Bagi rekan-rekan yang ingin berwirausaha namun masih ragu, takut dan khawatir, mungkin tulisan-tulisan saya ini akan bermanfaat. Saya berencana praktek membuka toko dan menuliskan pengalamannya disini, mulai dari awal, dengan segala pernak-pernik yang menyertainya. Saat ini saya belum membuka toko, jadi apa yang saya sampaikan akan benar-benar riil dari pengalaman pribadi, dari hari ke hari.
Beberapa hari yang lalu ibu saya menghubungi saya, menyampaikan kabar bahwa salah satu ruang yang dikontrakkan akan habis masa kontraknya. Pihak yang mengontrak pindah lokasi karena mereka sudah membeli rumah yang jaraknya cukup jauh dari tempat sekarang. Ibu saya menanyakan apakah ruangan tersebut akan dikontrakkan atau saya hendak menggunakannya? Saya sampaikan bahwa baiknya beri saya waktu 1 bulan untuk bisa menyiapkan rencana saya. Jika dalam waktu 1 bulan saya tidak bisa menyiapkan kebutuhan dan persiapan yang saya maksudkan, saya persilakan ibu saya menyewakannya pada orang lain.
2 hari yang lalu saya sudah menyampaikan keputusan saya. Ibu saya akan menggunakan eks lokasi yang disewakan untuk rumah makan (pindah dari ruangan saat ini) sedangkan yang lama yang akan diberikan pada saya untuk saya kelola. Total ibu saya punya 5 ruangan ruko, 1 digunakan untuk Warnet, 1 untuk rumah makan ibu saya, 1 disewa oleh seorang penjahit, 1 disewa oleh usaha pangkas rambut dan satunya adalah yang baru saja selesai kontraknya, yang awalnya digunakan untuk berjualan kue surabi Bandung.
Meski pada ibu sendiri, saya tetap menganggapnya sebagai proses sewa-menyewa sehingga tetap ada anggaran untuk kebutuhan ruangan. Biayanya sekitar Rp. 6 juta per tahun (500 ribu per bulan). Karena saat ini budget untuk toko adalah nol (saya cerita lebih lanjut dibawah ini), saya bernegosiasi untuk mencicil pembayarannya, misalnya pembayaran dilakukan per bulan. Negosiasi tentu saja berjalan dengan lancar
Saat kemarin saya lihat ruangannya, ada beberapa kebutuhan awal yang perlu dilakukan, antara lain :
1. Mengecat dinding
2. Mengganti/memasang keramik lantai
3. Memasang enternit/plafon
4. Membeli etalase & membuat rak
5. Mengisi toko
Diantara semua kebutuhan, yang paling urgent adalah mengecat dinding dan mengisi toko. Keramik memang perlu namun tidak terlalu urgent karena masih bisa menggunakan lantai yang sudah ada sekarang. Enternit/plafon juga perlu namun tidak terlalu urgent karena toko bisa tetap berjalan meski tanpa enternit. Malah jadi adem karena langit-langitnya tinggi sehingga sirkulasi udaranya lebih baik
Untuk kebutuhan awal berarti biaya untuk mengecat dinding dengan estimasi biaya total sekitar Rp. 500 ribu, membeli etalase sekitar Rp. 2 juta dan mengisi toko dengan estimasi biaya awal Rp. 5 juta. Untuk etalase masih bisa diakali dengan cara menggunakan etalase milik warnet (tetap diperhitungkan biayanya, namun tidak saat ini) jadi biaya urgent yang perlu saya siapkan adalah Rp. 5.5 juta.
Darimana biaya ini saya dapatkan padahal saya sudah sampaikan diatas, budget keuangan saya untuk toko adalah 0 alias nol. Saya tidak bisa menggunakan uang perusahaan (PT. Excellent) untuk keperluan non perusahaan jadi saya harus menggunakan sumber keuangan lain, misalnya gaji pribadi dan pendapatan lainnya.
Ada cadangan pendapatan online saya bulan ini sekitar 1.5 juta rupiah. Kekurangan 4 juta rupiah sebagian akan saya tutup dari gaji di PT. Excellent Infotama Kreasindo sebesar Rp. 2 juta dan sisanya akan saya upayakan dari pendapatan pribadi non perusahaan, misalnya dari fee pekerjaan insidental.
Target saya, biaya tersebut semuanya bisa terkumpul sebelum tanggal 31 Januari 2012 sehingga saya bisa start awal mengisi toko pada tanggal 1 Februari 2012.







Kalau software tokonya ada rencana pakai? Ada info yang mudah, murah dan handal?
semoga dilancarkan segala urusannya.
salam
Omjay