Tips Implementasi Bandwidth Management pada Berbagai Distro Linux

Squid merupakan aplikasi opensource yang banyak digunakan untuk berbagai keperluan seperti proxy server, web cache, bandwidth manajemen dan lain-lain. Mengapa aplikasi ini dinamakan squid, mungkin karena squid (cumi cumi) memiliki tangan yang banyak yang mana satu tangan menangani satu aplikasi. Hehehe itu hanya dugaan saya belaka :-D . Berdasarkan artikel mengenai “Why is it Called Squid?”

Why is it called Squid?

Harris’ Lament says, “All the good ones are taken.”

We needed to distinguish this new version from the Harvest cache software. Squid was the code name for initial development, and it stuck.

Beberapa tutorial menarik terkait penggunaan aplikasi squid :

  1. Instalasi squid proxy server pada OpenSUSE/SLES
  2. Kolaborasi squid dengan adzapper untuk memblok banner image dan filter ads (iklan)
  3. Monitoring squid dengan Squid Analysis Report Generator (SARG)

INSTALASI SQUID

Instalasi squid pada openSUSE/SLES :

zypper in squid
 
atau
 
yast -i squid

Instalasi squid pada Red Hat/CentOS/Fedora :

yum install squid

Instalasi squid pada Debian/Ubuntu :

apt-get install squid

Untuk instalasi webmin, bisa merujuk pada artikel berikut : instalasi webmin

KONFIGURASI SQUID

buka webmin pada browser http://ip-address-squid:10000 atau https://ip-address-squid:10000 jika menggunakan https, login dengan username root dan password root

langkah pertama adalah, membuat acl yang nantinya akan dieksekusi oleh pengaturan akses pada delay_pools. Pada contoh ini, saya membuat 2 acl, yang pertama acl dengan nama admin dengan tipe acl client address (src) dan memiliki akses unlimited. Yang kedua acl dengan nama lan dengan tipe acl sama yaitu client address (src) dengan akses yang dilimit. Untuk membuatnya, ikuti langkah2 berikut :

Pada halaman webmin, pilih Servers | Squid Proxy Server | Access Control, kemudian ganti pada pilihan Type ACL menjadi Client address lalu klik Create new ACL. Isi bagian ACL Name dengan nama admin dan isi juga pada bagian From IP dengan IP Address yang bertindak sebagai admin, lakukan hal yang sama untuk acl lan. Lihat pada contoh gambar dibawah :

Setelah ACL dibuat, di save dan pilih Return to squid index, kemudian  pilih Delay Poolls

Buat delay pool untuk acl admin. Pilih Add a new delay pool kemudian create. Buat lagi delay pool untuk acl lan. Pilih Add a new delay pool kemudian isi pada bagian aggregate limit sesuai yang diinginkan. Lihat pada contoh gambar dibawah :

Setelah membuat ke 2 delay pool tersebut, pilih delay pool dengan aggregate limit unlimited | pilih Add a new ACL for this pool | pilih Allow kemudian pilih match ACL, yaitu admin kemudian save. Lakukan hal yang sama untuk aggregate limit yang kedua dan pilih match acl nya lan. Lihat contoh gambar dibawah :

 

Setelah semua dikonfigurasi, restart squid dengan perintah :

service squid restart

Testing hasil konfigurasi dengan cara download file. Masukan ip address squid pada web browser apabila menggunakan proxy manual. Jika menggunakan firefox, buka Edit | Preferences | Advanced | Network | Settings | Manual proxy Configuration dan masukan ip address squid beserta portnya default (3128). Berikut contoh download file yang berada di lokal server

Unlimited akses

Limit akses

Silakan dicoba dan semoga bermanfaat :D

 

Masukkan alamat email pada form dibawah ini untuk menerima update mengenai artikel, tutorial atau tips terbaru dari website ini:

Delivered by FeedBurner

1 Response for “Tips Implementasi Bandwidth Management pada Berbagai Distro Linux”

  1. budiwijaya says:

    Udah pernah dicoba dihajar dengan IDM ? kayaknya bisa bobol itu delay_pool.

Leave a Reply

Google Adsense

openSUSE 13.1

Ads

Switch to our mobile site

Log in - BlogNews Theme by Gabfire themes