Apakah di Seluruh Dunia, Nasi Goreng Selalu Pakai Nasi Pera?

Catatan : Gambar ilustrasi dari website ini : Wisata Kuliner Indonesia

Ini bukan soal serius, jadi jangan membacanya secara serius pula. Salah satu kebiasaan saya yang suka dianggap tidak umum oleh isteri saya adalah kesukaan saya makan nasi goreng dengan nasi pulen. Tiap kali membeli nasi goreng, umumnya nasi yang digunakan adalah nasi pera, yang bagi saya serasa makan beras yang belum dimasak 😀

Saya tidak tahu apa diseluruh dunia hanya saya yang suka nasi goreng pulen atau tidak, namun tiap pedagang nasi goreng yang berkeliling komplek perumahan saya selalu menggunakan nasi pera (nasi yang butiran berasnya terpisah-pisah). Tiap kali membeli nasi goreng, saya selalu membawa nasi sendiri, sampai-sampai tukang nasi goreng menolak dengan alasan : “Nasi saya masih banyak mas” 😀 . Biasanya tukang nasi goreng mau juga menggunakan nasi yang saya bawa setelah saya jelaskan bahwa saya tidak suka nasi pera dan saya akan tetap membayar penuh harga nasi gorengnya meski menggunakan nasi yang saya bawa.

nasi-goreng

Salah satu alasan tukang nasi goreng tidak mau menggunakan nasi pulen adalah karena kata mereka, nasi pulen tidak bisa meresap bumbunya. Ini karena nasi pulen menggumpal dan tidak terpisah-pisah, padahal justru itu sebabnya saya suka nasi pulen. Saya tidak perlu dan tidak ingin tiap bulir nasi dikenai minyak goreng atau bumbu. Tidak apa-apa nasinya menggumpal dan bumbunya hanya meresap disisi luar gumpalan nasi karena justru itu yang saya inginkan.

Tukang nasi goreng kadang memandang saya dengan raut muka aneh saat saya menjelaskan apa yang saya maksudkan. Mungkin kata dia, “Et dah, lo bikin sendiri aza dah nasi gorengnya, banyak maunya bikin gue repot” 😛

Itu sebabnya saya kerap berpikir, apa diseluruh dunia cuma saya yang suka nasi goreng menggunakan nasi pulen? Apa perlu saya buka lapak nasi goreng khusus nasi pulen?

Tiap saya lihat gambar dan resep nasi goreng, pasti yang tergambar adalah nasi goreng yang warnanya kuning kecoklatan karena bumbu atau minyak. Jarang saya lihat nasi goreng yang masih banyak nasi putihnya.

Menurut isteri saya, sebaiknya saya belajar membuat nasi goreng sendiri, dengan model, rasa dan jenis beras atau nasi sendiri. Mungkin cocok dan pas sesuai dengan keinginan saya. Padahal, saya hanya punya bakat menghabiskan nasi goreng, bukan bakat membuatnya sendiri, hehehe…

Pin It

5 thoughts on “Apakah di Seluruh Dunia, Nasi Goreng Selalu Pakai Nasi Pera?

  1. yah namanya juga selera.. kan masing-masing kita beda…
    tapi kita sama dalam 1 hal mas… sama-sama berbakat menghabiskan nasi goreng.. ketimbang berbakat membuatnya 🙂

  2. Nasi pulen biasa dipakai sama orang jepang , korea dan china .. Dengan Karateristik yang menggumpal sehinggah mudah digunakan dengan sumpit , kalau nasi pera memang sangat cocok dengan nasi goreng , apa kamu pernah membuat nasi goreng?, coba anda bandingkan memasak nasi goreng dengan nasi pera dan nasi pulen , perbedaan sangat mencolok sekali , jika nasi goreng menggunakan nasi pulen , proses pembuatannya akan menjadi lama (soalnnya lengket dan mengumpul) dan secara teknis bumbu tidak akan menyerap keseluruh bagian nasi sehinggal texture nasi goreng akan berubah menjadi putih hitam .. Saya rekomendasi menggunakan Nasi pera .. karena nasi pera sangat cocok untuk nasi goreng .. 🙂

  3. Bagi yang makan mungkin ini hanyalah masalah selera. Tapi, bagi yang masak ceritanya lain. Umumnya nasi pulen selain susah menyebarkan bumbu nasi gorengnya, nasi pulen cenderung berat untuk diaduk. Ini yang menyusahkan yang masak. Saya bisa bilang begitu karena memang jualan nasi goreng. Selain itu, tergantung tempat, beras untuk nasi pera umumnya lebih murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*