju. kalo mau masuk dalam tim developernya pun juga bisa berkontribusi melalui tulisan. salah satunya dengan membuat howto, manual, artikel, dll

    atau bisa juga jadi tim translator.

  2. ari July 4th, 2009, 11:42 am

    setuuju saya, terkadang kita masih kurang tutorial software dalam bahasa indonesia

Leave a Reply