<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Risau</title>
	<atom:link href="http://vavai.com/blog/v2/2009/06/24/risau/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/06/24/risau/</link>
	<description>Serendipity of Life</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 05:54:36 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Bekasi &#38; Stigma Pemalas &#124; bloggerbekasi.com</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/06/24/risau/comment-page-1/#comment-3829</link>
		<dc:creator>Bekasi &#38; Stigma Pemalas &#124; bloggerbekasi.com</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 20:45:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=756#comment-3829</guid>
		<description>[...] ini merupakan salinan dari tulisan di blog pribadi : Risau.     Posted by Masim Vavai Sugianto on Oct 16th, 2009 and is filed under Bekasi-Ku, Pendidikan, [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] ini merupakan salinan dari tulisan di blog pribadi : Risau.     Posted by Masim Vavai Sugianto on Oct 16th, 2009 and is filed under Bekasi-Ku, Pendidikan, [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Risau Part 2 &#124; Blog Vavai</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/06/24/risau/comment-page-1/#comment-2041</link>
		<dc:creator>Risau Part 2 &#124; Blog Vavai</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 02:46:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=756#comment-2041</guid>
		<description>[...] berterima kasih pada rekan-rekan yang memberikan support dan saran terhadap posting &#8220;Risau&#8221; awal pekan lalu. Ternyata ide dan niat baik memang selayaknya dijalankan, meski masih dalam tataran [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] berterima kasih pada rekan-rekan yang memberikan support dan saran terhadap posting &#8220;Risau&#8221; awal pekan lalu. Ternyata ide dan niat baik memang selayaknya dijalankan, meski masih dalam tataran [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iPhone 3GS</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/06/24/risau/comment-page-1/#comment-2026</link>
		<dc:creator>iPhone 3GS</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 01:08:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=756#comment-2026</guid>
		<description>kerisauan yg sama mas..
tapi mas lebih jauh melangkah dibandingkan saya.
sdgkan saya masih di awang-awang</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kerisauan yg sama mas..<br />
tapi mas lebih jauh melangkah dibandingkan saya.<br />
sdgkan saya masih di awang-awang</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: geblek</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/06/24/risau/comment-page-1/#comment-2014</link>
		<dc:creator>geblek</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 11:33:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=756#comment-2014</guid>
		<description>luar biasanya mas, semoga lancar tanpa ada halangan untuk menyukseskan cita2 ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>luar biasanya mas, semoga lancar tanpa ada halangan untuk menyukseskan cita2 ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Vavai</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/06/24/risau/comment-page-1/#comment-2012</link>
		<dc:creator>Vavai</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 08:40:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=756#comment-2012</guid>
		<description>@Ki Syafrudin,

Terima kasih atas masukannya. Saya sangat menghargainya. Tentu saya menghargai usulan wirausaha ini karena orang tua saya sendiri seorang wirausahawan :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ki Syafrudin,</p>
<p>Terima kasih atas masukannya. Saya sangat menghargainya. Tentu saya menghargai usulan wirausaha ini karena orang tua saya sendiri seorang wirausahawan <img src='http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ki Syafrudin</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/06/24/risau/comment-page-1/#comment-2011</link>
		<dc:creator>Ki Syafrudin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 08:19:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=756#comment-2011</guid>
		<description>Berkaitan dengan stigma mentalitas Bekasi, jalur wirausaha sangat bagus sebagai cara untuk pendidikan mentalitas. Seperti:

1. Rasa syukur.
Yang berwirausaha, Insya Allah lebih mampu menghargai rizki berapapun di dapat, karena di setiap rupiah yang diterima, tercermin keringat yang dia keluarkan. Berbeda dengan buruh, yang cenderung berapapun banyaknya keringat yang dikucurkan, dapatnya &quot;seolah olah&quot; sama. Bukannya bersyukur, mereka cenderung mengeluh menuntut kenaikan upah, meski sering tidak mawas diri atas peran yang dia sumbangkan.

2. Softskill: Keuletan, Kepercayaan Diri, Kreativitas, Komunikasi.
Wirausahawan terdidik bahwa sukses tidaknya dia tergantung pada usaha sendiri. Relasi harus dibangun sendiri. Berbeda dengan buruh yang sering menganggap karir temannya maju karena jadi bos pilih kasih.

