Sakit Demam Berdarah Dengue (DBD) : Ciri-Ciri dan Gejala

Saat sakit Demam Berdarah Dengue (DBD) bulan Ramadhan kemarin, saya sempat menuliskan rencana untuk membuat tulisan terkait DBD. Selain sebagai catatan pribadi, tulisan ini saya maksudkan agar semakin banyak orang yang aware dengan bahaya sakit DBD (dan sakit-sakit lainnya) dan agar lebih peduli dalam memelihara dan menjaga kesehatan.

Tulisan ini tidak saya buat dalam bentuk tulisan garing ataupun tulisan ilmiah, namun saya tulis dalam bentuk share pengalaman saya, jadi gejala dan penanganannya-pun merujuk pada apa yang saya alami, meski saya juga tetap menambahkan informasi lain yang mungkin terkait.

GEJALA DEMAM BERDARAH

demam-berdarahJika merujuk pada history kegiatan saya, kemungkinan besar saya digigit nyamuk pada hari Sabtu saat merayakan ulang tahun puteri saya, Vivian Chow (Vivian Aulia Zahra) di Taman Bacaan Excellent. Saat disana saya memang sempat mengecek kolam berisi belut yang ada didekat rimbunan semak dan pohon. Ini baru kemungkinan sih, karena bisa saja saya digigit nyamuk saat ada di markas Excellent DJ di Bekasi atau justru ditempat lain. Belum bisa dipastikan karena nyamuk yang menggigit saya tidak melapor ke pihak yang berwajib 🙂

Hari Selasa pagi badan saya pegal sekali, rasanya sudah lesu seperti gejala masuk angin. Saya meluncur ke Taman Bacaan Excellent dengan niatan istirahat sekaligus minta dipijat. Ternyata seharian itu kondisi makin parah. Suhu badan tiba-tiba tinggi sekali, kepala pusing dan nyeri sendi-pegal linu disekujur badan. Karena saya masih berpuasa, saya menunggu waktu berbuka untuk minum, itupun lidah rasanya sudah pahit sekali.

Saat berbuka puasa, kondisi badan saya sudah semakin tidak keruan. Masakan ibu saya yang biasanya langsung saya habiskan tidak menarik minat. Kolak maupun air kelapa muda tidak saya sentuh sama sekali. Saya hanya minum sedikit dan kemudian tiduran.

Tak lama dari waktu Maghrib, My Dear Rey datang menjemput bersama Zeze Vavai dan Vivian. Tanpa pulang ke rumah, saya langsung diajak periksa di klinik dokter. Dokter yang memeriksa menyatakan diagnosa : gejala flu, meski saya sampaikan bahwa saya biasanya tidak separah itu dan pernah punya riwayat penyakit tifus.

1 hari berlalu, kondisi badan tidak menunjukkan perbaikan. Nafsu makan semakin hilang, minum terasa pahit dan badan masih pegal-pegal. Akhirnya Rabu siang saya dibawa ke Rumah Sakit Bella yang lokasinya tidak terlalu jauh dari markas Excellent DJ. Dokter yang memeriksa termasuk dokter senior. Begitu melihat gejala penyakit saya, ia langsung memutuskan : Mesti check darah.

Hasil check darah butuh waktu sekitar 2 jam karena ada beberapa item yang dicheck. Akhirnya saya pulang terlebih dahulu ke rumah dan kembali lagi sekitar pkl. 17.00 WIB.

Hasil check darah menunjukkan gejala sebagai berikut :

  1. Gejala Tifus (demam tifoid)
  2. Asam urat 8.9 (mestinya maksimal 7)
  3. Trombosit pada posisi 153 ribu

Dokter yang membaca analisa hasil check lab bilang bahwa Tifus memang sudah bisa ditebak, asam urat juga berpengaruh namun ia risau melihat Trombosit saya diposisi 153 ribu. Meski masih normal (diatas 150 ribu) namun ia menduga trendnya akan turun dan ia curiga saya terkena Demam Berdarah. Akhirnya ia menyarankan saya datang kembali 2 hari lagi untuk check lab ulang, namun berpesan agar saya banyak makan dan minum.

dbd

Pulang ke rumah, jangankan segala niat makan, minum saja lidah saya pahit sekali. Saya hanya bisa menggigil dan guling-gulingan di kamar. Isteri saya menyarankan agar saya opname di rumah sakit tapi saya menolak. Masya puasa di rumah sakit. Lebih baik istirahat di rumah. Saya juga kirim SMS ke Qchen adik saya mengabarkan kondisi saya.

