
Sudah sejak lama saya memperhatikan bahwa promosi distro Linux di Indonesia harus turut memperhatikan psikologi massa
Artinya, selain kita harus membangkitkan portfolio pribadi, produk yang bagus dan support yang brilian, kita juga harus mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan calon pengguna.
Salah satu hal mendasar bagi para pengguna Windows yang pindah menggunakan Linux adalah dukungan paket multimedia, driver dan paket-paket aplikasi tertentu. Distro-distro Linux besar yang memiliki lisensi GPL (GNU Public License) biasanya tidak menyertakan paket multimedia seperti MP3, paket video dan driver-driver tertentu seperti driver VGA NVIDIA dan ATI. Hal ini bukan karena para developernya tidak mampu melainkan karena lisensi driver tersebut bukan lisensi GPL dan tidak tersedia source codenya. Secara lisensi, driver dan codecs tersebut tidak bisa disertakan karena ada klausul yang menghalangi distribusi oleh perusahaan-perusahaan distro Linux.
Sebagian pengguna akhir mungkin bisa memahami hal ini namun sebagian lagi kemungkinan besar tidak. Hasil akhirnya bisa ditebak, timbul anggapan bahwa Linux tidak user friendly, tidak modern, tidak mendukung kesenangan orang
dan lain sebagainya. “Susah bener pakai Linux…”, gitu komentarnya
Penambahan driver ini sebenarnya relatif mudah jika kita terhubung ke internet, tapi seberapa banyak user yang terkoneksi dengan baik ke internet dibandingkan dengan para pengguna yang terpaksa pakai warnet atau pakai koneksi berbiaya tinggi hanya sekedar melakukan proses instalasi paket codecs multimedia dan driver ?

Ganjalan seperti ini meski mengganggu kini tidak lagi menjadi masalah dan justru menjadi peluang besar yang dimanfaatkan dengan baik oleh LinuxMint dan distro lokal Blankon. Keduanya sama-sama turunan dari Ubuntu tapi sudah dilengkapi dengan berbagai aplikasi codecs multimedia.
Bagaimana dengan openSUSE ? Tentu saja tidak menjadi masalah. Meski belum melakukan remastering hingga menjadi distro baru sama sekali, saya pernah mencobanya untuk openSUSE 11.0 dengan meluncurkan openSUSE 11.0 KDE 3.5 LiveDVD + Multimedia Support.
Sekarang saya melakukan hal yang sama dengan meluncurkan LiveDVD plus untuk openSUSE 11.1
Jika pada saat itu saya membutuhkan waktu yang cukup lama, kini saya relatif tidak memiliki hambatan dalam membuat distro openSUSE yang sudah diremastering. Hambatan satu-satunya adalah melakukan proses remastering disela-sela kesibukan padat akhir tahun
Distro openSUSE 11.1 KDE 4 LiveDVD + Multimedia ini sudah saya upload ke server mirror openSUSE atas bantuan pak Edy Purwanto.
Selain paket multimedia lengkap (termasuk VLC, MPlayer, XMMS dan Audacity), LiveDVD ini juga menyertakan Opera, Driver NVIDIA dan ATI, desktop effect KDE 4 by default, paket build-essential (kernel-source, make, gcc dan gcc-c++) ditambah paket webmin, driver madwifi, ndiswrapper dan manajemen project (openproj + ganttchart). Sebagai bonus saya tambahkan juga bundel panduan openSUSE dalam bahasa Indonesia.
Apa saja feature yang disertakan ? Silakan merujuk ke artikel openSUSE 11.1 KDE 4 LiveDVD di blog Migrasi Windows-Linux.
Untuk KDE 3.5.10 dan Gnome akan saya susulkan dalam pekan ini. Semoga bermanfaat.
One Response to “openSUSE 11.1 KDE 4 LiveDVD Plus Multimedia”
Trackbacks