Tips Usaha : Pengeluaran Kecil, Pemasukan Kecil dan Konsolidasi Server

Bulan Desember lalu, sambil mereview data keuangan dan bank, saya menyempatkan diri mengecek pengeluaran “remeh-temeh” yang rutin terjadi setiap bulan. Ternyata pengeluaran yang kelihatannya hanya beberapa ratus ribu, cukup besar bila ditotalkan.

Saya ambil contoh pengeluaran untuk biaya hosting dan domain. Saya punya 1 account di DreamHost USA, biayanya sekitar 120 US$ per tahun atau sekitar 10 US$ per bulan. Ada juga di Hostgator, sekitar 25 US$ per bulan untuk paket VPS. Ditambah dengan 3 buah VPS di Singapore dengan biaya masing-masing 10 US$, 15 US$ dan 40 US$.

Kesemuanya belum ditambah dengan biaya WHM/CPanel di 4 tempat, masing-masing sekitar 17 US$ dan biaya co location server.

Dari sisi pendapatan, semua server-server tersebut sebenarnya menghasilkan pendapatan. Namun jika ditelaah lebih jauh, sebenarnya saya bisa melakukan konsolidasi kesemuanya menjadi 2 server saja. Satu server di Indonesia dan 1 server luar negeri (Singapore). Untuk backup data, saya bisa kirim ke markas Excellent DJ karena koneksinya cukup baik dan stabil.

Atas pertimbangan sederhana : mengurangi pengeluaran dan memaksimalkan pendapatan, saya membuat program kerja konsolidasi server hosting milik Excellent. Untuk account hosting yang diperuntukkan bagi akses dari luar (misalnya blog berbahasa Inggris), saya tempatkan di cloud Excellent yang ada di Singapore. Untuk blog berbahasa Indonesia dan target pembaca ada di Indonesia saya tempatkan di server cloud Excellent yang ada di Jakarta. Untuk backup keduanya saya tempatkan di markas Excellent DJ sebagai disaster recovery.

ilustrasi-wirausaha

Selain hosting, saya juga menggunakan mekanisme yang sama untuk DNS parking. Sebagian besar klien Excellent merupakan klien layanan service email server. Untuk keperluan ini, selain data email, DNS merupakan salah satu layanan yang tingkat ketersediaannya (availability) harus diamankan. Untuk keperluan ini, saya membuat DNS server parking di Singapore dengan backup di Jakarta dan markas Excellent.

Dari hal yang kelihatan sepele seperti diatas, saya bisa melakukan penghematan hingga 100 US$ per bulan, equivalent dengan nilai 1.2 juta rupiah. Biaya yang dihemat bisa saya gunakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat, misalnya membeli buku, meningkatkan bandwidth atau untuk keperluan lain diinternal Excellent.

Jika kita memiliki usaha atau bisnis, adakalanya kita terjebak pada sikap menyepelekan hal-hal yang kelihatannya sederhana. Misalnya saya, masih sering berasumsi bahwa pengeluaran 10 US$ itu sama dengan 100 ribu, padahal saat ini kurs dollar sudah mencapai Rp. 12.200,- .

Pengeluaran 10-20 ribu, pemborosan listrik karena lampu yang menyala atau komputer yang hidup tanpa ada yang memakai, makanan yang terbuang karena terlalu banyak makanan dan banyak hal lainnya acapkali membuat pola pikir tumpul dan tidak hati-hati pada pemborosan. Saya bukannya tidak peduli. Sama seperti iman yang kadang bertambah dan berkurang, adakalanya saya insyaf dan seringkali saya lupa insyaf, hehehe…

7-waste-muda

Untuk mendisiplinkan pribadi mengenai pola pikir ini, memang tiada lain saya harus membiasakan diri melakukan review internal. Paling tidak ada perbaikan berulangkali agar pola pikir dan mekanisme pekerjaan bisa lebih baik dari waktu ke waktu. Jika ingat semua ini, saya jadi ingat kembali pembelajaran mengenai Kaizen, muda dan waste management. Perbaikan, memang harus terus menerus agar hidup semakin berkualitas. Mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, mulai saat ini.

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*