Rupanya SMS saya soal rencana check up ulang pada hari Jum’at dibaca ibu saya. Ibu saya langsung menelpon dan memaksa saya harus opname malam itu juga, persis seperti yang diminta isteri saya. Saya masih menawar, karena sudah malam, opname-nya besok saja. Ibu saya yang mendengar tawaran saya langsung berkata lugas :

“Besok kamu opname, malam ini kamu opname, apa bedanya kan opname-opname juga. Kalau nggak opname malam ini, nanti ibu datang bawa kamu ke rumah sakit”.

Mendengar ucapan ibu, saya ngeper juga. Saya juga maklum kenapa ibu saya marah mendengar saya masih tawar-menawar karena kakak perempuan saya (puteri ibu saya yang pertama), mpok Sinah, meninggal dunia karena DBD yang terlambat diagnosa dan terlambat diobati. Jadi DBD merupakan salah satu penyakit yang menimbulkan trauma di keluarga kami.

Sebenarnya saya juga sudah hendak menuruti keinginan isteri saya, ditambah dengan ucapan ibu saya, akhirnya saya menurut juga, Rabu malam sekitar pkl. 21.00 WIB saya meluncur lagi ke RS Bella untuk check in. Setelah periksa di IGD (pasang infus, mencatat riwayat sakit, alergi obat dan lain-lain) akhirnya malam itu saya resmi menjadi penghuni salah satu ruang utama di RS Bella. Ibu dan adik saya yang datang dari Tambun menemani malam pertama saya di rumah sakit.

Berdasarkan pengalaman saya diatas, sebaiknya rekan-rekan waspada jika menemui gejala berikut :

  1. Panas tinggi, antara 38-40 derajat celcius, selama 2-7 hari. Panasnya kadang turun kadang naik
  2. Pegal linu dan nyeri sendi disekujur tubuh
  3. Badan lemah lesu meski banyak uang (apaaaaa juga hubungannya 😛 )
  4. Lidah terasa pahit
  5. Tidak punya nafsu makan, yang ada mungkin nafsu amarah, hehehe… bercanda
  6. Kadang ada nyeri di ulu hati saat ditekan, biasanya ini terjadi kalau sudah parah dan terjadi pendarahan di lambung
  7. Jika sudah terjadi pendarahan, bisa keluar darah dari hidung (mimisan) dan keluar bintik/bercak merah (ruam) yang tidak hilang jika ditekan dengan jari. Untuk saya, bintik merah tidak ada dianggota badan yang terlihat tapi ada di bagian paha, punggung dan dada, muncul pada hari ketiga saya sakit
  8. Hasil check darah, trombosit kurang dari 150 ribu per mm3, atau dalam kondisi saya, masih diatas 150 ribu namun trendnya menurun. Orang normal dan sehat, kadar trombosit antara 200-400 ribu per mm3
  9. Sakit Kepala/Pusing
  10. Nyeri di belakang mata
  11. Sel darah putih (Leukosit) menurun/ rendah
  12. Uji serologi Dengue dinyatakan positif
  13. Ada tetangga/saudara yang sudah positif terjangkit DBD

waspada-dbd-4-m-plusa2

Jika ada gejala seperti diatas, apalagi jika demam dalam 2-3 hari tidak turun, sebaiknya langsung check lab atau periksa darah. Jangan takut pada jarum suntik dan jangan mikir, “Ah, nanti sudah terlanjur bayar mahal untuk check darah ternyata cuma flu biasa”, karena kalau sudah terlanjur, nanti yang ada hanya penyesalan.

Salah satu penyebab mengapa Kakak saya mpok Sinah terlambat ditolong adalah karena bidan yang memeriksa menganggapnya hanya terkena gejala tifus. Gejalanya memang mirip. Ini saya kutipkan artikel di Kompas mengenai perbedaan keduanya :

Walaupun disebabkan oleh kuman yang berbeda, demam dengue dan tifoid memiliki ciri yang hampir sama, yakni diawali dengan gejala demam tinggi. Bagaimana cara sederhana membedakan kedua penyakit ini?

