Tips Zimbra : Pengaturan Konfigurasi DNS Pada Komputer Klien

Tips ini muncul karena saya memperhatikan ada beberapa pertanyaan yang serupa di milis Excellent. Masalah yang ditanyakan kebanyakan adalah bahwa si klien bisa mengakses Zimbra menggunakan IP Address namun gagal mengaksesnya jika menggunakan nama. Dengan kata lain, si klien nyasar.

Contoh :

Jika membuka IP 192.168.1.254 akan bisa membuka tampilan Zimbra Mail Server namun jika membuka alamat http://mail.excellent.co.id misalnya, hasilnya malah error.

Masalah ini sebenarnya cukup sederhana, dan sangat simple bagi yang tahu cara mengatasinya. 😀

Trus, kenapa dong si zimbra suka ngumpet?

Jawabannya adalah terkadang kita sebagai Sysadmin tidak melakukan kroscek dari sisi klien. Terkadang tidak ada masalah dari setting DNS di server tetapi dari klien tidak bisa diakses. Jadi, tips singkat kali ini adalah kroscek settingan DNS dari komputer klien.

Misal, kita setting sebuah A records Zimbra sebagai berikut :

mail.excellent.co.id IN A 192.168.1.254

Maka kita tidak cukup melakukan nslookup dari komputer si zimbra, tapi juga dari si klien. Jika hasilnya sama, maka settingan kita berhasil. Jika masih ada masalah a.k.a domain not found, kemungkinan besar tersangkanya adalah konfigurasi DNS server si klien tidak mengarah ke ke zimbra. Jika menggunakan mikrotik atau gateway server lainnya, maka harus di daftarkan terlebih dahulu ns record beserta IP si zimbra untuk memberi tahu komputer klien ketika bertanya ke gateway.

Oke, demikian tips singkat kali ini. Atas perhatian dan waktunya untuk membaca tulisan ini, saya mengucapkan terima kasih.

Cukup sekian dan terima kasih… 😀

Nb: Tulisan ini saya buat di gadget ketika dalam perjalanan, jadi mohon maaf kalau kurang rapi.

Pin It

5 thoughts on “Tips Zimbra : Pengaturan Konfigurasi DNS Pada Komputer Klien

  1. Om Vai..
    Saya masih bingung sama pernyataan:

    “Jika menggunakan mikrotik atau gateway server lainnya, maka harus di daftarkan terlebih dahulu ns record beserta IP si zimbra untuk memberi tahu komputer klien ketika bertanya ke gateway.”

    maksudnya?? (anggaplah gateway-nya adalah sebuah router D-Link misalnya)

  2. Maksudnya, jika client menggunakan mikrotik/ClearOS/IpCop/ OS gateway sejenisnya, maka di daftar dns static gateway tersebut harus ditambahkan ns records si zimbra untuk menginformasikan alamat IP si zimbra supaya client “ga nyasar”.
    Kalau Gateway adalah sebuah router/modem, hal ini tidak berlaku. Yg harus dilakukan adalah dari sisi client menjadikan ip si zimbra sebagai primary dns secondarynya bisa bebas.
    Semoga bisa membantu.

  3. oohh yayaya..sip..!!!
    jelas kalo gitu..
    sorry ya om? kirain ini tulisan om Vavai, ternyata punya Om Welly.
    thanks responnya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*