Tips Wirausaha IT : Variasi Layanan dalam Proposal ke Klien

Share

Salah satu hal yang sulit dalam memberikan penawaran proposal ke pihak klien adalah menentukan harga yang pas. Pas buat si klien maupun pas untuk kebutuhan kita.

Jika tidak hati-hati, harga yang kita tawarkan ke klien terlalu mahal sehingga calon klien batal menjadi klien beneran :-) . Jika terlalu rendah, kita malah kerja bakti karena harga yang kita tawarkan ternyata hanya impas dengan pengeluaran yang dilakukan. Kalau sekali-kali mungkin masuk akal namanya juga belajar dari pengalaman, tapi kalau berkali-kali itu namanya kebangetan :-)

Saya pernah mengalami hal yang mencerminkan 2 hal diatas. Pada salah satu klien saya hanya mengenakan biaya sebesar 15 juta rupiah dan ternyata pekerjaannya memakan waktu lebih dari 1 bulan. Memang sih sebabnya karena waktu itu saya masih belum fokus di wirausaha (masih jadi amfibi seperti kodok, hidup di dua alam, hehehe… ), namun tetap saja secara nilai tidak mencukupi biaya yang telah dikeluarkan. Tentu tidak mungkin saya balik gagang (ini istilah nyomot dari mana lagi), misalnya bilang ke klien, “Wah, pak, ternyata nilainya nggak sesuai dengan pekerjaan nih…”.

Saya menganggap hal tersebut sebagai pelajaran yang berguna agar lain kali tidak terjadi hal yang sama.

Hal yang bertolak belakang pernah terjadi. Saya mengajukan biaya Rp. 25 juta untuk estimasi pekerjaan 2-4 hari, atas pertimbangan adanya proses migrasi data. Ternyata kenyataannya bisa lebih disederhanakan, sehingga saya hanya perlu datang pukul 9 pagi dan sudah pulang pada pukul 14.00 WIB dengan membawa uang yang diserahkan secara cash.

Salah satu kesalahan besar dalam membuat proposal adalah memasukkan semua layanan dan membulatkannya jadi satu harga. Pada beberapa klien hal ini memang berguna karena lebih simple dan sederhana, namun hal ini bisa menjadi bumerang bagi perusahaan klien.

Sebagai contoh, saya pernah memberikan harga yang sama untuk berbagai perusahaan klien untuk implementasi sistem. Pada beberapa klien, harga yang saya tawarkan sesuai dengan budget mereka dan proposal bisa goal menjadi project namun pada klien lain, mereka membatalkan diri karena menganggap budget mereka tidak mencukupi.

Setelah mereview beberapa kegagalan (saya juga sering gagal meski yang saya ceritakan di blog ini yang manis-manis saja, hehehe…), akhirnya saya memecah penawaran proposal kedalam beberapa sub bagian. Sebagai contoh untuk implementasi sistem database server, saya pecah kedalam beberapa contoh sebagai berikut :

  1. Instalasi sistem. Ini hanya mencakup instalasi sistem saja, misalnya biayanya 1 juta rupiah (jangan nawar ya, ini juga harga bohongan kok :-P )
  2. Upgrade & Migrasi Sistem. Opsi ini saya berikan jika perusahaan membutuhkan migrasi sistem dan data dari sistem yang lama. Misalnya biayanya 500 ribu
  3. Setup Replikasi Sistem. Ini dilakukan jika perusahaan membutuhkan sistem backup otomatis dari server utama ke server secondary, misalnya biayanya Rp. 300 ribu

Contoh diatas sudah menunjukkan bahwa jika perusahaan hanya butuh clean install saja, mereka cukup membayar 1 juta rupiah. Mereka tidak dibebani biaya yang tidak mereka inginkan. Ini cukup adil karena perusahaan klien yang membutuhkan fasilitas lebih banyak otomatis membayar biaya lebih besar, tidak sama rata dengan perusahaan yang hanya butuh 1 fasilitas.