Dr. Widayat Djoko Santoso, Sp.PD dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (FKUI/RSCM), menjelaskan, infeksi demam dengue disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti.

Ciri khas penyakit ini adalah demam tinggi secara mendadak disertai dengan nyeri kepala hebat, terutama di belakang mata. Demam dengue terbagi menjadi 2 yakni demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD). Demam berdarah dengue merupakan bentuk yang lebih parah dari demam dengue, di mana pendarahan dan syok kadang dapat terjadi yang berujung pada kematian.

“Pasien demam dengue bisa saja kemarin masih terlihat sehat lalu malamnya mendadak demam tinggi. Sedangkan pasien tifoid atau tifus biasanya sebelumnya sudah agak meriang-meriang dan makin lama demamnya makin tinggi,” papar Widayat dalam acara seminar bertajuk ‘Waspadai Penyakit di Musim Pancaroba’ di Jakarta, Rabu, (30/3/2011).

Ciri khas lain demam dengue adalah pada hari kelima biasanya demamnya turun. “Tapi hati-hati, demamnya turun tapi bukan semakin baik. Ini merupakan fase yang berbahaya. Sementara pada pasien tifus demam yang turun artinya penyakitnya makin baik,” lanjutnya.

Iat menambahkan, pasien demam dengue biasanya memiliki tanda bintik kemerahan di kulit.

“Amati juga daerah kulit bekas tusukan jarum, jika ada bintik merah kebiruan yang makin lebar artinya pembuluh darahnya sudah rapuh. Makin lebar bekas merahnya berarti tanda terjadinya perdarahan di bawah kulit,” ungkap Widayat yang menyarankan pasien untuk segera lakukan tes darah sederhana bila dalam tiga hari demam tak kunjung hilang.

Jangan menunda pengobatan dengan alasan soal biaya atau seperti saya karena ingin istirahat di rumah. Penanganan yang cepat dari dokter, apalagi disertai dengan infus bisa mencegah terjadinya kekurangan cairan yang biasanya terjadi pada penderita DBD. Saya saja yang masuk ke rumah sakit pada hari kedua demam, trombosit saya sempat drop hingga ke posisi 53 ribu dan badan saya lemah lesu luar biasa. Jangan menunggu sudah sekian hari lewat baru dibawa, nanti yang tersisa hanya penyesalan karena DBD bisa berakibat syok dan fatal yang berujung pada kematian.

Ada kalanya beberapa keluarga pasien (atau malah si pasien) menganggap enteng penyakit DBD karena sudah merupakan penyakit yang umum dan sering terjadi di Indonesia. Padahal virus DBD juga semakin bermutasi dan gejala maupun akibat penyakit DBD bisa berbeda-beda ditiap orang, tergantung kondisi kesehatan yang bersangkutan dan tergantung juga jenis/strain virus DBD yang masuk ketubuh pasien. Bisa saja pada seseorang gejala dan akibatnya ringan serta cepat sembuh karena kondisi kesehatannya relatif baik dan strain virus yang masuk levelnya masih level rendah/standard, bukan level ganas.

PERTOLONGAN AWAL

Sampai saat ini belum ada vaksin atau obat anti virus untuk DBD. Pengobatan yang dilakukan adalah meningkatkan kondisi kesehatan tubuh agar mampu melakukan recovery kesehatan sendiri.

Jika mengalami gejala-gejala diatas, kita bisa melakukan beberapa hal berikut untuk mencegah terjadinya akibat yang lebih fatal :

  1. Memberikan minum sebanyak mungkin
  2. Kompres agar panasnya turun
  3. Memberikan obat penurun panas
  4. Jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau malah naik segera bawa ke rumah sakit atau puskesmas
  5. Jika tidak bisa minum atau muntah terus menerus, kondisi bertambah parah, kesadaran menurun atau hilang maka harus dirawat di rumah sakit

Untuk detail proses recovery yang saya alami akan saya share pada tulisan berikutnya. Semoga bermanfaat. Kesehatan, mahal harganya 😉

Pin It

2 thoughts on “Sakit Demam Berdarah Dengue (DBD) : Ciri-Ciri dan Gejala

  1. Pingback: Kebiasaan Baru, Project Baru, Semangat Baru | Bisnis Having Fun

  2. Pingback: 10 Tips Agar Mudah Bangun Pagi | Bisnis Having Fun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*