Tips Wirausaha : Bisnis “Recehan” untuk Menunjang Overhead Cost Bisnis Utama

Beberapa tahun yang lalu saya membaca sebuah buku (lupa bukunya, entah buku Kiyosaki entah buku manajemen lainnya) mengenai kisah seorang wirausahawan yang berbisnis dibidang konsultan.

Dalam tahun-tahun awal, bisnisnya tidak berjalan mulus. Klien yang datang hanya 1-2 sedangkan biaya yang dikeluarkan untuk operasional bersifat rutin dan menggerus pendapatannya. Ia sampai harus hidup dari satu kartu kredit ke kartu kredit yang lain, meminjam uang dari kartu kredit untuk menutup biaya operasional, sampai-sampai dia sempat banting stir, dikala bisnis sedang sepi, ia menyewakan komputer dan bahkan menerima pengetikan naskah. Uangnya digunakan untuk operasional dan promosi sehingga ia tidak lagi terbebani kartu kredit dan sedikit demi sedikit cash flownya kembali normal.

Setelah berjalan beberapa lama, bisnis konsultannya mulai populer dan dengan biaya promosi dari usaha penyewaan dan pengetikan, ia mampu mengembangkan bisnis utamanya.

Saya teringat hal tersebut saat bulan kemarin mencermati ada 3 hal menarik dari bisnis yang saya jalani, yaitu :

  1. Berdasarkan catatan keuangan, salah satu pengeluaran terbesar adalah transport ke klien (presentasi, implementasi dan lain-lain). Biaya ini sebenarnya sebagian tercover oleh pendapatan (jika presentasi goal menjadi project) namun bisa menjadi masalah jika terms of paymentnya butuh waktu cukup lama. Masalah kedua, biaya ini akan beneran menjadi biaya jika presentasi tersebut tidak berbuah menjadi project
  2. Ada banyak telepon dan email dari luar kota/luar daerah yang ingin training namun terbentur kendala biaya transportasi dan akomodasi. Biaya training di Excellent relatif murah, hanya Rp. 1 juta untuk 2 hari namun kalau pesertanya datang dari Kalimantan atau Sulawesi (sebagian alumni training Excellent datang dari Maluku, Sulawesi, Sumatera dan Kalimantan selain dari kota-kota di Jawa selain Jabotabek).
  3. Ada calon peserta training di Jabotabek namun tidak bisa datang training pada schedule tertentu. Misalnya schedule training bulan ini ada di hari kerja sedangkan mereka butuh training di hari Sabtu-Minggu, atau sebaliknya. Biasanya kalau terlalu lama menunggu, mereka batal menjadi peserta.

Saya terpikir, apakah memungkinkan jika saya mengemas paket modul training dalam bentuk modul panduan tercetak dilengkapi dengan CD/DVD, dengan support secara online dan dijual dengan harga cukup murah. Hal ini cukup menarik namun juga mesti hati-hati jika saya ingin menjalankannya karena :

  1. Jangan sampai hal ini mengganggu konsentrasi di bisnis utama
  2. Jangan sampai peserta yang niat training jadi batal karena lebih murah membeli modulnya :-)

Setelah mempertimbangkannya beberapa waktu, akhirnya saya jadi meluncurkan layanan pembelian “Paket Modul Panduan + CD/DVD untuk Training Mandiri”. Biayanya hanya 100 ribu rupiah per paket belum termasuk biaya kirim. Hanya 10% dari biaya training secara langsung.

Saya tidak tahu kira-kira ada berapa pemesanan yang akan diterima, namun sebagai estimasi awal saya targetkan 10 pesanan yang equivalent dengan nilai 1 juta rupiah.

Ternyata, sampai dengan pertengahan bulan ini saya sudah menerima dan mengirim pesanan untuk sekitar 50 paket. Pendapatan yang masuk bisa saya gunakan untuk menutup biaya transportasi staff, membayar pula listrik kantor sekaligus biaya makan-minum staff. Lebih dari apa yang saya targetkan. Surprise lainnya adalah kenyataan bahwa layanan pemesanan ini justru saling mengisi dengan layanan training utama, jadi tidak saling mematikan.

Ada kalanya peserta yang memesan salah satu modul training justru mendaftar untuk training lainnya, atau ada juga peserta yang ikut training justru memesan modul training yang lain.

Meski nilainya relatif tidak terlalu besar, penambahan layanan ini memberikan beberapa manfaat bagi saya dan usaha saya, antara lain :

  1. Menambah pendapatan untuk menutup biaya operasional
  2. Meningkatkan utilisasi staff. Jika mereka sedang stand by, saya bisa meminta mereka melakukan pembuatan materi lain atau merapikan materi yang sudah ada
  3. Meningkatkan awareness para calon dan para klien Excellent, karena modul tercetak akan tersimpan dalam waktu yang cukup lama
  4. Meningkatkan promosi dan keberadaan layanan usaha utama
  5. Menjangkau klien secara lebih luas

Apakah semuanya untung? Ada juga kok tantangannya, yaitu menjaga jangan sampai hal ini merusak konsentrasi di bisnis utama, misalnya terlambat mengirimkan paket yang akan berpengaruh pada reputasi usaha secara umum. Beberapa kali kami sempat terlambat mengirimkan paket lantaran berbagai sebab, antara lain karena adanya revisi modul karena perlu disesuaikan dengan materi training terakhir dan sempat juga ada salah kirim paket karena tertukar. Hal ini menjadi masukan berharga buat kami agar bisa meningkatkan kualitas layanan.

Pin It

5 thoughts on “Tips Wirausaha : Bisnis “Recehan” untuk Menunjang Overhead Cost Bisnis Utama

  1. Walaupun mas vavai sudah menyediakan paket modul dalam bentuk cd/dvd, saya tetap menabung agar bisa ikut trainingnya mas vavai karena saya yakin kita bisa banyak belajar tidak hanya hal teknis tapi hal-hal lain yang tidak ada kaitannya dengan teknis tapi bisa sangat mengganggu jika diabaikan. Sukses terus untuk mas vavai dan team

  2. Taufik Rahman June 16, 2012 at 6:50 am -

    Proses yang sudah dialami kang vavai rela di sharing di blog ini. Terima Kasih Sudah di sharing dan sudah saya baca… Keep On Reading blognya ah…

  3. Pernah mencoba training pakai Cisco Webex?
    Coba ke training-nya APNIC, seperti soal BGP routing, IPv6, etc kan gratis. Mereka melakukan training pakai WebEx. ADa alternatif lain seperti Vyiew yg gratis kalo dibawa 10 user.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>