Caci Maki Agama via Email ?

Pekan kemarin ada yang lucu. Ada seseorang yang tidak saya kenal yang mengirim email berisi caci maki terhadap agama tertentu. Mungkin dia berharap saya jengkel dan sebal menerima email seperti itu. Harapan yang sia-sia saja. Mengapa ?

Pertama, saya sama sekali tidak berminat pada diskusi mengenai benar salah suatu agama. Tak minat sama sekali. Saya lebih baik jadi pendengar dan penonton yang baik, yang melihat orang menepuk dada dan mengatakan agama orang lain jelek. Saya melihat orang yang demikian seperti manusia yang berkata, “Saya tuh nggak pernah ngomong-in orang. Nggak seperti si anu, dia kerjanya ngomong-in orang melulu. Padahal mukanya jelek, kakinya pengkor, kepalanya peyang dan suka mendengkur. Sudah gitu, dia itu bawel dan kalau makan suka nggak cuci tangan. Kalau ngomong selalu sesuatu yang buruk, kalau menghina pasti menghina banget bla-bla-bla…”

Kedua, orang itu salah alamat. Dia mencaci maki suatu agama dan itu bukan agama saya. Kalau dia berharap saya membenci agama tersebut karena caci maki dia, salah banget. Saya tidak ingin berpretensi pada agama yang tidak saya kuasai dan tidak saya ketahui dengan baik. Biarlah hal itu menjadi pilihan hidup masing-masing.

Agama adalah hubungan pribadi antara sang pencipta dengan ciptaannya. Jangan jadikan agama sebagai sumber pertengkaran  sehingga melupakan esensi mengapa suatu agama itu ada di dunia.

Posted by Masim "Vavai" Sugianto on Dec 11th, 2008 and is filed under Personal. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply