Jangan Biarkan Diri Anda Tenggelam Dalam Kesulitan Hidup

work-hardSemua orang tentu tahu bahwa kesulitan hidup sepatutnya dihindari. Semua orang juga tidak ada yang ingin dirinya terjebak dalam kesulitan hidup.  Masalahnya, apakah setiap orang menyadari atau tidak jika dirinya tenggelam dalam kesulitan hidup ?

Pernahkah anda merasa sebagai orang yang sudah mati-matian bekerja keras namun hidup tetap susah ? Pernahkah anda melihat orang yang sudah banting tulang dari waktu subuh hingga malam menjelang namun kehidupannya tetap susah ?

Hidup bahagia memang tidak diukur dari jumlah harta maupun cermin pandangan luar tapi secara general kita mampu memilah mana orang yang bahagia meski hidupnya tidak kaya raya dan mana orang yang sudah berusaha diluar bataspun masih tetap pas-pasan dan diliputi kesusahan hidup.

Bagi saya, ada sesuatu yang salah dalam cara hidup kita jika kita sudah banting tulang secara mati-matian, bekerja keras tanpa henti namun tetap dalam kekurangan hidup. Lebih salah lagi jika kita tidak menyadari kesalahan tersebut dan menganggapnya sebagai suatu perputaran roda nasib semata.

Jangan menunggu keajaiban. Ubahlah cara hidup anda jika anda tidak ingin terlibat kesulitan hidup secara berkepanjangan.

Saya pernah melihat seseorang yang mengendarai sepeda motor dengan tampilan yang menyedihkan. Motornya kelihatan bobrok, plat nomornya tergantung sebelah, jika direm terdengar bunyi mendecit karena kampas rem yang sudah aus, asap knalpot menunjukkan mesin yang bermasalah. Hal ini diperparah dengan motor yang sepertinya sudah berbulan-bulan tidak pernah dicuci dan jaket yang dikenakan yang sudah sangat lusuh. Bukan karena tidak baru semata melainkan karena banyak debu dan berbau aduhai.

Saya bukan orang yang berkecukupan, juga bukan orang yang kaya raya namun melihat hal tersebut membuat saya introspeksi, apakah saya tidak terlihat seperti itu ?

Rambut acak-acakan, dengan muka kemringet (apa teh namina, keringetan gitu…), jaket atau jas yang gombrong, sepatu yang kotor dan muka yang lelah. Berangkat pagi pulang malam. Pagi tidak melihat matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam.

Jika demikian adanya, sadarlah. Kita bekerja dan kita mencari nafkah bukanlah untuk menyiksa diri. Kesemuanya kita lakukan untuk kesenangan dan kebahagiaan kita. Jika caranya membuat kita merana, mengapa juga kita membiarkannya.

panorama

Berhentilah menipu diri sendiri. Berhentilah meratapi nasib. Introspeksi apakah jalan hidup yang kita tempuh sudah sesuai dengan yang kita inginkan atau tidak. Tidak ada yang memaksa kita menyiksa diri sendiri. Kalaupun ada, mengapa anda membiarkannya.

Renungkanlah apakah anda mau diperbudak oleh kesulitan hidup. Renungkanlah apakah kita ingin selamanya bergelimang dalam kesulitan hidup dan tenggelam hingga kedasarnya.

Jika anda merasa sudah bekerja sangat keras untuk mengubah alur kehidupan namun belum berhasil, berhentilah sejenak. Luangkanlah waktu anda untuk melihat dan mereview apakah jalan hidup yang selama ini ditempuh sudah benar.

Apakah kita selama ini hanya mementingkan hasil tanpa peduli proses mendapatkan hasil itu. Apakah selama ini kita hanya memandang keatas tanpa pernah menoleh kekiri, kanan dan bawah. Apakah selama ini kita sudah bersyukur atas apa yang kita peroleh ?

Ingat, hidup di dunia tidak selamanya. Jika hidup yang sebentar ini menjadi sia-sia karena kita berkorban untuk sesuatu yang tidak berharga, lantas buat apa kita ada ?