3. Belajar Sepanjang Hayat.
Dalam berwirausaha terasa sekali tuntutan untuk belajar. Selesai belajar menjual, mesti belajar pemasaran, habis itu belajar pengemasan.
Punya karyawan, jadi belajar tentang HRD.
Usaha tambah maju, jadi mesti belajar lagi tentang pajak, tentang akuntansi, dst.

Sebagai seorang wirausahawan juga, tentu Vavai juga merasakan hal itu.

Nah, menurut saya kalau seseorang sudah lulus pendidikan mental wirausaha tersebut, kalau kemudian menjadi karyawanpun, Insya Allah, akan sukses dalam karirnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berkaitan dengan stigma mentalitas Bekasi, jalur wirausaha sangat bagus sebagai cara untuk pendidikan mentalitas. Seperti:</p>
<p>1. Rasa syukur.<br />
Yang berwirausaha, Insya Allah lebih mampu menghargai rizki berapapun di dapat, karena di setiap rupiah yang diterima, tercermin keringat yang dia keluarkan. Berbeda dengan buruh, yang cenderung berapapun banyaknya keringat yang dikucurkan, dapatnya &#8220;seolah olah&#8221; sama. Bukannya bersyukur, mereka cenderung mengeluh menuntut kenaikan upah, meski sering tidak mawas diri atas peran yang dia sumbangkan.</p>
<p>2. Softskill: Keuletan, Kepercayaan Diri, Kreativitas, Komunikasi.<br />
Wirausahawan terdidik bahwa sukses tidaknya dia tergantung pada usaha sendiri. Relasi harus dibangun sendiri. Berbeda dengan buruh yang sering menganggap karir temannya maju karena jadi bos pilih kasih.</p>
<p>3. Belajar Sepanjang Hayat.<br />
Dalam berwirausaha terasa sekali tuntutan untuk belajar. Selesai belajar menjual, mesti belajar pemasaran, habis itu belajar pengemasan.<br />
Punya karyawan, jadi belajar tentang HRD.<br />
Usaha tambah maju, jadi mesti belajar lagi tentang pajak, tentang akuntansi, dst.</p>
<p>Sebagai seorang wirausahawan juga, tentu Vavai juga merasakan hal itu.</p>
<p>Nah, menurut saya kalau seseorang sudah lulus pendidikan mental wirausaha tersebut, kalau kemudian menjadi karyawanpun, Insya Allah, akan sukses dalam karirnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ki Syafrudin</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/06/24/risau/comment-page-1/#comment-2010</link>
		<dc:creator>Ki Syafrudin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 07:51:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=756#comment-2010</guid>
		<description>Kenapa Vavai tidak mengutamakan gagasan yang berorientasi pada wirausaha ?
Mengingat:
-1- Sabda nabi, 9 dari 10 pintu rizki ada pada wirausaha.
-2- Krisis saat ini diperkirakan masih 2 - 3 tahun lagi, sehingga lowongan kerja akan terus jarang, sementara PHK akan terus terjadi.
-3- Mencetak pekerja cenderung mencetak &quot;penunggu nasib&quot;, sementara mencetak wirausahawan, biasanya mencetak &quot;pembelajar seumur hidup&quot;.

Berkaitan dengan penggalakan Wirausaha, sebetulnya sudah cukup banyak inisiatif yang terkait seperti:

1. Untuk membangkitkan motivasi dan konsultasi, sudah ada seminar / pelatihan murah meriah tentang wirausaha, seperti yang biasa diadakan oleh Andri Maadsa / Success University, UKM Center-nya FEUI, majalah Enterpreuner, Kopma, dan pemangku kepentingan lainnya. Untuk memotivasi, masalah menjadi wirausaha sekarang dilombakan seperti yang diselenggarakan oleh Femina atau penghargaan Wirausaha Muda Mandiri Bank Mandiri.

2. Untuk membantu modal usaha, selain jalur bank perkreditan rakyat, ada dua jalur lebih mudah dijangkau bagi pemula:
a. CSR, hampir semua perusahaan besar punya program CSR yang salah satunya berupa bantuan modal usaha mikro.
b. Lembaga Amil Zakat, seperti program Mozaik dari Rumah Zakat, atau program Misykat dari Darut Tauhid.

