Risau Part 2

Saya berterima kasih pada rekan-rekan yang memberikan support dan saran terhadap posting “Risau” awal pekan lalu. Mas Yudhis dari Tunas Cendekia merespon ide tersebut, demikian juga adanya saran-saran untuk memupuk jiwa wirausaha dari Ki Syafrudin. Saya juga mendapat email pribadi yang mendukung niat saya dari mas Firman dari Banten yang saat ini bekerja sebagai staff IT diperusahaannya.

Ternyata ide dan niat baik memang selayaknya dijalankan, meski masih dalam tataran ide dan buah pikiran karena dari sana bisa berkembang dan mendorong realisasinya.

Setelah berdiskusi dengan keluarga, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan ruangan kosong dibelakang rumah. Ruang ini memiliki pintu masuk tersendiri dari samping jadi semacam paviliun hanya saja tidak menyiku.

Biasanya ruangan ini dijadikan tempat untuk tidur-tiduran dan main play station oleh adik saya. Ada 2 ruangan disini, yang pertama berukuran lk 4X4 meter sedangkan yang satunya berukuran 6X4 meter. Saya berencana menjadikan kedua ruangan sebagai perpustakaan dimana ruang yang lebih besar bisa dimanfaatkan untuk ruang pertemuan juga.

Ada beberapa hal yang akan saya lakukan sambil berjalan, antara lain :

  1. Membersihkan dan merapikan ruangan
  2. Mengecat ulang
  3. Membuat/membeli rak buku
  4. Membeli 1 unit komputer dan printer
  5. Membeli white board
  6. Memindahkan koleksi buku saya
  7. Mengundang remaja-remaja baik yang masih bersekolah maupun yang sudah lulus sekolah namun tidak kuliah dan tidak bekerja

Kebetulan salah satu adik saya bekerja di kelurahan sehingga saya bisa meminta bantuannya untuk mendata remaja-remaja ini.

Kemungkinan besar realisasinya akan menggabungkan 2 hal sekaligus, yaitu taman bacaan untuk anak-anak usia dini / sekolah dasar dan tempat untuk memberikan pelatihan, apakah itu pelatihan mental (agar tidak minder dan berani berkompetisi), keterampilan, peningkatan kemampuan maupun sebagai tempat diskusi.

Selain buku, majalah dan alat peraga, saya mungkin akan butuh komputer yang akan saya setting dalam modus thin client menggunakan openSUSE kiwi-ltsp. Pendekatan ini saya lakukan agar anak-anak maupun remaja itu bisa belajar mengetik atau belajar komputer lainnya dengan biaya investasi yang relatif minimal.

Pekerjaan fisik merapikan tempat dan melakukan pendekatan pada pihak kelurahan akan dikoordinasikan oleh adik saya Marhidin sedangkan saya menyelesaikan konsep proyek yang akan direalisasikan. Biaya untuk merapikan dan pengadaan material untuk sementara akan menggunakan  pendapatan saya dari internet ditambah dengan tambahan mengajar training Zimbra Mail Server yang saya lakukan hari Sabtu, 27 Juni 2009 ini.

Rencananya Sabtu depan saya akan berkunjung ke Kandank Jurank Doank miliknya Dik Doank untuk mempelajari konsep yang dia lakukan. Saya membaca pengalaman Dik Doank yang memulai Kandank Jurank Doank dengan murid sebanyak 9 orang namun sekarang sudah demikian besar. Saya pribadi memang tidak berharap yang terlalu muluk karena tujuan awal adalah mencari cara membantu remaja-remaja yang hendak bekerja sekaligus memupuk mental mereka agar mau dan berani berkompetisi secara positif.

Tadi pagi isteri saya menelpon dari Puncak-Bogor (karena sedang ada tugas luar) dan saya sampaikan ide saya tersebut. Isteri saya malah melangkah lebih maju dengan menawarkan kemungkinan membangun sekolah alam di Tambun. Biayanya mungkin akan cukup mahal dan sekarang masih mimpi namun sebagai gambaran dan cita-cita awal, niatan kearah tersebut tidak saya matikan.

Sebelum isteri saya berbicara soal sekolah alam, beberapa bulan yang lalu saya pernah mengutarakan niat saya membangun pusdiklat open source Indonesia. Dalam bayangan saya, tentu akan asyik jika ada sebuah tempat pusat pendidikan dan latihan untuk para pengguna dan peminat aplikasi open source yang belajarnya di dangau-dangau dengan bunyi gemercik air dipesawahan disekelilingnya sementara hotspot bertebaran sebagai media untuk berkomunikasi secara intranet maupun internet.

Karena kesemuanya membutuhkan biaya (jer basuki mawa bea ? :-) ), ide-ide tersebut selama ini hanya berputar-putar dikepala saya. Posting tentang kerisauan hati saya awal pekan lalu merupakan kick-off pertama saya untuk memulai project besar dengan kegiatan kecil-kecilan terlebih dahulu.

Ternyata mengerjakan sesuatu yang memang diniatkan membawa semangat baru bagi saya pribadi. Mudah-mudahan bisa berjalan lancar dan membawa manfaat sesuai dengan yang diangankan.

Catatan : Saya berencana membuat tag/kategori khusus mengenai project ini dan sebelum 1 Juli 2009, proposalnya sudah dapat saya selesaikan dengan gambaran yang lebih jelas.

Posted by vavai on Jun 26th, 2009 and is filed under Komunitas, Personal. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Responses to “Risau Part 2”

  1. iPhone 3GS June 26th, 2009, 1:37 pm

    mantabs mas..
    keren lah..

  2. Yudhis June 26th, 2009, 2:28 pm

    salah satu hal yang simple dan mudah dilakukan juga adalah menjalankan PAUD mas. Si kecil jadi banyak teman juga nantinya hehehe

  3. Willy Permana June 26th, 2009, 4:32 pm

    Semangat mas ! :)

  4. uto March 27th, 2010, 10:11 pm

    salam kenal cing vavai, saya juga alumnus satam dan etniz, meski bukan asli tambun, tapi sejak balita tinggal di tambun sampe umur saya hampir seperempat abad sekarang,

    amin, semoga lancar cita-citanya, saya juga miris ngeliat temen sebaya saya yg dulu sering maen bareng sekarang pada nganggur, paling banter jadi satpam atau buruh pabrik, kebanyakan ga bisa nerusin kuliah, ga ada biaya, alhamdulillah orang tua saya masih bisa kuliahin saya, semoga suatu saat saya bisa bikin universitas gratis di tambun (mimpi saya ketinggian ga sih :P ) biar yg ga mampu kuliah bisa kuliah di situ, jadi paling enggak punya modal ilmu lebih kalau mau wirausaha ataupun kalo jadi pegawai kantoran bisa lebih bagus pendapatannya dari sekadar satpam atau buruh pabrik, amin

    ngomong-ngomong alamat lengkap nya proyek cing vavai ini di mana?
    tambun sebelah mana?
    mungkin saya bisa bantu2 meski ga banyak

    PS: FB nya cing vavai udah saya add, di approve ya :)
    -Prasetyo Utomo-

Leave a Reply