5 Sifat Umum Seorang Staff IT di Perusahaan dari Cara Pandang Konsultan

Sebelum saya bekerja sebagai wirausahawan IT, saya sempat cukup lama bekerja sebagai staff IT di perusahaan. Mulai dari Admin serabutan (Admin All In One ๐Ÿ˜› ) hingga terakhir membawahi 9-10 staff IT Programmer dan Technical Support.Tentu ada suka dan duka yang menyertai setiap pekerjaan, mulai dari tanggung jawab sampai dengan adanya resiko masalah pekerjaan. Umumnya rasa duka timbul jika terjadi kehilangan data, dimarahi atasan karena pekerjaan yang belum tuntas hingga kemungkinan kecerobohan kita telah menyebabkan adanya masalah pada sistem, misalnya melakukan update database tanpa sanitasi perintah yang menyebabkan kerusakan pada database.

Pengalaman sedikit berbeda saya temui saat saya bertindak sebagai konsultan IT, baik saat implementasi sistem, menjadi instruktur workshop/training maupun saat memberikan konsultasi sistem pada klien. Berikut adalah beberapa tipikal staff IT yang saya temui di lapangan (Ini staff IT atau pemain bola kok di lapangan ๐Ÿ˜€ ) :

  1. Helpful dan Asyik. Tipikal staff IT seperti ini sangat enak untuk diajak kerja sama. Banyak dari staff IT klien yang mengenal saya melalui tulisan saya di blog dan sikap mereka yang menghargai saya tentu menjadi modal dasar untuk kerja sama yang saling menguntungkan. Dalam banyak hal, saya tidak membatasi alih ilmu, pengetahuan dan pengalaman yang saya miliki karena disamping membantu pekerjaan saya sendiri, hal ini sesuai dengan mekanisme Spiralisasi Ilmu Pengetahuan yang ingin saya terapkan
  2. Mengeluh. Ini juga tipikal yang mungkin umum di perusahaan. Banyak staff IT yang mengeluhkan situasi dan kondisi yang ia alami. Mulai dari gaji, atasan yang dianggap kurang menghargai, perusahaan yang dianggap tidak mau berinvestasi hingga masalah beratnya tugas yang harus dikerjakan. Untuk hal seperti ini saya biasanya cenderung untuk tidak bersifat provokatif dan lebih suka bicara dari hati ke hati mengenai pentingnya menambah pengetahuan agar keberadaan staff IT semakin diakui dan dihargai.
    `
    Bagi rekan-rekan yang menganggap perusahaan kurang menghargai keberadaan staff IT, jangan biarkan kekecewaan menggerogoti prestasi dan kemampuan kita. Upayakan untuk terus meningkatkan pengetahuan agar perusahaan merasa dirugikan andai kata satu waktu kita terpaksa mengundurkan diri. Bekerja sebaiknya dilakukan secara menyenangkan dan tidak terpaksa maupun tersandera. Jika perusahaan dianggap kurang cocok bagi tipikal kita, jangan keluhkan hal tersebut melainkan upayakan agar kita bisa mendapat pekerjaan di tempat lain yang lebih baik
  3. Birokratis. Tipikal staff IT ini adalah serba mengutamakan prosedur. Hal ini merupakan sesuatu yang baik dari sisi keamanan namun jika dilakukan tanpa melihat konteks situasi, hasilnya menyulitkan proses implementasi. Contoh kasus misalnya adalah pembatasan berbagai hal, mulai dari akses koneksi, port yang bisa diakses, wewenang user yang terbatas dan lain sebagainya.
    `
    Meski kadang mempersulit upaya implementasi sistem, saya masih bisa memaklumi hal ini karena admin yang baik biasanya memang paranoid, heheheโ€ฆ Untuk mengantisipasinya, saya sengajar menyiapkan cadangan, misalnya dengan menyiapkan koneksi internet mobile melalui jalur pribadi disamping pendekatan personal pada staff IT yang melakukan pendampingan
  4. Menguji. Ada 2 hal yang menjadi alasan sifat staff IT seperti ini. Yang pertama adalah karena belum mengenal pribadi kita, sehingga mereka cenderung menguji seorang konsultan atau implementor dengan pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya menguji penguasaan materi dan kemampuan. Pada salah satu klien yang melakukan workshop & inhouse training, saya pernah memerlukan waktu 1/2 s/d 1 jam untuk menjelaskan suatu topik tertentu agar si penanya benar-benar puas.
    `
    Alasan lain adalah persaingan antar staff. Staff IT yang bertanya ingin menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan yang cukup mumpuni mengenai suatu materi dan ingin agar teman-temannya tahu mengenai hal ini. Untuk kasus seperti ini, saya cenderung membiarkannya karena secara prinsip tidak merugikan siapa-siapa. Tak ada salahnya kita mengakui kemampuan seseorang jika memang ia memiliki kemampuan untuk itu
  5. Resisten. Tipikal staff IT ini paling sulit karena biasanya ia sukar bekerja sama dan cenderung resisten. Biasanya disebabkan karena pekerjaan yang kita lakukan dianggap mengurangi kewibawaan yang bersangkutan. Dalam kasus lain, hal ini terjadi karena atasan langsung justru mempercayai kita sebagai konsultan dan dianggap mengabaikan keberadaannya.
    `
    Untuk hal seperti ini, cara terbaik mengantisipasinya adalah dengan melakukan pendekatan personal dan menunjukkan bahwa kita tetap menghargai keberadaannya. Jika pendekatan sudah dilakukan namun hasilnya tetap negatif, biasanya saya cenderung menyerahkannya pada kebijakan atasan yang bersangkutan dan tidak melakukan konfrontasi secara langsung, mengingat sikap yang ia lakukan tidak memiliki relasi secara langsung melainkan lebih kepada ketidak puasan terhadap atasan dan perusahaan

