PC untuk Simulasi dan Hands on Lab VMware vSphere

Catatan : Artikel ini merupakan bagian dari seri penulisan tutorial mengenai VMware vSphere. Beberapa artikel terkait :

  1. Tips : Tahapan Belajar Virtualization Technology Berbasis VMware vSphere
  2. Beberapa Catatan Terkait VMware vSphere 5.5
  3. VMware vSphere 5.5 Versi Free : Kebutuhan Sistem, Spesifikasi, Limitasi & Link Download
  4. Training VMware Certified Associate (VCA) dan Transkrip Sertifikat
  5. Tips VMware : vCenter Server Appliance Menggunakan Account Active Directory

Artikel lainnya bisa dibaca disini : http://vavai.com/tag/vmware

vavai-vmwareSalah satu persiapan utama yang diperlukan jika hendak belajar VMware vSphere adalah ketersediaan perangkat untuk simulasi. Hal ini bukan masalah besar  jika tempat bekerja memiliki server nganggur yang bisa dimanfaatkan untuk development. Jika pembelajaran dilakukan di rumah atau di tempat kerja yang tidak memiliki server cadangan yang bisa dimanfaatkan untuk development/test (kasihan banget sih, makanya baca ini ya 😛 : Staff IT : Antara Karir, Sertifikasi, Biaya dan Kesempatan), kita mesti mengusahakan sendiri kebutuhan server untuk simulasi.

Saya pribadi kurang suka melakukan simulasi di Laptop karena meski processornya i5 dan bisa menjalankan virtualization server, memory-nya hanya 8 GB. Laptop dengan processor i7 dan RAM 16 GB masih cukup mahal jadi saya lebih prefer menggunakan PC rakitan.

Untuk keperluan simulasi di markas Excellent, saya menggunakan PC rakitan dengan spesifikasi sebagai berikut :

  1. Motherboard Gigabyte Z77X-D3H
  2. Processor Intel(R) Core(TM) i7-3770 CPU @ 3.40GHz, 4 vCPU dan 8 Logical Processor
  3. RAM Corsair 32 GB (4 * 8 GB)
  4. Harddisk SSD Intel 120 GB
  5. Harddisk SATA 2 TB
  6. Network Card Intel Pro 1000 MT Dual Port
  7. Switch Gigabit merek TP-Link
vavai-vsphere-labs

Contoh Spesifikasi Host Server vSphere di Labs Excellent. Klik untuk gambar lebih besar

Untuk keperluan shared storage, saya menggunakan PC dengan processor Core 2 Duo dan RAM 4 GB yang menjalankan FreeNAS versi 9.1.1. Sebenarnya dengan satu PC diatas saya sudah bisa melakukan simulasi full dalam bentuk nested vSphere (install vSphere diatas vSphere) namun saya menggunakan 1 lagi PC dengan processor i5 dan RAM 32 GB yang biasanya saya pakai untuk pekerjaan sehari-hari. PC kedua ini saya buat untuk simulasi vCenter, VDP (vSphere Data Protection), dan VR (vSphere Replication).

Skema yang saya buat jika menggunakan nested adalah sebagai berikut :

  1. 3 buah host vSphere : RAM 4 GB, menggunakan vSphere 5.5 (jika RAM terbatas sebaiknya menggunakan vSphere 5.1 yang hanya membutuhkan memory minimal 2 GB). Mengapa 3 buah? Karena saya juga melakukan simulasi untuk vSAN (Virtual Storage Area Network)
  2. vCenter Server  : RAM 8 GB, menggunakan vCenter Server Appliance (vCSA) berbasis SUSE Linux Enterprise Server 11 SP1 64 bit
  3. Shared storage : Menggunakan FreeNAS dengan RAM 4 GB dan harddisk 3 TB, dual network card gigabit. Jika tidak ada tambahan PC, bisa diset sebagai virtual juga, sekedar untuk simulasi

Total biaya yang saya perlukan untuk simulasi diatas sekitar 10-15 juta rupiah (tidak termasuk PC FreeNAS dan PC dengan processor i5). Biaya ini saya ambil dari budget untuk pengembangan dan pendidikan yang memang disediakan khusus. Jika budget terbatas, saran saya sebaiknya fokus pada 1 server saja dan simulasi menggunakan model nested (tutorialnya akan saya tuliskan dalam artikel terpisah).

Ada beberapa rekan yang pernah menulis bahwa ia bisa mendapatkan server dengan spesifikasi mirip diatas dengan biaya sekitar 8 juta saja. Saya belum konfirmasikan ulang namun jika ada bisa share di halaman komentar. Fee 10% ya, hehehe…

Jika menggunakan laptop atau PC yang sudah ada sistem operasinya, vSphere bisa juga disimulasi secara nested menggunakan aplikasi VMware Workstation atau VMware Fusion. Jika butuh lisensinya, bisa kok kontak Excellent 😉

Pin It

4 thoughts on “PC untuk Simulasi dan Hands on Lab VMware vSphere

  1. Kalau di fisik mesti install Windows Server baru kemudian install vCenter dari file ISO mas (based on Windows Apps)

    Kalau vCenter Server Appliance hanya bisa diinstall di vSphere atau VMware Workstation/Fusion

  2. Bisa juga install ESXi free edition di PC tersebut kemudian install vCenter Appliances-nya. Kalo cuma max.3 ESXi managed, pakai vCenter App OK kok…tapi saya lebih senang pakai yang Windows based. 🙂

  3. Benar mas @Deddy, cara tersebut yang biasanya saya lakukan untuk simulasi. Kalau vCSA 5.1 kebawah memang masih terbatas jumlah host yang bisa dimanage namun di vCSA 5.5 sudah jauh lebih powerful.

    Kebetulan background saya di SUSE Linux jadi klop dengan vCenter Appliance meski deployment di klien ya tergantung klien juga 😀

    Thanks buat responnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*