Tips Zimbra : Mengatasi Error “Unable to determine enabled services from ldap”

2 hari yang lalu saya menerima pesan urgent dari salah satu team IT klien yang menangani mail server berbasis Zimbra dengan jumlah user diatas 20 ribu : “Salah satu sistem tidak bisa up pak, sebagian user tidak bisa mengirim dan menerima email”
Saya baca email dari team klien, ternyata ia menyertakan error lognya. Ada pesan error :

“Unable to determine enabled services from ldap. Unable to determine enabled services. Cache is out of date or doesn’t exist.”

zimbra-divestiture-tn

Hmmmh, biasanya pesan error seperti ini terkait dengan masa aktif sertifikat SSL. Dalam case klien ini, asumsi saya masalahnya bukan terkait lifetime karena SSL certificate mereka menggunakan SSL commercial dan lifetime-nya sampai dengan tahun 2015. Namun, untuk memastikan masalahnya, saya jalankan perintah :


/opt/zimbra/bin/zmcertmgr viewdeployedcrt

Jika berdasarkan perintah diatas ternyata SSL certificate-nya expired, cara mengatasinya bisa merujuk dengan panduan “Renewal Zimbra Certificate”

Ternyata benar asumsi saya, untuk certificate SSL masih berlaku dan tidak ada issue karena expired ditahun 2015. Saya coba restart service masih gagal.

Ada yang membuat saya aneh, yaitu dari total sekian banyak server (klien menggunakan skema multi server), hanya 1 server saja yang bermasalah. Sialnya, server yang bermasalah ini justru server LDAP master sekaligus mailbox utama tempat beberapa account penting berada 🙂

Saat mencoba menelusuri pesan kesalahan yang ada, saya menjalankan perintah mirip diatas namun dengan tambahan suffiks “all” :


/opt/zimbra/bin/zmcertmgr viewdeployedcrt all

Barulah saya melihat ada pesan kesalahan detail yang menyatakan bahwa sistem tidak dapat membuat file temporer karena space harddisk full. Saya check dengan perintah df -h, terlihat bahwa root partition dalam kondisi full 100% meski folder /opt tempat Zimbra berada dalam kondisi normal karena menggunakan partisi terpisah.

Untuk mengatasinya, saya melakukan pengecekan folder-folder yang memuat file cukup besar dengan perintah :


du -h  --max-depth=1 /

Dari perintah diatas, ternyata folder /var yang memiliki file dalam jumlah besar dan mencakup hampir 90% dari jumlah ukuran root. Hal ini agak aneh karena Zimbra secara default tidak menyimpan data di folder /var seperti halnya MySQL server. Itu sebabnya folder /var tidak dibuatkan partisi terpisah.

Untuk memastikan folder dibawah /var yang memuat data cukup besar, saya ulangi perintah diatas sebagai berikut :


du -h  --max-depth=1 /var

Tepat dugaan saya, sub folder /var yang memuat ukuran besar bukanlah folder data melainkan folder /var/log. Pengecekan /var/log menunjukkan bahwa ukuran 1 buah zimbra.log berkapasitas 7 GB. Hal ini tidak normal untuk email server biasa namun menjadi normal untuk mail server dengan account > 20 ribu dan log rotate-nya diset monthly.

Ada 2 opsi untuk menyelesaikan hal ini, yaitu menambahkan harddisk khusus untuk menampung file log sekaligus mengubah ulang setting log rotate agar log dipecah setiap harinya (log rotate daily)

Setelah sebagian data log dipindah ke lokasi lain, proses restart service bisa dilakukan dan berjalan sebagaimana mestinya. Sistem mail server kembali up seperti sedia kala.

Catatan Advertorial : Excellent merupakan authorized partner Zimbra di Indonesia. Jika anda tertarik melakukan implementasi sistem mail server & collaboration suite berbasis Zimbra atau hendak membeli lisensi Zimbra atau hendak mengikuti training (reguler, special class ataupun inhouse training), silakan menghubungi team Excellent.

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*