Tips Wirausaha : Bisnis Having Fun

Salah satu hal yang menyenangkan dari pekerjaan sebagai wirausahawan adalah peluang untuk bisa menyesuaikannya dengan hobby. Hobby saya adalah ngoprek komputer, travelling dan memberikan motivasi. Kesemuanya terasa pas dengan pekerjaan saat ini di PT. Excellent Infotama Kreasindo, karena ngoprek menjadi pekerjaan saya sehari-hari, travelling bisa dilakukan saat saya kunjungan ke klien baik di luar kota maupun diluar pulau. Kegiatan motivasi pada teman-teman juga bisa diselaraskan dengan kegiatan saat saya mengajar training.

Apakah kesemuanya bisa langsung saya jalani? Tidak juga. Saya memulai pekerjaan saya selepas lulus SLTA menjadi operator produksi. Kisahnya bisa dibaca pada beberapa tulisan berikut ini :

  1. Berkomitmen pada Kemajuan
  2. Perjalanan Wirausaha : Dari Operator Produksi Hingga Bisnis Implementasi Sistem Server & Training
  3. Tuhan Maha Tahu tapi Ia Menunggu

Pekerjaan sebagai operator produksi, kemudian berlanjut sebagai Assisten Lab Komputer, Staff IT, Supervisor IT memberikan pada saya pengalaman dan bekal untuk menjalani pekerjaan yang saya senangi saat ini. Sebagai gambaran, saat pertama kali menjadi Assisten Lab, gaji saya di tahun 1999 adalah sebesar Rp. 18 ribu rupiah per minggu.

Apakah pekerjaan sebagai wirausahawan IT menyenangkan? Namanya pekerjaan pasti ada situasi enak dan tidak enak, apapun pekerjaan itu. Hanya saja saya rasakan, porsi menyenangkan dari pekerjaan saat ini jauh lebih banyak dibandingkan situasi kurang menyenangkannya. Apa saja yang menyenangkan? Ini saya list beberapa diantaranya :

  1. Di bulan pertama saya melakukan wirausaha, pendapatan saya sekitar 9 bulan gaji saya saat terakhir menjabat sebagai Supervisor IT di kantor terakhir
  2. Dalam 2 bulan pertama saya berwirausaha, pendapatan saya melebihi 1 tahun gaji saya sebagai Supervisor IT
  3. Saya bisa jalan-jalan ke berbagai daerah sebagai bagian dari implementasi sistem. Kegiatan ini saya padukan dengan hobby travelling saya jadi saya bisa jalan-jalan gratis. Biaya transport, akomodasi dan wisata kuliner disediakan oleh pihak klien
  4. Saya bisa tidur siang, sesuatu yang menjadi hal mahal saat saya bekerja di perusahaan
  5. Saya bisa mengenal lebih banyak sahabat, baik sesama team IT maupun level manajemen. Saya mendapat banyak pembelajaran untuk meningkatkan kualitas hidup
  6. Saya bisa menabung, bahkan bisa membangun taman bacaan diatas lahan seluas 400 M2 (dengan support donasi dari rekan-rekan)
  7. Saya lebih leluasa belajar, karenangoprek, menulis artikel dan belajar merupakan bagian dari pekerjaan saya

Saya masih ingat pengalaman saat bertemu bule Jerman di puncak Gunung Gede-Pangrango. Saat ngobrol dengannya (yang dilakukan secara terbata-bata dan ditambah gaya tarzan gerakan tangan :-P ), ia bercerita bahwa kegiatan travellingnya dibiayai dari pekerjaan tahun lalu. Jadi ia bekerja keras selama 1 tahun, menabung uang gaji kemudian di tahun berikutnya travelling ke kota-kota dan negara yang ingin ia kunjungi. Jika uangnya habis, ia kembali ke Jerman untuk kemudian bekerja lagi dan mengulangi hal yang sama di tahun berikutnya.

Saat itu saya berpikir-pikir, “Iya juga ya, kita bekerja untuk kebahagiaan dan kesenangan. Mengapa saya harus menghabiskan waktu untuk mencari uang, jika setelah uang terkumpul saya tidak memiliki waktu untuk menikmatinya…”

Lantas, jika demikian halnya, lantas bagaimana cara kita bekerja secara having fun. Bekerja secara menyenangkan, sesuai hobby dan keinginan? Bukankah hanya sedikit orang yang bisa menjalaninya, karena berbeda waktu, kesempatan, biaya dan peluang.

Tidak usah khawatir. Lakukanlah pekerjaan terbaik yang bisa kita lakukan saat ini, sambil mereview apa-apa yang kita sukai. Bisa jadi dari sekian banyak hobby dan kesukaan kita, ada diantaranya yang bisa kita extend dan perluas menjadi sebuah bisnis. Minimal bisa menambah pemasukan tanpa harus membuat kita terlalu lelah dan cape menjalaninya.

