Balada Perbaikan Mail Server 4 : Mekanisme Backup Data

Melanjutkan kisah sebelumnya, setelah mengetahui bahwa Fajar Mukharom tidak membawa DVD eksternal, CD/DVD blank dan perlengkapan lainnya termasuk harddisk eksternal yang berisi berbagai iso file, saya mengambil alternatif berikutnya, yaitu menggunakan USB Flash Disk.

Saya membuat Live USB dengan bantuan UnetBootin dan mencoba boot. ISO yang saya pergunakan adalah PartedMagic. Saya tertolong dengan kecepatan internet yang cukup cepat di Gedung Tifa. Download iso 300-650 MB butuh waktu sekitar 1-3 menit saja. Saya coba buat LiveUSB PartedMagic, tools andalan saya.

liveusbSaat saya coba jalankan, tidak ada masalah. Masalah terjadi saat saya hendak format harddisk, ternyata berulang kali dicoba teteup tidak bisa diformat. Karena terdesak waktu, saya tidak menelusuri detail penyebabnya dan memilih alternatif lain, yaitu distro yang paling sering saya gunakan : SUSE. Karena untuk ISO DVD ukurannya sangat besar (4 GB-an), saya menggunakan versi appliance, yaitu ISO minimal server appliance, remastering dari SUSE Linux Enterprise Server yang saya buat menggunakan SUSE Studio. ISO-nya bisa didownload disini :http://mirror.excellent.co.id/appliance/minimal-server/

Saat saya coba, ternyata gagal boot, baik untuk tipe ISO LiveCD maupun preload ISO installer. Saya ingat beberapa kali gagal jika membuat liveUSB menggunakan Unetbootin, jadi saya coba lagi menggunakan OSForensics Image USB : http://www.osforensics.com/tools/write-usb-images.html

Kali ini berhasil boot dan bisa melakukan instalasi, namun saat mencoba injeksi bootloader, mengalami kegagalan. Berulang kali saya coba namun tetap gagal boot. Saya sempat berniat menggunakan ISO DVD namun karena ukurannya besar dan pembuatan LiveUSB bisa memakan waktu, saya memilih alternatif lain yaitu LiveUSB Ubuntu server.

Saya coba Ubuntu ISO, ternyata malah lebih parah. Tidak bisa booting sama sekali. Entah karena prosesnya lama atau karena ada gagal proses, yang jelas proses liveUSB menggunakan Unetbootin di MacBook Air lamaaaaaaa sekali.

Karena senewen, iseng saya download ISO DVD LinuxMint 17.1 Rebbeca dengan desktop MATE. Saya jadikan LiveUSB, ternyata lancar.

Saya boot, lancar juga, meski agak lambat karena LinuxMint memang berbasis grafis. Saat mencoba install, ternyata berjalan cukup lama. Sambil menunggu proses install, saya terpikir, kenapa nggak sekalian saja gunakan LiveCD-nya.

vavai-linux-mint

Jadilah saya siapkan harddisk backup, saya berikan IP, set agar bisa cross-cable dengan server existing dan siap saya backup. Untuk menghindari terjadinya perubahan permission, saya biasanya menggunakan skema rsync push (dilakukan disisi server yang ada datanya). Jadi saya lakukan perintah seperti ini :

rsync -av –progress /opt/ root@192.168.88.99:/data/

Perintah diatas akan menyalin seluruh isi folder /opt ke folder data yang ada di server IP 192.168.88.99 menggunakan perintah rsync disisi sumber dan rsync+SSH di sisi tujuan.

Ternyata? Default LinuxMint tidak aktif SSH-nya:-))

Backup-and-RestoreSaya coba start, tidak ada aplikasi OpenSSH-Server. Saat hendak mencoba install, ternyata nggak ada akses internet, karena server ini terhubung cross-cable dengan server existing. Saat saya tanya ke pihak data center, mereka tidak menyediakan akses DHCP atau akses internet free didalam ruang server. Paling mungkin dilakukan diruang NOC namun kecepatannya drop jadi 100 Mbps.

Satu-satunya pilihan adalah menggunakan IP public langsung, namun saat saya tanya ke klien, mereka hanya punya 1 IP public. Saya garuk-garuk kepala yang tidak gatal dan pingin rasanya menggergaji rak server grin emoticon

Sebelum saya sampai pada keputusan menggergaji rak server, saya kepikiran, kenapa nggak saya coba pasang squid proxy di server existing? Saya tidak biasa setting menggunakan Ubuntu server (yang terpasang di server existing) namun saya ingat beberapa tahun yang lampau tongue emoticon saya pernah install dan konfigurasi Squid Proxy server di openSUSE menggunakan webmin. Jadilah saya pasang webmin, kemudian install squid dan kemudian saya set mengikuti panduan yang saya tulis disini :http://vavai.com/…/instalasi-squid-proxy-server-pada-opens…/

Setelah bisa diset dan dibatasi pemakainya, saya set LinuxMint agar bisa apt-get install via proxy. Berhasil. Saya bisa install package openssh-server dan screen. Setelah berhasil, saya melakukan proses rsync dari server existing ke server backup.

Saya sempat berniat mematikan backup ke server cloud yang sudah berjalan beberapa saat dan sudah menyalin sekitar 40 GB dari hampir 500 GB total data. Tapi saya pikir biar saja ada 2 rsync (meski berimbas pada kecepatan dan penggunaan memory karena rsync rakus memory dan bandwidth), daripada saya cancel salah satu namun ternyata pilihan satunya juga gagal.

Saat itu sudah pukul 6 sore. Sudah rembang petang. Matahari sudah menjadi lembayung senja. Saya berdiskusi pada pihak klien dan menjelaskan proses yang dilakukan sampai sejauh ini.

Saya sampaikan bahwa, dengan proses backup yang masih berjalan, kelihatannya akan butuh waktu sampai seharian hingga proses backup tuntas. Saya mengambil pilihan konservatif, biar saja menunggu backup daripada saya pindahkan data namun cilaka, misalnya karena data terhapus atau hilang.

Pihak klien setuju, jadi untuk sementara proses backup ditinggal. Saya membereskan beberapa persiapan untuk besok sekaligus merapikan perlengkapan dan menjelang pukul 8 malam saya kembali ke markas Excellent DJ.

Rasanya lelah jiwa dan raga, kepala pusing, hidung pilek, mulut sariawan dan sakit gigi. Sampai di rumah markas DJ, saya langsung tidur tanpa makan malam, dan bermimpi bahwa saya masih didepan server melakukan proses backup.

Ternyata saya bukan bermimpi. Saya terbangun tengah malam, menghidupkan PC yang biasa dipakai oleh Zeze Vavai dan mengecek kecepatan proses backup. Setelah mengecek dan kelihatannya proses backup berjalan sesuai harapan, seperti orang linglung, saya tidur kembali.

Kali ini tidur dengan pikiran mereka-reka skenario dan urutan proses apa yang hendak dijalankan besok smile emoticon

Masih berlanjut nih, ke bagian berikutnya…

Pin It

5 thoughts on “Balada Perbaikan Mail Server 4 : Mekanisme Backup Data

  1. saya rasanya sudah 2x baca balada ini, tapi endingnya masih mentog di seri ke 4…belum bener-2 ending. Mungkin ganti judul aja mas, ” never ending story, perbaikan mail server” hehehe… ditunggu nih lanjutannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*