Harian Kompas dan Detik.com kemarin menurunkan berita mengenai penggerebekan yang dilakukan oleh kepolisian terhadap perusahaan pengguna Autocad bajakan.

Autocad merupakan software untuk menggambar teknik dan secara luas dipergunakan oleh berbagai perusahaan yang bergerak dibidang engineering dan arsitektur. Biaya lisensi untuk software ini bervariasi sesuai dengan addon dan tipe yang digunakan namun umumnya mulai dari harga 1000 US$.
Seorang rekan di mailing list openSUSE Indonesia dan bekerja di salah satu anak perusahaan dari sebuah perusahaan besar di Indonesia mengatakan bahwa ia pernah mengalami kesulitan yang sama. Perusahaan tidak ingin menggunakan Autocad bajakan, juga merasa berat menggunakan lisensi Autocad untuk 40 engineernya. Akhirnya perusahaan memutuskan untuk menggunakan aplikasi sejenis yang open source (Qcad) meski ada beberapa feature yang belum tersedia.
Sebagai solusinya, perusahaan memberikan donasi sebesar 500 US$ untuk pengembangan aplikasi dan addon yang diinginkan. Hasilnya adalah adanya perbaikan dan penambahan feature pada aplikasi yang diinginkan disertai keterangan khusus bahwa penambahan addon tersebut didedikasikan untuk perusahaan yang memberikan donasi.

Mungkin bisa menjadi masukan bagi perusahaan-perusahaan yang kebingungan mencari replacement bagi aplikasi bajakan yang digunakan. Jangan lupa, adaptasi penggunaan aplikasi tetap perlu namun hal ini mutlak dilakukan karena tidak ada pilihan lain bagi perusahaan jika mereka tetap merasa berat membeli biaya lisensi dan addon yang cukup mahal.
Jika anda pengguna distro openSUSE, Qcad dapat diinstall menggunakan feature one-click-install secara mudah dan cepat. Caranya silakan menuju ke http://software.opensuse.org/search dan ketik qcad dikotak pencarian. Tekan tombol searc, tunggu sebentar dan tak lama kemudian akan muncul link one-click-install untuk instalasi qcad. Jangan lupa sesuaikan dengan versi openSUSE yang digunakan.

Dedhi February 25th, 2009, 12:24 pm
saya rada ragu apakah pelanggaran HAKI di di Indonesia ada di ranah hukum pidana. Jadi belum tentu masuk sel
Andika Kameswara February 25th, 2009, 12:46 pm
@Dedhi
Hak Kekayaan Intelektual atau Haki adalah hak yang diberikan oleh negara melalui peraturan perundang-undangan kepada seseorang atau sekelompok orang atas hasil karyanya yang berupa Hak Cipta, Hak Merek, paten, Rahasia dagang serta berbagai hak kekayaan lainnya yang telah mendapatkan perlindungan Undang-Undang.
Melakukan Pelanggaran terhadap HAKI dapat dikenakan sanksi berupa ancaman Pidana, berdasarkan ketentuan hukum yang sudah berlaku di Negara Republik Indonesia.
Pelanggaran terhadap Hak Cipta dengan jenis Delik perkara Biasa dapat diancam pidana maksimal 7 tahun penjara atau denda 5 milyar rupiah, pelanggaran Hak Merek dengan delik perkara aduan dikenakan pidana 5 tahun atau denda maksimal 1 milyar rupiah, begitu juga dengan pelanggaran Hak Kekayaan lainnya dikenakan ancaman pidana yang cukup berat disertai denda yang tidak ringan.
Kesemua bentuk ancaman pidana tersebut sudah sesuai dengan ketentuan undang-undang yang mengaturnya, seperti untuk Hak Cipta diatur dalam UU No 6 Tahun 1982, UU Nomor 7 Tahun 1987, UU Nomor 12 Tahun 1997 dan UU Nomor 19 Tahun 2006, sedangkan Hak Merek diatur dalam UU Nomor 19 tahun 1992, UU Nomor 14 Tahun 1997 dan UU Nomor 15 Tahun 2001.
kunderemp February 25th, 2009, 9:58 pm
QCad bukannya cuma 2 Dimensi yah? Kalau 3 Dimensi?
Aku bukan lulusan teknik arsitektur dan juga tak pernah menggunakan Autocad jadi tak tahu seperti apa fitur yang dibutuhkan. Di wikipedia ada daftarnya sih
http://en.wikipedia.org/wiki/Category:Linux_computer-aided_design_software
Cuma kayaknya buat para propaganda linux, bisa jadi PR tuh.
nday February 26th, 2009, 2:18 pm
salam
menarik sekali posting dari mas vavai.
masalah software pengganti autoCAD [mayoritas dipakai] ini memang hal yang penting sekali buat teman2x konsultan. Sementara sudah ‘terbuai’ oleh nikmatnya autoCAD, tapi untuk beli … tak mampu. Tak mampu ini banyak sekali faktornya, termasuk iklim fee konsultan di negeri kita ini yang belum seimbang dengan outputnya.
makin banyaknya software pengganti dengan embel2x tight budget CAD kadang malah menambah ‘pusing’ arsitek dan konsultan kecil yang mencoba berdiri/bertahan hidup. Karena, biasalah….. penjual kadang menulis hal2x yang baik saja tentang produknya. Di lain sisi, konsultan kecil/perorangan lebih ke enduser yang tidak ‘doyan’ mengoprek software.
mas vavai yang baik, apa saya bisa ‘dikenalkan’ dengan rekan mas vavai pengguna qcad di atas. saya ingin dapat masukkan lebih banyak tentang software tersebut. Insya Allah software ini bisa jadi salah satu ‘obat’ buat para rekan2x konsultan-resah di milis sebelah
sekalian saya kulonuwon untuk fwd cerita ini ke milis lain
wasalam