Desain Ruang Kerja Pribadi di Rumah (2) : Komputer Kerja

workspace
Catatan : Ilustrasi gambar bukan ruang kerja saya. Ilustrasi gambar merupakan model yang saya inginkan :-) . Gambar lainnya bisa ditemukan disini.

Pekerjaan saya sebagian besar berkaitan dengan komputer. Kesukaan dan hobby saya juga cukup banyak berkaitan dengan komputer. Jika ada waktu luang, saya bisa berjam-jam duduk didepan komputer. Menulis artikel, browsing kesana-kemari, membaca ebook, novel dan lain-lain dilakukan didepan komputer.

Akhir pekan lalu saya sempat bimbang menentukan jenis komputer yang akan saya gunakan untuk bekerja. Ada beberapa pilihan, salah satu diantaranya adalah mengambil salah satu komputer dari lab mini yang saat ini berjumlah 10 PC. Isteri saya tidak setuju karena jika memungkinkan akan lebih baik membeli satu komputer yang benar-benar sesuai dengan yang saya inginkan. Isteri mendesak demikian karena salah satu targetnya adalah menyelesaikan skripsi dan saya yang kebagian cari materi dan menerjemahkan artikel :-P

Saya sih setuju saja namun masalahnya banyak keinginan tapi keuangan tak mendukung :-P

Jika punya cukup kekayaan (hehehe…),  saya akan memilih laptop dengan spesifikasi yang tinggi. Mudah dibawa, digunakan dan dapat digunakan untuk melakukan kompilasi program secara cepat, main games secara nyaman dan bisa dioprek dengan leluasa. Keinginan tinggal keinginan. Saya harus menyesuaikannya dengan budget sehingga setelah mempertimbangkan kondisi perekonomian dunia yang sedang resesi :-P , akhirnya saya memutuskan untuk membeli PC biasa dengan spesifikasi yang cukup untuk secara nyaman saya gunakan.

Anyway, saya hanya menggunakan laptop untuk keperluan presentasi jadi sementara waktu saya bisa pakai jatah dari kantor :-D

Saya memilih motherboard Gigabyte karena pengalaman saya sebelumnya, motherboard ini cukup stabil, kencang dan dapat terdeteksi oleh openSUSE secara out of the box, baik yang berchipset Intel maupun NVidia (ada beberapa VGA onboard Gigabyte yang chipsetnya NVidia).

Untuk monitor saya memilih LCD Samsung SyncMaster. LCD ini juga otomatis terdeteksi dengan baik oleh openSUSE 11.1 yang saya pergunakan. Saya menggunakan memory 2 GB yang nantinya hendak saya expand hingga 8 GB. Harddisk tidak menjadi masalah karena saya punya cadangan 320 GB sehingga saya hanya perlu membeli harddisk 500 GB. Dengan kapasitas gabungan > 800 GB, saya bisa menyimpan file iso Linux dan membuat mirror repository openSUSE secara leluasa.

cool-workspace

Printer sudah saya beli sebelumnya. Printer tersebut adalah printer HP OfficeJet All-In-One 5610. Printer ini bisa digunakan untuk print, scan, copy dan fax. Yang menyenangkan, drivernya sudah tersedia secara out of the box dari DVD openSUSE 11.1. Proses scan yang saya khawatirkan ternyata tak masalah. Begitu saya menekan tombol scan di printer, openSUSE langsung mendeteksinya dan meluncurkan xsane untuk melakukan scan.

Produk HP adalah salah satu produk yang memang ramah dengan Linux. Selain HP, produk IBM/Lenovo juga cukup akrab dengan Linux, apalagi beberapa produk Lenovo memang dipreload dengan SUSE Linux Enterprise Desktop sehingga saya jarang mengalami kesulitan dengan produk IBM/Lenovo dengan openSUSE. 2 Server IBM dikantor juga saya pasangi openSUSE tanpa ada masalah.

cool

Untuk musik, saya memilih menggunakan headphone meski isteri lebih senang menggunakan speaker. Karena saya melakukan instalasi dari openSUSE 11.1 LiveDVD + Multimedia, saya tak perlu melakukan instalasi library tambahan untuk menonton film, menyetel musik dan memasang aplikasi tambahan lainnya semacam aplikasi Gantt Project.

Aplikasi lain yang saya pasang adalah SmartSVN yang saya pergunakan sebagai versioning system bagi folder kerja saya. Sinkronisasi dari rumah ke server hosting saya di DreamHost tidak ada kesulitan. Yang jadi masalah adalah proses sinkronisasi dari kantor ke DreamHost karena akses internet di kantor sering kachow.

Untuk saat ini, komputer kerja yang saya pergunakan sekarang sudah cukup memenuhi ekspektasi saya. Saya bisa bekerja, ngoprek, menulis artikel maupun main games di rumah dengan leluasa.

Bagaimana dengan komputer kerja pribadi  dirumah yang anda gunakan ?

Posted by vavai on Feb 8th, 2009 and is filed under Personal. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “Desain Ruang Kerja Pribadi di Rumah (2) : Komputer Kerja”

  1. Deny Sri Supriyono February 9th, 2009, 7:42 pm

    mbok ya ditampilin hasil kreasi yang sekarang nongkrong di rumahnya, mas – jangan ilustrasi punya orang terus :d

    punya saya, dual monitor wide lcd enak buat design, coding dan browsing :d

  2. vavai February 10th, 2009, 2:13 am

    @DSS,
    Maklum, masih acak-acakan boss, jadi malu-maluin kalau ditampilkan sekarang :-P

    Ayolah main saja kerumah, kan dekat…

    Saya hanya punya 1 LCD karena memang tidak (belum) ada keperluan buat desain dan membandingkan tampilan. Maklum, cuma buat tulis artikel dan coding biasa saja ..

  3. Deny Sri Supriyono February 11th, 2009, 10:03 am

    iya nih, kebangetan saya – padahal deket banget tapi belum pernah nyampe ke tempat mas vavai :d

    nanti kalau udah mulai agak longgar, insyaAllah ke sana mas.

Leave a Reply