Coretan Rencana dan Resolusi Tahun 2014 : Urusan Bank

Catatan : Tulisan ini ternyata jadi berseri, jika ada yang berminat membaca tulisan lainnya bisa merujuk pada artikel berikut ini :

  1. Coretan Rencana Tahun 2014
  2. Coretan Rencana dan Resolusi Tahun 2014-Bisnis Excellent
  3. Coretan Rencana dan Resolusi Tahun 2014 : Kartu Kredit & Urusan Bank

Pada tulisan terakhir, saya menyoal penggunaan kartu kredit. Sekarang saya hendak membahas mengenai rencana saya melakukan restrukturisasi hal-hal yang berkaitan dengan bank. Salah satu yang utama adalah mengenai KPR dan tabungan.

KREDIT PEMILIKAN RUMAH (KPR)

kprSaat ini saya memiliki beberapa tabungan rupiah dan dollar. Nilai masing-masing tidak besar karena memang uangnya tidak banyak 😛 dan juga sifatnya hanya melintas saja. Selain tabungan saya juga punya kredit (baca : hutang) KPR dari Bank Niaga. KPR ini yang saya nilai cukup memberatkan karena nilai bunganya tinggi sekali dan jika merujuk pada situasi sekarang dan kedepan, sebaiknya saya berupaya mengurangi hutang pokok KPR agar tidak membebani keuangan.

Sebagai catatan tambahan, terutama jika rekan-rekan berniat memiliki rumah dengan pembiayaan KPR, mungkin bisa mengacu pada pengalaman saya sebagai berikut :

  1. Sebagian besar bank menggunakan bunga pinjaman relatif kecil di tahun pertama, kebanyakan sebagai gimmick. Hati-hati dan pelajari jika ada tawaran bunga flat-rate, cermati kondisi dan syaratnya. Ada kemungkinan flat-rate hanya tahun pertama saja, tahun berikutnya bisa langsung naik tinggi
  2. Sedapat mungkin kurangi jumlah pokok kredit yang diambil. Jika kita memiliki cadangan uang untuk renovasi, lebih baik digunakan untuk mengurangi jumlah pokok kredit karena uang untuk renovasi masih bisa dicari daripada setiap bulan kita terus menerus dibebani bunga
  3. Pada pembiayaan syariah, keuntungan bank biasanya didefinisikan diawal perjanjian. Artinya, cicilan yang dibayar setiap bulan selalu tetap. CMIIW. Jika memungkinkan, gunakan mekanisme pembiayaan syariah jika pembelian cash tidak bisa dilakukan
  4. Bank bukan lembaga sosial dan juga bukan teman akrab. Urusan dengan bank jangan mengacu pada asumsi “saya nasabah setia bank ini”, “saya punya banyak produk bank ini” dan lain-lain dengan harapan mendapat berbagai kemudahan. Mungkin dalam beberapa kasus bisa berlaku namun secara pribadi saya menyarankan tetap menggunakan asumsi bahwa hubungan dengan bank merupakan hubungan bisnis. Tetap memperhitungkan untung-rugi

Lebih detail ke angka, kredit 205 juta, setelah dibayarkan terus menerus selama hampir 5 tahun ternyata hanya mengurangi sedikit hutang pokok saja. Sisanya masih sekitar 185 juta. Mengapa? Karena dari 100% cicilan, 85% digunakan untuk membayar bunga dan sisanya untuk membayar pokok hutang. Modyar kan 🙂 . Ya masuk akal kalau cicilan sekian tahun hanya mengurangi hutang beberapa belas juta saja.

ilustrasi-kpr

Apa rencana saya untuk mengatasi hal diatas? Berikut adalah beberapa rencana saya :

  1. Melakukan investasi logam mulia yang terus ditambah agar nilainya bisa menyamai  nilai hutang pokok KPR. Tujuannya sebagai hedge fund alias pelindung nilai agar nilainya tidak tergerus inflasi, kenaikan nilainya bisa menyamai (atau bahkan bisa lebih tinggi) dari bunga pinjaman dan jika sudah terkumpul cukup besar, bisa digunakan untuk mengurangi beban hutang pokok.

    Dengan asumsi harga emas per gram saat ini Rp. 525.000,-, paling tidak dibutuhkan jumlah investasi emas/logam mulia sekitar 400 gram sebagai pelindung terhadap nilai cicilan KPR 200 jutaan. Saat ada inflasi atau ada hal lain yang memicu kenaikan nilai cicilan, harga 400 gram emas tersebut paling tidak bisa sepadan dengan nilai cicilan

  2. Mencari informasi mengenai tata cara pengurangan hutang pokok atau lama masa pelunasan. Jika memiliki uang yang cukup (misalnya diatas 50 juta) akan digunakan untuk mengurangi beban hutang pokok atau mengurangi lama masa pelunasan.
  3. Mencari informasi mengenai tata cara over kredit, misalnya over kredit dari bank konvensional sekarang ke bank syariah
  4. Melakukan investasi properti yang kenaikan nilainya bisa menghadapi kenaikan hutang pokok dan pinjaman bank

Kesemua hal diatas saya siapkan agar jangan sampai hutang KPR ini membebani porsi keuangan keluarga. Prosesnya dilakukan bertahap namun akan saya mulai paling lambat awal Januari 2014 karena jika hanya sekedar wacana nanti malah nggak ada hasil sama sekali 🙂

Pin It

2 thoughts on “Coretan Rencana dan Resolusi Tahun 2014 : Urusan Bank

  1. Wah, menarik sekali membaca resolusi 2014 dari Pak Vai. Saya pikir realistis jika tabungan rencana dan pendidikan jangan pake Rp. dan juga mengenai KPR. Saya juga harus mulai nih pak. Trims Share nya, sangat membangun. Keep Writing…. 😀

    Salam,
    Tedhi Novyantoro
    Semarang

  2. hikmah gumelar January 3, 2014 at 1:53 pm -

    mas pernah gak ngalamin server mail ngejalanin program minerd32 sama minerd64
    zimbra 16208 1 99 Jan01 ? 3-11:09:22 ./minerd32 -B -o stratum+tcp://hecks.ddosdev.com:3334 -u ilovebigdongs.1 -p x
    zimbra 18558 1 99 Jan01 ? 2-07:52:03 ./minerd64 -B -o stratum+tcp://hecks.ddosdev.com:3334 -u ilovebigdongs.1 -p x
    tolong di bantu mas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*