Jika kamu punya kesenangan membuat gambar, ada banyak lho para wirausahawan seperti saya yang butuh personal yang bisa mendesain brosur, kaus dan lain-lain. Jika punya hobby menulis, ada banyak wirausahawan seperti saya yang butuh personal yang bisa menjadi team editor untuk proof read dan proof of concept sebuah draft buku.

Jika kita hobby memancing dan menangkap ikan, pengalaman saya membuat kolam ikan dibawah saung ternyata tidak membutuhkan dana yang terlampau besar. Saya malah bisa menghilangkan stress dengan cara memberi makan ikan mujair, lele dan gurame yang dipelihara. Bayangkan, dengan biaya sebesar 50 ribu rupiah, saya bisa mendapatkan hingga 500 ekor bibit ikan lele, yang dengan mudah saya bisa besarkan dengan memberinya pakan berupa anak nyamuk (jentik nyamuk) yang bisa secara gratisan saya ambil dari kali kecil yang mengalir didepan saung taman bacaan.

Bagi rekan-rekan yang merasa pesimis apakah bisa meningkatkan kualitas kehidupan dengan bekerja sesuai passion dan secara having fun menjalaninya, saya punya beberapa resepnya :

  1. Di tahun 2009 saya bilang ke isteri, “Nanti tahun 2013 mau keluar kerja dan berwirausaha”, ternyata diakhir tahun 2010 saya merealisasikannya. Kuncinya : Melakukan pekerjaan sebaik-baiknya, jangan menunggu, menunda dan menanti orang lain sukses baru kita hendak mencobanya
  2. November tahun 2011 saya masih berandai-andai membeli tanah untuk membuat saung, tanpa uang dan tanpa 1 meter tanahpun yang saya miliki. Sering dibilang, “Cita-citanya tinggi, tanah sepengki juga nggak punya :-)”, ternyata sekarang sudah dapat lahan 400 meter dan diatasnya berdiri kolam ikan, rumah tinggal, saung dan pohon-pohon buah. Kuncinya? Jika kita punya cita-cita dan keinginan, biasanya kita akan berusaha keras mewujudukannya. Cobalah tuliskan apa-apa yang menjadi cita-cita kita, mungkin kita akan terdorong untuk merealisasikannya, semuskil apapun kondisinya saat ini
  3. Jika kita masih bekerja di perusahaan, bekerjalah dengan baik. Jika kita saat ini sedang tidak bekerja, cobalah mencari kerja atau membuat usaha sendiri. Adakalanya jalan bagi kita untuk memulai usaha berbeda-beda. Ada yang kebetulan dipecat dari perusahaan, ada juga yang dengan sukarela memecat dirinya sendiri. Jika belajar pada pendiri Toyota (Toyoda) dan pendiri Matsushita (Konosuke Matsushita), prinsip dia simple. Ia melakukan apapun pekerjaan yang dia jalani saat ini, sebaik-baiknya. Saat peluang muncul, ia sudah siap untuk meraihnya.
  4. Jangan menyesali keadaan, misalnya mengeluh karena dilahirkan dari keluarga miskin, pendidikan hanya sampai tingkat tertentu (SD, SMP, SMA, tidak kuliah dll), tidak punya uang untuk mulai usaha, dijegal sana-sini saat bekerja, tidak punya uang untuk meningkatkan keterampilan dll. Ingatlah, menyesal dan mengeluh bisa dilakukan semua orang. Sampai kapapun keadaan tidak berubah jika kita tidak berusaha. Kalau kita hanya sekolah sampai SMP atau SMA, jangan mengeluh gara-gara tidak kuliah jadi tidak bekerja diposisi yang lebih enak. Bersyukurlah karena orang tua mampu menyekolahkan kita, ditengah kekurangan yang ada. Jika kita sudah seusia SMA, kita mesti malu jika masih mencoba menyusahkan orang tua

Saya pribadi masih jauh dari sukses. Saat tidak punya uang, saya bisa saja tidak punya uang sama sekali. Apa yang saya tuliskan disini bukan dengan maksud seolah-olah saya sudah sukses dan jalur hidup saya pasti benar. Apa yang saya tuliskan merupakan pengalaman saya, mungkin dan siapa tahu bisa bermanfaat. Jangan sampai ada orang lain menempuh cara salah yang pernah saya tempuh. Jangan sampai orang lain menyesali apa-apa yang dulu saya sesali.

Sukses selalu. Hidup kita milik kita, susah senang kita juga yang menjalaninya.

Masukkan alamat email pada form dibawah ini untuk menerima update mengenai artikel, tutorial atau tips terbaru dari website ini:

Delivered by FeedBurner

1 Response for “Tips Wirausaha : Bisnis Having Fun”

  1. Dede says:

    tulisan yang menggugah hati seperti judul lagu the masiv ‘JANGAN MENYERAH’ lanjutkan tulisan2 yang insipiratif mas Vavai

Leave a Reply

Google Adsense

openSUSE 13.1

Ads

Log in - BlogNews Theme by Gabfire themes