Ada cerita menarik dari ibu saya yang membuka rumah makan Sayur Gabus Pucung di daerah Tambun-Bekasi. Ibu saya membedakan harga sepiring sayur gabus meski menunya sama persis. Harga untuk pelanggan yang jalan kaki, naik sepeda, motor atau mobil masing-masing berbeda. Anggaplah 10 ribu untuk pelanggan jalan kaki, 12.500 untuk pengendara sepeda, 15 ribu untuk pengendara motor dan 20 ribu untuk pengendara mobil. Memang jadi sial jika kita pinjem mobil untuk beli sayur gabus di rumah makan ibu saya karena bisa dikenakan tarif tertinggi, hehehe…

Tentu saja penentuan itu tidak selalu otomatis, karena juga melihat penampilan. Kalau naik mobil tapi tampilannya lusuh mungkin tetap dapat harga yang rendah :-)

Kita memang tidak bisa selalu menyamaratakan semua hal kedalam satu hal yang sama. Kita tetap perlu melakukan review secara berkala sebelum melakukan pengiriman proposal kepada klien, karena bisa saja klien-klien perusahaan besar lebih menyukai 1 penawaran yang sudah dibundel tanpa dipecah-pecah kedalam sub bagian. Jika ini yang terjadi, gunakan sub bagian sebagai mekanisme perhitungan internal kita, yang kita kirim pada klien adalah summarynya.

Semoga bermanfaat, salam dari bandara Hang Nadim :-)

 

Masim Vavai Sugianto, Tinggal di Bekasi, Bekerja sebagai wirausahawan/Konsultan IT. Penganjur penggunaan sistem Linux dan aplikasi Open Source. Hobby Membaca, Hiking dan Avonturir. Mengembangkan PT. Excellent Infotama Kreasindo sebagai lembaga training dan IT consulting.
Masim Vavai Sugianto

Artikel Terkait

  • Intermezzo : Perjalanan Mendapatkan Project Implementasi Sistem
    Akhir pekan lalu, saat saya sedang berkunjung ke Pangkal Pinang-Bangka Belitung untuk memberikan inhouse training,  saya menerima telepon dari salah seorang "calon" klien. Inti pembicaraan adalah bahw...
  • Kaizen, Improvement & Penulisan Modul Panduan Training
    Salah satu kegiatan yang rutin saya lakukan adalah membuat dan merevisi modul panduan yang digunakan untuk training di Excellent. Pembuatan modul training ini ternyata bermanfaat juga sebagai bagian d...
  • Meeting di Bekasi
    Tadi pagi, 2 orang staff support PT. Excellent ciao ke kantor klien sebuah perusahaan suku cadang otomotif di Pulogadung, Jakarta Timur, sementara saya ada janji pertemuan dengan ibu Astri dari Red Ha...
  • Pemasangan Genteng-Taman Bacaan Excellent, 24 Maret 2012
    Hari Sabtu, 24 Maret 2012 pekan lalu, pembangunan kompleks taman bacaan Excellent memasuki tahap pemasangan genteng. Karena kebetulan libur panjang, saya bisa sekalian datang berkunjung dan membantu p...
  • Perkembangan Pembangunan Taman Bacaan Excellent, 22 Maret 2012
    Hari Kamis, 22 Maret 2012 yang lalu, perkembangan pembangunan kompleks taman bacaan dan pusdiklat Excellent sudah masuk ke tahapan pemasangan rangka atap. Dimulai dari pemasangan kayu diatas bata untu...

Masukkan alamat email pada form dibawah ini untuk menerima update mengenai artikel, tutorial atau tips terbaru dari website ini:

Delivered by FeedBurner

3 Responses for “Tips Wirausaha IT : Variasi Layanan dalam Proposal ke Klien”

  1. neo-stream says:

    bisa jadi inspirasi bwt saya mas vavai..thanks:-)..

  2. Wah bermanfaat sekali Pak Vavai , Saya juga sering kurang tepat dalam mengajukan proposal kepada Calon Client seperti yang Bpk jelaskan di Atas.
    Memang jam terbang membuat kita belajar banyak hal.

    Terimakasih Banyak artikel bermanfaatnya Pak
    Salam

  3. [...] Sebagai contoh, kami memberikan pilihan implementasi menggunakan Virtualization Technology dan High Availability Server meski mungkin saja pihak klien tidak membutuhkan solusi ini. Saya pernah menuliskan hal ini pada artikel : “Tips Wirausaha IT : Variasi Layanan dalam Proposal ke Klien” [...]

Leave a Reply

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.

Link

Switch to our mobile site

Log in - BlogNews Theme by Gabfire themes