Kebiasaan Saat Musim Hujan Menjelang

Masih terkait soal musim hujan dan banjir, setelah diingat-ingat ternyata hal ini berpengaruh pada kebiasaan dan persiapan saya sehari-hari. Apa saja itu ?
- Berangkat kerja jam 6 pagi.
Biasanya saya berangkat kerja jam 7 pagi malah kadang jam 7.30 tapi sekarang saya memilih untuk berangkat lebih awal. Tujuan utama adalah menghindari macet. Kalaupun sampai macet, saya masih punya buffer waktu agar tetap bisa datang ke kantor tepat waktu
- Selalu bawa jas hujan.
Karena saya berangkat kerja membawa Jupiter MX, saya membuat check list soal barang yang wajib dibawa. Biasanya juga demikian tapi musim hujan membuat saya mewajibkan diri saya sendiri
. Saya pernah kelupaan membawa jas hujan (dicuci dan lupa dimasukkan kembali ke jok) dan akibatnya sangat menyengsarakan
- Tidak bawa mobil.
Mengapa ? Alasan utama dan terbesar adalah karena saya tidak punya mobil, hahaha… Ya iyalah, mau bawa mobil siapa kalau memang tidak ada mobil. Saya juga tidak lupa, waktu banjir besar tahun 2007 yang membuat Kawasan Berikat Nusantara Cilincing (disamping kantor saya) terendam lebih dari 1 meter, mobil berderet-deret sepanjang jalan tol dan jalan biasa tanpa bisa memutar arah
- Optional menggunakan Sepeda Motor.
Banjir besar kadang tidak bisa ditembus dengan sepeda motor. Jika tidak beruntung dan kurang berpengalaman, sepeda motor yang terendam banjir akan membuat kita cukup sengsara. Meski sudah berhati-hati dengan berjalan pelan, menggunakan gigi rendah (gigi motor maksudnya, bukan gigi kita, hehehe…) dan memastikan knalpot berbunyi cegluk-cegluk menahan air yang hendak masuk, ada kalanya ban tidak punya mata (mungkin gelagepan
kemasukan air ) dan terjerumus ke lubang. Selain bikin kaget juga bisa menyebabkan motor berhenti mendadak dan knalpotnya kemasukan air
- Menyimpan pakaian di kantor.
Sebagai tindakan emergency, saya menyimpan 1 set pakaian di kantor sebagai buffer dan contingency plan. Kebetulan saya punya loker pribadi yang bisa menyimpan pakaian, kue-kue, buah, nasi tim (lho kok…) dll
- Menggunakan sandal.
Ini juga optional. Daripada khawatir ban sepeda motor terjerumus atau motor jatuh karena tiba-tiba terpeleset, saya memilih untuk berangkat kerja menggunakan sandal dan berganti sepatu ditempat kerja. Jadi ingat waktu SD
. Apakah kelihatannya sangat tidak professional ? Ya nyatanya memang demikian kok jadi saya maafkan jika anda beranggapan demikian.
- Memonitor kondisi kantor dan curah hujan secara berkala.
Jika turun hujan deras bin lebat, saya biasanya mengecek ke kantor dan menanyakan apakah jalan kearah kantor banjir atau tidak. Jika ya, bisa saja saya memutuskan tidak membawa kendaraan dan memilih menggunakan angkutan umum yang diteruskan dengan ojek. Daripada saya senewen membawa kendaraan dan menanti tanpa kepastian, lebih baik saya membawa diri pribadi saja
Saya pernah bertanya via telepon ke Security yang bertugas :
“Pagi pak, Vavai speaking here…” 
“Pak, apakah kantor kebanjiran dan apakah jalan masuk juga banjir ?”
Demikian tanya saya sambil memandang cemas pada hujan yang tak kunjung berhenti. Apa jawaban pihak Security ?
“Maaf pak, disini terang benderang dan tidak hujan, jadi gimana mau banjir ?”
Kamu punya kebiasaan lain ?
Posted by Masim "Vavai" Sugianto
on Jan 15th, 2009 and is filed under
Personal.
You can follow any responses to this entry through the
RSS 2.0 feed.
You can
leave a response, or
trackback from your own site.
Abe January 15th, 2009, 10:23 am
Kalau musim hujan, lebih mantab itu menyiapkan pakaian kerja di loker kantor Om Vavai. Tapi jangan lupa daleman. Pengalaman sih kalau udah ujan lebat walau pakai jas ujan biasanya basah sak dalem-dalemnya hihi.. ^_^
yoxx January 15th, 2009, 12:10 pm
bawa busi cadangan
atau minimal diusahakan adanya tools dan spare part cadangan lain
Vavai January 15th, 2009, 1:41 pm
Hahaha,
Tahu aza si Boss. Itu memang tak ditulis tapi tetap disiapkan, hehehe..