Perjalanan ke Gorontalo Hari Kedua : Blogilicious #CreativeBlog 2012 #Saronde

Hari kedua di Gorontalo sempat membuat membuat saya deja vu, ini gara-gara jam saya masih pakai waktu Bekasi, jadi kaget waktu lihat jam 5 sudah terang benderang, karena di Gorontalo sendiri sudah jam 6 pagi. Dasar norse, selisih 1 jam saja sudah jet lag, hehehehe…

Setelah sarapan pagi yang cukup nikmat sambil memandang view perbukitan dari hotel Maqna Gorontalo, kami dijemput teman-teman panitia Blogilicious menuju lokasi acara di gedung serba guna Universitas Negeri Gorontalo. Sampai di lokasi menjelang pukul 09.00 WITA, ternyata sudah cukup banyak peserta Blogilicious 2012 yang datang memenuhi ruang aula.

Blogilicious 2012 diawali dengan acara menyanyikan lagu Indonesia Raya yang kemudian disusul dengan acara tarian selamat datang dalam bentuk tari Nada-Nada. Team paduan suara dari Universitas Negeri Gorontalo yang sudah menjuarai berbagai lomba tingkat dunia semakin menyemarakkan suasana.

Acara pembukaan dilanjutkan oleh mas Agus Lahinta yang menyampaikan data-data peserta Blogilicious secara lugas namun tetap detail. Luar biasa memang dosen Teknik Informatika Universitas Gorontalo yang didapuk menjadi ketua panitia Blogilicious Gorontalo ini, karena caranya menyampaikan pengumuman santai namun tetap runtut dan jelas didengar.

Mungkin karena terbiasa mengajar, jadi ucapannya tidak terburu-buru. Bagi rekan-rekan yang mau belajar public speaking atau minimal menjadi seorang pengajar yang informatif bisa melihat cara mas Agus Lahinta menyampaikan pesan-pesannya.

Setelah mas Agus Lahinta, ada sambutan dari pak Abdurahman, kepala kantor Telkom Gorontalo yang mewakili sponsor utama dari PT. Telkom. Acara Blogilicious kemudian dibuka secara resmi oleh rektor Universitas Negeri Gorontalo.

Mas Funcotanipu mengisi materi “Blog Writing”. Materi pembuka ini menarik karena bernas dan berisi tips-tips penulisan yang baik, apalagi ditulis oleh sosok yang memang bergelut dibidang jurnalisme dan sudah menerbitkan beberapa buku. Sayangnya materi presentasi mas Funcotanipu menggunakan font yang terlalu kecil jadi kurang jelas dibaca, terutama oleh audience di bagian belakang. Jika bisa dishare via blog mungkin bisa bermanfaat bagi banyak pembaca yang membutuhkannya.

Page 1 of 2 | Next page