Secara general saya mengucap rasa syukur karena staff IT yang saya jumpai umumnya bersikap terbuka dan mau bekerja sama, karena niat dan pekerjaan saya sebagai konsultan bukanlah untuk mengambil alih pekerjaan staff IT melainkan membantunya mencapai suatu tujuan yang telah didefinisikan. Soal adanya nuansa yang berbeda antar staff IT klien merupakan suatu realita mengingat sifat seseorang tentu tidak selalu sama. Sepanjang kita mampu beradaptasi, biasanya hasilnya tidak mengecewakan.

Satu hal yang pasti, mengingat saya memiliki pengalaman yang sama sebagai staff IT, belajar dari bawah dan mendukung upaya penyebaran ilmu dan pengalaman, saya cenderung untuk merangkul sikap-sikap resisten yang mungkin timbul. Tentu ada satu-dua sikap yang mungkin tidak berkenan namun saya memaknainya sebagai sesuatu yang alamiah. Kita kan tidak mungkin meminta semua orang untuk sama dan satu pikiran dengan kita.

Pin It

10 thoughts on “5 Sifat Umum Seorang Staff IT di Perusahaan dari Cara Pandang Konsultan

  1. Dalam sebuah perusahaan, bagaimana mas Vavai membagi departemen IT-nya?

    Misalnya ada bagian yang ngurusin infrasturuktur saja, ada bagian lain yang ngurusin pengembangan aplikasi dan ada lagi yang ngurusin kerusakan hardware atau software.

    Salam sehati

  2. Tepat bgt boss.. saya jg sering menemukan typical2 staff it yang seperti diatas. Nice sharing….

  3. @Eshape, biasanya sudah ada standarisasi mas. Kalau IT sederhana biasanya cukup pembagian programmer & support, tapi kalau kompleks bisa dipecah ke analisa sistem , daatabase, help desk, support, network dll

    @Nanks, hehehe, mas Nanang di tipikal mana ?

    @Adi, mas Adi bagian terakhir, resisten dan suka ngeyel ya, hehehe…

    @Jaelani, bisa mas, kalau orangnya angin-anginan ๐Ÿ˜›

  4. Wah,, bagus analisanya mas ๐Ÿ™‚ , kayanya seru tuh yg mas bilang Angin-anginan ๐Ÿ˜€ , kayanya staff IT skrg dipaksa kesemunya memiliki deh ๐Ÿ˜›

  5. @Arsigo,

    Di kantor saya, Help Desk itu pekerjaannya lebih banyak terkait desktop usability jadi kaitannya membantu mereka dalam hal office dan penggunaan aplikasi, sedangkan Support lebih merujuk ke technical support yang lebih banyak menangani jaringan/network.

    Kira-kira demikian, jadi kalau menganggap HelpDesk dengan Support itu sama, mungkin perlu mempertimbangkan case & lingkungannya ๐Ÿ™‚

  6. Pingback: Talk is Cheap, Show Me the Code | Bisnis Having Fun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*