Sementara ketrampilan teknis sendiri praktis &quot;tidak perlu&quot;. Mereka bisa mulai berdagang apa saja yang mereka bisa, mulai dari dagang baju Tanah Abang diedarkan keliling, atau jual gorengan, pecel, rujak, nasi kuning, dan lain - lain mata dagangan yang &quot;tidak spesial&quot;.

Bahkan sebetulnya bisa dimulai dari tanpa modal, cukup kepercayaan dan kemauan untuk jalan kaki keliling kampung, seperti memperdagangkan kue atau donat punya orang, jadi loper koran, jual teh botol.

Yang paling penting adalah mentalitas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa Vavai tidak mengutamakan gagasan yang berorientasi pada wirausaha ?<br />
Mengingat:<br />
-1- Sabda nabi, 9 dari 10 pintu rizki ada pada wirausaha.<br />
-2- Krisis saat ini diperkirakan masih 2 &#8211; 3 tahun lagi, sehingga lowongan kerja akan terus jarang, sementara PHK akan terus terjadi.<br />
-3- Mencetak pekerja cenderung mencetak &#8220;penunggu nasib&#8221;, sementara mencetak wirausahawan, biasanya mencetak &#8220;pembelajar seumur hidup&#8221;.</p>
<p>Berkaitan dengan penggalakan Wirausaha, sebetulnya sudah cukup banyak inisiatif yang terkait seperti:</p>
<p>1. Untuk membangkitkan motivasi dan konsultasi, sudah ada seminar / pelatihan murah meriah tentang wirausaha, seperti yang biasa diadakan oleh Andri Maadsa / Success University, UKM Center-nya FEUI, majalah Enterpreuner, Kopma, dan pemangku kepentingan lainnya. Untuk memotivasi, masalah menjadi wirausaha sekarang dilombakan seperti yang diselenggarakan oleh Femina atau penghargaan Wirausaha Muda Mandiri Bank Mandiri.</p>
<p>2. Untuk membantu modal usaha, selain jalur bank perkreditan rakyat, ada dua jalur lebih mudah dijangkau bagi pemula:<br />
a. CSR, hampir semua perusahaan besar punya program CSR yang salah satunya berupa bantuan modal usaha mikro.<br />
b. Lembaga Amil Zakat, seperti program Mozaik dari Rumah Zakat, atau program Misykat dari Darut Tauhid.</p>
<p>Sementara ketrampilan teknis sendiri praktis &#8220;tidak perlu&#8221;. Mereka bisa mulai berdagang apa saja yang mereka bisa, mulai dari dagang baju Tanah Abang diedarkan keliling, atau jual gorengan, pecel, rujak, nasi kuning, dan lain &#8211; lain mata dagangan yang &#8220;tidak spesial&#8221;.</p>
<p>Bahkan sebetulnya bisa dimulai dari tanpa modal, cukup kepercayaan dan kemauan untuk jalan kaki keliling kampung, seperti memperdagangkan kue atau donat punya orang, jadi loper koran, jual teh botol.</p>
<p>Yang paling penting adalah mentalitas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Vavai</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/06/24/risau/comment-page-1/#comment-2009</link>
		<dc:creator>Vavai</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 07:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=756#comment-2009</guid>
		<description>@Yudhis,

Halo mas, insya Allah akan saya kabari. Salam buat adik kecil yang manis, saya masih ingat fotonya di PB 2007, salam dari Zeze Vavai</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Yudhis,</p>
<p>Halo mas, insya Allah akan saya kabari. Salam buat adik kecil yang manis, saya masih ingat fotonya di PB 2007, salam dari Zeze Vavai</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudhis</title>
		<link>http://vavai.com/blog/v2/2009/06/24/risau/comment-page-1/#comment-2008</link>
		<dc:creator>Yudhis</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 07:24:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vavai.com/blog/v2/?p=756#comment-2008</guid>
		<description>kabarkan kita mas jika sudah punya gambaran proposalnya, siapa tahu ada yang bisa kita bantu.

salam kebersamaan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kabarkan kita mas jika sudah punya gambaran proposalnya, siapa tahu ada yang bisa kita bantu.</p>
<p>salam kebersamaan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