Jika besok kita berangkat bekerja, lihatlah, apakah penampilan kita sudah rapi ataukah kita masih serabutan ? Lihatlah, apakah kita mampu melihat dan mengagumi cahaya matahari merah keemasan dan hangat menerpa wajah ataukah kita bersitegang dengan kemacetan dan mengejar absensi keterlambatan ?

Jika kita bersekolah, atau bekerja, atau berbuat apapun, check apakah perbuatan itu bermanfaat dan apakah hal itu tidak menyia-nyiakan waktu ?

Jika kita pulang dari aktivitas, perhatikan apakah aktivitas itu kita jalani dengan senang dan sepenuh hati ataukah itu hanya rutinitas yang membunuh kita dari waktu ke waktu.

Life, is our precious gift. Don’t waste it being unhappy, dissatisfied, or anything else you can be.

Hidup kita adalah milik kita, susah senang kita juga yang menjalaninya.

Catatan :

  1. Ilustrasi gambar 1 : http://vgsiahaya.files.wordpress.com/2008/06/workaholic1.jpg
  2. Ilustrasi gambar 2 : http://i241.photobucket.com/albums/ff7/dar4444/Baracoa_natural_panorama.jpg
Posted by Masim "Vavai" Sugianto on Dec 14th, 2008 and is filed under Personal. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

8 Responses to “Jangan Biarkan Diri Anda Tenggelam Dalam Kesulitan Hidup”

  1. Suwahadi December 15th, 2008, 1:50 am

    Bener sekali pak.
    Kalo prinsip saya, asal kita bekerja dengan gaji yang boleh dibilang pas-pas’an tetapi dalam hal kondisi psikologis yang menyenangkan tentu kita akan semakin betah untuk tetap bertahan dalam bidang tersebut.
    Dibandingkan dengan pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat kita, tentu juga akan menjadi sebuah kesulitan hidup dari sisi psikologis. Meski dengan income / salary yang besar. :D

  2. Kemas December 15th, 2008, 9:23 am

    Sekedar menambahkan saja, sudah saatnya kita beralih dari paradigma bekerja keras (work hard) pada paradigma bekerja cerdas (work smart). :)

  3. wadiyo December 15th, 2008, 1:03 pm

    work hard juga sudah meliputi work smart.

    emang kalau kerja keras cuman pake’ okol doang.

    Waktu mengubah semua hal, kecuali kita.
    Kita harus melakukan perubahan kita sendiri.

    karena,
    Waktu hanya menjadikan sebagian besar dari kita – menua,
    tetapi belum tentu menjadikan kita membijak.

    Bagi yang memanfaatkannya, waktu adalah keuntungan.
    dengannya,
    Kualitas waktu ditentukan oleh kualitas yang dikerjakannya
    dalam waktu itu

  4. Anjar Priandoyo December 15th, 2008, 4:01 pm

    Waduh, artikelnya kena banget nih Pak Vavai. Terimakasih banyak. Memang harus belajar mereview. Moment tahun baru nanti semoga bisa menjadi momen yang pas untuk mengubah diri menjadi lebih baik.

  5. yoxx December 16th, 2008, 7:51 am

    setuju mas…Life, is our precious gift.

  6. Masim "Vavai" Sugianto December 16th, 2008, 8:01 am

    @ Suwahadi,
    Ya, kalau sudah pernah mengalaminya pasti punya pengalaman yang mirip karena tulisan saya disarikan dari pengalaman pribadi :-D

    @Kemas,
    Saya work hard alias hard work, mas Kemas sudah smart work ya :-)

    @Wadiyo,
    Salah satu materi khutbah Jum’at nih mas :-)

    @Anjar,
    Terima kasih mas. Saya malah banyak belajar dari isi blognya mas Anjar. Buat saya pribadi memang ada moment tertentu buat review, antara lain tahun baru (sekarang ada 3, tahun baru masehi, imlek dan muharram), ultah dan lebaran.

    @Yoxx,
    Precious gift buat hidup sendiri apa nih ;-)

  7. asan January 7th, 2009, 9:12 am

    yups bner seX
    sebaiknya dalam hidup ni kita harus membangun aset agar kita tidak bekerja terus seumur hidup.
    FREEDOM

  8. AULIA August 17th, 2009, 2:26 pm

    MANTABBBBB

Leave a Reply